Terompet Sangkakala

Featured

Salam Eden, Salam Kasih, Semoga Tuhan Memberkati,

Inilah lagu Terompet Sangkakala yang kami buat atas Perintah Tuhan, dan kami berhasil membuatnya dengan tuntunan Malaikat Jibril Ruhul Kudus. Dan atas Titah Tuhan pula kami mengunggahnya ke website Eden yang telah lama diblokir.

Versi Indonesia-English

Versi Bahasa Indonesia

Adapun pembuatan lagu dan musik Terompet Sangkakala ini adalah penggenapan atas Perjanjian-Nya di Alkitab Injil Surat Wahyu 8 ayat 1-5:

  1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
  2. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
  3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
  4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.
  5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Dan inilah ritual pembukaan materai Alkitab Injil Surat Wahyu 8 ayat 1-5 telah terlaksana di Eden atas Titah Tuhan pada tanggal 19 Oktober 2019:

Inilah mezbah emas dengan pedupaan emas, sebagaimana yang tertera di dalam Alkitab Injil Wahyu 8 ayat 3.

Upacara pembukaan materai dari Alkitab Injil ini pun bersamaan dengan turunnya Karunia Tuhan terkait penetapan perubahan kodrat tujuh Rasul Eden menjadi malaikat dan bidadari. Berikut inilah Sumpah Tuhan sebagai berikut:

Tertera, telah Kutetapkan tujuh Rasul Eden yang sudah berkategori bisa berubah kodrat menjadi bidadari-bidadari dan malaikat-malaikat, karena telah memenuhi Kategori-Ku dalam menilai kesucian manusia yang bersuci di Surga sudah memenuhi standar kesucian yang terbaik, setelah mereka melalui lebih kurang 20 tahun bersuci kepada-Ku. Kecuali Venus yang saat ini masih remaja, tapi dia terlahir di Eden.

Adapun Penilaian-Ku atas kesucian mereka masing-masing berdasarkan relativitas sifat masing-masing. Tapi standar kesucian itu terutama adalah mereka tak pernah bersalah dengan kesalahan yang disengaja dan dengan kesalahan yang tak bisa ditebus olehnya. Dan mereka patuh memenuhi sumpah Kerasulan Eden terhadap-Ku yang berstandar kesucian mutlak.

Adapun yang berhasil mempertahankan kesuciannya sehingga Kukaruniai perubahan kodrat itu ialah:

  1. Nama: Lia Eden, umur 72 tahun, menjadi bidadari yang sudah lulus bersuci dalam kategori kesucian Ratu Surga. Dan dialah yang bersaksi atas semua pensucian di Eden dan yang menyampaikan ketetapan Pensucian-Ku atas masing-masing Komunitas Eden. Adapun ketentuan pensucian atas Ratu Surga lebih berat dan terberat dan tak berkesudahan. Sebab kurun waktu yang harus ditempuhnya dalam mengurusi segala urusan terkait dengan Surga, ia selamanya selalu akan mendapatkan tantangan hidup yang baru. Sedangkan dia selamanya harus suci, benar dan adil. Dan selama ini semua ketentuan pensucian atas Ratu Surga yang Kutetapkan kepadanya telah dilaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Demikian pensucian Ratu Surga itu tak sama dengan semua anggota Kerasulan Eden. Demikianpun Karunia-Ku kepadanya karena dia tak hanya menanggung pensucian dirinya sendiri, tapi menanggung semua orang yang bersuci kepada-Ku di Surga.
  2. Nama: YM Yusuf Amin, umur 42 tahun, menjadi malaikat yang sudah lulus bersuci dalam kategori selama bersuci tidak pernah melakukan kesalahan, dia tekun dan padat karya dan penuh tanggung jawab. Adapun Yusuf Amin adalah sosok yang rendah hati, tak banyak bicara, jujur, sabar dan konsisten mengurusi semua yang disantap para Rasul Eden di Surga. Dia dan istrinya Eti adalah yang bertanggung jawab atas seluruh hidangan di Surga, dan dia adalah chefnya. Tapi dia juga adalah penyanyi vokalis Surga.
  3. Nama: YM Eti Wartini, umur 40 tahun, menjadi bidadari yang sudah lulus bersuci dalam kategori tidak pernah bersalah dan padat karya dan penuh tanggung jawab. Eti adalah sosok yang pendiam tapi sangat inovatif terhadap hidangan Surga. Jujur, sabar dan setia.
  4. Nama: YM Venus, umur 19 tahun, menjadi bidadari yang sudah lulus mempertahankan kesucian dalam kategori padat karya dan selalu penuh tanggung jawab. Venus penuh kasih, cerdas dan selalu bisa berkarya atas apa pun yang ditugaskan kepadanya. Venus rendah hati dan penuh dedikasi, selalu santun dan tak pernah bersalah. Dan bila pun sedang mendapat ujian yang berat, dia sabar dan responnya selalu benar. Dan dalam penderitaannya, dia selalu bereaksi positif dan berhati-hati. Dia adalah reinkarnasi Bunda Teresa, maka saat ini prasasti untuk Bunda Teresa sudah bisa disebutkan sebagai diterimakan kepada Venus.
  5. Nama: YM Riani Ridwan, umur 46 tahun, dia adalah ibunda dari Venus. Ditetapkan telah berubah kodrat menjadi bidadari dan sudah lulus bersuci dalam kategori selama bersuci tak pernah melakukan kesalahan, padat karya dan penuh tanggung jawab. Riani, seorang ibu yang tak pernah mengesalkan, selalu penuh senyum. Dan bila bekerja selalu sempurna. Dan dialah yang mendidik anak-anak Eden tumbuh menjadi remaja yang santun dan penuh dedikasi. Dia tak pernah tampil cemberut dan marah. Betapa dia mampu tampil selalu benar dan perspektifnya senantiasa benar dan sempurna.
  6. Nama: YM Bambang Jatmiko, umur 50 tahun, menjadi malaikat yang sudah lulus bersuci dalam kategori tak pernah bersalah, padat karya dan penuh tanggung jawab. Semua pekerjaannya dikerjakannya dengan ikhlas dan rendah hati. Dalam Kerasulan Eden, pekerjaannyalah yang paling berat dan sulit. Urusan Bambang Jatmiko adalah urusan pelistrikan. Dan segala masalah pertukangan bisa ditanganinya. Dan dia mengerjakannya selalu dengan penuh keikhlasan. Dan pekerjaan yang harus dikerjakannya selalu padat dalam setiap harinya. Tapi dia selalu ikhlas mengerjakannya sampai tuntas. Demikian semua kerusakan yang terjadi di Eden selalu bisa ditangani olehnya. Dia adalah seorang suami yang paling sabar. Dia adalah reinkarnasi Yohanes penulis Injil Surat Wahyu yang berisi nubuah-nubuah akhir zaman, maka di Eden dialah yang menggrafir semua Wahyu-wahyu-Ku untuk hiasan di Surga.
  7. Nama: YM Arif Rosyad, umur 42 tahun, menjadi malaikat yang sudah lulus mempertahankan kesucian, pernah bersalah tapi sudah diampuni Tuhan, padat karya dan penuh tanggung jawab. Dan bersedia bersumpah memberikan seluruh pahalanya kepada anaknya yang menanggung tulah karma yang tak bisa ditebus, karena anaknya adalah reinkarnasi Soeharto yang memiliki kesalahan kebijakan pemerintahannya yang telah memenjarakan ribuan napol PKI selama dia memerintah. Demikianpun pemerintahannya mengeluarkan kebijakan wajib bersih lingkungan kepada keluarga PKI. Demikian itu adalah tulah karma Soeharto yang bereinkarnasi di Eden. Demikian Arif Rosyad bersedia bersumpah memberikan seluruh pahalanya kepada anaknya. Adapun sesungguhnya pahalanya banyak karena terkait dengan pendokumentasian Wahyu Tuhan, sehingga bisa dihadirkan menjadi risalah-risalah yang bisa dirilis ke publik dunia. Dan dia pun adalah satu-satunya yang bisa menangani Wahyu Tuhan dan sapaan Ruhul Kudus di Eden menjadi buku atau video book.

Bahwa tak ada manusia yang bisa berubah kodrat menjadi malaikat atau bidadari, sebelum ada Surga di dunia. Dan tak ada Surga di dunia, kecuali bila kiamat akan terjadi di Bumi ini. Dan tak ada kesucian di Bumi ini yang bisa diadakan sebelum ada orang-orang yang berani bersumpah berkomitmen bersedia bersuci kepada-Ku dan berjanji untuk bersumpah untuk tidak lagi menyentuh kesalahan dan dosa.

Dan belum bangkit orang-orang yang bersedia bersuci kepada-Ku sebelum Neraka sudah mendominasi dunia, dan sebelum tanda-tanda kiamat sudah tertampilkan. Dan tak ada kesucian tanpa pengabdian dan pengorbanan yang tulus ikhlas.

Dan semua rasul yang sudah Kusucikan hingga bisa berubah kodrat menjadi malaikat atau pun bidadari, itu karena seluruh pengabdian dan pengorbanannya teradakan olehnya secara alamiah. Hasrat suci itu berasal dari dalam dirinya sendiri, maka mereka bersuci dengan tanpa pamrih. Demikian semua pengabdian dan pengorbanan tak diperhitungkan oleh masing-masing rasul.

Dan betapapun di Surga, semua pengabdian dan pengorbanan tidak bisa disertai pamrih untuk bisa berubah menjadi malaikat atau bidadari. Dan kalau ada pamrih untuk itu, maka apa-apa yang diberikannya sebagai pengabdian dan pengorbanan di Surga, pahalanya sedikit dan tidak akan pernah cukup untuk bisa sampai kepada kodrat malaikat atau bidadari. Karena pamrih itulah yang akan memberatkan dan akan menggagalkan pensucian untuk berubah kodrat menjadi malaikat atau bidadari.

Demikian hanya Akulah yang bisa menilai keseksamaan nilai kesucian seseorang secara seksama. Sungguh, semua ketetapan Pensucian-Ku di Eden tidak bisa dipersoalkan oleh siapa pun, karena Akulah yang tepat dalam menghitung pahala-pahala setiap orang di dunia ini. Dan Akulah yang sangat tepat dalam menghitung pahala-pahala setiap orang di dunia, terutama yang sudah Kutetapkan menjadi malaikat atau bidadari.

Sebagaimana yang sudah ditetapkan sekarang ini, kriteria yang Kuutamakan adalah ketahanan menjaga kesucian, padat karya dan penuh tanggung jawab dalam setiap mengerjakan apa pun yang dititahkan oleh Surga, yang dikerjakan dengan ketulusan yang seutuhnya dan tanpa pamrih apa pun. Karena masing-masing sadar bahwa kesucian Surga wajib terpelihara oleh masing-masing orang suci di Surga.

Bilamana ada keengganan sedikit pun dalam tugas yang dititahkan di Surga, maka apa pun yang dikerjakannya tak berpahala apa-apa. Demikian hanya orang yang terus mengabdi dengan tulus kepada-Ku dengan penuh pengorbanan, tapi tetap berjuang berhasil mengerjakan tugas dengan baik dan sempurna, itulah yang Kuperhitungkan sebagai orang yang bisa sampai kepada kodrat yang termulia.

Dan mereka semua yang sudah Kutetapkan menjadi malaikat maupun bidadari di Eden itu adalah orang-orang yang selalu bersedia menyediakan dirinya untuk bekerja untuk-Ku di Surga dan selalu menjaga dirinya dari kesalahan secara konsisten.

Dan inilah Ketetapan-Ku, siapa-siapa di Eden yang telah berubah kodrat menjadi bidadari maupun malaikat, Penetapan-Ku ini tertuju untuk dasar hukum untuk menyelenggarakan peniupan Terompet Sangkakala.

Dan adapun persiapan peniupan tujuh kali Terompet Sangkakala, kali ini sudah memenuhi standar Hukum-Ku, bahwa di Surgalah digubah nada-nada Terompet Sangkakala yang akan digaungkan mendunia. Dan Terompet Sangkakala yang dibuat oleh Eden bisa digaungkan ke seluruh dunia hanya melalui mukjizat Terompet Sangkakala. Demikian Terompet Sangkakala itu adalah peristiwa sakral, karena itu adalah tanda kiamat sudah datang.

Sebagaimana nubuah Surat Wahyu 8 ayat 1-5 yang menyebutkan Terompet Sangkakala ditiup oleh tujuh malaikat. Dan adapun Terompet Sangkakala yang dibuat di Eden baru bisa teradakan ketika sudah terdapat perubahan kodrat tujuh Rasul Eden yang menjadi malaikat atau bidadari. Demikianlah manusia malaikat sudah teradakan di dunia ini. Dan itu baru bisa diadakan ketika di Surga sudah terdapat tujuh orang yang memenuhi standar untuk menjadi malaikat dan bidadari.

Segalanya yang Kami umumkan ke publik dunia selalu memiliki standar Hukum-Ku untuk Surga. Di dunia kemalaikatan telah diterangkan bahwa Terompet Sangkakala dibunyikan oleh tujuh malaikat, tapi di dunia manusia juga ada tujuh orang yang sudah Kutetapkan menjadi malaikat dan bidadari. Demikian Aku berkenan menggenapi Perjanjian-Ku terkait peniupan Terompet Sangkakala oleh malaikat dan bidadari di Surga, juga dengan ketentuan tujuh kali peniupan Terompet Sangkakala.

Demikian keseimbangan dalam kesetaraan di dunia malaikat dan di dunia manusia, sengaja Kukaitkan dengan standar hukum peniupan Terompet Sangkakala oleh malaikat maupun yang diadakan oleh manusia. Betapapun mukjizat peniupan Terompet Sangkakala mendunia itu baru bisa terjadi bila sudah ada umat manusia yang berubah kodrat menjadi malaikat atau bidadari.

Betapa ada ketentuan Terompet Sangkakala yang dibuat oleh malaikat dengan menggaungkan suara Terompet Sangkakala dengan menggunakan hukum alam yang sudah terselenggarakan sebelumnya mendunia. Demikian Terompet Sangkakala malaikat tergaungkan melalui suara alam.

Dan demi keseimbangan peniupan Terompet Sangkakala antara dunia malaikat dan dunia manusia, demikian selanjutnya akan terselenggarakan peniupan Terompet Sangkakala tujuh kali dan aransemen musik terompet serta lagu yang dikerjakan di Surga Eden.

Demikian dasar Hukum-Ku dalam menetapkan orang-orang yang menang di dalam pensuciannya, sehingga terpilih oleh-Ku untuk mengangkat mereka berubah kodrat menjadi malaikat dan bidadari. Demikian suara Sangkakala yang digubah di Surga itu pun dimaksudkan menjadi Pernyataan-Ku bahwa Surga Eden sudah memenuhi syarat untuk Kueksiskan mendunia.

Atas Ketentuan-Ku ini, Aku mengucapkan selamat kepada ketujuh Rasul-Ku di Surga. Demikian semua Rasul-Ku yang mendapatkan karunia berkodrat malaikat dan bidadari, maka mereka pun berhak menerima ketentuan Hukum-Ku atas malaikat dan bidadari, walaupun mereka masih hidup sebagai manusia pada saat ini. Demikian itu merupakan hak orang-orang yang berkodrat menjadi malaikat dan bidadari.

Demikian Aku sudah menetapkan perubahan kodrat atas tujuh Rasul Eden yang berubah kodrat menjadi malaikat-malaikat dan bidadari. Dan atas Ketentuan-Ku itu, Kuliputkan dalam Sumpah-Ku yang menetapkan mereka menjadi malaikat-malaikat dan bidadari-bidadari yang suci.

Dan kalau ada di antara mereka yang melakukan kesalahan dan melanggar sumpah-sumpahnya, demikian mereka Kukutuk dengan kutukan yang paling parah dari semua orang yang paling terkutuk. Dan itulah kesejatian Kemahaadilan-Ku atas kodrat malaikat dan umat manusia, keadilan atas dua makhluk-Ku yang berbeda habitat dan berbeda alam.

Betapa itu terjadi karena dengan gejala kiamat yang terjadi sekarang ini, maka alam pun berubah, kehidupan malaikat maupun manusia terancam. Demikian Aku mengadakan Surga di dunia agar malaikat dan manusia terjaga dari terjangan perubahan kodrat menjadi iblis, bilamana kodrat Neraka di dunia lebih dominan, sebagaimana kiamat itulah yang membuat umat manusia sudah melakukan dosa-dosa yang luar biasa, sehingga Nerakalah yang dipenuhi oleh umat manusia, bukannya Surga.

Kuterangkan Pasal Hukum-Ku terkait dengan orang-orang suci di Surga yang berubah kodrat menjadi malaikat dan bidadari sebagai bagian dari ajaran Kitab Suci Surga.

Wahyu Tuhan – Jakarta, 19 Oktober 2019

Let’s Purify To Heaven (Mari Bersuci ke Surga)

Dear Viewers,

PERHATIAN!

LAGU INI DIBERKATI TUHAN UNTUK MENYADARKAN ORANG KERASUKAN RUH JAHAT DAN UNTUK MELEPASKAN DIRI DARI DOSA

 

Venus dan Iqbal menyanyikan Let’s Purify to Heaven adalah ajakan mereka ke publik untuk bersuci ke Surga, tapi lagu ini sejak tanggal 22 September 2019, sudah diberkati Tuhan menjadi lagu yang sakral dan keramat, karena lagu ini diberkati Tuhan bisa mengatasi masalah kerasukan perorangan maupun kerasukan massal.

Lagu ini pun menenangkan hati bila seseorang sedang melampiaskan amarah yang tak terkendali. Alunan lagu ini pun bisa membuka pikiran yang sedang membuntu dan menekan, sehingga bisa menghalau rasa putus asa.

Adapun lagu ini dimaksudkan untuk orang-orang yang sedang tergoda dan tidak mau didominasi iblis. Maka Tuhan memberi jalan kepada mereka agar mendengarkan lagu ini, supaya bisa menjauhi godaan iblis. Dan bisa segera berbalik badan dari godaan itu.

Betapa lagu ini diprioritaskan untuk orang-orang yang sedang tergoda untuk melakukan suatu dosa. Dan apabila dia bimbang untuk melepaskan diri dari melakukan dosa, maka perlu diperkuat dorongan untuk menjauhi dosa dengan mendengarkan lagu ini. Alunan lagu ini akan segera menghilangkan keinginan itu.

Terima kasih Tuhan, kami bisa membagi Karunia-Mu ke publik.

Dear Viewers,

ATTENTION!

THIS SONG IS BLESSED BY GOD TO CURE PEOPLE FROM BEING POSSESSED BY EVIL SPIRITS, AND TO FREE ONESELF FROM COMMITTING SINS.

 

Venus and Iqbal’s singing ‘Let’s Purify to Heaven’ is their invitation to the public to purify themselves to Heaven. But since September 22, 2019, this song has been blessed by God to be a sacred and sacrosanct song, for this song is blessed by God to be able to resolve the problem of individual possession or mass possession.

This song also calms the heart when someone is unleashing uncontrollable anger. The strains of this song can also clear the blocked and pressured mind, so that it can eliminate the feeling of despair.

The song is intended for people who are currently tempted and not wanting to be dominated by the devil. Therefore, God provides a way for them to listen to this song, so that they could avoid the temptations of the devil. And they can immediately turn back from that temptation.

How this song is prioritized for people who are currently tempted to commit sin. And if they are hesitant to free themselves from sinning, then it is necessary to strengthen the will to stay away from sins by listening to this song. The lull of this song will immediately eliminate that desire.

Thank you God, we can share Your Gift to the public.

Selamat Ulang Tahun Lia

Dear Viewers,

Hadiah ulang tahunku selalu yang istimewa itu adalah lagu untukku dari Ruhul Kudus Malaikat Jibril, dan kue tart buatan anak-anak Eden. Mereka itu terlahir di Eden dan setiap harinya mereka itu selalu berada di dalam rumah berkegiatan. Hingga umurnya yang remaja sekarang ini, mereka itu hanya menempuh pendidikan homeschooling di Eden. Tapi aku mencintai mereka semua sebagai anak-anakku, yang mana aku bertanggung jawab mensucikan mereka secara seksama. Sedangkan Jibril-lah yang mengamati pertumbuhan mereka dan pendidikan atas mereka. Demikian di usia belasan tahun sekarang ini, mereka semua menjadi anak yang aktif berprestasi membuat karya-karya untuk dihadiahkan kepadaku pada hari ulang tahunku.

Dan pada hari ulang tahunku ini, aku menampilkan tart Quantum Levitation yang dibuat mereka secara sembunyi-sembunyi. Tapi aku jadi tahu bahwa Pewahyuan Tuhan yang diterjemahkan mereka ke bahasa Inggris itu sangat dihayati, sehingga mereka bisa memiliki ide membuat tart yang kusebutkan tart Quantum Levitation, suatu teori pengangkatan, sebagaimana benda bulat itu melambangkan benda semesta yaitu Matahari yang berotasi. Dan itu adalah jati diri Malaikat Jibril Ruhul Kudus. Tapi Quantum Levitation adalah teori untuk mendapatkan temuan cara pembuatan pesawat antariksa luar untuk pengangkatan penyelamatan bangsa-bangsa. Itulah makna kue tart yang menjadi tart ulang tahunku, hadiah dari anak-anak Eden.

Jibril’s Love

Dear Viewers,

Telah lama kami tak berproduksi lagu. Dan adapun yang menjadikan kami tak bersemangat adalah karena website kami diblokir, karena dianggap berkonten negatif, padahal itu hanya penilaian dari sudut pandang orang-orang yang tak paham tentang Hukum Kerasulan.

Tapi kini kami sedang merilis video lagu: Jibril’s Love atau Cinta Jibril, yang digubah oleh Ruhul Kudus menjadi penyampaian lagu pribadinya ke publik dunia, sambil menerangkan tentang Karunia Surga yang sudah sampai dan telah kami nikmati yang antara lain ialah kala kami sedang membuat lagu Jibril’s love ini.

Dalam lagu ini tertayanglah foto-foto Jibril himself yang itu merupakan salah satu cara penampakannya. Dan itu terjadi kala kami memotret Paduka Lia Eden untuk kami jadikan pemeran dalam lagu ini.

Demikian Paduka Bunda pun tak menyadari kalau dirinya sedang dipakai Tuhan untuk menampilkan figur Paduka Ruhul Kudus melalui lagu ini. Dan baru ketahuan ketika foto-foto itu dilihat di komputer Eden. Dan lalu setelah itu, pose Jibril pun difoto sesuai dengan pengarahannya sendiri. Maka, jadilah foto-foto Jibril seperti yang tertera di video ini.

Setara dengan itu, demikian pun telah tertampikan pula sosok Paduka Bunda Lia Eden yang menjadi memuda, dan jauh di bawah usianya. Namun sebelum itu, sudah terjadi proses regenerasi sel dalam diri Paduka Bunda. Sehingga dia tampak lebih muda dari umurnya.

Demikian itulah faktualisasi penggenapan Perjanjian Tuhan atas Surga. Dan itu ternampakkan atas diri Paduka Lia Eden. Walhasil, kami bisa menyajikan lagu Jibril’s Love atau Cinta Jibril ke publik.

Terima kasih atas perhatiannya. Semoga video ini bisa menjadi pencerahan. Dan yang bisa memunculkan spirit bersuci ke Surga. Dan semoga ini menjadi kabar baik dari Surga di tengah pergolakan neraka dan malapetaka alam dunia.

Sekian. Terima kasih.

Dear Viewers,

It has been a while we haven’t produced any song. And, what makes us not excited is because our website is blocked, for it is considered as having negative content, whereas it is only from the point of view of people who don’t understand about the Law of Apostleship.

But, now we are releasing a video of the song: Jibril’s Love, which was composed by the Holy Spirit to deliver his personal song to the world public, while explaining the Gift of Heaven that has arrived, and we have enjoyed, among others is when we are making this Jibril’s Love song.

In this song, the photos of Jibril himself are displayed, and that is one of his way to make his appearance. And it happened when we were taking pictures of Her Majesty Lia Eden as the cast of this song.

Therefore, Her Majesty did not realize that she was being used by God to picture the figure of His Majesty Holy Spirit through this song. And it was only discovered when the photos were seen on Eden’s computer. Thus after that, Jibril’s pose was photographed according to his own direction. So it is, those are the photos of Jibril as shown on this video.

Equivalent to that, it is displayed also the figure of Her Majesty Lia Eden becoming younger, far below her age. But before that, there had been a cell regeneration process in Her Majesty’s physical body. So, she looks younger than her age.

Thus, that is the factualization of the Fulfillment of God’s Covenant for Heaven. And that is manifested on the physical body of Her Majesty Lia Eden. As a result, we are able to present the song of Jibril’s Love to the public.

Thank you for your attention. Hopefully, this video can become enlightenment. And this can bring up the spirit of purification to Heaven. And may this be good news from Heaven in the midst of the upheaval of Hell and the calamity of the world.

That’s all. Thank you.

 

Pendana Eden yang Sekarang

Pendana Eden yang sekarang itu adalah Simon Petrus, Marike, Wawan, dan Mpok Aap (Hafshah). Mereka semua patungan untuk menafkahi Eden. Dan mereka semua pun adalah anggota Komunitas Eden. Dan mereka semua adalah orang-orang yang dihalalkan uangnya oleh Tuhan sehingga terpilih sebagai pendana Eden.

Simon Petrus bekerja di perusahaan I.T, Wawan PNS, Marike therapist, dan Hafshah (Mpok Aap) usaha kontrakan.

Pendana Eden

PANCASILA DAN BHINEKA TUNGGAL IKA DIBERKATI TUHAN

Dear Viewer,

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sedang tertantang, sebagai ideologi negara. Pancasila sedang ingin disingkirkan karena dianggap bukan ayat-ayat suci dan di bawah Hukum Allah. Tapi Allah kini sedang berwahyu. Ketika melihat tantangan itu, Dia pun mewahyukan penjabaran butir-butir Pancasila dalam bahasa Teologi dan filosofi yang akrab dan yang menyentuh hati sanubari. Demikian aku sedang menuliskan Wahyu-wahyu-Nya tersebut dalam bab-bab yang panjang.

Dan hari ini, 23 Mei 2018 jam 15.00, Tuhan memberkati Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dengan kemahakeramatan dan kemahasakralan, karena sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan itulah yang sedang dimutlakkan Tuhan. Sedangkan semua sila berikutnya adalah filosofi universal yang bisa diterima oleh semua umat dan bangsa-bangsa.

Dan ketika Tuhan ingin mendasari teologi Penyatuan Semua Agama, Dia ingin menggunakan kata Bhinneka Tunggal Ika menjadi filosofi Penyatuan Semua Agama. Dengan alasan itulah, Tuhan memberkati kemahakeramatan dan kemahasakralan kepada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika hari ini. Dan Tuhan ingin menjadikan Pancasila sebagai rukun iman Penyatuan Semua Agama, maka semua butir sila Pancasila diamandemen menjadi Ayat-ayat Suci-Nya yang termutakhir.

Betapapun perubahan ideologi Pancasila menjadi Ayat-ayat Suci Allah itu maha penting, sehingga wajib dihikmati. Tapi bangsa dan negara Indonesia pun wajib bersyukur atas Ketentuan Tuhan menjadikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari bab yang diutamakan Tuhan dalam  Pewahyuan-Nya yang sedang diturunkan-Nya pada saat ini.

Dengan adanya Karunia Tuhan tersebut, kiranya kita semua tak perlu lagi cemas tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena kini Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika pun sudah menjadi Ayat-ayat Suci Tuhan, sehingga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak mungkin lagi bisa digantikan oleh ideologi apa pun yang lainnya. Semoga bangsa Indonesia tetap bersatu dalam damai dan dalam Cinta Tuhan.

Betapa aku ingin mengisahkan bagaimana Tuhan pada awalnya mengajariku mencintai Pancasila secara mendalam, melalui puisi Pancasila Meniti Zaman yang juga memiliki kisah menarik tersendiri. Demikian inilah ceritaku tentang bagaimana aku mendapatkan inspirasi dari Tuhan atas bukuku: Pancasila Meniti Zaman. Terima kasih atas perhatiannya.

 

PANCASILA DAN BHINNEKA TUNGGAL IKA DIBERKATI TUHAN

 

Saat pertama kali menerima Pewahyuan pada tahun 1995, saat itulah aku tiba-tiba bisa menuliskan puisi, yang sebelumnya kalau membaca puisi niscaya aku selalu membacakan puisi orang lain. Dan ketika mendapati diriku yang tiba-tiba bisa menuliskan puisi dengan mudah dan lancar, sungguh itu tak terduga dan sangat membahagiakan. Dan semenjak itu, aku sangat bersemangat menuliskan puisi. Sampai-sampai aku seakan-akan tergila-gila membuat puisi.

Dan aku pun menuliskan sekaligus tiga buku puisi, yaitu Mencari Kerukunan Nasional, Puisi dari Alam Gaib dan Mencari Hikmah. Adapun pencetakan ketiga bukuku itu aku dibantu oleh keluarga Sukamdani Sahid Gitosardjono. Maka aku tak mengeluarkan biaya apa pun atas pencetakan ketiga bukuku itu. Untuk itu kuucapkan terima kasih kepada keluarga Sukamdani Sahid Gitosardjono.

Berikutnya, Ibu Sukamdani memintaku untuk menuliskan Pancasila dalam tujuh zaman. Anda bisa bayangkan orang yang baru belajar membuat puisi tiba-tiba diminta oleh seorang yang kuhormati yang sulit kutolak permintaannya, yaitu ibu Sukamdani. Apalagi dia menyebutkan bahwa puisi itu dia pesan dalam rangka merayakan hari ulang tahun perkawinannya dengan Bapak Sukamdani Sahid Gitosardjono.

Dan aku gembira dipercaya membuat puisi Pancasila dalam tujuh zaman tersebut. Tapi itulah ujianku yang pertama dari Tuhan. Tiga bukuku sebelumnya begitu lancar aku menuliskannya. Giliran menuliskan puisi Pancasila pesanan ibu Sukamdani tersebut, aku kehilangan inspirasi sama sekali.

Semula kukira itu karena aku tak bisa mengejakan hakikat Pancasila menjadi puisi, karena kata-kata dalam Pancasila itu sangat filosofis, dan aku bukan orang yang mengerti tentang hal itu. Aku diberi waktu tiga bulan oleh Ibu Sukamdani untuk membuat puisi Pancasila itu. Bulan pertama lewat, tanpa aku bisa menuliskan satu bait pun. Dua bulan berikutnya pun lewat tetap demikian.

Demikian aku mulai nervous dan cemas karena tak bisa menuliskan apa yang diminta oleh ibu Sukamdani itu, padahal aku sudah mengiyakannya. Sekretaris ibu Sukamdani sudah berulang-ulang menanyakan kapan pesanan puisi Pancasila itu bisa selesai. Dan itulah yang membuatku sangat cemas.

Dari kecemasan yang setiap hari meningkat itu, akhirnya aku marah pada Jibril yang kuanggap mempermainkan aku ketika aku dalam kondisi sangat membutuhkan inspirasi darinya. Demikian akhirnya aku kalap dan aku menyabet-nyabetkan bantal gulingku ke segala penjuru sambil menangis.

Ketika aku tersungkur menangis tersedu-sedu, barulah dia berkata, juga dengan marah. Dia mengatakan kepadaku: “Kau tahu Lia, Tuhan saja tak pernah memperlakukan aku seperti itu!”

Setelah itu aku tersungkur menangis terisak-isak memohon ampun kepada Tuhan dan memohon ampun kepada Ruhul Kudus. Tangisanku itu akhirnya tenggelam dalam tidurku yang nyenyak sekali karena keletihan di dalam stres yang mengungkungku selama dua bulan terakhir.

Ketika aku bangun, Jibril berkata lembut kepadaku: “Tuliskanlah puisi itu sekarang juga.” Dan aku cepat bangkit, dan betul sekali, aku menuliskan puisi Pancasila tujuh zaman itu dengan sangat lancar. Dan kata-katanya pun sangat berkarakter. Demikian aku bisa memenuhi janjiku kepada ibu Sukamdani  tepat waktu, dan aku dihadiahi olehnya tasbih emas yang indah sekali.

Begitulah transkrip Pancasila tujuh zaman itu akhirnya sampai ke tangan keluarga Sukamdani. Namun Tuhan menyuruhku untuk membuat puisi itu menjadi buku. Dan buku itu diberi judul Pancasila Meniti Zaman. Kutulis format Puisi Meniti Zaman itu menjadi buku. Dan inilah buku itu:

Melihat buku itu jadi, aku tertegun-tegun sendiri, karena bagaimana mungkin aku bisa mengejakan setiap kata dari butir-butir Pancasila itu menjadi filosofi puitis yang merasuk ke dalam jiwa, tapi dengan kata-kata yang sederhana tapi indah karena puitis.

Padahal sebelumnya aku ini tidak bisa menulis dan demikianpun tak mudah bagiku memahami hakikat ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu, karena duniaku sangat jauh dari dunia filsafat. Maka setiap kata yang kutuliskan itu niscaya tidak berasal dari dalam diriku sendiri.

Dan yang ingin kunyatakan di sini ialah bahwa semua kalimat itu, walau tersusun sesuai dengan jalan pikiranku dan sesuai dengan kemampuanku yang sederhana itu, tapi itulah puisi yang dibimbingkan oleh Malaikat Jibril kepadaku. Sungguh dialah yang membuat puisi itu untukku.

Aku tak sedang dalam kerasukan ketika menuliskannya. Perasaanku normal dan wajar sekali, seakan-akan aku mengambil setiap kata itu dari dalam diriku sendiri. Kata-kata itu sudah tersedia, tinggal aku menuliskannya saja. Tapi aku menyadari itu bahwa inilah yang disebutkan dengan Karunia dan Berkah Tuhan, sebagaimana itu adalah suatu yang tak pernah dimiliki dan kemudian termiliki.

Demikian kisah nyataku di balik penulisan buku Pancasila Meniti Zaman yang diterbitkan pada bulan Mei 1998. Dan ternyata buku itu dititahkan Tuhan untuk di-launching pada tanggal 20 Mei 1998, maka kami mempersiapkan acara launching itu.

Kebetulan sahabat kami Pak Eddy Utoyo, waktu itu adalah Direktur Utama Jakarta Design Center, dan dia pulalah yang mendesain buku Pancasila Meniti Zaman tersebut. Demikian acara launching buku Pancasila Meniti Zaman diputuskan akan diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 1998 di gedung Jakarta Design Center. Terima kasih Pak Eddy Utoyo yang tercinta.

Sementara itu, kami ini sesungguhnya sedang berpuasa panjang, dan puasa itu adalah puasa spiritual. Dan tentang hal itu sudah pernah saya tuliskan di artikel yang berjudul Ora et Labora. Bahwa tanpa sengaja kami terlibat di dalam keinginan teman kami yaitu Mohamad Sobary yang ingin memuasakan kejatuhan Soeharto. Tentang hal itu lebih baik Anda baca di artikel Ora et Labora yang sudah saya tuliskan lebih dahulu. Maka saya tak perlu menerangkan lagi di sini.

Begitulah, puasa kami itu memang berakhir di tanggal 20 Mei itu, tepat saat kami me-launching buku Pancasila Meniti Zaman. Akan tetapi ternyata pada hari itu terjadi demonstrasi besar-besaran yang menduduki gedung DPR, yang kebetulan letaknya berseberangan jalan dengan gedung Jakarta Design Center, maka tamu-tamu yang kami undang tak datang, hanya satu dua yang datang. Sedangkan hidangan yang kami siapkan untuk perjamuan acara kami itu pun menjadi berlebihan. Tapi Tuhan menyuruh kami membawanya ke gedung DPR. Semua makanan itu kami bawa ke gedung DPR. Dan beruntunglah kami diperkenankan masuk ke gedung DPR.

Dan benar saja, di sana para mahasiswa sudah keletihan dan lapar. Maka semua hidangan yang kami bawa pun menjadi tepat guna. Kemudian kami di DPR sibuk menerapi anak-anak mahasiswa yang keletihan dan kami menyanyi untuk mereka. Begitulah tanpa disengaja, kami terlibat di dalam masa-masa perubahan yang bersejarah di tanah air.

Yang ingin kubicarakan di sini ialah bahwa ternyata sejak dari awal takdirku, Tuhan sengaja melibatkan aku untuk menuliskan ideologi bangsa dan negara yaitu Pancasila. Sekaligus menggiring aku untuk mulai terlibat memikirkan ideologi Pancasila tersebut. Karena ternyata, saat ini Tuhan menyatakan kepadaku bahwa sungguh Dia memberkati Pancasila. Karena Tuhan sudah mempersiapkan ideologi Pancasila untuk negara Indonesia yang akan didatangi Surga dan Kerajaan Tuhan.

Dan adapun yang dimaksudkan Tuhan itu ialah bahwa ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu sesungguhnya sudah dirancang oleh-Nya untuk mempersatukan semua agama dan semua umat. Sebab manalah Surga dan Kerajaan Tuhan yang diturunkan di Indonesia itu, Teologinya dibiarkan bertentangan dengan ideologi negara dan bangsa Indonesia. Demikian, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu sangat sesuai dengan Teologi Surga Eden.

Demikian Tuhan menyampaikan kepadaku bahwa Teologi Surga itu bila ingin diuraikan untuk menjadi ideologi kenusantaraan, maka menjadilah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Teologi Surga adalah memutlakkan Ketuhanan Yang Maha Esa demi mengembalikan Ketauhidan semua ajaran agama dan mempersatukan semua agama demi perdamaian dunia, sebagaimana makna itu bisa disinonimkan dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Maka aku dititahkan Tuhan untuk menyampaikan Pemberkatan Tuhan atas Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Maka sungguh tidak pada tempatnya kalau Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu dipantangkan dan dinistakan. Padahal sesungguhnya ideologi itu pun berasal dari Tuhan. Selayak semua hal itu memang niscaya selalu berasal dari Tuhan. Apalagi bila itu diinginkan untuk menjadi ideologi suatu negara. Demikianlah Proklamator Indonesia, Soekarno, diinspirasikan Tuhan bait-bait Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Demikian, Soekarno, sang Proklamator sebagai penggali Pancasila.

Aku ini sekedar menjadi perantara dari Tuhan untuk menyatakan kepada bangsa Indonesia, bahwa Tuhan memberkati Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Maka hendaknyalah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika jangan diganggu gugat, karena Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu pun berasal dari Tuhan. Dan Tuhan meyakinkan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu diberkati oleh-Nya.

Adapun tentang hal itu, aku sedang diarahkan Tuhan untuk menuliskan Wahyu-Nya. Namun Keterangan Tuhan cukup panjang tentang hal itu dan belum selesai kutuliskan. Demikian aku hanya bisa menyatakan bahwa Tuhan memberkati Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Bagiku, tak ada yang lebih mengesankan daripada merasakan bagaimana Tuhan menggiringku dari seorang yang awam sehingga menjadi penulis Wahyu-Nya dan bagaimana Dia melibatkan aku untuk mengalihkan perhatianku dari berkesenian dengan bunga, beralih ke Pewahyuan yang di dalamnya aku harus memikirkan ideologi negara dan bangsa Indonesia yang diberkati Tuhan. Dan aku harus bisa menjabarkannya dalam kalimat yang lugas dan sederhana sehingga mudah dipahami oleh semua orang.

Puisi langgam Pancasila Meniti Zaman bagaimana mungkin aku bisa menuliskannya bila tak dimaksudkan Tuhan sebagai penjabaran Pancasila yang lebih asyik, agar masyarakat lebih bisa menghayati Pancasila dan mempedomaninya menjadi pegangan berbangsa dan bernegara. Selanjutnya kupersilahkan Anda membaca lika-liku Pensucian Tuhan kepadaku sampai aku bisa menuliskan buku Pancasila Meniti Zaman tersebut dalam artikel Ora et Labora.

Namun sebelumnya, aku melampirkan juga satu bab dalam buku Pancasila Meniti Zaman yaitu Pancasila di zaman globalisasi. Kupilih mencuplikkan bab Zaman Globalisasi, karena kulihat isinya itu sangat memadai untuk mengedepankan bukti bahwa yang kutuliskan itu adalah inspirasi dari Tuhan secara langsung, karena aku menuliskannya di zaman Soeharto, 20 tahun yang lalu. Sedangkan isi puisi zaman globalisasi itu baru terjadi sekarang.

Kiranya para pembaca yang baik bisa melihat itu sebagai nubuah akhir zaman yang diinspirasikan Tuhan dan yang dibimbingkan oleh Malaikat Jibril agar kutuliskan untuk bangsa, bahwa sungguh Tuhan memberkati Pancasila.

Inilah puisi Pancasila Meniti Zaman dalam Bab Zaman Globalisasi

Zaman Globalisasi

Berdentang lonceng dunia
Tanda tak ada lagi batasan ruang dan waktu
Seluruh dunia tak dapat menutup mata dan telinga
Kembang-kembang bertaburan di pojok dunia
Seluruh dunia merasakan harumnya
Berdecak lidah di Cina, berdehem kita semua

Tepuk tangan bergemuruh di seluruh dunia
Ketika Mike Tyson menyarungkan tinjunya
Bergemuruh siulan seluruh bangsa di dunia
Ketika pesta kembang api digelar di sini

Pemimpin menang dinobatkan di singgasana dunia
Pejuang mati ditangisi dunia
Semut mati terinjak, dikabarkan ke negeri gajah
Berhamburan berita layak dan tidak layak
Kepompong ingin cepat mengoyak dirinya
Tak tahan mendengar hiruk-pikuk di luar

Banyak paham di dunia
Mengira negara adi kuasa dapat berbuat apa saja
Tak menyahut kalau ditanya
Menjadi sasaran peluru kendali
Saddam Husein jadi contoh
Kesewenang-wenangan sang adi kuasa
Siapa penjahat perang sebenarnya

Peraturan dibikin sendiri
Siapa yang mau berhutang, siapa yang mau meminta bantuan
Tergantung keikhlasannya

Tak memperoleh keikhlasannya
Badan sengsara
Jangan dipuji orang serakah
Kepala besar, bertolak pinggang
Memerintah kiri kanan
Mengeksekusi seenaknya
Mau menampar, mau menembak
Tak ada yang boleh melarang

Barang kita dirampasnya
Pembayaran hutang tetap dimintanya
Sampai luluh kita bekerja
Tak berdaya mengusirnya
Melepaskan diri dari cengkeraman

Kita mencari pijakan dari persatuan
Melepaskan diri dari kemiskinan
Kita menggali sumur jadi kilang
Lemparkan lembing itu
Cari mesin keduk
Ada pasir, ada batu kali, eh…ada emas juga

Mau apa lagi
Emas didulang, emas ditata, emas dijual
Bayar hutang kini tak masalah
Pasar bebas sempat membuat masalah
Kita tak siap ditimpa pasar bebas
Apalagi bersaing

Langkah baik meyakinkan kita
Dengan Nama Allah kita bangkit
Ekonomi ditata, wajah bangsa diusap
Emas menjadikan rupiah naik gengsi
Minyak jadi pelicin, rupiah menjadi devisa

Sudahkah Indonesia merdeka?
Tak mudah memindahkan mereka
Apalagi mengusirnya
Kepalang tanggung kata mereka

Ada emas di sini
Juragan bule jangan dikasih hati
Tumpul kita dibuatnya
Tak ada uang, kita dipijaknya
Ada uang, kita mau dikibulinya

Jangan percaya kuda putih
Suka nyeruduk pekarangan orang lain
Tombol mekanisme dunia ada di tangannya
Bau apa saja dapat diciumnya
Matanya nyalang, mencari kesempatan
Semua bangsa ingin dikuasai
Tangannya mencengkeram tak dibatasi
Mereka mengikat talinya di sini
Melalui bantuan, nasib kita terikat dengannya

Senyuman manis pada awalnya
Menjadi tangisan sejarah bangsa kita
Bagaimana kelancungan itu
Telah menarik raksasa memijakkan kakinya di sini

Berita ada gunung ditaburi emas
Ternyata membawa perisai dan pentungan
Berduyun-duyun orang mencari tali
Katanya, tali mereka ditanggung tak dapat putus
Kita mengikat tali di lereng dan di lembah

Katanya, tali itu tak akan diikat di hati mereka
Bergayung-gayung timah dicangkul
Berpikul-pikul emas digali
Tali menjadi rentan, pemilik tali mengatakan,
’Kerentanan itu karena tidak ada hujan di negerinya’

Kita berdehem saja, disangkanya meludah
Di tepi gunung ada padi menguning
Katanya, ’padi itu mereka yang menanamnya’
Kita menggali sumur, airnya menjadi ukuran timbangan
Katanya, ’air itu mengalir dari kepintarannya menadah hujan’
Sibuk menggali, sibuk menendang
Temui penjajah ekonomi, dia pasti berkata, ’Hakku,
tebasanku’

Kolong jembatan pun miliknya
Siapa yang menanyakan haknya,
dia pun menjadi pengisi krematorium
Supaya kita menjadi pemilik gunung kencana
Seludang mereka dilepaskan

Ke mana mencari pembersih seludang?
Di Timur ada sumur tuba yang perlu ditimbun
Berhamparan tuba kemasan dijual di sana

Pemilik sumur tuba tak pernah mengaku menjual tuba
Piring dibersihkan
Disisipkan di antara piring-piring kaca yang tersimpan di
lemari Pancasila
Kemarikan segala kepahitan, di sana pasti ada bekas tuba

Keberanian menciptakan burung Garuda berkaki emas
Telah membuat kita disegani dunia
Siapa tak ingin menjadi sahabat dunia
Pancasila dikibarkan, Pancasila diunggulkan

Pelita kemenangan menebarkan sinar kemilau ke negara sahabat
Setinggi-tingginya ilmu didaki,
lebih tinggi lagi keinginan berkuasa
Sejauh-jauhnya perahu berlayar,
lebih jauh lagi pulau yang dituju

Kepingan ketangguhan meluncurkan kemauan menyatu
Kita bersatu dengan negara sahabat
Beramai-ramai menanam padi
Beramai-ramai menanak nasi

Bongkahan kekuatan, lebih kuat bongkahan persatuan
Tetangga bertepuk, kita menoleh
Kita mengerling, mereka tersenyum
Senyuman persatuan, senyuman kekuatan

Berakit-rakit ke pulau senyuman
Bersenang-senang ke pelupuk kebahagiaan
Melepas sandal di surau, sahabat menapakkan kaki di langgar
Mendengar azan di setiap persiapan rumah sahabat

Tak dapat disanggah, kita merasa di rumah sendiri
Kemenanganku, kemenanganmu
Kemenangan kita semua

Indonesia bersinar
Menjadi sahabat negeri berkembang
Indonesia muncul ke permukaan
Menyatukan salam

Layakkah ini kupikirkan?
Saat ini kita sedang menangis
Banyak hal tak dimungkinkan
Banyak hal yang bisa dituliskan
Kubaca ini dari dalam hati
Keberkahan bangsa kita, mana mungkin kusimpan
Pikirkan masa depan dunia
Seandainya tak ada persatuan di antara sahabat
Betapa kemandulan ekonomi akan menimpa kita semua

Kentang dan padi ditanam di ladang
Kentang berbuah, padi merunduk
Kemenangan tak mungkin diraih
Bila kita tak jeli melihat cuaca

Kembalikan tanahku
Retak di bukit, tak retak di pesisir

Berikan getah karetku
Lentur karetku, tak lentur gunungku
Simpan emasku
Berkilau emasku, tak berkilau tambangku

Bersiullah burung Garudaku
Merdu siulannya, tak merdu cakarnya
Berita perpaduan bangsa-bangsa yang bersahabat
Menegakkan bulu kuduk siapa saja yang menginginkan
Cakarnya mencengkeram dunia

Pancasila bercakar emas
Cakar digesekkan, emas bertaburan
Pentingkah cakar emas diciptakan?
Ciptakan kebahagiaan yang dapat disemburkan ke mana-mana
Maka kita akan berlumuran emas dari pintu persatuan
Pancasila ditantang
Pancasila dipantang

Mana masa yang terang?
Maka ditampakkan padaku
Masa yang penuh berkah itu
Setelah belalang menyusahkan dunia
Saat dunia disesakkan oleh kuman
Saat teknologi merusak keseimbangan alam

Saat dunia dipenuhi kemalangan
Saat teknologi membalik budaya
Saat dia juga membutakan iman

Tak pandai aku menyampaikannya
Tapi di langit ada bintang yang besar menyapa Bumi
Katanya Matahari semakin dekat
Tanda Bumi akan menjadi panas
Tanda dunia banyak malapetaka
Tanda waktunya semakin cepat

Dunia berputar mendekat Matahari
Sehingga Bumi penuh derita
Di mana masa terang itu?
Jejak masa lampau dihubungkan dengan masa depan di sini
Bintang terang menyinari bangsa Indonesia
Ketika Pancasila terbang di persilangan dunia
Ketika burung Garuda disoroti dunia
Ketika bangsa Indonesia disimak dunia
Pancasila menguak dunia dengan bintang di dadanya
Ketuhanan Yang Maha Esa menerangi bangsa Indonesia
dengan Sinar-Nya

Itulah masa terang itu
Ketika kita berlari-lari menjangkau globalisasi
Ketika masa suram telah berlalu

Ke mana cakar digenggamkan,
di sana melekat tempat berpijak
Ke mana emas dibagikan, di sana kemilau persahabatan diikat
Pandai emas berkata, ’Emasku, kemilauku’
Pancasila bercakar emas di zaman ini
Tak ada emas yang tak berkilau

Kemilau cakar emas telah menyilaukan dunia
Pentingkah kita menanamkan genggaman emas?
Setiap genggaman mengikat kita pada kekuatan
Kekuatan yang dilahirkan oleh kebersamaan
Menyemai emas di dunia
Semaikan emasmu, semaikan senyumanmu
Bumi memberikan kekuatan

Berkancah emas, berkancah senyum
Temani aku melepaskan kerisauan
Titik pusat Bumi selalu berputar
Jangan biarkan kita mendayung ke pantai gersang
Berikan dayung ini kepada perenang tangguh
Bentangkan layar yang tahan badai

Bisikkan padanya, ’Indonesia telah sampai ke pulau bahagia’
Padanya diharapkan menatanya
Elok Pancasilaku, elok bangsaku
Penulis berkata, ’Pancasilaku, kebanggaanku’
Bangsa-bangsa tertunduk penuh duka
Bumi digenangi air mata
Matahari memanaskan Bumi
Sungguh panas siang ini
Malam pun jadi pendek

Sang waktu bergegas
Takdir umat manusia
Disapa keserakahannya
Mengapa Bumi ini penuh bencana?

Kualitas manusia sudah membusuk
Manusia tak menyapa Allah
Kitab Suci dibiarkan tak diminati
Menjadi congkak karena segenggam ilmu

Supaya bulan dapat dihuni
Banyak satelit diluncurkan
Keinginan menguasai dunia
Menjadikan manusia berlomba merakit nuklir
Senjata nuklir menjamin kekuasaan
Tangga kekuasaan menjulang ke langit
Menggapai langit, tak menggapai Allah

Jangan ditanya mengapa Allah mengingatkan
Tanya berapa dosa itu?
Gagalkah Ajaran Allah di muka Bumi ini?
Kumpulkan dosa itu
Tak seimbang lagi dengan kebenaran
Mana kemuliaan cinta?
Mana kesucian hati?
Waktu tak lagi mau menunggu
Takdir telah sampai
Pancasila meniti zaman
Akan sampai pada akhir zaman
Di sini aku masih berdiri
Menatap masa depan yang penuh tantangan

Matahari masih bersinar
Belum saatnya mengakhiri zaman
Alam berkata, ’Jagalah aku, cintailah aku’

Kuambil Pancasilaku
Kuusap bintang di dadanya
Burung Garuda itu berkata,
’Bersama Pancasilaku, bersama Tuhanku’
Tangisan dunia
Mencairkan kebekuan iman
Batu pun ikut menangis
Bayi baru lahir tak sempat menikmati kebahagiaan

Muntahan lahar
Membuat Bumi semakin panas
Gletser mencair
Mendinginkan benua

Demam sekujur tubuh tak mau reda
Guru mengajarkan
Jangan jajan di jalan
Tak laku pedagang kaki lima
Kuman dan belalang musuh utama manusia

Ada benua tertimbun bongkahan es
Ada kota rubuh karena gempa
Tangisan dunia, tangisan umat manusia
Tak ada penderitaan sepedih ini

Kuambil pena
Kutuliskan cerita sedih ini
Kubuka buku harianku
Kucatat tanggal hari ini
Kumau puisiku ini
Mau dibaca, mau diingat

Di sini kutulis
Kesedihan umat manusia di masa depan
Agar kita dapat menjawab
Tantangan masa depan itu
Tak berbanding, tak berbilang
Duka dan bahagia perjalanan sejarah

Semoga buku Pancasila ini
Dapat menemani Anda menapaki sejarah masa depan

Pancasila pernah dirundung duka
Pernah menangis
Pernah tersenyum
Pernah berkaki emas
Pernah mengitari dunia

Perkasa, sakti dan bijak
Itulah Pancasilaku
Pancasila bangsaku
Menyongsong hiruk pikuk dunia
Mentari menyinarinya
Allah bersamanya
Subhanallah


Adapun kalau ingin membaca selengkapnya Buku Pancasila Meniti Zaman, silahkan klik link download berikut:
https://drive.google.com/open?id=16o3Gj76YCDYvRtNEdhpJOwBtCdKSJuTq


Dan di bawah ini aku menyertakan artikel Ora et Labora yang di dalamnya terdapat penjelasan peristiwa yang mendahului penulisan buku Pancasila Meniti Zaman. Dan pengalaman kami tersebut sungguh adalah pengalaman spiritual yang tak bisa kami lupakan, karena peristiwa demi peristiwa yang kami lalui hingga kepada penulisan buku Pancasila Meniti Zaman sungguh adalah perjalanan spiritual pensucian kami, sekaligus merupakan pengalaman kami dalam bersaksi atas sejarah bangsa kita.

https://komunitaseden.com/2015/11/25/ora-et-labora-2/

Doa untuk Umat Islam

Dear Viewer,

Lama kami tak menyapa Anda, karena sibuk dengan urusan yang lain. Lagi pula website Eden ini sedang diblokir Kemenkominfo, membuat kami lebih memilih kesibukan yang lain. Namun demikian website kami ini masih bisa diakses dari luar.

Betapa peristiwa pengeboman akhir-akhir ini yang melanda Indonesia, dan itu memaksa kami untuk berkontribusi menenangkan masyarakat melalui lagu-lagu yang sesungguhnya sudah lama kami rekam. Hanya saja, konten liriknya masih bisa disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa perkabungan kita sekarang ini, yaitu peristiwa pengeboman yang beruntun dari Mako Brimob ke Surabaya dan Sidoarjo baru-baru ini. Maka videonyalah yang kami edit di sana-sini, supaya rasanya menjadi rasa baru.

Sungguh masa remaja saya, saya habiskan di Surabaya, jadi perihnya hatiku melihat itu semua dapat kurasakan secara mendalam. Surabaya selalu kukenang secara khusus, seperti mengenang kerinduanku dengan makanan-makanan Jawa Timur; rujak cingur, tahu campur, rawon, dan lain-lainnya. Dan apa pun yang sedang terjadi sekarang ini, itu telah membuat hatiku menggigil.

Tentu kita semua kesal dan marah membayangkan kenekadan para teroris itu. Tapi menurut Tuhan, peristiwa semacam itu akan masih terus berulang sampai mereka berhasil memporak-porandakan Indonesia. Akan tetapi ada Tuhan yang akan menghentikan mereka. Untuk itulah kami berdoa melalui lagu Doa untuk umat Islam.

Dan selanjutnya, kami juga merilis kembali lagu Heaven’s Prayer demi memberi semangat kepada semuanya. Semoga Tuhan segera berkenan turun tangan mengatasi masalah teroris. Inilah lagu Doa untuk Umat Islam dan Heaven’s Prayer, semoga bisa memberikan pencerahan.

Sungguh kami semua di Eden berbela sungkawa untuk korban dan keluarganya. Semoga mereka dilapangkan Tuhan dalam menghadapi musibah ini.

Terima kasih atas perhatiannya.
            Lia Eden