Introspeksi dan Konsolidasi Islam Sudah Harus Dipentingkan

Tags

, , , , ,

[English Version]

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa

Ketentuan Tuhan yang utama yang sedang kami bawakan adalah penyatuan semua agama dan perdamaian dunia. Dan adapun masalah keagamaan yang paling menegangkan adalah terorisme. Dan adapun teror bom Paris memang bukan pertarungan Islam dan Barat karena banyak umat Islam tak terkait dengan terorisme. Namun, betapapun itu berdampak semakin memperburuk citra Islam. Dan hal itu tak bisa lagi dibasuh kecuali beriman kepada ketentuan baru Tuhan yang sedang kami gaungkan.

paris-griday-13Betapa pun teror bom Paris terpaksa diakui sebagai perbuatan teroris ISIS yang kini sedang unjuk keberanian melawan negara-negara yang proaktif melawan kelompok teroris, khususnya ISIS. Namun, teror ISIS di Paris berdampak langsung kepada nasib pengungsi Muslim ke benua Eropa.

Sungguh umat Islam harus menghargai kesepakatan negara-negara Uni Eropa yang sudah bersedia menampung para pengungsi Muslim. Walaupun mereka dalam kesepakatannya telah memprediksi adanya penyusupan teroris dalam gelombang jutaan pengungsi dari Timur Tengah itu, tapi mereka tetap bersepakat menerima pengungsi dengan baik dan tak mengurangi kecemasannya terhadap oknum teroris yang mungkin menyusup dalam arus gelombang pengungsi yang masuk ke negara mereka. Dan itu harus dihargai sebagai pilihan ketentuan dengan kepastian risiko yang bisa menyusahkan negara dan bangsanya.

Demikian ketika tetap disepakati menjadi suatu kebijakan negara, patut terpujilah bangsa-bangsa itu, maka hal itu patut dihargai sebagai pilihan yang berdilema berat dan berisiko tinggi. Nun, itulah kebijakan yang benar yang melambangkan ideologi bangsa dan negara itu baik dan berharkat. Dan pada kenyataannya dugaan dan kecemasan itu benar adanya. Maka jangan salahkan bilamana kemudian perlindungan atas warga masing-masing negara niscaya lebih penting bagi masing-masing negara.

Demikian negara-negara Uni Eropa berkewajiban menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat Uni Eropa sendiri. Dan hal itu sungguh membuat nasib para pengungsi Suriah menjadi terkatung-katung dan terlunta-lunta di negara-negara yang diharapkan dapat memberikan suaka.

Justru orang-orang yang tak ada pilihan kecuali memilih keluar dari negara asalnya dan hidup sebagai pengungsi yang tak menentu nasibnya, karena mencari keselamatan dan keamanan bagi keluarganya, harus ditengok sebagai orang yang paling malang di dunia. Mereka itu tak hanya membutuhkan tempat berteduh, tempat penampungan untuk kebutuhan mereka terhadap air dan sanitasi, makanan dan bantuan medis, dan bantuan pendidikan dan sosial masyarakat yang tak mengaitkan mereka dengan pertimbangan-pertimbangan politis dan ideologi. Demikian para pengungsi tersebut patut amat dikasihani dan perlu dibantu. Maka sesungguhnya perhatian bantuan hendaklah tertuju kepada mereka, bukannya bantuan dan dukungan itu tertuju kepada jihad teroris.

Keterlibatan dalam emosi pembalasan dendam kesumat, hanya akan menghanguskan Islam sendiri dan takkan menjadikan apa-apa, karena era ini adalah era penghapusan semua agama. Jadi jihad membela agama adalah sia-sia. Sebagaimana fenomena kemelut agama-agama yang semakin memburuk dan berdilema tinggi pun terpampang dengan sendirinya sebagai masalah berat semua bangsa-bangsa dan negara dan semua umat beragama.

Kalau sudah seperti itu, mungkinkah mengelak dari suatu takdir Ketentuan Tuhan bahwa Tuhan sudah memfatwakan penghapusan semua agama dan penyatuan semua agama. Apa yang sulit dengan hal itu, kalau peperangan agama sudah menjenuhkan sekali dan sudah memakan korban tak terhingga?

Dan hanya orang-orang bodoh yang masih bersedia berkutat dalam kancah keterkutukan. Peperangan atas nama agama tak sama dengan berjihad untuk Tuhan. Saat ini berjihad untuk Tuhan adalah perjuangan perdamaian agama dan penyatuan semua agama sebagai keutamaan untuk memperjuangkan perdamaian dunia.

Saling menyalahkan antara pihak teroris dengan negara-negara yang memerangi teroris tak mungkin dapat diselesaikan dan didamaikan. Karena dendam kesumat masing-masing sudah merupakan dendam untuk saling memusnahkan. Kalau sudah seperti itu, ancaman perang nuklir bisa terjadi kapan saja.

Syria2Dan seandainya Amerika dan sekutunya menanggapi teror bom Paris itu dengan penyerangan besar-besaran ke ISIS, wilayah teluk menjadi medan perang Kurusetra, perang yang mendatangkan kiamat. Pembumihangusan ISIS dapat dipahami, melainkan duka nestapa segenap umat Islam juga perlu dipikirkan.

Kami tak diizinkan berpihak pada salah satu pihak, maka kami perlu mengedepankan pendirian kami ini untuk memulai mengadakan sosialisasi Ketentuan-ketentuan Tuhan atas terorisme. Bahwa Tuhan amat mengutuk terorisme. Dan Tuhan kini sedang menghakimi umat Islam. Muslim radikal dianggap Tuhan adalah umat yang suka berbuat keji sedangkan umat Muslim secara umum gampang melampiaskan kemarahan bila berkenaan dengan masalah keyakinan sehingga suka menzalimi umat lain.

Perkembangan kesalahan itulah yang kini semakin memburuk sehingga penampilan ISIS sekarang ini bagaikan keparahan dari kebiasaan umat Islam mengegokan agamanya. Arogansi umat Islam atas agamanya tumbuh subur di kalangan teroris. Selayak segala kesalahan niscaya mengalir ke muaranya seperti aliran sungai yang bermuara ke danau. Dan itu adalah hukum alam. Maka apresiasikanlah keterangan kami ini sebagai Respon Tuhan yang sedang kami sampaikan.

Bahwa dalam hal ini Tuhan menilai umat Islam hendaklah introspeksi diri melalui perubahan sikap negara-negara barat yang tadinya bersedia menampung para pengungsi Muslim. Bahwa perubahan sikap itu berpengaruh menentukan nasib umat Muslim dunia. Bahwa dengan mengacu pada pengalaman Perancis tersebut, maka negara-negara di dunia terikut waspada terhadap kemungkinan serangan ISIS atas negara mereka.

Adapun ISIS setelah peristiwa teror di Paris, semakin jumawa dan semakin berani mengumbar ancaman. ISIS memperingatkan bahwa negara-negara yang mengambil bagian dalam serangan udara terhadap Suriah akan mengalami nasib yang sama seperti Perancis. ISIS bahkan mengancam akan menyerang Washington.

Presiden Perancis Francois Hollande mengajak keterlibatan negara-negara Uni Eropa, Amerika, Russia dan negara-negara G20 untuk memerangi ISIS. Perang melawan ISIS akan dirasakan sebagai kewajiban semua bangsa-bangsa yang beradab.

Umbaran ancaman oleh ISIS kalau ditanggapi dengan persepakatan pembumihangusan ISIS di muka bumi, itu tak ubahnya ancaman pemusnahan Islam, walau hal itu takkan pernah diakui. Tapi bagaimana melepaskan ISIS dari Islam, atau umat Islam dari ISIS? Itu seperti membelah ketupat.

Tindakan semena-mena ISIS itu takkan menghasilkan kemenangan dan kedaulatan, melainkan kehancuran yang semestinya. Selayak kearoganan dan kesemena-menaan itu tak mungkin dibiarkan Tuhan. Kami ini adalah Suara Tuhan, maka percayalah kalau kami sudah menyatakan Ketetapan Tuhan bahwa kemenangan ISIS tak mungkin tercapai. Ancaman-ancaman ISIS yang pongah akan berimbas ke umat Islam.

Dan itu tentu menyudutkan umat Islam di seluruh dunia. Dan kekacauan pun tak bisa dielakkan ketika umat Islam dunia bersatu menyatakan solidaritas mereka terhadap nasib umat Muslim yang terlunta-lunta di negara-negara lain yang menolak pengungsi Muslim.

Simpati terhadap nasib pengungsi memberi dampak solidaritas Muslim di dunia untuk mengimbangi perlakuan negara-negara yang menolak pengungsi-pengungsi Muslim, dan yang mengalami intimidasi-intimidasi dari warga yang tak menginginkan negaranya menampung pengungsi Muslim yang dicurigai, dan yang hanya akan mengakibatkan aksi teror yang dimungkinkan dialami mereka. Dan mereka tak menginginkan hal itu.

Legalitas pembombardiran terhadap tempat-tempat yang dikuasai ISIS, selayak perang Palestina-Israel dan perang di Suriah dan Yaman yang tak berkententuan kapan bisa berakhir, semua itu merupakan tanda-tanda kebinasaan dan dianggap sebagai genosida terhadap Muslim. Dan itulah yang akan menguatkan solidaritas Muslim di dunia.

2C56B05300000578-3239625-Hungary_has_announced_plans_to_build_a_giant_fence_along_the_Cro-a-32_1442592522211Demikian kebijakan negara yang tetap ingin memberi suaka bagi para pengungsi Suriah harus diapresiasi, akan tetapi para pengungsi itu diperlakukan oleh warganya sebagai orang-orang yang selalu dicurigai dan tak disukai sehingga umat Muslim di sana sering mengalami intimidasi dan cercaan dan dikriminalisasikan. Padahal fenomena pengusiran dan penolakan oleh sebagian negara itu tak bisa dihindari. Selayak semua negara mana pun tentu ingin melindungi negara dan bangsanya dari sasaran teroris yang tak pandang bulu.

Dan ada hal lain yang juga memicu memanasnya suhu politik antara Islam dan Barat bahwa peristiwa-peristiwa terorisme di berbagai belahan dunia memaksa hubungan antara kawasan Eropa dan Timur Tengah menjadi buruk.

Perang Kurusetra di wilayah teluk diwarnai peperangan teroris ISIS dengan Amerika dan sekutunya Perancis yang sedang marah-marah dan negara-negara blok Barat lainnya. Di sisi lain adalah perang Palestina versus Israel. Dan ada perang di Suriah yang dibantu sekutunya Iran dan Russia, serta perang Saudi Arabia dengan sekutunya Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Yordania, Maroko, dan Sudan terhadap Syiah Al Houthi di Yaman.

Semua hal itu merupakan belasungkawa umat Islam di dunia. Selayak umat Islam-lah yang paling tertekan diperlakukan sebagai umat yang menyusahkan dunia. Bom bunuh diri demi keyakinan itu tak mungkin diapresiasi, demikian jihad yang mengorbankan nyawa sendiri itu sedikitpun tak terpuji sebagai jihad suci, melainkan kekejian terhadap kemanusiaan.

Perkembangan sekarang ini memastikan kutukan Tuhan terhadap umat Islam. Dari suhu politik dunia yang memanas yang tertuju kepada penanganan terhadap terorisme, mau tak mau, itu sulit dilepaskan dari Islam karena para teroris itu berjihad atas nama agama Islam. Seberapapun Islam itu mau dilepaskan dari citra buruk terorisme, namun slogan-slogan teroris itu adalah slogan-slogan ideologi Islam. Betapapun hal itu tak memungkinkan bagi umat Islam untuk melepaskan diri dari dampak Islamphobia yang melanda negara-negara non-Muslim.

maxresdefaultAdapun keadaan yang memanas sekarang ini akan sampai kepada genosida terhadap teroris dan itu terkait dengan perubahan nasib umat Islam di dunia, karena umat Islam selalu dicurigai dan dianggap sebagai umat yang berbahaya dan menakutkan. Intimidasi-intimidasi dan anarkisme terhadap umat Islam di negara-negara non-Muslim adalah pembalikan atas sikap umat Muslim selama ini terhadap umat non-Muslim dan kaum minoritas. Dan itu adalah hukum pembalikan dari Tuhan.

Dan itu harus dipahami melalui introspeksi diri dan mendengarkan secara dalam suara hati nurani masing-masing bahwa apakah Tuhan akan membiarkan umat Islam yang berlaku sewenang-wenang terhadap kaum minoritas itu tak akan dihakimi? Dan adakah Tuhan tak kuasa mengadakan pembalikan-Nya? Selayak pembaharuan peradaban itu harus melalui kemaksimalan pembusukan, dan kemaksimalan pembusukan terhadap agama yang sudah dihapuskan Tuhan justru terangkat melalui terorisme, dan itu melalui ISIS.

Oleh karena itu, terimalah ajakan Tuhan untuk menetralkan keyakinan sebagaimana umat Muslim yang dididik Tuhan di Eden. Dan sebagaimana relevansi penetralan keyakinan dan akidah reinkarnasi Nabi Muhammad yang menjadi salah satu Rasul Eden sebaiknya dipanuti dan jangan dianggap kesesatan, melainkan sebagai Pertolongan Tuhan terhadap Muhammad yang tak bersalah atas apa-apa yang dilakukan umat Islam radikal pada saat ini.

Adapun reinkarnasi Muhammad terselamatkan di Surga, tapi umatnya menjadi terkutuk. Umat Muslim harus menyadari Sikap Tuhan terhadap reinkarnasi Muhammad dan Komunitas Eden itu adalah upaya Tuhan menyelamatkan Ajaran Islam dan nabi umat Islam sebelum keadaan umat Islam memburuk seperti sekarang ini.

Jauh-jauh hari Tuhan sudah menitahkan reinkarnasi Muhammad yaitu Abdul Rachman itu menetralkan keyakinannya. Dan jauh-jauh hari Komunitas Eden semuanya menetralkan keyakinannya. Dan apakah mereka sesat dan kehilangan Tuhannya? Nyatanya Wahyu-wahyu Tuhan tetap dirilis oleh Eden dan nyatanya mereka semua sejahtera dalam Pengayoman Tuhan, walau mereka tetap mengalami pengintimidasian dan mereka tetap  masih dinyatakan sebagai kelompok sektarian yang sesat.

Nun, Mukjizat Eden sudah terbuka dan itu difungsikan Tuhan untuk menciptakan perdamaian di dunia dan tak berpihak kepada salah satu pihak kecuali kebenaran yang bisa diikrarkan dari semua pihak. Dan di dalam kenetralan Eden, ada Kemahaadilan Tuhan yang kami junjung dan yang kami emban untuk diadaptasikan dalam sikap kenetralan Eden dan Ruhul Kudus.

Maka cobalah meneliti dan menyimak Wahyu-wahyu Tuhan di Eden, apakah ada kesesatan dan adakah kami berpihak kepada salah satu pihak? Kebenaran-lah yang selamanya kami bela dan kami perjuangkan. Dan hanya Tuhan-lah yang mengetahui kebenaran murni pada kebenaran lokal atau kebenaran atas nama negara maupun kebenaran politis di antara semua negara dan semua umat beragama.

Dan kami meniti dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan di antara semua dilematik kebenaran lokal, nasional dan internasional. Dan niscaya Ruhul Kudus takkan salah membela, karena pembelaan Ruhul Kudus adalah instruksi Tuhan terhadap kami. Dan Tuhan-lah Yang Maha Tahu kebenaran siapa yang wajib kami bela, demikian Petunjuk-petunjuk Tuhan kami sampaikan kepada publik dunia.

Bersama ini kami Ruhul Kudus sebagai pemimpin para malaikat di bumi ini, juga menyatakan para malaikat sedang berkonsolidasi untuk mengadakan pencerahan bagi umat Islam moderat yang tak berkepentingan dengan terorisme dan yang ingin diselamatkan Tuhan. Demikian dengan ini kami sampaikan Wahyu Tuhan untuk umat Islam sebagai berikut:

 

Wahyu Tuhan untuk Umat Islam

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa Menghakimi
Dan Atas Nama Pengabdian Kami atas Ajaran Islam Sebagai Ajaran dari Tuhan

 

Bahwa Aku murka terhadap umat Islam, itu harus terbuka Kunyatakan supaya umat Islam paham atas keadaan keterkutukannya dan paham kalau tak ada jalan lain bagi umat Islam yang ingin melepaskan diri dari kutukan-Ku kecuali dengan menetralkan keyakinannya, sebagaimana jalan itu sudah ditempuh oleh segenap Komunitas Eden yang sudah menetralkan keyakinannya.

Nan, Komunitas Eden tak meninggalkan Islam karena ingin netral dan mereka pun bukanlah tipologi orang-orang yang sesat dan murtad terhadap Islam. Islam adalah ajaran yang Kuturunkan melalui Wahyu-wahyu-Ku kepada Muhammad. Maka mereka mengimani Kitab Suci Al Quran sebagaimana mereka juga mengimani Kitab-kitab Suci yang lain. Bukankah itu sudah merupakan perjanjian yang Kuadakan dalam Kitab Suci Al Quran? Dan bacalah Surat Al Baqarah ayat 285:

Rasul telah beriman kepada Wahyu yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdo`a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Demikian pada hari ini upaya islah antara semua umat beragama sedang Kami adakan. Dan kepada umat Muslim cobalah menelaah ayat ini sebagai Penyikapan-Ku atas Komunitas Eden. Dan dalam segenap Wahyu-wahyu-Ku yang teradakan di Eden, adakah itu tak sesuai dengan isi ayat Al Baqarah ayat 285 ini? Maka niscayakanlah ajaran Eden itu tidak sesat.

Adapun reinkarnasi Muhammad yaitu Abdul Rachman telah Kutetapkan sebagai Imam Mahdi, yang tak mau diakui oleh umat Muslim Indonesia karena tak memiliki karakter yang kharismatik sebagaimana ulama-ulama besar Timur Tengah. Tapi mana yang mau dipilih umat Islam, Abdul Rachman yang sederhana tapi suci dan yang Kuberkati, atau imam besar ISIS Abu Bakr Al Baghdadi? Perbandingkanlah itu dan berpikirlah!

Bahwa umat Islam sedang terkutuk, jangan salahkan siapa-siapa karena perilaku umat Islam sendirilah yang mengakibatkannya terkutuk. Dan Kami menyatakan hal itu agar umat Islam mau berkonsolidasi dan introspeksi diri untuk menghadapi azab Islamphobia dari bangsa-bangsa non-muslim yang sedang bergejolak memerangi teroris. Dan perlakuan bangsa-bangsa non-Muslim yang akan memburuk terhadap umat Islam tak bisa dihindari.

Umat Islam akan selalu dicurigai dan diintimidasi di mana-mana dan terusir. Sudahkah itu dibayangkan sebagai kebencian yang mengglobal, dan apabila Kami sudah memberitahukan hal itu, maka antisipasilah hal itu dengan merunduk dan jauhi kepongahan. Dan jangan lagi gampang mencerca dan memusuhi.

Tapi Aku menyatakan bahwa itu sebagai konsekuensi hukum pembalikan. Ruh kesalahan umat Islam bereinkarnasi membalik menimpa umat Islam sendiri. Segala kesalahan yang dahulu dilakukan oleh umat Islam terhadap umat lain dan kaum minoritas, demikian saat ini sedang terolah membalik. Pahamilah itu sebagai pasal hukum pembalikan-Ku yang niscaya sesuai dengan wujud kesalahan umat Islam sendiri.

Dan akuilah kesalahan umat Islam Indonesia yang sudah lama menolak Wahyu yang Kuturunkan di negeri ini dan Rasul-Ku dikriminalisasikan. Dan akuilah bahwa tak ada yang menyesalkan hal itu sampai hari ini. Adapun hal itulah yang telah memantik keterkutukan atas umat Islam.

Tentu, hal tersebut juga saling memiliki keterhubungan dengan kesalahan umat Islam yang menonjol sekarang ini, ialah terorisme dan konflik agama dan konflik mazhab dan sektarian di antara sesama umat Islam. Demikian kalau semua kesalahan umat Islam itu tatkala sedang berbalik, maka tulah dosa-dosa itu pun berlabuh di kalangan umat Islam sendiri.

Peristiwa-peristiwa terorisme mendatang akan lebih parah karena masing-masing saling mengadakan pembalasan dendam antara teroris dan negara-negara blok Barat. Teroris ISIS dan yang lainnya akan semakin garang dan ganas saja. Dunia pun dipenuhi ancaman perang. Keparahan dosa-dosa umat Islam radikal sedang mengalami Penghakiman Tuhan. Sesungguhnya itulah yang sedang terjadi.

Nun, Indonesia sebagai bangsa yang merupakan Muslim terbesar jumlahnya di dunia di antara bangsa-bangsa yang beragama Islam, niscaya tak bisa menghindar dari horor terorisme yang menghantui karena umat Islam radikal di Indonesia niscaya ingin berpartisipasi menguatkan terorisme teluk yang dibombardir oleh blok Barat dan sekutunya.

Bilamana umat Islam Indonesia paham atas keterkutukan umat Islam, maka mereka takkan menyombongkan keislamannya lagi dan tahu memposisikan diri mereka untuk menjauhi wilayah teroris dan menghindari aksi pembalasan dendam antara teroris terhadap Barat dan sekutunya, dan sebaliknya.

Sebaiknya umat Islam semuanya yang di luar wilayah peperangan teroris hendaklah menyatu memperjuangkan perdamaian dunia dan menyatu dalam Berkah Allah. Sebagaimana keberkahan dari-Ku  hanya melalui Ketentuan Fatwa-Ku, yaitu penetralan keyakinan dan penyatuan semua agama. Camkanlah itu sebagai satu-satunya jalan keluar yang Kuberkati mukjizat dan pengayoman.

Demikian telah kami sampaikan Wahyu Tuhan untuk umat Islam. Sekian, terima kasih atas perhatian Anda dan semua pihak. Salam damai. Salam dari Surga.

Jakarta, 17 November 2015

Malaikat Jibril

Ruang Penyelarasan

Demi periwayatan Kerasulan Eden, kami adakan ruang penyimpanan untuk modus fitnah-fitnah terhadap Eden. Demikian kami adakan Ruang Penyelarasan dengan segala modus fitnah yang ada di dalamnya dan juga penjelasan dari Eden terkait dengannya, agar bisa dikaji oleh publik.

Demikian tertera tulisan-tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com dan diblognya, dan juga jawaban Eden yang disampaikan oleh Paduka Ruhul Kudus dan Paduka Bunda Lia Eden serta YM Abdul Rachman:

CATATAN FITNAH-FITNAH MARZANI ANWAR ATAS EDEN:

KASUS PENGULANGAN PENODAAN AGAMA PADA KOMUNITAS EDEN
Kompasiana.com – 02 Agustus 2015

DOSA SOSIAL KOMUNITAS EDEN
Kompasiana.com, 17 Agustus 2015

PEMBOHONGAN PUBLIK CARA EDEN (BAGIAN 1)
Kompasiana.com, 25 Agustus 2015

PEMBOHONGAN PUBLIK CARA EDEN (BAGIAN 2)
Kompasiana.com, 27 Agustus 2015

PEMBOHONGAN PUBLIK CARA EDEN (BAG. 3)
Kompasiana.com, 31 Agustus 2015

PARA PENDOSA DALAM PANDANGAN EDEN
Kompasiana.com, 02 September 2015

NUBUATAN EDEN SEBAGAI PEMBOHONGAN PUBLIK (BAG.4)
Kompasiana.com, 04 September 2015

EKSTREEMITAS PASCA LIMINAL PENSUCIAN KOMUNITAS EDEN
Kompasiana.com, 18 September 2015

EDEN : MINORITAS YANG BERPOTENSI MENGANGGU
KEHIDUPAN KEAGAMAAN
Kompasiana.com, 06 Oktober 2015

CUCI OTAK ALA EDEN
http://marzanianwar.wordpress.com/ – 28 September 2015

EDEN MASIH MENEGASKAN PENGHAPUSAN ISLAM
http://marzanianwar.wordpress.com/ – 3 November 2015

UNTUK YANG TERHORMAT IBU LIA EDEN
Kompasiana.com, 03 Februari 2016

PASAL REINKARNASI DI KOMUNITAS EDEN
Kompasiana.com, 09 Februari 2016

MUI DIMINTA ANULIR FATWA SESAT EDEN
Kompasiana.com, 28 Februari 2016

Fatwa Sesat MUI yang mengharamkan Malaikat turun mendampingi manusia

TULISAN-TULISAN EDEN UNTUK MEMBANTAH FITNAH DAN TUDUHAN SESAT ATAS EDEN

Fatwa Jibril Versus Fatwa MUI

Jawaban terhadap Fatwa MUI

Buku YM Abdul Rachman: Mengenal Sosok Pemikiran Abdul Rachman

 

 

FATWA MALAIKAT JIBRIL VERSUS FATWA MUI

 Salam Salamullah, Salam Keselamatan dari Allah

 Kitab Suci Al Quran Surat Qaaf ayat 41:

Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

Secara jelas Malaikat Jibril meninjau kesahihan fatwa-fatwa MUI yang telah diputuskan dan dinyatakan sebagai pemberi syafaat kepada masyarakat. Adapun fatwa-fatwa MUI disejajarkan sebagai pemberi kemaslahatan bagi bangsa Indonesia, khususnya umat Islam.

Setelah Salamullah menyampaikan gugatan fatwa MUI yang menyesatkan Lia Aminuddin dan Salamullah, pada hari Jumat tanggal 9 Juli 1999 di Kantor Pusat MUI di Masjid Istiqlal pada jam 10.00 WIB, maka dengan ini kami menyalinkan Fatwa Malaikat Jibril sebagai tanggapan terhadap fatwa MUI sebagai berikut:

Continue reading

Tulisan Marzani Anwar [11]

EDEN MASIH MENEGASKAN PENGHAPUSAN ISLAM

https://marzanianwar.wordpress.com/ – 3 November 2015

Statemen Eden yang masih terus disebarluaskan oleh komunitas Eden adalah yang menyatakan “penghapusan agama Islam”. Menurut Eden, Islam memang perlu dihapus, karena telah banyak melakukan teror dan kekerasan. Peledakan bom Bali, kekerasan Poso, kekerasan ISIS, Boko Haram di Afrika, dan teror-teror yang dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan Islam di berbagai belahan dunia, dianggap cukup alasan bagi penghapuasan agama tersebut.

Continue reading

Eden’s Explanation upon The Questioning of Einstein’s Fault Which Proposing unto Roosevelt to Produce A-Bomb

The changing of an angel to become a human doesn’t guarantee that the angel is still purely holy. And as a human, he can’t fully keep the sense of his angelic. The mundane issues that he has to face cause him to prioritize a pragmatic decision. However, human who possesses the spirit of angel is certainly intelligent and produces a very beneficial science for human being and renews the civilization.

From the finding of the theory E=MC2, Einstein succeeded to divulge the mystery of the universe, so it has facilitated the scientists to develop the derivatives theory, then afterwards generates many physicists and astronomy scientists. And Einstein’s spirituality, which came along with the theory then experiences development, which will reach the fact of the Spherical Shape of God. The cultivation of spirituality could include the concepts of Einstein’s thought.

Einstein’s thought that urged by his concern unto NAZI could be considered as a tiny tainted fault, which hopefully is not considered has ruined the abundant truth that he had. For he has shown his regret and he has resigned. The spirit of mistake could be eliminated through deep remorse. Moreover, if it is added by the merit of virtuousness from the valuable finding for the benefit of human being.

The spirit of mistake could be washed and disappear through that way, for indeed human beings are vulnerable to do mistake, whether it is intentionally or unintentionally made.

A man who possesses a devil’s spirit and when he is in his journey that has come to the changing nature to be an angel, he still can’t shun away from a sin or generate a controversial thought. And it is related to the nature of human, who possesses the angel’s gene and devil’s gene. Thus, humans are difficult to escape themselves from negative things that they aren’t aware of.

The angel’s gene if it is sharpened through the intake of the reward of virtuousness, thus he maintains on the purity of the angel’s gene. However, the devil’s gene can still continuously rebel at certain time, especially during the moment of critical matters that should be overcome. Human’s issues when those have become critical, that is the opportunity for the devil to take action, and humans are often cornered by him so it can be wrong because they take short cut which oversimplify yet having negative risk.

As for a creature, it can make no mistake if it has already become a complete angel. For an angel is the spirit of truth and virtuousness, as well as holiness.

Thus, if Einstein has ever seen proposed unto Roosevelt to produce A-bomb to win the second world war, it is no more than a despairing feeling toward human’s deeds that prolong the world war, for there always exists a stiff and ignorant nation that is difficult to be handled with protocol of good and civilized policy, thus it develops into a tangled situation except he it is being annihilated.

As NAZI planned to make A-bomb, and it concerned Einstein very much, thus he suggested Roosevelt to create Manhattan project to produce A-bomb so the US could precede NAZI.

The success of Manhattan Project opened a new horrible panorama. The total number of civilian victims from Hiroshima and Nagasaki bombing were more than a quarter of a million people. In 1949, Soviet Union tested the first A-bomb, leading to the competition of nuclear weapon and Cold War.

Albert Einstein then stated his regret for he ever proposed to the government to produce A-bomb. Therefore, later on he resigned from the project.

Some of the best scientists from the early 20th century participated in this Manhattan Project, including Niels Bohr, Richard Feynman, Enrico Fermi, Leo Szilard and Ernest Lawrence.

In 1939, Edward Teller, the inventor of Hydrogen bomb, was one of the three scientists who encouraged Albert Einstein to remind President Franklin D. Roosevelt, that the power of nuclear could be used to create a new destructive weapon. In 1941, before the first A-bomb, Enrico Ferni argued that the nuclear fusion could be more magnificent.

Supposedly the experts of hydrogen bomb should know that the experiment projects of nuclear weapon has instigated natural anomaly that leads this earth to undergo the apocalypse process. It is unknown how to restore the problems of which human beings  are more vicious in inventing bombs. Whilst now many countries are involved in the difficult situation of wars and utilization of bomb.

As now there is North Korea that always wants to threaten other countries with its nuclear. There is Russia that has sophisticated weaponry yet frightening since this country tends to support the government of Bashar Al Assad to be a protector for antagonist parties, so their weaponry is sold and respected by their political opponents.

Those are only political game for the sake of conquering the world. If facing the antagonist parties who possess a country, how could the world problem that has already in a very vulnerable state to undergo the third world war? Such is the rich countries multiply their war weaponry and nuclear.

Actually when one wishes to judge Einstein performance at that time, just says that it was a fruit of desperate thought. How we have stated the information from God that Einstein was born to bring the spirit of angel. That is why he is very genius. And in his performance he makes impression that he is close to God. Those are the signs.

But it is impossible that we can defend Einstein when he made such kind of fatal mistake. That incident had cause and effect, which made him to think having a target to end the world war by inventing A-bomb.

This writing is not intended to justify whatever he decided, for we have stated that his spirit was blessed with the spirit of angel. That we even didn’t know him well to analyze his mind when he slipped to suggest producing A-bomb unto Roosevelt. Thus, we don’t justify either when he has that fatal mistake. Those all are controversial of him, whether he was aware or not aware has caused fatality, thus those all depend on God’s Count.

The progress of a spirit upon people who are given an angel’s spirit by God, now many people received such blessing. As we have ever explained regarding the spirit of Indigo children is the children born with the spirit of angel. A genius man like Einstein can be seen through the born of Indigo children and highly intelligent and gifted children.

This fact has often been reported by the media. Thus, many miraculous births occur amidst human beings. However, it is to balance the quota of human who will change nature to be a devil or the decrease of a number of human who has certain character and moral. And it muddies the human’s gene in general. Thus, to purify good human’s gene, God forces the angels to be born as human. As purifying the water in the lake that is muddy and full of garbage.

If God counts Einstein’s mistake as the fault that requires Him to change the nature of Einstein from a genius man then reborn as a man who is less genius or a common man without any superiority, thus it depends unto God’s Consideration. Indeed, the intelligence that is blessed unto genius people can be revoked back or just being reduced by God. His Stipulation certainly aligns with His Judgement toward someone’s mistake.

If Einstein is honored and adored as the world scientist who was success with his well-known theory and formulation, but he was still a human, not god, thus he can still make mistake. If God considers his fault has been redeemed through his remorse and then he resigned, whilst his theory that beneficial for the world could become compensation upon such mistake, when he is reborn, he still can receives the acknowledgement as a world scientist who is honored.

But it is possible if he makes a fatal mistake, and when God considers it should be punished, thus he will be reborn as a common man who is not as smart and success as Einstein. It will be possible that he becomes a common man who is not involved in a publicity of scientific celebrity, as he used to be. And that is the relativity of human’s destiny and nature. Only God knows.

However, if we state that the spirit of Einstein is the spirit of angel, it is mainly because such is God’s statement unto us, without lessening or exaggerating it.

 Eden’s Explanation Regarding the Bluebeam and HAARP Project

Tags

, , , , , , , ,

It cannot be denied that within the last 20 years changes have taken place. Issue of alien is prevailing and projected as the focus object of research by the scientists. In the compilation of Eden’s Discourse in Eden Website, God has mentioned that there will be alien invasions to this earth. The signs are the existence of many sinkholes that intentionally made by evil aliens.

Those signs could be marked as part of Armageddon war, the war prior the doomsday. And the cause is alien creatures who come from the distance to this earth for they have detected that our earth is often shaky and no longer steady in its place. And human beings in such earth condition are prospective to be easily defeated, thus they come to pry and purposely leaving their traces and threats. Therefore, there are many sinkholes found on this earth.

As for the Armageddon war, truly it has already happened. That is the war between the angels and devils in human world. At this time, it is devil who gains victory for angel is less favored by human. Poor angels, they are lonely and languish.

Armageddon war, doomsday, alien invasion are indeed becoming an established reality of the end times from God. And God has already stated it in His Holy Books implicitly and explicitly

The question now, could that all be technologized? Could Freemasonry, illumination or NASA that make the Bluebeam project or technology such as HAARP (High Frequency Active Aurora Research Program) be able to present the enlightment toward the new world order with non-religion spiritualism nuance? As the assumption of the existing role of Freemasonry and illumination inside NASA’s body that has taken part in Bluebeam project, thus it is also stated about the existence of Zionism role which have secularism ideology in the Bluebeam project.

Assuming that matter exists, secularism in religion does not automatically become the center of control toward the New World Order. For the new world order will only exist in God’s Hand and the one who is in charge of it is Archangel Jibril, the Holy Spirit. Beyond the New World Order is sub section that still in the coordination of Archangel Jibril, the Holy Spirit, as the prevalent of spiritualism happens upon the world motivators from various religious background namely Hindu, Buddha, Jewish, Christian, Islam, and others. That matter should be appreciated for they also deal with non-religion spirituality. Secularism that they deal with is just a solidarity mission without disputing any religion. The challenge of non-religion spirituality has been melted by the world motivators whose preaches are flexible. Yond, it is very much possible that they are included in the course of the perfection of unification of religions, which quietly flowed by the Holy Spirit into them. Thus, they do not realize that they are considered as belong to the Holy Spirit Circle, sort of anti-religious conflict movement, which are not always dealing with closed doctrines, as it exists in Eden. As for the presence of Archangel Jibril, when it was declared, hence Eden is denied and criminalized.

Jewish Zionism is argued as stands behind all “sophisticated” things in United States. That is fine, for it is an issue between United States and Jewish themselves. But if many things are always linked to Jewish fund and Zionism movement, that matter should be filtered beforehand. Do not make any generalization that everything is said as funded by the Jewish! We are also often accused funded and organized by Zionist.

Secularism with no religion and without Revelation and beyond the Holy Spirit’s circle, surely will stray from the focusing on the existence of God. And it will be bias to become secularism that hates religion. As for Eden, it does not hate religions, rather it commanded by God just to straighten the deviation of religions. The abrogation of all religions is a factor that troubles us, because we are assumed as the hater of all religions. Whereas we are just conveying God’s Word Who desires for unification of all religions that will be ease to be united, when all religions could be brought to Absolute Monotheism.

Searching for a way to the new world order and new spiritualism that could be easily accepted by all adherents, inevitably needs struggle that should be able to reach its completion. And that could only be held if the perfectionism of a new belief is believed truly derives from God, as the renewal of belief and faith firstly has to gone through the projection of the real truth of Divinity. If it does not passes such procedure, the changing of the new world order toward God’s Blessing upon all humankinds will not to happen.

As for intelligent people, if they have extraordinary principles and if they are united, they surely could make a change and they are independent to do amazing things. But, it leads to nothing if the researches and the remarkable inventions are preceded by a desire to annihilate enemies and to conquer the world.

HAARP project has been acknowledged as an antagonist project since it has ambition to change the world climate, forming the cloud, creating typhoons and hurricane, earthquakes, creating explosions which the power equal to nuclear explosions and could be directed to become the weapon to destroy an enemy for whoever owns it.

The problem is why human beings dare to create such high technology by the intention of destruction and annihilation? If such thing is reviewed deeply, certainly the men who created it possessed a fiercest heart. Because from the beginning of creating the blue print up to the trials and the huge amount of funding collection as well as the perfection of its technology, it surely takes a very long time, the focused carefulness with the highest intelligent as well as an infinite funding. And that surely involves many roles in that particular country.

Assessing all that things, there is a very strong persistence that cannot be disregarded even by the logic of truth and consideration of conscience. Therefore, the angel states it is the character and the creation of devils, which is also very persistent upon their own furiousness which flowed to humans who are intelligent and rich. And humans, who are persistent toward their vile ideas, surely they are heading toward their worse natural changing. If not, the HAARP technology and Bluebeam’s project could not be developed.

And if at the beginning the aim was to conduct further research of the ionosphere layer for the sake of developing radio communication’s technology out of security reason, such as to detect missiles and to minimalize the earthquake impacts, and then it develops to become an aspiration to create the new world order. Then it becomes two dualism purposes. The one is to destroy the enemy’s territory through earthquake and man-made typhoon, and the other one is to draw human’s interest toward the new world order.

Meanwhile, the holy intention to eliminate religious conflict and to establish non-religion spiritualism, it is good if the creation of such cutting-edge technology is not initiated by the desire to create deadly war weapons by interfering the universal system. Thus, even if they have an improvement of good intention as the desire to create the new world order, of course it is hard to say that such project is blessed by God.

If it is true that they could make a hologram of Jesus in the sky by using three dimensional hologram techniques by shooting the laser holographic picture of Jesus into the sky, thus it could gain adoration of the people on that region, surely that is a manipulation of the prophecy in a Holy Book. Of course, that method cannot construct any classification of faith, let alone the centralization of spiritualism. That is because they cannot create the sacredness and the miracle as well as the Devine sacrosanctity in their project.

Even they shoot their holographic laser upon other figures such as Maitreya, Mary or any other else, the figures whose statues have been made in a large number, it doesn’t have any correlation with God’s Stipulation related to the end times’ destiny, as what we are experiencing now.

Although that spectacular holographic’s performance is certainly aimed to fulfill the Christians and Moslem’s prophecy upon the coming down of Prophet Isa as the Messiah and the coming Imam Mahdi as well as Maitreya, which in the covenant of each adherent is the Savior from God to each adherent, but they are fully separated from the apostolic destiny that is really derived from God.

As for that separation, it doesn’t need a deep study to distinguish them that they started by creating a vicious technology. But that finding is a result of devil’s direction unto the scientists and Defense Institution Corps, and that definitely cannot be separated from the role of the head of state and the congressman.

The smart devils can be as smart as the angels. And the smart humans, who choose that field, do not think that they actually are carrying out the devils’ instruction. As for the most vicious discovery are surely derived from devils. Do not doubt that.

Thus, actually the development of technology has been able to penetrate and influence the condition of ionosphere and stratosphere layer. By utilizing HAARP, human beings yearn for conquering the world by using a new weapon that utilize technology that could control the nature. Humans’ dream to be god who can control the nature is put at stake through their technology.

HAARP antennas built in Gakona Alaska will not make any achievement as expected, if those aim to be equipment of conquering through creating a fabricated natural anomaly. For after it is proven to become a man-made mass annihilation and disaster of environmental destructions, thus that technology becomes world’s denunciation and its harms are recorded and argued by the world. However, God compensates it by releasing a reversal malediction unto those who create such destructive technology.

If what has been expected is to create a magnificent typhoons or hurricane, earthquake and explosions which its power is equal to nuclear explosion and that is meant to conquer the world, surely its harms will reverse back afflicting those who create and fund it and also afflicting those who proposed it as well as the user of that technology. As the making of the technology is the same as creating the annihilation of human beings.

Therefore we all could see how the United States becomes the country that is often befallen by natural disasters. We respect the government of Obama for he is the reincarnation of Abraham Lincoln and he is also the figure whom we idolize. Unfortunately, HAARP made by United States is condemned by God, but we still have to convey that matter. We hope that Obama is not the president who has an important role in HAARP.

If the aim of establishing it is related to the creation of the New World Order and to unite beliefs in a new religion called the New Age Religion, non-religion, the religion feature of no God, it is totally different with what God has descended down in Eden who has no technology in receiving God’s Revelation. The descending down of God’s Revelation in Eden is sustained merely by holiness.

Assalamu’alaikum (peace be upon you) a new world without religion, but which absolutely believes in God, The Only One. Science that is brought by the Archangel Jibril from God could change the most sophisticated future technology by the invention the equipment that are efficient, environmental friendly and focus in the intention to know God closer and more real. And that could be reached solely through holiness.

As for God Revelation, if it descends down in a form of hologram of Jesus coming down from the sky, it has ever been happened at Masjidil Haram on October 14, 1997 at 04.00 am. The hologram of Jesus whose face exactly similar to Mukti Day descended down from the sky and he came closer approaching Mukti Day who were sitting on the floor of Masjidil Haram in front of Ka’ba. After the hologram stayed behind Mukti, then it disappeared as if it wanted to state something.

Unfortunately, it was just me who saw it, for our other group members were performing the thawaf. In the astonishment of watching the event of the descending figure similar to my son Mukti Day, I asked God, what that means. And God Answered that it was His Guarantee that my son, Mukti Day, is the reincarnation of Jesus. And afterwards I burst into tears finding such guarantee from God. Thereafter in the hotel where we stayed, I experienced a strange condition. I was like in a condition of very deep faint, since I felt my eyes close so tight and deep and all my body could not be moved at all. Seeing me in such condition, all my group and my family were panic. By coincidence my brother in law who was a doctor with his colleagues also came by for umroh (uncompulsary pilgrimage to the holy land Mecca) after attending a conference. Thus, I was surrounded by specialist doctors.

I heard they made diagnosis of my condition. They examined and opened my eyelids, but they stated that what I had been through was a spirit matter and they could not do anything. I heard everything but I could not move, as if my spirit was out of my body. But at that time I was continuously making communication with God and Archangel Jibril intensely. Thus, I was not afraid of going through such condition.

And Archangel Jibril said unto me at that time that my spirit was indeed taken away by God from my body. And if I could hear all the conversation, such it was an occurrence related to the spirit. That my spirit was kept away from my body, but it still knew whatever was happening unto me and surrounding me.

Actually at the time I was experiencing a coma, I was helpless and I couldn’t move my body at all. But I felt so comfortable and I was not in danger situation or facing death. I just felt that was an unpredictable divine occurrence and I also related it to the hologram phenomenon of Mukti Day who descended down from the sky to our sitting place at Masjidil Haram. Certainly in such good opportunity during my umroh at that time, God wanted to convince me that what I had gone through in Mecca was a good provision from God Who wanted to convince me that I really was under His Protection.

And I also believe it so I will never shift from my commitment unto God after I went through various tragic incidents that come unto me one after another. Such is God’s assurance unto me when I was in Mecca, it has definitely assured me that I am really with God.

God Explains to me that at that time I was experiencing a moment when the spirit was lift up from human’s body by God. By that experience, I could ensure how God lifts one’s spirit during the comma, thus the person who is in coma is communicating with God and angel who will to talk about one’s sins or good deeds that he has ever done. Therefore, after God elucidates the calculation of sins and good deeds unto that person, then God will determine the Stipulation of His Law and His Stipulation of Destiny in the hereafter upon that person.

Therefore, God’s Article of Law has been determined unto a person at the time he or she is in coma or if that person dies in an unexpected accident, the statement of stipulation of God’s Article of Law upon that person stated by God right after that person enters the spirit’s realm.

Thus actually the person that his spirit has been brought away so he experiences coma, his spirit is in that room seeing and hearing the conversation of all people in the room where he lies down. That experience is intentionally made by God to be a reality for me thus I can explain unto the public how the feeling of one’s spirit is prior to his death. This experience becomes addition to my explanation because at the time I recalled the hologram of Mukti Day in Mecca, it directly related to my experience going through a momentary coma’s state. These two events happened in a subsequent time.

Whereas now, the hologram such as the hologram of Mukti the reincarnation of Jesus has been able to be created through technology. The figure of Jesus could be displayed in the sky by utilizing the three dimensional hologram technique.

The scientists who become the agent of Freemasonry and illumination in Rusia have perfected the sophisticated computer based on the study of anatomy and the electro mechanic of human’s body composition, and the study about electrical, chemical and the biological character of human’s brain. Into this computer, data regarding all languages utilized by the entire in this world is input complete with its meaning and dialects. This data is then delivered to the satellite and release into the natrium layer in a distance about 60 km above the earth.

“The Giant sky performance” of special figures or pictures by using three dimensional hologram technique is equipped with optical sound, so those figures seem can talk. The figures of holographic laser were shot to the sky in many parts of the world, thus people who see it believe that God has appeared in their sky and talk to them in their own language. The picture that is showed in each part of the world is different since it is adjusted to the majority of religion believed in that region”.

[kutipan dari https://berjagajaga.wordpress.com/2015/06/01/project-heboh-non-agamais-blue-beam-skenario-alien-mahdi-menuju-dunia-baru/%5D

What we want to comment is that the finding and the success accomplished by Bluebeam project with all the issues are hard to be justified, since God forbids human beings to tinker with the established natural system. God creates nature included with its established system, thus if it is tinkered through technology, the natural system will change to be irregular. That is the reason why many natural anomalies happen on this earth. And we all know that the US is often stroked by severe natural anomalies too. Such is God’s Reprimand unto the US.

Whenever we find very intelligent scientists and who wish to manipulate nature to create power through unnatural control of the nature, as much as possible human beings should be cautious that it contributes to bring the apocalypse closer. The natural anomaly now has already too harsh and that is the signs of doomsday.

If the scientists direct their intelligence to conquer the nature, then they will stumble by the natural system that turn over to become annihilation of humankinds themselves.

However they don’t listen to us. Let alone those scientists, even our own nation does not care about God Revelations that we have conveyed since a long time ago, whereas this earth has been processing its apocalypse and human beings are busy talking about the anomaly of nature, miraculous events in nature and the signs of God’s Revelation in the nature.

Clouds can form anything without any technological equipment. Natural wonder could be formed through the angel’s energy or devil’s if God wills to describe the natural wrath. The positive and negative connection in the nature and in its compound can be created to prove God’s Power. Hurricane and tornado and the figure of Jesus have been created by men through their technology. If men are able to do it through their technology, thus the synergy of the angels can do those all without any technology. As for the way the angels work, it is certainly through the chemical compound and the energy produced.

Such is the scientists’ description upon their technology that can be made according to the characteristic of knowledge that is used in human’s technology. Thus, the angel in their activity to actualize God’s Will in the universe and the life of His Creature, the habitation of angel unites and immerses in the natural science and physics which evolves to become as produced by technology. However angel needs not any equipment, thus to create any technique no matter how sophisticated it is, it becomes easier for it is done without any technology. Therefore, all miracles in the sky that form a specific phenomenon of every figure could be created by angels. Thus actually, human beings are competing their technology with the miracle of angels.

When I had a chance to see the hologram of Mukti Day at Masjidil Haram, that was without technology, and it happened in 1997. And I compare it with the phenomenon of Jesus hologram in the sky made by Bluebeam project, then I conclude that the hologram from Bluebeam project can not be immediately ascertained as a way to drag human beings into the realm that they are creating. Because there is God’s Destiny that precedes all events in the universe and in the life of His entire creatures.

The spiritual errand is under the territory of God’s real truth. So do not use any technology whilst you want to direct spiritualism unto what is desired by human beings.

I have seen the hologram of Jesus at Masjidil Haram. The technology made hologram I have also seen in the internet. My impression is, both are not related at all, but the appearance is almost the same. It is just that the one that I saw at Masjidil Haram was a hologram that could fly down from the sky and touched Masjidil Haram’s floor and walked approaching my son, Mukti Day, and it disappeared after it stayed for a while behind Mukti. The sequel of Holy Spirit’s appearance and his disappearance happened before my own eyes who enjoyed what I was watching. And it is impossibly happened through technology.

My experience is real, the spiritual experience happened when I performed umroh with my son Mukti Day and other Eden’s member (Pak umar, Mbak Ipuk, Murdi, Yanthi, Dunuk, Rahman, Titing and the other are my family and ibu Tomo’s family)

According to God, the appearance of Mukti Day’s hologram in Mecca also meant as a declaration that it was the precise time for the Holy Spirit to be descended down bringing in the Revelation to declare that Mukti is the reincarnation of Jesus. However it was also God’s Stipulation about the resurrection of Prophet Isa from Moslem circle.

Furthermore, we are concerned to see many parties attempt by many ways to declare themselves as the pioneer in creating a strategy for the new world order and tinker with the sacredness of Revelation to be used as spiritual theme within their sophisticated technological achievement and following their passion and lust of power to conquer the world.

At this moment the apocalypse spiritual theme is prevailing indeed. Technology also takes part, forcing human beings to acknowledge a power through competition of numbers of nuclear bomb possession. And that is not enough, then followed by HAARP, which its destruction capacity is more diverse. And human beings are panic thinking about the chaos condition caused by the wars and religious conflicts. However, do not abuse it to gain the power of the world.

The impact of nuclear bomb and HAARP are severely frightening. There is no way that this earth can endure the impact. Thereof God also wills to respond to those cruel scientists’ deeds. I have no idea, how is God Stance later on. Let’s wait and see.

We have conveyed the solution of religious conflict. God’s Fatawa related to the Abrogation of All Religions and the Unification of All Religions have been declared worldwide, even it is not echoed yet but at least it has been known by the public.

Things that have already been announced by God to the human world, if it could actually be tinkered by the devil to be directed to something negative, thus there is always someone who utilizes it to doubt the blueprint and the constructivism of that God’s Stipulation, for there is something that compete it by presenting the same logical equipped with sophisticated technology. Therefore the world public and religious adherents will more hesitate about the real Revelation.

But how could we know until what extent that competition we could win, considering that our ability is nothing compares to that Bluebeam project.

Indeed, God is the Almighty and I have seen the hologram of my own son in the holy land. And we have testified upon several miraculous events in the sky that God performed unto us at the beginning of this destiny, around year 1997 up to 2000. That was the period of time we were satisfied to watch the miraculous phenomenon in the sky moving or staying still above us. But those things have convinced that we are indeed with God, and we have received His Revelation. And in this 2015, Eden’s Miracle has also revealed.

What will happen in the future, we surrender ourselves unto God. He surely has the concept that is certainly most sophisticated amongst those sophisticated things which are attempted by human beings who are not afraid to commit sins through whatever they conduct.

And we believe that.

Pesta Kepiting

pesta

Kira-kira kami ini bukan komunitas yang ada pada umumnya atau komunitas yang tak lazim, karena setiap yang kami alami niscaya berupa peristiwa yang sengaja diadakan Tuhan untuk kami, agar menjadi pengajaran mengenali hakikat. Kali ini yang kami rasakan adalah hakikat karunia Tuhan yang tepat waktu. Umpamanya melalui soal kepiting saja.

Asal mulanya begini, aku sedang amat merindukan kepiting. Ketika Titing Sulistami minta izin mau pergi ke Malang, disuruh ibunya Bu Tomo untuk mengambil Pernik-pernik koleksi Bu Tomo di Jl. Ijen Malang, aku minta dioleh-olehi kepiting Sidoarjo. Tapi dia pulang dengan membawa yang lain yaitu bandeng asep. Katanya, kepiting sedang kosong di sana. Tentu saja aku harus menunda rasa rinduku makan kepiting, entah untuk sampai kapan.

Beberapa hari kemudian YM Rachman dan YM Arifin minta izin mau beli buah ke Kemayoran. Sepulangnya dari sana, mereka membawa kepiting besar dari Papua dua ekor, oleh-oleh untukku. Mereka tak sengaja mendapati penjual kepiting di dekat rumah kami. Maka aku bilang, baliklah membeli lagi buat kita semua, karena kudapati harga kepitingnya cukup murah. Karena aku tak nyaman makan kepiting sendiri. Kalaupun mau dibagi takkan bisa cukup terbagi rata. Maka YM Arifin dan YM Rachman pun kembali memborong kepiting-kepiting yang dijual di sana. Maka jadilah kami berpesta gulai kepiting.

Menyadari bahwa bisa membeli kepiting dan kami semua bergembira pesta gulai kepiting, itu adalah Karunia Tuhan yang khusus untukku, demikian kami sangat bersyukur kepada Tuhan. Karena kepiting besar itu hanya berharga Rp 50.000 per kilo, padahal sesungguhnya kepiting besar seperti itu mahal harganya.

Menurut Ietje, anaknya Anti juga baru membeli kepiting besar seperti itu tapi harganya Rp 250.000 seekor. Kepiting yang kami beli sungguh sangat murah dibandingkan yang dibeli Anti, masih ditambah lagi dengan dua ekor kepiting besar sebagai hadiah oleh penjualnya. Kalau dihitung sesuai dengan harga yang dibeli Anti berarti, dua ekor yang dihadiahkan itu berarti seharga Rp 500.000. Gini hari, bertemu penjual kepiting yang baik hati seperti itu, juga langka! Iya, kan?

Adapun kami hari itu dibelikan 14 ekor oleh Pak Arifin Jauhari. Sebagaimana penjualnya baik hati, dua ekor kepiting besar ditambahkan sebagai hadiah untuk kami. Mungkin karena kepitingnya sudah kami borong, sisanya diikhlaskan untuk kami juga. Terima kasih pak penjual kepiting yang baik hati.

Tapi yang kami renungkan itu adalah sesungguhnya dana kami itu tak leluasa lagi. Jadi kalau untuk memborong kepiting yang harganya mahal bagi kami, sayang duitnya. Tapi kemarinnya Pak Arifin dapat uang cicilan proyeknya, maka ada sedikit uang lebih. Sementara kepiting Papua itu tak pernah ada dijual di dekat rumah kami. Sepertinya Tuhan yang mendatangkan dia berjualan di dekat rumah kami. Dan jumlah kepiting itu pas jumlahnya untuk kami jadikan pesta kepiting. Uang terjangkau, kepitingnya pun cukup dan seakan dijual di teras kami saja, saking dekatnya. Itu tandanya Tuhan iba melihat aku merindukan kepiting besar sampai-sampai berupaya mencari ke Sidoarjo, dan ternyata tak kesampaian. Demikian Tuhan menggantikannya dengan cara seperti itu.

Demikian karunia itu tak terpikirkan sama sekali. Dan ketika Tuhan memberikannya, maka tak terhingga rasa bahagia itu. Aku hanya bisa menjabarkan bahwa ketika kita mempunyai keinginan dan ketika Tuhan ingin mengabulkannya, dan begitulah caranya. Berkah Allah tak bisa kita raih bila menurut keinginan kita saja, tapi Tuhan-lah yang mencurahkannya bila Dia berkenan.

Walaupun hanya sekedar gulai kepiting, tapi kalau direnungkan hikmahnya, maka kita dapat merasakan betapa bahagianya merasakan berbagai hikmah dalam satu peristiwa saja.

Kucoba untuk menjabarkannya: kalau saja uang tak ada, tapi kepiting ada, tentu tak bisa membeli kepiting. Kalau uang ada, kepiting tak ada, juga tak bisa menikmati kepiting. Kalau uang ada, kepiting juga ada, tapi tak tahu di mana harus membeli kepiting besar seperti yang di Sidoarjo yang kurindukan itu, juga angan-angan itu takkan terkabulkan.

Setahu saya, kepiting besar yang segar dan yang padat isinya jarang dijual di pasar-pasar Jakarta. Okelah, aku kini memang jarang ke pasar, tapi aku tahu bahwa mencari kepiting besar yang seperti di kios-kios oleh-oleh Sidoarjo, sulit didapati di Jakarta. Karena itu, bisa mendapatkan kepiting besar yang masih segar dan yang padat isinya dan didapati hanya tak jauh dari rumah kami sendiri dan harganya murah sekali, maka itu adalah kesempatan yang cukup langka. Demikian kukatakan itu Karunia Tuhan.

Bayangkan hari itu, uang pas ada, kepiting pun pas ada, dijual di dekat rumah pula. Itulah yang dinamakan karunia berkah yang sangat membahagiakan karena sedang sangat dirindukan. “The gift is sophisticated when it comes right on time.”

Inilah gambar-gambar pesta kepiting kami:

pesta kepiting

Yang Ringan-ringan dari Jibril

Yang Ringan

KUSUT

Benang kusut basah kalau dijemur tetap kusut
Tapi benang kusut basah tak bisa diapa-apain lagi, karena tak mungkin bisa diurai
Masalah hukum di Indonesia sudah seperti benang kusut yang basah
Apalagi Sarpin Rizaldi sudah dipromosikan menjadi Hakim Tinggi di Pekanbaru
Soal ini, terus terang telah membuatku eneg
Mujur bener dia di zaman hukum kacau balau ini
Kalau ketemu bang Sarpin Rizaldi, beritahu soal mulasku ini, yaa!

Selamat datang di negara yang tak berketentuan hukum
Sorry, aku lagi mulas berat nih,
Tak bisa ngapa-ngapain karena masih dianggap jin penyesat

 

KONSEP

Konsep masa depan masih misteri karena tak ada rancangan yang nggenah
Kalau aku mengonsep masa depan, itu tentu kumulai dari sini
Dan kalau aku mulai dari sini, aku harus mulai dari mana?
Kumulai dari rubrik Jibril yang ringan-ringan sajalah!
Siapa tahu lebih diapresiasi daripada aku berbicara serius tentang kemelut agama
Padahal yang paling perlu dibuatkan konsep adalah tentang apa yang harus diyakini, kalau masalah agama sedang amburadul
Maka humorku berbau agama, karena tak yakin merasa bisa menghibur

Kalau suatu hal yang sudah kedaluwarsa ingin diperbaharui,
Dan kalau yang ingin diperbaharui itu adalah perasaan galau dan yang tercekik
oleh pemaksaan-pemaksaan kebenaran
Bagaimana caranya?
Kalau sebenarnya perasaan itu baru bisa ditenteramkan
melalui suara hati nurani yang tercerahkan

Suatu hal yang tak bisa dicerahkan ialah bilamana ada keterpaksaan
Sayangnya, agama-agama bukan roti keju yang enak ditelan
Selain itu, roti keju juga tak perlu slogan yang memenuhi trotoar

Bayangkan kalau ada keyakinan yang lembut dan nikmat dicerna
Dan bayangkan ada cara menyatakan cinta kepada Tuhan yang lebih lembut dan nikmat
Dan bayangkan kalau Tuhan sudah mau menyapa manusia secara langsung
Dan itulah kebahagiaan di Surga

KONTRAKSI

Kalau orang hamil merasakan kontraksi, itu tandanya mau melahirkan bayi
Kalau agama dirasakan sedang kontraksi, itu tandanya apa?
Itu juga tandanya ada kelahiran pemahaman baru terkait dengan keyakinan
Agama-agama lama pada kontraksi, nih!
Semua orang bingung
Tapi kita tak perlu bingung,
‘Kan sudah ada solusinya dari Tuhan
Berabe kalau solusi dari Tuhan ini tidak mau diterima
Agama-agama berkontraksi, melahirkan yang tidak-tidak… dinyana
Ah, aku cuma menyangka yang tidak-tidak dinyana itu… ya ISIS itulah!
He he he… Aku cuma mau bilang ISIS itu kepalanya dua
Yang satu kefanatikan, yang satu kekejian
Kalau kepalanya disatukan, bagaimana jadinya yaa?

 

BUAYA ITU KADAL BESAR, YA?

Ah, jangan mau dikadalin oleh buaya-buaya darat alias koruptor,
yang masih menjabat di lembaga-lembaga pemerintahan atau di legislatif
Istilah cicak-buaya itu sudah tidak pas rasanya
Karena celengan koruptor itu sudah melebihi bobot buaya
Sudah jadi sarcosaurus, itu lho, dinosaurusnya buaya!

Kasihan ‘kan KPK kalau masih disimbolkan sebagai cicak, jadi ketinggalan jauh.
Kadal aja deh! Tapi kalau KPK dikadalin lagi, masa’ kadal dikadalin?
Sarpin Rizaldi jadi apa dong?
‘tau ah! Boleh menafsirkan sendiri. Aku takut dilaporin sebagai pencemar nama baik.

KY itu kasihan deh.
Tak bisa jadi cicak, tak bisa jadi kadal, tak bisa jadi buaya, tak bisa jadi sarcosaurus.
Suparman Marzuki dan Taufiqurrahman Syahuri jadi tersangka
atas tuduhan pencemaran nama baik Sarpin Rizaldi
kala mereka berdua menjalankan tugas dengan benar
Mahkamah Agung berikut Sarpin Rizaldi,
kok tak seperti hakim yang wajib mengukuhkan kebenaran hukum, sih?

‘tak leloo… lelo-lelo le duunng…
tak rela… aku tidak relaa… melihat KY… dimakan cicak dan sarcosaurus.

ULAH KORUPTOR

Anas Urbaningrum itu sudah dipenjara di Sukamiskin Bandung
Buat apa minta sumpah mubahalah di persidangan,
kalau bukannya terkait dengan masalah keyakinan agama

Aku bukannya sulit untuk dimintai keterangan perlu tidaknya bersumpah mubahalah oleh terdakwa terhadap yang mengadilinya
Karena bila terdapat sedikit ketidakjujuran dan sedikit korupsi, apalagi kalau itu banyak,
maka permintaan untuk bermubahalah menurutku itu hanya pencitraan

Ole ole… Bandung… gelung ci oda… numatak linglung
Ole ole… ole ole… Bandung… baju pendek… bikin hati bingung

Ole ole… Bandung… dua awewe gayus… numatak linglung
Ole ole… ole ole… Bandung…gayus pendek… bikin hati bingung
Gayus pendek sok kaluyuran kaluar neang hiburan, sipir panjara jadi beunghar

 

VIRUS FLU ITU SEKARANG BERANTAKAN KE MANA-MANA

Jauh-jauh hari Arifin Jauhari sudah menderita flu
Sampai gini hari belum juga sembuh
Flu menjadikan Arifin Jauhari merasa berantakan
Tak nyaman makan, tak nyaman tidur
Dikerok tak mempan, minum obat tak sembuh-sembuh

Virus flu memberantakkan banyak hal
Ada perampok mau ngerampok mendadak bersin
Berantakan deh nyalinya! Ketahuan goloknya di balik bajunya
Ada orang gila batuk-batuk keras, dikira mau ngamuk, terus diborgol
Ada orang duduk-duduk bersin-bersin terus, malah dimusuhi
Dikata-katain penyebar virus

Ah, virus flu sekarang ini membuat hidup tak nyaman karena semakin bermutasi
Untung orang-orang dulu cuma sakit selesma

TAK KUNJUNG

Tak kunjung merekah bunga mawar merah, tak kunjung tersenyum anak-anakku sayang di Eden. Tak kunjung usai Lia Eden menangisi tuduhan sesat atas dirinya.

Tak kunjung usai badai di benua-benua, nan tak kunjung sirna kabut asap di sini, dan tak kunjung usai manusia melakukan dosa, tak kunjung Surga diminati, tak kunjung sepi neraka jadi tempat hiburan.

APA-APA MAU DISATUKAN

Boleh Dong, roti kukusnya satu lagi!
Kok roti kukus lagi sih? Iyaa!
Kok maunya cuma roti kukus saja?
Belum tahu ya, kalau roti yang lainnya juga dikukus?
Aku kira ada yang di-oven.
Berabe! Roti juga cuma mau dikukus saja.

Mereka kira selera itu cuma semacam.
Agama saja macam-macam, kok bilang mau disatukan.
Gila kali Jibril itu, ngomong agama mau disatukan.
Nah, itu baru benar, bukan Lia Eden yang mau menyatukan agama.

SATRIA BAJA HITAM

Buku komik jepang Satria Baja Hitam digandrungi anak-anak di seluruh dunia, makanya laris.
Si buta dari goa hantu berkata, siapa yang bilang dia sudah ketinggalan zaman?
Sudah tidak laku lagi.
Ah, jangan nyombong lo!
Entar… entar… Tunggu deh ada komik baru dari Indonesia. Satrio Piningit.
Jangan lupa, ya! Satrioo Piiniingiit!
He… he… he… Aku mau jadi Satrio Piningit.

SELENDANG SUTERA

Bagus sekali lagu Selendang Sutera.
Selendang sutera… Turut membalut luka… Cabik semata,… tercapai tujuannya
Lho kok selendang sutera dijadikan pembalut luka sih?
Tak punya perban, ya? Lagu itu dibuat untuk siapa sih?
Pahlawan ya? Bung Tomo ya?
Ah, itu pasti selendang suteranya Bu Sulistina Sutomo.
Aku juga kenal Bu Tomo, suka ngasih duit ke Eden.
Terima kasih, Bu Tomo.

BANGSAT, KEPINDING ATAU TINGGI

Bangsat, ada saja kutu busuk, kepinding di mana-mana.
Di zaman modern ini masa’ masih ada binatang kepinding yang bau itu.
Di Jawa Timur, kepinding namanya tinggi.
Kok tinggi sih? Padahal bangsat.
Banyak bangsat di mana-mana.
Kok ditinggikan sih? Walamaak!

SUMBANG

Eh, Marzani Anwar itu kalau menyanyi pasti suaranya sumbang.
Habis sih tulisan-tulisannya nadanya sumbang melulu.

KACA MATA KUDA

Kalau pergi-pergi jangan melihat kiri kanan.
Nanti banyak maunya.
Kok, seperti kaca mata kuda saja!
Sudah kukatakan, jangan lihat kiri kanan!
Lihat jalan lurus saja ke depan.
Jalan lurus kan namanya kebenaran, atuh!
Kudu hati-hati dong, jadi harus lihat kiri kanan.
Aaah, kalau kebenaran memang jangan pakai kaca mata kuda.
Nanti ikutan cupat kayak agama.

FILOSOFI SURGA

Besok aku mau lari-lari ke gedung bioskop yang manaa saja. Terserah.
Tapi yang dekat di Senen ini cuma adanya bioskop Mulya Agung.
Tidak layak dijadikan tujuan destinasi lari-lari pagiku.
Di sana banyak baliho vulgar dipampangkan.
Jibril mana boleh ke situ.

Surga kok di Senen sih?
Tidak bisa puguh kalau Surga ditaruh di sini.
Makanya, belajar dulu tentang filosofi Surga.
Surga itu harus dimulai dari neraka dulu, kalau dari tanah suci, mana perjuangan kesucian yang bisa ditauladankan?

Cita-citaku mendirikan Surga justru dimulai dari Senen.
Eh, keturutan!

MALAIKAT PUNYA MATA YA?

Sorry, aku sudah lama bintitan karena tak pernah tidur.
Siapa mengira malaikat punya mata?
Tapi matanya ada di mana, kalau ruh itu sekecil ion?

Lalu bintitnya ada di mana dan sebesar apa?
Sorry, aku Cuma mau mengatakan, itu rahasia malaikat.
Jangan tanya kenapa aku bisa ngapa-ngapain.
Padahal aku makhluk ruh, yang saking kecilnya jadi tak kasat mata.
Boleh jadi Lia Eden itu ngarang sekali, bilang aku cerdas dan lucu.
Otakku ini sebesar apa dong?
Aku belum mau menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu.
Nanti saja kalau kami sudah tak lagi dituduh sesat.

KUE HALAL

Kue… kue… nampan berisi kue teriak menjajakan kuenya.
Siapa yang membuat kuenya?
Tukang roti di Surga. Nah, pasti halal deh!
Kok isinya daging babi sih?
Iya, di Surga babi itu halal. Katanya supaya damai semuanya.

KONGRES ULAMA DI SURGA

Aku mengundang para ulama kongres di Surga. Yang satu bilang tidak bisa datang karena sakit. Yang satu lagi menyatakan tidak enak hati bertatapan muka dengan Jibril. Yang lainnya seragam menyahuti undanganku, serempak menyatakan: “Sesaaat dan menyesatkan!”

Kongres tidak jadi diadakan, pada tak mau datang. Bodo ah! Aku tak menjadi kesepian karenanya. Aku memang masih mau menyendiri menunggu temanku si fajar kebenaran.

Temanku yang lugu itu berkata, “Memang hanya aku temanmu.”

KODRAT

Kalau cita-cita itu tak kesampaian, itu namanya kodrat. Kalau kesampaian, itu namanya juga kodrat.

Lalu apa bedanya? Bedanya, yang pertama kodrat kurang baik, yang kedua kodrat yang baik. Jangan dipanggil pak Kodrat kalau cita-citanya sering tak kesampaian.

Kalau orang yang cita-citanya sering kesampaian, dia patut diberi nama Kodrati Inggih, artinya inggih sampun dikodrati berkah melih-melih.

 

MBESUK-MBESUK

Kalau janji memakai kata Insyaallah, dipastikan itu belum berarti berjanji. Nan, sekarang ini lazim itu merupakan janji yang tak berkepastian dan itu artinya janjinya akan ditepati mbesukmbesuk saja, tak tentu kapan. Padahal kalau sudah memakai kata Insyaallah harusnya tepat janji. “Mbesukmbesuk aku Insyaallah jadi kemari”, artinya kapan-kapan aku pasti datang kemari. Nah, ini janji yang sudah jelas belum tentu ditepati.

“Aku janji pasti mau datang mbesuk-mbesuk“. Kalau seperti itu caraku berjanji, artinya kepastianku datang masih kapan-kapan.

Berkata-kata untuk suatu kepastian janji jangan lagi menggunakan kata Insyaallah, yang artinya: kalau Tuhan menghendaki. Karena kalau lupa pada janjinya, sepertinya menyalahkan Tuhan.

SALAH SIAPA

Bosen ah, janji-janji melulu, kurang yang menepatinya. Salah siapa kalau sekarang ini banyak orang gampang bohong. Tukang bohong itu ciri-cirinya: besar nyalinya kalau sedang berbohong dan ciut nyalinya kalau disuruh membuktikan kebohongannya.

Kinerja malaikat di dunia manusia tak maju-maju karena kikuk bagaimana bisa menerobos kebohongan-kebohongan manusia.

Kata malaikat temanku, “Jangan menerobos kebohongan manusia, nanti kita ditimpuki kebenaran palsu”. Surga saja dikira palsu. Neraka malah dianggap Surga karena banyak hiburannya.

Salah siapa kalau manusia tak bisa jadi malaikat? Tapi malaikat banyak yang terpaksa jadi manusia. Kasihan ‘kan malaikatnya!

KONGKRIT

Boleh dong berbicara tentang kekongkritan. Kekongkritan yang palsu juga ada. Selain itu ada pemalsuan kekongkritan, lalu ada juga kongkrit-kongkritan. Yang mana yang mau dipilih? Kalau sesungguhnya tak ada kebenaran yang kongkrit.

SURABAYA

Surabaya itu kota yang paling berkesan bagi Lia Eden karena dia dibesarkan di sana. Bohong dia, kalau dia tidak ingin sekali kesana. Maka kebohongan Lia itu bukan dosa ataupun kesalahan karena dia tahu dia tak mungkin ke Surabaya, karena dia harus selalu fokus menulis Wahyu, tak ada waktu untuk liburan ke Surabaya. Padahal sesungguhnya dia sangat menginginkannya.

Bodoh, kalau dia tak tahu bahwa aku tahu apa yang sebenarnya ada di hatinya. Karena dia tahu semua isi hatinya itu niscaya aku tahu. Jadi kalimat ini tidak membodohi, tidak juga membodohkan, atau sengaja membodohi, tidak juga menuduh bodoh.

Kata bodoh kalau diucapkan oleh malaikat, tak lain untuk permainan kata, bukan untuk makian. Seperti itu komunikasi malaikat, selalu lugas untuk mencari perhatian agar ucapannya ditengarai.

Seyogyanya, publik tahu bahwa aku selalu tahu apa isi hati dan isi pikiran Lia Eden, dan dia juga tahu bahwa aku memang seperti itu. Maha tahu atas segala yang diinginkannya dan yang dipikirkannya, karena aku ada di dalam dirinya.

Kota Surabaya tak terlalu jauh, suatu hari kami pasti kesana mencari rujak cingur dan soto Madura.

Ini lagu yang kubuatkan untuk Lia Eden: