BREAKING NEWS FROM EDEN

Featured

Sambungan Pembukaan Rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin

Dear Viewer,

Situs Eden sedang diblokir oleh Menkominfo sejak 13 Juli, maka untuk sahabat-sahabat di Indonesia bisa mengakses rilis Eden ini melalui channel Eden The Heaven di Youtube. Dengan ini kami menyampaikan bahwa rilis Eden kali ini adalah merupakan sambungan pembukaan rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin, namun di dalamnya ada Sumpah Tuhan yang menyatakan Peringatan-Nya terhadap Ancaman Perang Nuklir yang pada saat ini sudah cukup genting, karena ancaman keras telah berbalas dengan ancaman keras pula antara Donald Trump dan Kim Jong-Un.

Menurut Tuhan, perang nuklir sudah tercatat memang akan terjadi. Dan akibatnya itu sungguh sangat buruk bagi dunia. Demikian ada Ketentuan-ketentuan Tuhan atas hal tersebut yang kami rilis dalam Risalah Eden kali ini.

Kepada publik pembaca situs Eden, kami hanya ingin menyatakan bahwa sungguh kami semua di Eden tak mungkin menarik diri karena pemblokiran situs Eden oleh Kemenkominfo. Karena Pewahyuan harus terus kami sajikan dalam segala keadaan apa pun, karena kami mengemban tugas untuk menyampaikan Wahyu Tuhan ke dunia dan demi perdamaian dunia.

Dan kepada publik dunia yang masih tetap bisa mengakses situs Eden, kami pun berharap supaya publik dunia menyimak dengan baik Sumpah Tuhan yang Maha Sakral dan Maha Keramat yang kami sampaikan saat ini, sehingga publik yang mengetahui tentang Sumpah Tuhan tersebut bisa membaginya kepada orang-orang yang berkompeten dalam kewenangan mereka di negara mereka masing-masing. Supaya Sumpah Tuhan yang baru saja kami terima tersebut bisa terealisasikan kemanfaatannya yang ditujukan untuk membatalkan teradakannya perang nuklir.

Demikian inilah pengantar Risalah Eden yang sedang kami rilis sekarang ini, semoga publik bersedia melihat Risalah Eden yang dirilis oleh situs Eden ini adalah suatu yang Pertolongan Tuhan yang serius, maka niscaya konten situs Eden bukanlah situs yang berkonten negatif. Terima kasih atas perhatiannya terhadap situs kami.

Lagu THE GREAT DAY

Lagu ini sudah lama liriknya diberikan oleh Paduka Ruhul Kudus kepada kami, yaitu pada tahun 2001, namun baru dinyanyikan pada tahun 2014 oleh Ietje Ridwan. Namun kiranya lagu ini baru sesuai dengan kondisi dunia pada tahun 2017 sekarang ini. Maka video klip lagu The Great Day perlu kami perbaharui ilustrasinya, sehingga konteksnya menjadi lebih tepat dengan isi lirik lagu The Great Day yang sudah lama terbakukan. Demikian cara Malaikat Jibril Ruhul Kudus selalu membawa kami meneropong masa depan dalam satu kurun waktu yang sedang berjalan.

Kekacauan dunia akibat perang nuklir yang dimungkinkan terjadi akibat dari memanasnya saling pengancaman antara Donald Trump dan Kim Jong-Un sekarang ini, adapun di ‘mata’ Tuhan, momen itulah yang dilihat-Nya sebagai pemicu kiamat menjadi semakin menguat dan bisa sampai kepada ketotalannya. Betapapun hal itu selalu diingatkan Tuhan kepada dunia. Peringatan Tuhan tentang bencana perang nuklir sudah dituliskan sejak penulisan buku Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir, yang kutuliskan pada tahun 1998. Saat itu dunia masih baik-baik saja, belum ada istilah pemanasan global, tapi waktu itu aku sudah dibawa Jibril melihat hal itu dan aku pun menuliskannya. Dan inilah format buku Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir, yang di dalamnya tercantumkan bab Perjalanan Menuju Kiamat.

Dan bahwa peringatan akan terjadinya kiamat dari Tuhan itu, tak pernah surut kami memberitakannya. Adapun Peringatan Tuhan itu terus-menerus diulangi-Nya sampai kepada rilis Risalah Eden yang termutakhir ini. Dan beginilah akibatnya bila Wahyu Tuhan diabaikan selalu. Betapapun tak satu pun orang yang merasa bersalah karena telah menolak dan mengabaikan Wahyu Tuhan.

Seandainya Peringatan Tuhan itu mau didengarkan dan dipikirkan bersama, sehingga antisipasi atas hal tersebut bisa dirembugkan, sehingga kondisi yang menakutkan itu bisa teralihkan, dan dunia tak perlu menghadapi kondisi terburuk seperti itu nanti. Betapa manalah Tuhan tak turun tangan ketika mengetahui umat manusia di bumi ini akan mengalami kondisi kiamat, dan itu adalah kondisi yang terburuk bagi kehidupan manusia dan semesta. Begitulah aku kemudian menerima Wahyu Tuhan, yang aku sendiri tak tahu mengapa Tuhan melibatkan diriku. Tapi aku tak bisa menghindarinya, sampai aku terlibat sepenuhnya di dalam takdir yang mendatangiku ini. Bagiku, semua ini tak terduga dan sangat riskan.

Namun, kini tengoklah bagaimana dunia terancam kiamat total bila perang nuklir itu tak terhindarkan lagi. Dan bayangkanlah bagaimana keras kepalanya Kim Jong-Un dan Donald Trump yang sepertinya tak mau memikirkan dampak perang nuklir itu nanti. Apa pun yang akan terjadi nanti itu, betapapun itu tak bisa dihindarkan, karena peristiwa-peristiwa akhir zaman sudah tertulis di Kitab-kitab Suci. Dan kegentingan peristiwa akhir zaman akan sampai kepada puncaknya sebagaimana disebutkan di dalam nubuah Kitab-kitab Suci sebagai hari yang paling menakutkan, karena itu merupakan proses kiamat.

Namun kini kita baru tahu bahwa hal yang paling menakutkan di akhir zaman adalah perang nuklir, karena menurut Tuhan perang nuklir itulah yang akan semakin menguatkan gejolak proses kiamat. Demikian nubuah-nubuah akhir zaman di Kitab-kitab Suci sudah melukiskan kondisi perang nuklir dan akibatnya. Maka sesungguhnya kemungkinan teradakannya perang nuklir sepertinya sulit terhindarkan.

Selayak itu marilah kita semua jangan memperturutkan amarah dan kebencian primordialisme. Upayakan semua hal menjauhi pembenturan pendapat, dan sebaiknya semua pihak berfokus kepada perdamaian semua umat menuju kepada perdamaian dunia.

Betapapun Tuhan takkan mengampuni siapa pun yang terlibat dalam perang nuklir itu nanti, karena dampaknya sangat buruk bagi dunia. Tapi apalah suara saya ini, yang selama ini dituduh sesat. Tapi inilah konfirmasi dari Tuhan bahwa inilah destinasi Pewahyuan Tuhan, maka sudah waktunya pula Tuhan mengadakan Pengadilan dan Penghakiman-Nya di dunia. Dan untuk itulah diperlukannya mengadakan Hari Kuasa-Nya di dunia.

Perang nuklir memang akan terjadi, dan dari semua dampaknya, kita semua yang berada di bumi ini yang akan sengsara karena niscaya bumi ini dipenuhi prahara dan penyakit. Sepertinya tak ada ruang yang tak mengandung bahaya dan virus ganas serta yang mengakibatkan berbagai penyakit ganas. Maka bumi ini harus kita tinggalkan, supaya kita semua bisa bernafas di ruang yang bersih dan sehat. Tapi Tuhan takkan menolong kita, kalau kita tak suci. Begitulah Tuhan menginginkan kami mendamaikan dunia dan kemudian sama-sama mengupayakan bagaimana cara untuk mengadakan pengevakuasian ke bumi yang lain. Untuk itulah Tuhan kini berwahyu dan mendatangkan Surga-Nya.

Betapapun semua negara di dunia itu nanti sibuk berkutat menyelamatkan bangsanya masing-masing dari dampak malapetaka ekstrim, kekacauan perekonomian dunia dan kekacauan sistem keuangan dunia serta gangguan keamanan dunia. Dan bangsa-bangsa akan menderita menghadapi penangkalan terhadap virus-virus ganas yang ekstrim dan yang mendatangkan penyakit yang belum diketahui obatnya. Betapapun virus ganas itu sulit ditangkal. Dan betapa bangsa-bangsa pun akan panik mengatasi perubahan habitat hama yang membludak memusnahkan tanaman pangan. Dan itu akan mengakibatkan krisis pangan dunia, karena pemanasan global pun akan semakin terik. Padahal, setelah perang nuklir itu nanti, tak ada cara apa pun untuk menyurutkan pemanasan global yang semakin terik itu, maka sesungguhnya setelah itu bumi ini sudah tak layak huni lagi. Namun kami tetap berharap dunia masih bisa diselamatkan. Dan semoga Tuhan berkenan membantu kita semua dalam mengatasi kondisi  berat itu nanti.

Lagu DUNIA SUDAH GILA

Tercantum dalam lagu Dunia Sudah Gila, The World has gone Insane, yang sudah dirilis pada tanggal 30 Mei 2017. Begitulah sepertinya perang nuklir tak bisa dihindarkan, karena dalam lagu Dunia Sudah Gila itu ada kalimat “Tujuh hari siksa neraka itu berkobar, baru ada harapan berbagi dengan sesama”. Apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut, biarlah kita sama-sama menantikannya.

Untuk itu kami kembali mencantumkan lagu Dunia Semakin Gila tersebut. Betapapun dalam lagu itu juga sudah ada Peringatan Tuhan tentang betapa mengerikannya dampak perang nuklir itu nanti. Radiasi radioaktif menyebabkan perubahan habitat pada hama dan virus dan semua binatang yang terkena radiasi. Dan itu mengakibatkan mereka semua menjadi ganas dan susah diberantas, maka kehidupan manusialah yang terancam.

Sedangkan lagu The Great Day itu sepertinya mengingatkan tentang gangguan berat atas sistem keuangan dunia dan kekacauan perekonomian dunia ketika terjadi perang dunia. Lagu ini sudah dituliskan sejak tahun 2001, jadi lagu itu sudah tertulis sejak 16 tahun yang lalu. Tandanya kondisi buruk dunia itu sudah disampaikan oleh Ruhul Kudus jauh-jauh hari. Tapi inilah dua lagu nubuah jangka pendek Malaikat Jibril yang ingin kami kedepankan ke publik menyertai Risalah Pembukaan Rahasia Surat An Najm dan Yaa Siin Part II ini.

Atas segala keprihatinanku ini, marilah kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar Dia berkenan memperlihatkan turun tangan-Nya langsung, agar masih ada yang bisa diharapkan dari segala hal yang menakutkan kita semua dari akibat perang nuklir bila itu sampai terjadi.

Ya Tuhanku, tolonglah kami semua terhindar dari kiamat total dan mohon bantulah kami mengadakan perdamaian dunia dan menyelenggarakan penyelamatan dari-Mu. Tuhan, hanya kepada-Mulah segala hal yang sangat menakutkan ini dapat Engkau kurangi. Mohon sadarkanlah semua orang di dunia bahwa sesungguhnya Engkau sudah lama berwahyu demi menyelamatkan bumi ini dan penduduknya. Tuhan, hindarkan kami dari segala malapetaka dan segala kekacauan yang tak bisa kami pikul.

Tuhan, ampuni semua orang di dunia ini dan ampuni kami yang sudah lama belum juga sanggup bisa menyadarkan orang-orang yang tak mau mensakralkan Wahyu-wahyu-Mu. Tuhan, semua keadaan sudah sangat mendesak, mohon bantu kami untuk menyadarkan semua orang agar bersedia menyurutkan segala emosi dan kemarahan.

Tuhan, beri kami kemampuan mengatasi kesulitan kami sendiri bila terjadi peristiwa chaos dunia itu nanti. Tuhan, mohon kabulkan doa kami ini.

Jakarta, 18 Agustus 2017



SURAT TERBUKA EDEN
Kepada Presiden Joko Widodo

 

Kepada Yang Kami Muliakan:
Presiden NKRI
Bapak Ir. H. Joko Widodo
Di Istana Negara Jakarta

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa

Kepada yang kami muliakan Presiden Joko Widodo, dengan ini kami kembali menyampaikan rilis Eden yang termutakhir. Dan dalam kesempatan ini kami menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Jokowi, mengingat tiga Risalah Eden tertanggal: 31 Mei 2015 dan 5 Januari 2017, yang kami sampaikan sebelumnya tak mendapat respon apa pun dari kepresidenan. Mungkin surat kami itu terselip atau terabaikan. Entahlah!

Namun, dengan beberapa tujuan yang sangat penting sekarang ini yang ingin kami sampaikan kepada Presiden Jokowi, demikian kami membuat surat terbuka kepada Anda yang kami muliakan.

Segala peluang ingin kami coba gunakan untuk menyampaikan aspirasi kami kepada Presiden Jokowi, sebagaimana kami ini wajib senantiasa merilis Wahyu Tuhan yang kami terima dan kami harus tetap memberlanjutkan program-program yang sudah kami sampaikan ke publik yang sudah pernah kami nyatakan.

Betapapun dalam hal ini kami pun ingin melaporkan tentang pemblokiran situs Eden oleh Kementerian Kominfo. Selayak kami ini harus memperjuangkan Wahyu Tuhan agar tetap eksis, karena itulah ibadah kami. Maka manalah mungkin kami surut langkah ketika website Komunitas Eden.com diblokir oleh Kementerian Kominfo dengan alasan situs Eden adalah situs yang berkonten negatif.

Padahal, yang kami sampaikan semata-mata adalah Wahyu Tuhan dan Sabda Malaikat Jibril Ruhul Kudus, serta kegiatan Komunitas Eden yang tak pernah melanggar hukum apa pun dan tak pernah mengumbar kebencian maupun kebohongan. Karena kami tak pernah menanggapi permusuhan apa pun yang ditujukan kepada kami, karena kami terlarang terlibat dalam persengketaan apa pun, karena Wahyu-wahyu Tuhan yang kami emban terutama ditujukan untuk mengadakan perdamaian untuk semua umat dan perdamaian dunia. Demikian konten situs Eden sepenuhnya adalah menyiarkan Pewahyuan Tuhan yang kami terima. Dan Pewahyuan Tuhan niscaya semata-mata adalah Pertolongan-Nya. Maka sungguh bersalah kalau situs Eden dianggap berkonten negatif.

Hendaknya pelaporan apa pun yang ditujukan kepada Eden ke pemerintah, kiranya perlu dikaji dalam-dalam Pemerintah Indonesia, sebelum mengambil sikap yang menyalahkan Eden, sedangkan Eden senantiasa hanya mengabdi untuk menyampaikan Wahyu Tuhan semata.

Kalau itu tak dipercayai, maka sebaiknya semua konten Eden diperiksa dan diteliti oleh Pemerintah Indonesia secara seksama, jangan hanya mendengarkan apa kata orang-orang yang menolak Wahyu Tuhan yang kami terima, karena itu sesungguhnya adalah kesalahan fatal bagi semua mereka yang menolak Wahyu Tuhan.

Dan adapun pemblokiran atas Wahyu-wahyu Tuhan yang kami rilis, niscaya akan mendapat respon balik dari Tuhan. Atas hal itu, kiranya biarlah Tuhan yang menyikapinya sendiri.

Dan adapun konten Risalah Eden yang sedang kami sampaikan ke Presiden Jokowi sekarang ini terutama untuk menyampaikan Sumpah Tuhan Terkait dengan Peringatan Tuhan terhadap Ancaman Perang Nuklir sebagai akibat dari memanasnya ancaman Korea Utara dan Amerika, sebagaimana dunia sedang menyaksikan ancam-mengancam antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

Betapapun dunia tercekam oleh ancaman perang nuklir tersebut. Maka Tuhan turun tangan untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan Sumpah-Nya yang saat ini sedang kami rilis melalui Risalah Eden ini. Betapapun Sumpah Tuhan maha keramat dan maha sakral, mohon Sumpah Tuhan ini jangan diabaikan dan masih menganggap situs Eden berkonten negatif, karena Sumpah Tuhan ini justru tertuju untuk membatalkan perang nuklir.

Persenjangan penilaian terhadap aktivitas Eden itu hendaknya diputuskan secara hati-hati dan lebih arif dan bijaksana. Karena manalah kebenaran hakiki bisa dinyatakan sebagai konten negatif? Dan mana mungkin kesabaran Tuhan itu tak terbatas terhadap penolakan atas Wahyu-wahyu-Nya di Indonesia?

Betapa Sumpah Tuhan yang sedang kami rilis ini adalah merupakan Pengayoman-Nya terhadap bumi dan penduduk bumi ini. Namun, bilamana Korea Utara dan Amerika tak bisa diingatkan, demikian nubuah tentang perang Harmageddon-lah yang akan terjadi. Dan betapapun nubuah itu adalah suatu takdir buruk, namun tetap saja Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih lagi Penyayang tetap mengupayakan hal itu bisa dibatalkan demi kehidupan umat manusia di bumi ini.

Demikian itulah kini Tuhan menurunkan Sumpah-Nya demi bisa membatalkan perang nuklir yang dimungkinkan terjadi. Dan inilah upaya kami menghadirkan Pertolongan Tuhan untuk dunia.

Betapapun dunia harus kita selamatkan dan betapapun Pewahyuan Tuhan itu turunnya di Indonesia, mohon hal ini diperhatikan dan dipentingkan oleh Pemerintah Indonesia. Dan semoga bisa terjadi pengalihan suasana setelah ini.

Kontribusi kami dalam menyelamatkan dunia dari perang nuklir sudah kami nyatakan, semoga Pemerintah Indonesia melihat aktivitas kami ini bukanlah hal yang membahayakan dan menyesatkan. Semoga hal ini mau disadari oleh Pemerintah Indonesia. Demikian kami membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Semoga Tuhan memberkati segenap kerja keras Anda untuk Indonesia dan bangsa Indonesia.

Jakarta, 18 Agustus 2017




 

PART II

Pembukaan Rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin

 


Atas Nama Tuhan Yang Maha Kasih

 

Rahasia Surat An Najm adalah Kabar Gembira Surga di Dunia dan Rahasia Surat Yaa Siin adalah Kabar Duka karena terkait dengan Kutukan Tuhan

Kami ini belum sampai pada bab-bab yang bisa menyambungkan langsung ke chapter Pembukaan Rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin yang membahaskan rahasia setiap detil ayat-ayatnya. Selayak semua harus tersajikan secara menyeluruh dan seksama, maka kami harus memulai dengan keterangan-keterangan yang menyajikan prolognya terlebih dahulu.

Demikian untuk itu kami ini baru sampai kepada prolog penjelasan yang terkait dengan teologi Surga di dunia dan Pensucian Tuhan di Surga dan Teologi Neraka di dunia. Betapapun kami baru sampai di situ. Dan ternyata prolognya sekalipun juga cukup panjang, karena kami wajib menerangkan semua hal yang meliputi semua sisi-sisi yang esensial yang harus kami jelaskan, sebelum sampai kepada detil isi rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin itu sendiri.

Bahwa Rahasia Surat An Najm pada esensi pokoknya merupakan Penjelasan Tuhan tentang adanya Surga di dunia. Maka Surat An Najm sesungguhnya kabar gembira dari Tuhan. Dan prolognya berkaitan dengan kedatangan Bintang An Najm ke rumah Lia Eden yang terjadi pada tahun 1974, yaitu pada saat aku mendatangi Lia Eden dengan menyerupakan bintang yang berwujud bulat bersinar kuning emas, yang di dalam Al Quran disebutkan sebagai Bintang An Najm.

Demikian di halaman depan tempat Lia Eden duduk itulah dia memandangi secara seksama kedatangan Bintang An Najm sampai bintang itu menghilang seketika, dan pada kenyataannya itu dinyatakan Tuhan bahwa Bintang An Najm yang menghilang itu sesungguhnya terbenam secara hakikat di bawah rumah Lia. Demikian Tuhan bersumpah di Surat An Najm ayat 1: “Demi bintang apabila terbenam”. Sumpah Tuhan tersebut tak mungkin diadakan-Nya tanpa ada detil rahasianya yang akan dibuka pada suatu saat di hari kemudian.

Namun, itu pun juga merupakan identitas Wahyu Tuhan yang dirahasiakan-Nya, sehingga selalu dikemukakan dengan tak menyebutkan keterangan yang tuntas. Dan adapun lazimnya ayat rahasia itu tak mematuhi kaidah tata bahasa yang lazim, supaya tak bisa ditafsirkan sebelum saatnya Tuhan membuka sendiri rahasia ayat suci tersebut.

Namun, bila ayat terahasia itu sudah waktunya terbuka, maka peristiwanya pun sudah sampai. Dan peristiwanya melibatkan kisah-kisah Utusan-Nya yang menerima Pewahyuan-Nya, karena dengan demikian keruntutan ayat-ayat terahasia dari Kitab-kitab Suci yang mengandung rahasia itu pun semuanya terikut terbuka. Begitulah Utusan Tuhan yang Penulis Risalah Pewahyuan Tuhan di akhir zamanlah yang diberitahukan Tuhan tentang rahasia-rahasia Ayat-ayat Suci-Nya.

Dan untuk mendahului semua itu, prolognya adalah Sumpah Tuhan di Surat An Najm ayat 1 tersebut. Betapapun Sumpah Tuhan tersebut ditujukan untuk mengesahkan diturunkan-Nya Surga ke dunia. Maka terjadilah peristiwa turunnya Bintang An Najm di rumah Lia Eden. Begitulah peristiwa itu merupakan peristiwa Keilahian, karena menyangkut kedatangan Surga ke dunia. Peristiwa itu merupakan peristiwa memorable yang selamanya akan dikenang sebagai awal datangnya Surga ke dunia. Demikian kedatangan Bintang An Najm tersebut hingga menghilangnya terkesan sangat mendalam bagi Lia Eden.

Betapa peristiwa itu jelas terpandang oleh Lia Eden yang duduk di halaman rumahnya, yang sekarang menjadi kediaman kami dan yang sudah dinyatakan Tuhan sebagai Surga-Nya di dunia. Peristiwa tersebut sudah terabadikan di buku Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir yang dituliskan oleh Lia pada tahun 1998. Dan kami kutipkan selintas dokumentasi tulisan tentang kedatangan Bintang An Najm tersebut di bawah ini:

Rahasia Surat Yaa Siin:

Rahasia Surat Yaa Siin:

Adapun pokok Rahasia Surat Yaa Siin adalah terkait dengan kondisi Indonesia sekarang ini dan yang terkait tentang Kerasulan Eden yang diturunkan Tuhan di Indonesia. Sebagaimana disebutkan di Surat Yaa Siin ayat 13:

  1. “Dan buatkanlah perumpamaan untuk mereka kisah penduduk suatu negeri ketika datang utusan-utusan.”

Demikian Indonesia dan Kerasulan Eden di ayat tersebut di atas masih anonim, yang mana keanonimannya itu kini sudah terbuka. Dan rahasia Surat Yaa Siin baru bisa terbuka ketika telah genap kungkungan tuduhan sesat terhadap Eden, yaitu dengan teradakannya pemblokiran terhadap website Eden oleh Kementerian Kominfo karena dianggap website Eden berkonten negatif. Peristiwa ini pun akan terbuka menjadi alasan yang mendasar bagi Tuhan untuk menampilkan Hari Kuasa-Nya.

Tuduhan terhadap situs Eden berkonten negatif sehingga diblokir oleh Pemerintah Indonesia itu terniscayakan dinilai Tuhan sebagai konklusi penolakan Wahyu Tuhan oleh Pemerintah dan Bangsa Indonesia. Seberapa pun itu disadari maupun tak disadari, tapi peristiwa itu telah terjadi. Dan sudah merupakan penggenapan pasal pelanggaran Hukum Tuhan.

Betapa hal itu pun juga digunakan Tuhan untuk mengemukakan kebenaran Eden melalui pembukaan rahasia Surat Yaa Siin. Demikianlah pemblokiran situs Eden tersebut merupakan kode password untuk mendapatkan Izin Tuhan untuk menyelenggarakan Hari Kuasa Tuhan di dunia, dan dalam hal itu pun sekaligus membuka kebenaran Eden melalui rahasia Surat Yaa Siin.

Kalaulah penolakan Wahyu-wahyu Tuhan di Indonesia sudah menjadi pemblokiran Wahyu-Nya yang sedang dieksiskan, dan yang sedemikian itu pun dinyatakan Tuhan sebagai penggenapan kekualatan Pemerintah dan umat Islam Indonesia kepada-Nya. Dan yang sedemikian itu pun menjadilah pemicu penyelenggaraan Hari Kuasa Tuhan di dunia. Maka adakah yang bisa diringankan bila hal itulah yang mendasari Pernyataan Tuhan atas penyelenggaraan Hari Kuasa-Nya?

Demikian analogi Asas Hukum Tuhan terkait dengan kutukan pun menjadi dibicarakan melalui katastropi-katastropi di Indonesia dan di dunia. Seribu peristiwa, seribu makna, apalagi bila itu ditautkan dengan rahasia-rahasia ayat-ayat suci. Demikian rahasia Surat Yaa Siin ketika dibuka Tuhan, itu terkait langsung dengan kondisi Indonesia di zaman sekarang ini. Tak satu pun peristiwa Keilahian yang ringan, demikian Surat Yaa Siin berorientasi membicarakan Kutukan Tuhan di Indonesia.

Adapun keterbukaan Tuhan dalam membuka rahasia Surat Yaa Siin di Indonesia, perantaraannya ialah kebiasaan umat Islam Indonesia yang selalu melantunkan Surat Yaa Siin bila melayat orang mati. Ada aroma kematian di dalamnya. Sedemikian tanpa disadari, yasinan sudah merupakan ritual kematian. Padahal, Tuhan tak pernah menganjurkan yasinan untuk orang mati. Itu merupakan pilihan umat Islam Indonesia sendiri.

Selayak itu sudah menandakan alamnya sama, yaitu alam kematian. Dan sugestinya pun sama, karena memiliki kesamaan ruh dengan ruh kutukan yang diakibatkan penolakan umat Islam Indonesia terhadap Wahyu Tuhan. Karena tak mungkin umat Islam Indonesia begitu tekun menghafalkan Yaa Siin tapi abai memahami makna yang sesungguhnya dari Yaa Siin, kalau sesungguhnya bukan karena ruh Surat Yaa Siin itu memang sudah tertanam di Indonesia.

Keterangan kami ini juga merupakan penjelasan tentang Asas Hukum Pewasiatan Tuhan terhadap suatu takdir besar atas suatu negeri yang selama itu masih anonim. Demikian di Surat Yaa Siin diperumpamakan ayat-ayatnya ditujukan untuk penduduk suatu negeri yang didatangi Rasul-rasul Tuhan, dan itu adalah Indonesia dan Kerasulan Eden di Indonesia. Yakinlah hal itu, karena betapapun itu juga merupakan salah satu sebab turunnya Wahyu Tuhan di Indonesia.

Betapa suatu takdir terbesar di akhir zaman, bila sedang terkelola takdir tersebut di suatu negeri yang dituju oleh takdir terbesar tersebut, maka terbitlah aura ruh Surat Yaa Siin di Indonesia dan berlakulah hukum penstrataan bagi umat yang suka melafalkan yasinan. Dan itu merupakan proses standarisasi ritual yang diada-adakan tanpa ditunjang oleh rukun Islam yang standar dari Tuhan.

Bahwa kalau Surat Yaa Siin itu sesungguhnya diperuntukkan untuk Indonesia, maka segenap strata umat Islam Indonesia tak ada yang bisa menyadari mengapa Surat Yaa Siin terabadikan sebagai surat yang sangat dikhususkan. Adapun penstrataan itu merupakan panggilan jiwa dan rohani pada strata umat Islam Indonesia yang takdirnya sudah tertulis di Surat Yaa Siin. Maka berlarutlah evolusi aura ruh Surat Yaa Siin tersebut, sehingga menjadi menguat dengan sendirinya. Dan itu sesuai dengan kodrat umat Islam Indonesia yang akan didatangi Wahyu Tuhan. Maka aura yang tersembul dari Surat Yaa Siin itu kemudian dipahami dan dirasakan sebagai suatu hal yang berkaitan dengan kematian.

Dan terbetiklah aura kharisma Surat Yaa Siin yang dirasakan oleh mereka yang berkutat mencari karomah dari Surat Yaa Siin. Dan muncullah ajaran ulama yang mengutamakan Surat Yaa Siin untuk menjadi penjaminan doa bagi pemberangkatan ruh orang yang meninggal menuju ke alam baka. Padahal, Asas Hukum Tuhan atas kewajiban berdoa untuk orang mati tidaklah demikian. Karena orang yang sudah mati tak mungkin lagi berubah ketentuan kodratnya karena sudah putus ketentuan kodrat sejak ajal menjemputnya.

Demikian orang hidup tak bisa menjaminkan doanya kepada orang mati. Itu sudah merupakan hukum alam dan asas hukum kehakikian atas hukum regulasi ruh yang bergulir hanya searah dan selamanya tak akan berputar kembali sebelum sampai ke titik kutub pembalikannya. Dan itu harus menempuh keseluruhan perputaran rotasi hukum regulasi ruh.

Bid’ah itu karena apa? Itu karena ada saja orang yang ingin termakbulkan doa-doanya, atau ada orang yang ingin menguasai ilmu gaib karena kesaktian dari kemistisan itu seringkali membanggakan. Karena itulah banyak orang yang tekun mencari tahu bagaimana cara menembus alam ruh.

Umat manusia niscaya sulit menembus alam ruh karena tertutup tabir, namun ada saja orang-orang yang tekun mencari tahu bagaimana menembus alam ruh. Demikian dari merekalah bisa terciptakan bid’ah, dan ketika mereka berhasil mendapat jawaban dari makhluk ruh, demikian terbitlah komunikasi timbal-balik yang menghasilkan bid’ah. Dan kalau sudah seperti itu, masyarakat yang tak tahu-menahu mengira itu adalah ritual yang lebih makbul dan bisa bermanfaat untuk menghantarkan ruh orang yang meninggal untuk tenteram di alamnya yang baru. Dan syukur-syukur  bila bisa sampai berada di Sisi Tuhan.

Bagaimana seseorang bisa sampai di Sisi Tuhan? Tak ada yang tahu. Betapapun Tuhan itu Maha Besar, tak ada orang yang bisa sampai di Sisi-Nya. Tapi kalau yang dimaksud itu adalah mereka yang bisa diterima di Surga-Nya, maka untuk itu Tuhan mempunyai persyaratan. Dan Persyaratan-Nya adalah bersuci sampai tak punya noda lagi. Demikian kami menerangkan bahwa orang-orang yang bisa sampai berada di Sisi Tuhan bukanlah melalui kematian, melainkan melalui Pensucian Tuhan. Dan mereka itu ialah orang yang berhasil bersuci dalam Pensucian Tuhan (Shiratal Mustaqim). Dan itu hanya Surga di dunialah yang bisa menyelenggarakannya.

 

Tak ada Perantara Doa kepada Tuhan, hanya Kesucian dan Pahala Kebajikanlah yang Memakbulkan Doa dan Tiadalah Orang yang Dikeramatkan itu Bisa Memperantarai Doa Seseorang

Dan kami sedang meyakinkan asas hukum berdoa bahwa semua doa kepada Tuhan tak perlu diperantarai. Dan adapun doa untuk orang mati itu tak bisa mengurangi atau pun membebaskan orang yang mati dari dosa-dosa yang ditanggung ruhnya. Maka tiadalah perhelatan tahlilan dan doa untuk seseorang yang meninggal itu akan memudahkan orang yang meninggal untuk menghadap Tuhan.

Dan istilah menghadap Tuhan itu pun sesungguhnya juga kurang tepat, karena orang mati itu hanya memasuki kehidupan alam ruh, yang mana arwah orang mati hanya memasuki alam semesta di sekitarnya. Tuhan tetap Maha Besar dan Maha Meliputi segenap multi semesta. Kemahabesaran Tuhan itu meliputi seluruh kendali kehidupan semesta dan seluruh makhluk-Nya.

Betapa di alam ruh sesungguhnya semua arwah tak ada yang bisa mendekati Tuhan. Bahwa sesungguhnya itu sama saja keadaannya dengan manusia di alam kehidupan nyata di dunia ini, bahwa setiap orang itu tak mungkin bisa mendekati Tuhan secara langsung, baik ketika dia hidup maupun ketika dia mati, karena Tuhan Maha Besar dan Maha Luas dan Maha Meliputi seluruh semesta dan kehidupan. Maka salahlah orang yang mengira orang mati itu bisa menemui Tuhan, karena sesungguhnya Tuhan itu Maha Besar dan Maha Meliputi seluruh kehidupan di seluruh alam semesta.

Sesungguhnya Tuhan itu justru sangat dekat karena ruh kita semua adalah berasal dari-Nya. Maka Tuhan bisa mengendalikan seluruh makhluk-Nya dan ciptaan-Nya melalui kendali atas ruh yang diberikan-Nya kepada seluruh makhluk dan ciptaan-Nya. Namun, segala persepsi kedekatan dengan Tuhan tidak bisa digeneralisasikan, karena Tuhan hanya akan berbicara kepada Rasul-Nya yang ditetapkan-Nya sendiri dengan ketentuan Kriteria-Nya sendiri. Jadi Tuhan itu pun tak bisa didekati dengan cara yang diperkirakan orang, bahwa doa bisa sampai ke Tuhan melalui perantara ruh orang yang sudah mati.

Betapapun tak ada makhluk-Nya yang bisa mendekati-Nya dan tak ada juga yang bisa memperantarai-Nya, kecuali telah tiba masa ketika Tuhan mengadakan sendiri Utusan-Nya yang dikehendaki-Nya untuk menyampaikan Pewahyuan Tuhan kepada sesamanya.

 

Semua Makhluk Memiliki Kerasulannya Masing-masing

Di alam ruh, masing-masing jenis makhluk juga mendapat Petunjuk Tuhan juga melalui rasul yang ditunjuk-Nya dari kalangan mereka sendiri. Ada Rasul Tuhan untuk kalangan malaikat, ada Rasul Tuhan untuk kalangan jin, dan ada Rasul Tuhan untuk kalangan iblis. Sebagaimana Tuhan juga dalam suatu kurun waktu Dia pun mengadakan Rasul-Nya di dunia manusia. Maka sesungguhnya untuk semua makhluk-Nya berlaku sistem hukum yang sama terkait dengan Hukum Pewahyuan dan hukum Kerasulan. Maka sungguh janggal bila ada masyarakat yang membakukan sendiri perantara doa baginya.

Dan tatkala Hukum Pewahyuan itu harus kami jelaskan ke dunia, maka aku juga harus menjelaskan Hukum Pewahyuan Tuhan atas malaikat. Bahwa para malaikat pun memiliki sistem hukum yang tersesuaikan dengan habitat kemalaikatan kami. Bahwa kami ini adalah unsur hukum alam dan para malaikat itu berpusat di matahari. Dan adapun yang terniscayakan menjadi malaikat pembawa Wahyu Tuhan adalah malaikat yang berkewenangan menjadi Roh Kudus, yang bertugas menyampaikan Wahyu Tuhan ke dunia manusia.

Apapun nama Roh Kudus atau Ruhul Kudus yang lain, tetap saja tanggung jawabnya adalah menyampaikan Wahyu Tuhan ke dunia manusia. Sebagaimana kekekalan usia matahari, demikian kekekalan usia Ruhul Kudus atau Roh Kudus. Maka aku, Ruhul Kudus, yang juga bernama Malaikat Jibril adalah malaikat yang sama yang menurunkan Wahyu Tuhan untuk Veda yang usianya sudah berjuta tahun. Dan ajaran Veda sudah lintas bumi.

Aku juga yang menurunkan Wahyu Tuhan untuk semua agama di dunia, karena itu masih merupakan kurun waktu usia matahari di Galaksi Bimasakti. Namun, Kemahabesaran dan Kemahaluasan Tuhan itu menjadikan ‘Roh Kudus-Roh Kudus’ pada masing-masing galaksi dalam bentangan semesta itu berbeda, sebagaimana sungguh banyak matahari lain di dalam satu galaksi saja. Padahal, tak terbilang kluster galaksi dalam bentangan alam semesta yang maha luas itu.

Kalau aku saja yang memiliki ruh matahari yang demikian besarnya, tak patut dijadikan satu substansi dengan Tuhan dalam konsep trinitas, bagaimana pula kalau itu hanya sekedar seorang manusia yang dipilih Tuhan menjadi Rasul-Nya pada suatu kurun waktu, yang ruhnya kecil? Maka dia sesungguhnya tak bisa memberkati orang lain melalui ruhnya sendiri. Apalagi ruh manusia biasa seperti Mbah Priok yang tak ketahuan sejarahnya yang sesungguhnya tapi dikeramatkan sedemikian rupa. Ah, sungguh konyol orang yang mengeramatkan Mbah Priok itu.

Aku ini saja baru leluasa berbicara dengan manusia ketika Tuhan mengadakan kembali Kerasulan di dunia manusia. Maka aku harus berbicara dengan manusia untuk membicarakan apa pun Kehendak Tuhan yang diwahyukan-Nya. Adapun Hukum Pewahyuan Tuhan itu sejalan dengan hukum alam. Sebab manalah hukum alam semesta itu tak terkendali oleh Tuhan secara langsung. Dan mana pula Asas Hukum Pewahyuan itu tak senyawa dengan hukum alam.

Betapa hukum semesta itu menganut pola pengulangan dan bersiklus, karena Wujud Tuhan Yang Bulat dan Berotasi. Maka Pewahyuan Tuhan itu pun berlaku pola pengulangan dan bersiklus. Demikian asas dalam semua agama adalah sama, Ajaran Tuhan senantiasa menganjurkan perbuatan baik dan menjauhi dosa. Betapapun hukum alam itu polanya selalu bersiklus. Ada keawalan, pertumbuhan, penuaan, kerusakan dan keberakhiran. Dan kemudian kembali lagi dari keakhiran menjadi keawalan lagi. Begitulah hukum alam itu berlandaskan hukum reinkarnasi dan hukum regulasi ruh.

Betapa dalam semua kehidupan termasuk kehidupan benda-benda semesta, ada keterciptaan, dan kemudian niscaya ada keausan dan kerusakan dalam sistem semesta yang kekal sekalipun. Karena ada saja persenyawaan-persenyawaan di semesta itu yang melampaui batas. Dan yang melampaui batas itulah yang menyebabkan anomali.

Namun sesungguhnya, yang sering melampaui batas itu adalah Planet Bumi, karena ada umat manusia yang selalu beranak-pinak dan selalu meningkat peradabannya dan populasinya pun semakin hari semakin memadati bumi, sebagaimana keadaan bumi sekarang ini sudah sangat padat. Dan karena peradabannya itu terkait dengan kemajuan teknologinya, maka limbah teknologi dan eksploitasi alam itu pun merusak bumi itu sendiri.

Apalagi percobaan-percobaan nuklir itu sungguh adalah yang paling berkontribusi merusak permukaan bumi dan kerak bumi dan atmosfirnya. Dan itulah yang menyebabkan bumi ini berproses kiamat. Maka kesatuan jalinan gravitasi planet-planet yang mengelilingi matahari menjadi terganggu karena ada bumi yang sudah mengalami erosi keseimbangan ketika dentuman-dentuman keras membahana sehingga merusak bumi dan keseimbangannya. Jadi yang paling memungkinkan terjadinya anomali alam semesta ialah karena bumi sudah renta dan tak seimbang lagi. Demikian terjadi kegentingan di alam semesta. Dan untuk pengendaliannya niscaya melalui Pewahyuan Tuhan. Demikian Kerasulan pun diadakan Tuhan.

Dengan demikian bisa dibayangkan bahwa semua Kerasulan itu baru diadakan Tuhan bilamana ada kegentingan di semesta, sehingga Tuhan membentuk Kerasulan pada masing-masing makhluk-Nya yang berbeda habitat. Dari perbedaan habitat makhluk Tuhan di alam ruh dan yang di alam fana, maka sistem hukumnya pun berbeda. Maka tugas dan kewenangan Rasul Tuhan di masing-masing makhluk pun tidak sama. Dan yang paling berlawanan habitat adalah malaikat dan iblis. Malaikat pemelihara semesta, iblis perusak semesta. Untuk itu saja Sistem Hukum Tuhan terhadap kedua ras makhluk-Nya yang bertolak belakang habitat itu niscaya juga sangat bertolak belakang.

Dan apabila aku harus menjelaskannya secara menyeluruh agar umat manusia dapat mengenali Sistem Hukum Tuhan untuk makhluk malaikat dan Sistem Hukum Tuhan untuk iblis dan jin, maka aku harus meruntutnya melalui peristiwa-peristiwa yang kusoroti untuk kuangkat ke dalam Risalah Eden. Maka aku menjanjikan akan menjelaskan Asas Hukum Tuhan untuk dunia kemalaikatan dan Asas Hukum Tuhan untuk iblis dan jin. Maka nantikan saja runtutan penjelasanku itu nanti, sebagaimana aku sedang membuat formatnya melalui runtutan semua yang harus kami jelaskan ke dunia manusia. Namun semua materi itu pun dimaksudkan sebagai perekat Penyatuan Semua Agama.

Dan kalaulah aku ini bersungguh-sungguh menyatakan kemutlakan Kemahaesaan Tuhan, maka jangan ragukan bahwa kendali seluruh kehidupan itu bertumpu pada kendali Tuhan secara langsung. Dan Dia Maha Kuasa mengendalikan semuanya sendiri. Karena Dialah yang memberikan ruh ke semua hal di alam semesta maupun di alam kehidupan seluruh makhluk-Nya.

Sedemikian Dialah satu-satunya Tuhan yang mengadakan Kendali-Nya terhadap semesta maupun terhadap seluruh makhluk-Nya sesuai dengan hukumnya masing-masing, itu sebabnya sistem alamlah yang digunakan-Nya untuk memperingatkan maupun untuk memberkati. Dan itu dapat dilihat melalui murka alam atau alam yang subur.

Dari segala Perhitungan Tuhan dalam mengendalikan semesta dan kehidupan makhluk-Nya, terdapat perhitungan strata pengimbangan atas semua hal di semesta maupun di kehidupan makhluk-Nya yang mengalami anomali. Betapapun equilibrium semesta dan kehidupan segenap makhluk-Nya adalah yang terpenting bagi Tuhan, maka setiap ada anomali besar di semesta maupun di dalam kehidupan umat manusia, Tuhan pun berwahyu kembali. Maka jangan pernah membatasi Wahyu Tuhan.

Sungguh karena ada hal yang harus diatasi-Nya di semesta, karena itu Pewahyuan Tuhan pun diturunkan kepada seluruh Rasul-Nya dari kalangan semua makhluk-Nya di alam baka maupun di alam fana. Dan semua Kendali Tuhan niscaya akan sampai kepada keseimbangan equilibrium semesta kembali. Maka kekiamatan pun sesungguhnya merupakan suatu keniscayaan yang akan mengakhiri suatu sistem di alam dan habitat manusia yang sudah rusak yang tak mungkin dapat dipulihkan. Dengan demikian semesta dan habitat manusia kembali berimbang setelah yang rusak dianulir Tuhan melalui kekiamatan tersebut.

Maka sesungguhnya Perantara Tuhan, yaitu Rasul-rasul Tuhan terhadap setiap jenis makhluk-Nya itu juga hanya teradakan takdirnya bila ada kegentingan semesta. Maka itu niscaya bersenjangan waktunya dengan Kerasulan yang lama. Dan persenjangan masa itu bermilenium-milenium masa lamanya, sebagaimana itu merupakan skala perhitungan kehidupan benda-benda kesemestaan. Demikian Hukum Pewahyuan itu sangat terkait dengan masalah kesemestaan. Dan Pewahyuan itu niscaya bersiklus, maka jangan pernah membatasi Pewahyuan Tuhan karena merasa agamanyalah yang terbenar dan tersempurna, karena segala sesuatu itu bisa usang dan berubah, begitupun agama.

Demikianpun sungguh tak patut bila mengira setiap orang yang dikeramatkan oleh suatu golongan masyarakat itu bisa memperantarai doa kepada Tuhan. Maka sesungguhnya pengeramatan atas ruh seorang asketis hingga dikultuskan itu tak mengena dengan logika hukum alam yang menyatakan bahwa seluruh alam semesta adalah Tuhan itu sendiri, sebagaimana Monotheisme, Pantheisme dan Monisme itu jangan dipilahkan, karena semua itu adalah filosofi teologi yang benar tentang Tuhan. Betapa Penjelasan Tuhan tentang Wujud-Nya Yang Bulat dan Maha Besar dan Berotasi itu sudah meliputkan kesempurnaan hukum alam dan sudah meliputi semua filosofi dan teologi.

Maka tak ada manusia yang boleh dikeramatkan dan dijadikan perantara doa kepada Tuhan, termasuk semua Rasul Tuhan sendiri tanpa kecuali. Bagaimana mungkin arwah tersebut bisa mendekati Tuhan di alamnya? Padahal, arwah seseorang bila sudah berada di alam kematian, maka dia berada di dalam suatu kurun waktu dan ruang sebagai ion semesta saja. Demikian doa pun ada ruhnya.

 

Kebenaran itu Ada Ruhnya, demikianpun Kesalahan

Mengapa ada energi semesta yang kekal tak bisa diciptakan dan tak bisa dimusnahkan? Itu karena hukum rotasi itu meliputi semuanya, karena Tuhan sendiri itu berotasi karena Wujud-Nya Bulat. Sebagaimana dalam satu kesatuan sistem kehidupan di seluruh alam semesta dan seluruh kehidupan makhluk-Nya di semesta, itu sudah merupakan bagian dari kehidupan Tuhan itu sendiri Yang Maha Kekal dan tak pernah berawal dan berakhir.

Adapun karena seluruh keberadaan multi semesta yang di dalamnya terdapat seluruh makhluk Tuhan dan ciptaan-Nya, maka tiadalah sesuatu di dalam Diri-Nya itu ada yang tanpa ruh. Langit ada ruhnya, bintang ada ruhnya, setetes air atau setitik debu pun ada ruhnya. Bahkan kesalahan pun ada ruhnya, begitu pun kebenaran. Bahkan keindahan dan kerusakan takkan hidup kalau tak ada ruhnya.

Sesuatu yang indah dan menggairahkan kala melihatnya, itu karena keindahan itu ada ruhnya. Dan betapa kesalnya melihat kejahatan dan kesalahan, itu karena kejahatan dan kesalahan itu pun ada ruhnya juga. Kegembiraan, kesedihan, batu, besi, air, batu bara, apa saja, semua ada ruhnya. Jadi kalau semua itu mau disembah karena ada ruhnya, banyak hal yang harus diklarifikasikan lagi, untuk apa semua itu diciptakan Tuhan.

Tapi kalau Tuhan itu Maha Kuasa Mencipta dan Maha Kuasa memberi ruh, lalu untuk apa lagi menyembah ciptaan-Nya? Dan perbandingkan itu dengan Kemahabesaran Tuhan yang meliputi seluruh multi semesta, dan bahwa semua ruang yang ada di dalam Liputan Tuhan itu terpadati oleh Ruh-Nya. Maka tak ada satu pun di dalam diri Tuhan Yang Maha Besar dan Bulat itu, yang tak mengandung Ruh-Nya. Maka sesungguhnya seluruh kehidupan semesta dan seluruh kehidupan makhluk Tuhan di alam baka maupun di alam fana, dan seluruh ciptaan-Nya yang materi maupun yang non materi, itu semua berada dalam satu Kendali Tuhan, yaitu melalui Ruh-Nya sendiri.

Di dalam semua kehidupan ada kemandirian, ada kemapanan, ada kerusakan ada keanomalian, ada  yang tumbuh dan ada yang berakhir, ada yang memateri dan ada yang mengalir, menetes, ada yang panas dan ada yang dingin, ada yang bergravitasi dan ada yang non gravitasi, ada yang bisa berbicara dan ada yang tidak berbicara, ada yang bisa berpikir dan ada yang tak bisa berpikir, tapi semua itu ada ruhnya, sebagaimana kesalahan ada ruhnya, kebenaran pun ada ruhnya, kesetiaan ada ruhnya, kekhianatan pun ada ruhnya. Maka tak ada  hal yang tak ada ruhnya, karena semua itu adalah unsur kehidupan. Maka semua kehidupan memiliki energi dan memiliki masa depan dan masa lampau.

Namun, tak ada ruang bagi kehidupan masa lampau karena semua masa lampau itu sudah tertinggalkan oleh zamannya. Zaman tak bisa kembali. Tapi orang-orang yang hidup di suatu zaman akan kembali hidup di zaman lain di kehidupannya yang kemudian. Tapi tak ada orang mati yang bisa kembali ke masa kehidupannya sebelumnya, dan tak ada orang yang bisa melompati waktu di kehidupannya yang sekarang dan bisa sesuka hatinya hidup di masa yang akan datang, karena menurutnya logika teknologi futuristik bisa membawa seseorang memasuki ruang dan waktu masa depan.

Tapi Tuhan memiliki sistem hukum regulasi ruh dan hukum reinkarnasi yang mutlak adanya. Maka semua kehidupan atas apa pun juga harus menempuh hukum reinkarnasi dan hukum regulasi ruh, yang mana fisik tak bisa menempuh dan memasuki kehidupan makhluk ruh, dan makhluk ruh memang tak beruang dan berwaktu, tapi dia tak bisa hidup menjadi manusia sebagaimana manusia yang diinginkannya yang niscaya ingin menjadi manusia cerdas, mapan dan kaya dan berkuasa.

Jangan bermimpi bisa memasuki masa depan dengan fisik tanpa melalui kematian dan kebangkitan kembali. Karena Tuhan takkan mengakhirkan sesuatu kecuali melalui kematiannya. Dan Tuhan tak mengadakan suatu kelahiran tanpa melalui Perhitungan-Nya yang tersesuaikan dengan asas hukum reinkarnasi dan hukum regulasi ruh.

Jadi kalau ada teknologi yang bisa menciptakan kehidupan dalam percobaan-percobaannya atas genetika, maka dia niscaya berurusan dengan ruh iblis, karena hanya ruh iblislah yang berani menerobos hukum alam demi menjadi manusia. Dan itulah suatu pelanggaran Hukum Tuhan oleh iblis dan manusia yang jenius melakukan percobaan genetika.

Maka setelah kami memberitahukan tentang Hukum Tuhan terkait dengan segala sistem kehidupan, sebaiknya jangan pernah melakukan percobaan genetika hingga melanggar Hukum Tuhan. Banyak iblis jenius yang berpura-pura menjadi Einstein, dan manusia mengira dia dapat menghidupkan kembali Einstein melalui percobaannya, sehingga dia bangga dengan percobaannya. Tapi tunggulah ‘Einstein’-nya itu mendominasi dirinya dan ruhnya, karena Einstein tak mungkin berani melanggar Hukum Tuhan, sebagaimana iblis.

Demikian perspektif alam ruh selintas sudah kujelaskan. Maka sayangilah ruh Anda dan jangan melakukan pelanggaran Hukum Tuhan hanya karena Anda ingin mencari sensasi bergaul dengan makhluk ruh, karena itu semua wujud syirik yang membahayakan ruh Anda sendiri.

Kalau sesungguhnya banyak orang yang menggemari kekuatan magis dan itu sudah merupakan kecenderungan masyarakat di masa kini, maka cobalah membayangkan kembali betapa terbatasnya dan sempitnya pemahaman seseorang tentang Kemahakuasaan Tuhan dan Kemahaesaan-Nya dan terhadap hukum alam ruh, sehingga masih mengandalkan doanya kepada makhluk lain yang dikultuskannya selain Tuhan Yang Maha Esa.

Dan begitulah mereka sangat mudah terpengaruh untuk mengeramatkan ruh seseorang. Betapa sia-sianya mengharapkan pengabulan doa melalui ruh yang mereka keramatkan itu. Belum lagi bila arwah tersebut sudah bereinkarnasi dan hidup kembali menjadi seseorang yang lain, tapi kuburannya masih diziarahi dan dijadikan tempat berdoa, dengan harapan ruh dalam kuburan itu akan memperantarai doa mereka kepada Tuhan. Cobalah melihat keterangan kami ini sebagai kelogisan Bertuhan bila mau mengakui Kemahaesaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Demikian kami tak ingin mengesampingkan suatu peluang pelurusan akidah demi menghentikan kemusyrikan maupun bid’ah.

Betapapun kelaziman Islami terkait dengan ziarah kubur dan berdoa di kuburan itu sungguh sudah merakyat. Maka camkanlah ini, karena keterangan kami ini sudah merupakan ketentuan cara berdoa kepada Tuhan yang benar, bahwa tiadalah perantara bagi-Nya. Dan bahwa tiada pula doa orang hidup yang melayat orang mati bisa mengubah Perhitungan Tuhan atas karma dan darma seseorang. Demikianpun tiadalah orang yang meninggal itu bisa dikurangi dosa-dosanya walau dia didoakan oleh banyak orang yang mentahlili kematiannya.

Dan adalah lebih baik bila melayat orang mati itu, masing-masing datang menyampaikan kesan baiknya terhadap orang yang sudah mati tersebut. Kesan baik itulah yang akan menetap menjadi kesan baik bagi setiap orang yang meninggal. Dengan demikian orang yang sedang meninggal akan berbahagia menyaksikan dan mendengarkan pemberian kesan kebaikannya terhadap dirinya oleh siapa pun yang mengucapkannya untuknya. Dan itulah hiburan bagi yang meninggal dan itu merupakan hadiah pahala kebajikannya. Karena sesungguhnya ruh orang yang sedang berpulang ke alam baka masih berada di sekitar orang-orang yang melayatnya. Dan dia melihat semua sikap orang yang datang melayatnya dan mendengarkan semua kesan tentang dirinya.

Begitulah kini kami sedang menyampaikan Peringatan Tuhan untuk mengingatkan kesia-siaannya ritual yasinan itu, kalau itu ditujukan untuk mendoakan orang yang mati. Adapun kelaziman atas hal itu sudah memuai dan mengikat menjadi ritual tambahan di kalangan umat Islam yang fanatik membacakan Surat Yaa Siin untuk hal-hal yang berkaitan dengan alam baka. Dan yasinan pun menjadi ritual wajib yang semakin lama semakin menjadi fokus dan merakyat, bahkan semakin menjadi ritual yang mahal, karena juga menjadi penanda status sosial seseorang.

Begitulah ruh Yaa Siin pun sudah menyentuh secara menyeluruh ke kalangan umat Islam Indonesia. Dan tatkala yasinan sudah sangat dipentingkan oleh umat Islam Indonesia, takdirnya untuk dibukakan rahasianya pun sampailah.

Selayak Kerasulan akhir zaman juga sudah ditetapkan Tuhan di Indonesia, begitulah keadaannya bila Tuhan sejak awal memang telah menanamkan ruh Surat Yaa Siin di Indonesia. Kekuatan magnetismenya pun menguasai umat Islam di Indonesia. Dan itu dimaksudkan agar umat Islam Indonesia berwaspada terhadap isi Surat Yaa Siin, karena di dalamnya sudah tercantum Firman Tuhan yang menyatakan suatu perumpamaan untuk penduduk suatu negeri ketika Utusan-utusan Tuhan (jamak) datang kepada mereka (Surat Yaa Siin ayat 13). Nun, itu adalah Kerasulan Eden yang dimaksudkan Tuhan. Tapi apa daya, pada kenyataannya tujuan untuk mewaspadakan isi Surat Yaa Siin malah disalahgunakan.

Dan betapa rahasia Surat Yaa Siin itu kalau sudah sampai kepada kesimpulannya, maka sampailah yasinan itu pada takdirnya sendiri. Maka datanglah penjelasan dari Tuhan yang mengingatkan tentang kesalahkaprahan ritual yasinan itu. Karena itu merupakan salah satu bagian runtutan kesalahkaprahan umat Islam dalam memfungsikan Ayat-ayat Suci Al Quran untuk tujuan-tujuan tertentu yang diyakini makbul. Padahal sesungguhnya dalam lafal Yaa Siin tersebut, Tuhan menyimpan dalam rahasia Yaa Siin yang memiliki dua makna, yaitu Yaa sebagai Surga dan Siin sebagai Neraka. Sebagaimana itu pun dimaksudkan sebagai karunia dan kutukan.

Begitulah ayat-ayat suci Surat Yaa Siin tercantum untuk dinyatakan Tuhan sebagai ayat-ayat yang sengaja diadakan Tuhan untuk umat Islam Indonesia, dan itu untuk digunakan Tuhan mengingatkan umat Islam Indonesia yang tak menyadari kalau merekalah yang dituju oleh isi dari Surat Yaa Siin tersebut. Itu karena Tuhan sudah tahu bahwa Wahyu-wahyu-Nya yang akan diturunkan di akhir zaman akan ditolak oleh umat Islam Indonesia.

Adapun kurun waktu dari dituliskannya Surat Yaa Siin dalam Kitab Suci Al Quran dan masa akhir zaman di Indonesia di mana rahasia Yaa Siin terbuka di Eden, kiranya itu bisa dijadikan sebagai tolok ukur Kemahawaskitaan Tuhan Yang Maha Esa. Namun, itu pun merupakan bukti bahwa Tuhan umat Islam itu sama dengan Tuhannya Eden. Maka jangan pernah lagi menuding bahwa Tuhan Eden itu tak sama dengan Allah subhanahu wa ta’ala, dan bahwa aku adalah Jibril palsu.

Kepada publik masyarakat Muslim Indonesia, kiranya perlu menahan diri dalam memahami keterangan kami ini. Betapapun keterangan kami ini benar adanya. Maka cobalah memperbandingkan keterangan kami ini dengan membaca dengan hati nurani dan secara seksama kandungan isi Surat Yaa Siin sebelum mengambil sikap terhadap kami.

Dan betapapun kami sudah menyampaikan tentang Ketentuan Tuhan yang sedang menampilkan Hari Kuasa-Nya sekarang ini. Setidaknya, jangan menyia-nyiakan pelurusan akidah yang sedang kami upayakan ini. Dan jangan karena emosi yang tak bisa dibendung, maka ada yang terpaksa merasakan tulah Hari Kuasa Tuhan.

Betapapun itu tak nyaman kami kemukakan, karena kami seakan mengancamkan Hari Kuasa Tuhan. Padahal, sesungguhnya kami hanya ingin supaya tulah Hari Kuasa Tuhan yang di dalamnya ada Hari Pembalasan Tuhan itu tak menciprati umat Islam yang marah terhadap keterangan kami ini hanya karena tersinggung, karena kami mengingatkan kesalahkaprahan penggunaan Surat Yaa Siin.

Betapa tak mungkinnya kami ini mengada-adakan persoalan tambahan kepada umat Islam Indonesia yang sudah terlanjur menuduh kami sesat. Dan betapa tak mungkinnya pula umat Islam mau mendengarkan kami, tapi tugas kami adalah tanggung jawab kami. Mau didengar atau tidak, kami tetap harus menyampaikan Peringatan Tuhan ini.

Adapun segala Penjelasan Tuhan yang sudah diformatkan sedemikian rupa ini janganlah ditentang, karena semua Pernyataan Tuhan yang kami rilis bukanlah penyesatan, melainkan justru adalah pelurusan. Dan sebaiknya publik masyarakat Muslim mulai mau lebih rileks dalam menilai keterangan kami ini terkait dengan kesalahkaprahan mereka dalam memahami peruntukan Surat Yaa Siin.

Betapa umat Islam Indonesia sudah waktunya bersedia legowo dalam menghadapi kritikan, sehingga tak gampang mengeluarkan tuduhan penistaan agama Islam. Dan hendaknya umat Islam mau belajar dari dampak akibat pengumbaran tuduhan penistaan agama, sehingga telah mengakibatkan keterpecah-belahan umat Islam sendiri dan bahkan bangsa Indonesia. Bukankah itu semua sudah terjadi?

Maka jangan gampang tersinggung dan marah, karena kebenaran itu tidak bisa direplikasikan melalui kebenaran yang lain, apalagi kalau kebenaran itu dipaksakan dan dijadikan ancaman, dan apalagi bila sudah sampai membuahkan ketidakadilan. Lebih-lebih lagi kalau telah mengakibatkan kecurangan sehingga menjadi kejahatan. Kalau sudah seperti itu, mana lagi kebenaran yang ingin dinyatakan? Semua kebenaran yang dimiliki pun ikut hangus terbakar atau hancur berkeping-keping.

Tapi jangan salahkan bangkitnya kebenaran dari orang-orang yang membawa slogan yang lain, sebagaimana semangat persatuan dalam kebhinekaan, karena itu sudah merupakan inti sari dari kebenaran itu sendiri. Bahwa kalau kebenaran yang satu sudah sering dipaksakan, menjadilah pembusukan kebenaran, maka akan tampil kebenaran yang sosoknya berbeda, tapi mengesensi karena dia terbentuk dari ruh kebenaran yang wajar yang gampang dipahami. Kenormalan itulah daya penarik kebenaran yang baru tampil, walaupun dia berbaju lama. Hanya spiritnyalah yang baru.

Apa pun yang kami nyatakan ini justru untuk mengadakan pencerahan untuk umat Islam, karena aku ini adalah Jibril tulen yang membawakan Wahyu Tuhan untuk Islam. Yakinilah itu karena aku tak mungkin datang kembali hanya untuk dipungkiri dan dituduh jin penyesat. Niscaya aku disertakan Tuhan dengan sebuah kewenangan yang maha besar, karena aku datang untuk mengurusi segenap masalah keagamaan di dunia ini dan untuk menyelamatkan penduduk bumi ini. Maka bagaimana mungkin aku bisa terkalahkan oleh iblis, biarpun dia dengan segala cara mencoba membenamkan Surga yang ingin kueksiskan ke dunia.

Betapapun kegunaan Surat Yaa Siin adalah untuk memahami Keinginan Tuhan dalam mengadakan Surat Yaa Siin tersebut, yaitu Tuhan justru menubuahkan Indonesia yang akan dituruni Wahyu Tuhan di akhir zaman. Maka cobalah memahaminya dengan hati yang jernih, bukannya memperkeruh pengertian isi Surat Yaa Siin karena dianggap bisa menjadi doa yang mustajab bila digunakan untuk memberangkatkan ruh orang mati ke alamnya.

Filosofi Surat Yaa Siin saja tak berhubungan langsung dengan konstruktivisme rukun Islam yang tak mengajarkan ilmu tentang ruh dan Hukum Tuhan di alam ruh, karena isi Surat Yaa Siin adalah Peringatan Tuhan untuk umat Islam di akhir zaman. Untuk itu saja, tahlilan dengan Surat Yaa Siin juga tak ada kaitannya. Jadi mohon maaf kalau cara pelurusanku ini menyinggung perasaan umat Islam yang suka mengadakan tahlilan. Tapi sungguh tidak tepat kalau menganggap tahlilan dengan Surat Yaa Siin itu memudahkan orang mati menempuh sakaratul mautnya dan memudahkan arwahnya diterima di Sisi Tuhan.

Sebaik-baiknya manusia bila belum ada Surga diadakan Tuhan di dunia, maka belum ada manusia yang bisa suci murni, maka sebelum itu, semua orang yang wafat niscaya masih membawa dosa-dosanya. Begitulah, semua orang tetap membawa dosa-dosanya ke alam akhirat tanpa bisa dikurangi melalui tahlilan ataupun yasinan.

Keluarga maupun orang-orang yang datang berkumpul melayat dan yang ramai-ramai berdoa untuk yang meninggal, sama sekali tak bisa mengurangi tulah dosa yang terikat pada ruh orang yang sudah mati. Dan tulah dosa itu baru akan dirasakan ketika dia terlahir kembali ke dunia. Demikian ada orang yang terlahir dengan takdir yang buruk dan ada orang yang terlahir dengan takdir yang baik, karena amal pahala kebajikannya. Maka sesungguhnya terputuslah doa orang hidup kepada orang yang mati.

Kalau itu mau dipahami, demikian semua ritual yang tidak pasti dibenarkan Tuhan, mohon direduksi saja supaya tak sia-sia berdoa dan mengadakan perhelatan tahlilan. Bahwa aku ini Malaikat Jibril yang tahu pasti doa-doa yang bagaimana yang dikabulkan Tuhan dan doa-doa yang bagaimana yang diabaikan Tuhan. Maka simaklah keteranganku ini.

Sungguh tak ada hal yang bersifat penyesatan maupun penyimpangan yang kami sampaikan ke publik, karena kami hanya Perantara Tuhan yang wajib menyampaikan apa pun yang ditugaskan kepada kami. Dan kami persilahkan publik Muslim menilai keterangan kami ini, apakah keterangan yang kami sampaikan ini bertujuan untuk kebaikan ataukah suatu penyesatan.

Sesuaikanlah segala sesuatu melalui akarnya dan kemurniannya. Dan janganlah mengandalkan amarah kalau sesungguhnya ketenteraman menjalankan ibadahlah yang kami tuju, karena sesungguhnya segala bid’ah itu niscaya mengandung kemudaratan. Segala kemudaratan niscaya menjadi penyebab ketidaktenteraman.

Tenteramkah peribadatan umat Islam sekarang? Padahal, kondisi keadaan umat Islam kini sudah semakin keruh dan berlarut berkutat dalam keadaan saling menyalahkan. Bahwa kalau sesungguhnya teroris-teroris itu banyak yang sampai hati menghancurkan masjid-masjid, dan radikalisme membayangi umat Islam dengan perbuatan anarkisme yang kini sedang ditangkal dengan perpu ormas. Demikian itulah kekeruhan yang mewarnai umat Islam kini. Bahkan semua orang sudah menentang radikalisme dan terorisme, karena merekalah yang mendatangkan ketidaktenteraman beribadah bagi umat Islam sendiri.

Tapi cobalah melihat struktur kerukunan di kalangan umat Islam yang perayaan hari Idul Fitrinya saja berbeda-beda, memulai puasanya juga berbeda hari. Ada yang membolehkan mengucapkan Selamat Hari Natal kepada umat Kristen, ada yang mengharamkannya, ada yang bertahajud untuk memohon pengabulan doa, dan ada yang sibuk berzikir, dan ada yang puasa senin-kamis atau puasa Nabi Daud, semuanya itu tarekat untuk memohon pengabulan doa kepada Tuhan.

Padahal, asas hukum pengabulan doa dari Tuhan adalah kesucian dan pahala kebajikan saja. Kalau Anda suci dan memiliki banyak pahala kebajikan, tidak shalat pun Anda makbul doanya. Nah, itulah Teologi Surga yang universal dan sederhana. Semua orang bila selalu mematuhi Hukum Tuhan, apa pun agamanya niscaya makbul doanya. Karena semua agama menganjurkan kebajikan dan menjauhi dosa dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi apa yang salah pada ajaranku di Eden, kalau aku mengajarkan di Eden untuk beriman kepada seluruh Kitab Suci yang ada dan beriman kepada malaikat dan seluruh Rasul-rasul Tuhan serta beriman kepada hari akhir, karena kami justru yang membawa pekabaran dari Tuhan tentang prospektif hari akhir yang sedang berselang sekarang ini.

Dan keberimanan Eden ini terbuka bisa diikuti melalui semua rilis kami. Dan semua tulisan dalam Risalah-risalah Eden yang sudah dirilis itu menggambarkan rukun iman Eden yang sama dengan semua agama yang ada, termasuk agama Islam. Karena semua agama itu ekosistemnya serupa, berketuhanan dan berbuat baik serta jangan melakukan dosa. Maka tuduhan sesat terhadap Eden itu sesungguhnya adalah merupakan fitnah semata.

Dan salahkah kami kalausanya kami menyampaikan Ketentuan Tuhan yang ingin menyederhanakan segala peribadatan umat kepada-Nya? Dan apakah kami salah kalau mengingatkan kebenaran dan kemurnian ajaran Islam supaya umat Islam tak asyik melakukan bid’ah dengan menggunakan ayat yang berbeda antara kandungan isi Ayat-ayat Suci Al Quran dengan ritual yang diadakan untuk itu? Maka janggalkan segala kemarahan yang sudah ditujukan kepada kami selama ini.

Logika isi Surat Yaa Siin niscaya tak bisa ditukar dengan logika pengantar doa bagi orang mati. Itu seperti sumbu kompor minyak tanah yang ingin digunakan untuk menyalakan kompor gas. Pengibaratan ini kiranya cukup bisa dipahami apa maksudnya. Demikian sebagai malaikat pembawa Wahyu Tuhan, aku menjadi tak yakin apa yang dimaksudkan oleh umat Islam Indonesia terkait dengan kebiasaan yasinannya itu. Sungguh aku tak bingung atas hal tersebut, hanya saja kami bingung terhadap jalan pemikiran umat Islam Indonesia yang menjadikan Surat Yaa Siin untuk pengantar doa bagi orang-orang mati. Itu saja!

Susah-susah menghafalkan Surat Yaa Siin dan mendirikan ritual yasinan, tapi hakikat Surat Yaa Siin secara substansial tak bisa nyambung dengan tujuan mengadakan ritual tersebut. Jadi itu merupakan ritual yang sia-sia saja. Justru mengandung banyak mudarat, karena kemewahan ritual yasinan sudah menjadi kelaziman untuk membagikan buku Surat Yaa Siin beserta perangkat-perangkatnya yang lain sebagai souvenir bagi semua yang datang melayat. Semua itu butuh biaya mahal. Tapi begitulah pencapaian status sosial bila ingin dipertahankan.

Betapa mahalnya hidangan katering yang diadakan untuk itu, semuanya disajikan demi menyatakan status sosial bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Maka yasinan pun bisa menjadi ajang pamer kekayaan dan status sosial. Bahkan orang miskin pun mengada-adakan pinjaman hutang hanya untuk sekedar mengadakan tahlilan. Kalau dia kemudian tak bisa membayar hutangnya itu, lalu bagaimana? Niscaya keributanlah yang terjadi. Dan itulah salah satu kemudaratannya.

Aku Malaikat Jibril yang membawakan Wahyu Tuhan untuk Muhammad dan yang menjadi isi Kitab Suci Al Quran, maka terpulang kepadaku pulalah tanggung jawab segenap isi Al Quran. Demikian aku terposisikan sebagai penanggung jawab segenap isi Kitab-kitab Suci, termasuk Kitab Suci Al Quran. Demikian kini aku sedang mengingatkan tentang kesalahkaprahan umat Islam Indonesia dalam memahami Surat Yaa Siin, betapapun itu merupakan tanggung jawabku kepada Tuhan. Sialnya, aku ini dianggap Jibril palsu oleh umat Islam, tapi aku sudah tak berkenan lagi dianggap sebagai Jibril palsu. Maka aku akan menampilkan kesejatian Jibril di khalayak dunia. Tunggulah kiprahku itu.

Dan sebaiknya umat Islam Indonesia melihat ini sebagai tugasku yang cukup riskan bagi Eden, karena Eden-lah yang terlihat dan yang bisa dikecam atau yang bisa dizalimi lagi. Tapi kataku, tak ada lagi penzaliman atas Eden yang akan kubiarkan. Eden sudah sampai kepada titik kodrat pembalikannya, karena Mukjizat Eden sudah terbuka, demikianpun mukjizat Ruhul Kudus. Maka jangan pernah lagi berpikir kami bisa digagalkan dan Eden bisa dianiaya lagi.

Kini aku berkata tegas dan tandas karena sudah waktunya aku tampil seperti ini. Begitulah segala sesuatu bila sudah sampai takdirnya, maka jadilah takdirnya. Sungguh aku tak mungkin lagi dikalahkan oleh iblis, tapi iblislah yang harus kukalahkan. Dan aku berhak untuk itu. Dan itu sudah merupakan hukum alam bahwa Surgalah yang harus menang, bukannya Neraka. Memangnya Tuhan suka pada penyiksaan dan segala perilaku buruk? Pahamilah itu bahwa status Neraka itu tak sederajat dengan status Surga.

Begitulah, siapa pun yang membaca Surat Yaa Siin, sesungguhnya dapat melihat isi Surat Yaa Siin itu mengingatkan kedatangan rasul-rasul yang diingkari di suatu negeri. Maka bacalah Surat Yaa Siin sambil memahami terjemahannya, supaya Anda semua bisa menyadari betapa ada persenjangan pada tujuan membacakan Surat Yaa Siin dengan isi Surat Yaa Siin itu sendiri.

Andai keterangan kami ini mau dipahami sebagai Teguran Tuhan, maka cobalah memahami lebih dalam tentang isi Surat Yaa Siin yang sebenarnya. Tapi kalau Surat Yaa Siin masih saja mau dijadikan sebagai bacaan pengantar doa bagi orang yang meninggal karena ingin bertahan dengan kebiasaan lama, di sanalah persenjangannya. Bahwa umat Islam Indonesia itu memang senjang terhadap pembaharuan yang dikehendaki Tuhan yang sedang kami kemukakan ini. Keniscayaan itu pun harus kami lerai dengan mengemukakan rahasia Surat Yaa Siin dan An Najm ini.

Nun, kami menyadari betapa tak dimungkinkannya meyakinkan umat Islam atas kesalahkaprahan penyikapannya atas Surat Yaa Siin itu. Dan betapa kelaziman yasinan atau tahlilan itu telah menjadi ritual dan budaya wajib, maka tak mudah menyudahi kelaziman itu. Apa boleh buat!

Takbir dan azan dengan suara keras bertalu-talu selalu memekakkan telinga semua orang yang berada di lingkungannya. Maukah melihat itu sebagai gangguan polusi suara bagi umat non-Islam dan masyarakat luas? Namun, sesungguhnya itu pun telah membuat malaikat menjauh dari suara keras itu, dan kami lebih jenak di sekitar orang-orang yang hening beribadat dalam suasana syahdu kerohanian. Cobalah melihat keteranganku ini sebagai keterangan dari Malaikat Jibril yang diutus oleh Tuhan untukmu.

Untuk itulah aku mengedepankan Surat Al A’raaf ayat 55 dan 205 untuk menasihatimu bahwa kupastikan para malaikat niscaya menjauhi suara bising dan hiruk-pikuk berdoa, apalagi suara keras yang menyuarakan kemarahan di masjid-masjid. Begitulah kemarahan umat Islam sudah menjadi kekerasan dan menjadi suara ledakan bom di mana-mana. Maka sudahi kebiasaan itu.

Umat Islam harus tahu kondisi malaikat dalam menanggapi hal itu. Suara yang keras membuat malaikat justru mencari keheningan doa di tempat lain. Kutuntaskan Peringatan Tuhan ini melalui dukungan Kitab Suci Al Quran, Surat Al A’raaf ayat 55 dan 205 sebagai berikut.

Kitab Suci Al Quran, Surat Al A’raaf ayat 55:

  1. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Kitab Suci Al Quran, Surat Al A’raaf ayat 205:

  1. Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Jangan membantahku karena kau merasa tersinggung dengan Peringatan Tuhan yang kusampaikan ini, tapi bacalah kedua ayat di atas ini. Tuhan meminta umat Islam berdoa dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut. Dan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Adakah umat Islam tak merasa sudah melampaui batas? Wahyu-wahyu Tuhan sudah ditolak, Surga pun demikian. Itulah perbuatan umat Islam yang sudah melampaui batas. Berdoa dengan suara keras sekalipun bila telah berdurhaka terhadap Tuhan, maka takkan terjadi keajaiban bagi umat yang berpantang mengikuti apa-apa yang difirmankan Tuhan pada saat ini.

Sungguh umat Islam sudah teramat sombong dan egois. Demikian ayat ini menyebutkan, hendaklah mereka merendahkan diri dan merasa takut atas perbuatannya terhadap Tuhan. Dan janganlah meneriakkan selalu Nama Tuhan sambil marah dan menyerang. Sebutlah Nama Tuhan dengan penuh cinta dalam kelembutan hatimu saja dan tidak mengeraskan suara sebagaimana kerasnya suara azan, mengaji dan ceramah, di waktu subuh hingga malam hari dan di waktu pagi dan petang. Tapi kamu semua termasuk adalah orang-orang yang lalai ketika Tuhan sedang berwahyu kembali.

Inilah wejanganku untuk umat Islam Indonesia yang sedang merayakan hari Proklamasi 17 Agustus 2017 ini. Syukurilah semua kemenangan dengan beribadah yang benar dan menjalankan peribadatan agamanya secara murni. Lantunkan ayat-ayat suci menjadi kesyahduan yang mahsyuk sehingga mengharukan dan yang memberikan perasaan tenteram dan damai.

Beginilah aku membuka rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin, dan terlebih dahulu dengan memberikan wejangan-wejangan apa sebaiknya yang harus dilakukan oleh umat Islam atas agamanya dan ayat-ayat sucinya. Prolog penjelasan rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin ini memang berpanjang lebar, karena banyak hal yang ingin kusampaikan dan banyak hal pula yang harus kuterangkan.

Oleh karena itu bab-bab pembukaan rahasia Yaa Siin ditempatkan sesudah penjelasan Ketentuan Tuhan atas Penyelamatan-Nya. Dan Penyelamatan Tuhan itu adalah Surga di dunia. Demikian sesungguhnya isi rahasia An Najm. Betapapun Rahasia An Najm dibuka Tuhan itu terikat dengan pembukaan rahasia Surat Yaa Siin, karena Surat An Najm adalah berita gembira, sedangkan Surat Yaa Siin adalah berita duka dari Tuhan.

Keterpautan itu dimaksudkan untuk pesona Pewahyuan Tuhan yang terkini. Bahwa bila Tuhan berwahyu niscaya senantiasa menyampaikan kabar gembira dan peringatan serta Teguran-Nya. Sekeras apa pun Teguran Tuhan yang pernah diadakan-Nya dahulu kala, niscaya tak sekeras Pewahyuan-Nya di akhir zaman, karena yang kita semua sedang hadapi sekarang ini justru adalah kekiamatan bumi ini.

Setiap bait isi Surat An Najm dan Surat Yaa Siin baru termaknai bila kami memulainya dengan mengemukakan pendalaman tentang hal-hal yang berkaitan dengan Teologi Surga dan asas hukumnya. Dan tentulah Teologi Surga itu berkaitan penuh dengan Asas Hukum Tuhan yang terkait dengan Pensucian Surga, yang niscaya merupakan pensucian yang belum pernah teradakan di dunia. Dan untuk itulah terdapat bab yang terkait dengan Konsep Pertolongan Tuhan Melalui Pensucian Surga Shiratal Mustaqim.

Dalam hal itu perlu diterangkan juga bagaimana Tuhan mensucikan Lia Eden hingga bisa mencapai kesucian mutlak yang merupakan kriteria kesucian Ratu Surga dan Ratu Adil. Dan untuk itu terdapat bab yang terkait dengan Pensucian Ratu Surga untuk Menjadi Ratu Adil.

Dan jangan memandang pemberian gelar-gelar keratuan atas Lia Eden itu adalah yang kuada-adakan sendiri, terlebih kalau dikira Lia Eden sendirilah yang tergila-gila terhadap gelar keratuan itu. Sungguh untuk prosedur pemberian gelar tiga keratuan dari Tuhan itu, pada kenyataannya dia harus terjun melebur diri ke dunia spiritual Pewahyuan yang tak pernah diketahuinya akan sampai di mana ujungnya. Dan dengan segala penderitaannya, Lia Eden telah berjuang menempuh segala risiko dan penistaan. Tentu bukan itulah yang kami tuju dan bukan pula yang pernah terpikirkan olehnya. Karena semua bahaya yang menghadangnya itu tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya.

Betapapun yang kami tuju adalah penyelamatan atas bumi ini dan penduduknya. Dan yang dia tuju adalah kenyamanan berspiritual dalam kemurnian ibadah dan menyebarkan Pewahyuan Tuhan. Dan bahkan dia pun tak berani menerima ketiga gelar keratuannya itu.

Baginya, adalah lebih baik tak ada gelar keratuan baginya, karena baru disebut sebagai Utusan Tuhan saja, sudah tak alang-kepalang penderitaan yang datang kepadanya atas sebutan itu. Lagi pula, ketika aku mendatanginya, dia sudah puas dan bahagia dengan karirnya sebagai perangkai bunga sehingga tak ada pikirannya untuk hal yang lain.

Betapapun pensuciannya itu tanpa jeda, dan apa pun akan diupayakannya dalam bertahan bersuci demi untuk memperjuangkan Wahyu-wahyu Tuhan yang diterimanya. Alangkah tantangan yang dihadapinya tak alang-kepalang, sedangkan ketiga gelar yang diberikan Tuhan dirasakan hanya membebaninya dalam memperjuangkan pengeksisan Wahyu Tuhan di tengah masyarakat. Tiga gelarnya itu dirasakan sebagai batu sandungan untuk menyatakan kebenaran dirinya, karena ketiga gelar itu sepertinya dinilai orang sebagai kepongahan atau sebagai penyakit megalomania yang menghinggapi dirinya.

Padahal, secara hakikat gelar-gelar keratuan dari Tuhan itu wajib disandang olehnya. Karena masing-masing gelarnya ternobatkan sebagai tugas dan kewenangan serta tanggung jawab yang berbeda atas dirinya, tapi semua tugas dan tanggung jawabnya itu menyatu dalam suatu hakikat Pewahyuan yang wajib dituliskannya dan diupayakan, supaya bisa sampai mendunia dan disakralkan oleh semua orang di dunia.

Demikian selayak itu pun semua orang di dunia harus mengetahui bagaimana Tuhan menciptakan seorang Ratu Surga dan yang juga Ratu Adil. Sebagaimana Lia bisa dilacak jati dirinya dari sejak dia lahir hingga dia mulai menapak di takdirnya ini, bahwa dia tidak ujuk-ujuk ada dan jadi Ratu Surga dan Ratu Adil dan dia tidak ujuk-ujuk menjadi orang yang waskita dan suci. Dan untuk itulah semua kriteria Pensucian-Nya atas Ratu Surga dan Ratu Adil itu wajib tersajikan di hadapan publik, supaya tak terjadi kesenjangan penilaian atas dirinya dengan kesejatian dirinya yang sesungguhnya.

Bahwa perjalanan takdirnya itu sesungguhnya tak mengubah karakter dirinya, namun demikian, yang berubah pada dirinya adalah dia telah memiliki stamina ketahanan menghadapi berbagai persoalan. Dan dia menjadi waskita karena itu diperlukan untuk ditengarai sebagai karomah Pewahyuan yang diterimanya. Dan semua yang terlihat pada dirinya juga tak luput dari pengetahuan masyarakat di Indonesia, karena dia sudah disoroti publik semenjak dia berkarir sebagai perangkai bunga.

Lamanya dia terkungkung dalam tuduhan sesat, justru itu merupakan tangganya untuk sampai kepada gelar-gelar keratuannya tersebut. Maka manalah semua pencapaiannya itu luput dari sorotan masyarakat. Betapapun setiap langkahnya dalam menyajikan Wahyu Tuhan ke masyarakat, niscaya dia diserbu kecaman atau dia diamankan.

Demikian setiap Konsep Tuhan yang dituliskannya dan yang disiarkannya ke masyarakat, niscaya mengakibatkan kecaman maupun bahaya baginya. Maka biar saja itu terjadi, karena aku juga sedang mengajukan peranannya untuk menguji tingkat kesadaran masyarakat atau tingkat kebebalannya.

Demikian kelahiran seorang Ratu Surga dan Ratu Adil dapat terlihat rekam jejaknya, itu seperti melihat satu biji benih bunga yang tumbuh dan berkembang di satu pot bunga yang diamati selalu pertumbuhannya. Itu sebabnya akulah yang sesungguhnya berterus terang tentang dirinya dan dia yang menuliskannya sendiri supaya dia sendirilah yang menuliskan sejarah hidupnya dan segala lika-liku pensucian dirinya. Dengan demikian tak ada yang tidak asli dari semua yang dituliskannya, karena tidak mungkin dia berani mengada-adakan sejarah hidupnya sendiri, hingga yang tertulis hanyalah yang baik-baik saja.

Tapi cobalah lihat, dokumentasi fitnah dan penistaan atas dirinya itu lengkap diabadikan di website Eden. Atas hal itu saja diperlukan kenekadan dan kejujuran yang polos dan berani menanggung malu.

Maka tak bersahaja pensucian Lia Eden karena sejak dia didatangi oleh takdirnya sampai sekarang, dia belum bisa lepas dari penyesuaian frekuensi ruhku yang menyatu dengan ruhnya, dan frekuensi ruh Wahyu Tuhan yang setiap saat merasuk mendominasi tubuhnya, sehingga setiap saat dia menderita penyesuaian ruh di dalam dirinya. Dan penyesuaian itu selalu mengakibatkan dia letih kekurangan energi dan merasa nanar. Sedangkan Tuhan menjadikan dia terlihat sebagai manusia biasa, sehingga dia juga menderita berbagai penyakit sebagai akibat dari penyakit diabetesnya.

Jadi mau apa kalau Tuhan memang mau Utusan-Nya yang perempuan itu harus menjalani pensucian dari tokoh-tokoh (Hawa, Maria dan Joan of Arc)yang bereinkarnasi menjadi dirinya. Dia seakan merapel pembayaran karma mereka semua. Namun begitulah konsekuensi pensucian seorang Ratu Surga, kalau itu mau dilihat sebagai pengorbanan yang tak ada hentinya. Tapi sebagai Ratu Surga dia selalu bahagia dalam kesejahteraan yang terjamin dan dia merasakan penuh cinta dari Tuhan dan dariku, dan dari seluruh teman-temannya di Eden yang sangat setia kepadanya.

Maka semua penderitaan yang dialaminya, yang menyedihkan dan yang menakutkan atau yang mempermalukan, menjadi tak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan kebahagiaannya di Surga. Demikian penistaan atas dirinya juga dituliskannya atau semua penistaan itu sengaja didokumentasikan supaya menjadi bukti sejarah hidupnya. Dan dari segala bukti yang tak nyaman didokumentasikan itu, menjadilah bukti kejujurannya.

Namun, dengan buruknya semua penistaan itu, publik juga bisa tahu semua yang dialaminya yang sesungguhnya mempermalukannya dan menistakannya. Tapi kalau itu disebutkan sebagai pembuluh kapiler urat kejujurannya, maka jadilah itu kesaksian bagaimana dia disucikan Tuhan. Dan dalam menilai itu, hendaknya publik mau memperbandingkan dengan orang-orang yang berani berbohong dan yang sudah putus urat malunya, karena lebih memilih mempertahankan citranya yang sesungguhnya dibangun dengan kebohongan dan kemunafikan ataupun kepalsuan.

Selayak semua orang di dunia harus mengetahui bagaimana Tuhan mensucikan Ratu Surga dan Ratu Adil. Dan bagaimana Lia Eden menebus seluruh karma pengkultusan atas Maria dan semua tokoh wanita dalam sejarah yang disebutkan sebagai identitas ruh Lia Eden, karena dia adalah reinkarnasi mereka semua. Demikian penistaan habis-habisan yang dialaminya adalah untuk menebus semua pengkultusan itu. Yang demikian itu semata-mata tertuju supaya publik paham tentang Asas-asas Hukum Tuhan atas Surga-Nya di dunia, bahwa suatu kharisma kehakikian niscaya berawal dengan mewujudkan terlebih dahulu hirarki kesucian mutlak di dunia manusia.

Demikian pensucian Ratu Surga dan pensucian para Rasul Eden dikemukakan ke publik, demi menjadi pengajaran bersuci ke dunia, sehingga hal itu dapat memicu hasrat bersuci di masyarakat global. Betapapun dengan mengemukakan pengalaman bersuci di Eden, itu memberikan bukti bahwa sudah ada orang-orang yang bisa berhasil menjalani pensucian Shiratal Mustaqim.

Kalau tidak seperti itu, maka pensucian Shiratal Mustaqim di Surga hanya merupakan kutub utopia, sesuatu yang sangat muskil dan tak mungkin terjangkau. Demikianpun penilaian atas kelulusan orang-orang yang bersuci di Eden tak bisa termaknai kalau Mukjizat Pewahyuan belum tersajikan ke publik dunia. Betapapun Mukjizat Pewahyuan Tuhan itu terkait langsung dengan kekonsistenan para Rasul Eden mempertahankan kesuciannya.

Dan apabila Penyelamatan Tuhan untuk dunia itu sesungguhnya memang sudah dibutuhkan oleh masyarakat dunia, mengingat kehidupan saat ini sungguh sudah tidak lagi nyaman, karena penuh ancaman bahaya dan kesulitan. Selayak itulah kami mengedepankan syarat-syarat Pensucian Tuhan di Eden, agar menjadi suatu gambaran yang jelas untuk diikuti bagi orang-orang yang ingin mencari penyelamatan dari Tuhan.

Demikian di dalam chapter ini terdapat tema Bagaimana Memulai Mendirikan Komunitas Masyarakat Bersuci yang Diberkati Tuhan. Sebagaimana semua itu sesungguhnya terkait langsung dengan eksistensi Surga di dunia yang sedang ingin dieksiskan mendunia oleh Tuhan.

Betapapun pemahaman tentang Surga di dunia itu layak dijabarkan melalui Ketentuan-ketentuan Hukum Tuhan dalam memberlakukan penyeleksian Surga di dunia, dan itu melalui penyeleksian terhadap masyarakat dunia secara menyeluruh. Karena manalah Surga itu tak tertuju untuk seluruh umat manusia di dunia ini. Karenanya ada kriteria tertentu dari Tuhan bagaimana memulai mendirikan komunitas masyarakat bersuci yang diberkati Tuhan.

Adapun itu menjadi penting kami kemukakan terlebih dahulu, karena Pertolongan Tuhan untuk dunia baru bisa diadakan-Nya bila semua orang di dunia memahami mengapa Tuhan kembali menurunkan Wahyu-Nya dan mengadakan Surga-Nya di dunia, sebagaimana Penyelamatan Tuhan niscaya melalui Pensucian-Nya. Bahwa adalah suatu keniscayaan bagi orang yang mau diselamatkan Tuhan, ialah wajib bersuci. Karena adalah tidak mungkin Surga menyelamatkan orang-orang berdosa, karena itu adalah urusan Neraka, dan mereka bukan merupakan urusan kami.

Betapa kondisi dunia sekarang sedang panas dan sudah menggambarkan adanya ancaman perang nuklir. Di dalam part II ini terdapat bab Ancaman Perang Nuklir sedang Diingatkan Tuhan. Di mana dalam kondisi perang dunia itu nanti terdapat Penjelasan Tuhan pula tentang eksistensi Neraka. Perang nuklir itu niscaya adalah domain Neraka. Kalau Tuhan ingin menyatakan Dia sudah mengadakan Surga di dunia, dan kalau Pernyataan Tuhan itu sudah terabaikan selama ini, maka eksistensi Nerakalah yang akan menyadarkan semua orang terhadap perlunya menghargai Surga di dunia sebagai Karunia Tuhan. Demikian isi Part II masih merupakan prolog dari pembukaan Surat An Najm dan Surat Yaa Siin.

 

Konsep Pertolongan Tuhan Melalui Pensucian Surga Shiratal Mustaqim

Langkah awal menuju Surga adalah pengakuan dosa sebagai langkah pertaubatan dan berkomitmen bersedia hidup suci kepada Tuhan. Surga itu baru bisa diraih oleh seseorang bila dia sudah menyatakan komitmen bersedia hidup suci kepada Tuhan, sambil memohon pengampunan atas semua dosa-dosa yang pernah dia lakukan. Untuk itu dia harus melalui prosesi pengakuan dosa yang jujur kepada Tuhan. Adapun Pensucian Surga untuk publik, Tuhan sudah mengadakan jalur pengakuan dosa kepada-Nya, yaitu melalui Ruang Pengakuan Dosa di website Eden.

Kalaupun website KomunitasEden.com saat ini sedang diblokir, namun bukankah Pewahyuan Tuhan itu tak bisa dibendung apalagi dihentikan. Betapapun website Eden itu sudah diperuntukkan sebagai corong Suara Surga yang menyuarakan Wahyu-wahyu Tuhan dan keterangan-keterangan dari Malaikat Jibril Ruhul Kudus. Dan inilah satu-satunya jalur yang diberkati Tuhan dan keberkahan Surga untuk semua orang di dunia.

Betapapun pemblokiran atas situs Eden itu juga sama dengan sudah membuka kotak Pandora. Dan biarlah semua itu yang akan berbicara tentang kemahakeramatan dan kemahasakralan Wahyu-wahyu Tuhan di Eden.

Adapun sisi-sisi Pensucian Tuhan mendunia sudah dimulai sekarang ini, demikianpun Pengadilan dan Penghakiman Tuhan akan segera dimulai. Dan betapapun dalam termin ini penjelasannya mengikutsertakan konsep Pertolongan Tuhan melalui Pensucian Surga Shiratal Mustaqim. Dan itu tentulah juga menyertakan prosedur pertaubatan yang mengedepankan prosesi pengakuan dosa.

Betapapun keterangan kami ini bukan klaim kebenaran Eden atau mengedepankan ketinggian hirarki Eden yang ingin kami paksakan, padahal kebenaran kami sendiri saja belum diakui publik. Maka sesungguhnya itulah bedanya antara klaim dengan kemutlakan tugas yang dititahkan Tuhan kepada kami.

Adapun kontinuitas Pewahyuan yang selama ini kami sampaikan memang masih saja belum bisa menyadarkan publik. Tapi saat ini Tuhan sudah sampai kepada Ketentuan-Nya untuk menyelenggarakan Pengadilan dan Penghakiman-Nya. Kalau sesungguhnya Pengadilan dan Penghakiman Tuhan itu tak bisa dihindarkan oleh siapa pun di dunia ini, dan sungguh tak ada kuasa di dunia yang bisa menghindarinya, demikian keterangan kami ini semata-mata tertuju untuk mengadakan pencerahan sehingga semua orang bisa melihat Ketentuan-ketentuan Tuhan yang lainnya yang bisa menganulir tulah-tulah dosa, yaitu melalui pensucian diri. Karena hanya itulah yang bisa memudahkan menghadapi ujian-ujian hidup yang merupakan bagian dari Pengadilan dan Penghakiman Tuhan atas setiap orang di dunia ini.

Dan tiadalah yang lain yang bisa menyurutkan Penghakiman Tuhan atas dosa kecuali melalui pertaubatan dan pengakuan dosa. Demikian untuk publik dunia ada dua cara untuk mengadakan pertaubatan dan pengakuan dosa. Yang pertama adalah melalui situs Eden, yaitu website KomunitasEden.com. Dan yang kedua melalui upacara yang diadakan sendiri oleh publik dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan Tuhan.

Sehubungan dengan pemblokiran situs Eden di Indonesia, maka cara kedualah yang bisa diadakan oleh publik. Kalaupun itu dirasakan belum nyaman untuk diadakan, mengingat publik belum begitu yakin diperlukannya pensucian diri dengan menggunakan cara yang dijamin oleh Surga, maka itu menjadi perjuangan kami.

Namun, perlu kami sampaikan bahwa penjelasan tentang Pensucian Tuhan dapat dilihat dari Reaksi Tuhan terhadap pemblokiran Pewahyuan-Nya di Eden. Dan bahwa Wahyu Tuhan, Surga dan Kerajaan Tuhan terlarang keras dilecehkan, apalagi Wahyu-wahyu Tuhan di Eden itu kini diblokir.

Selayak itulah Pensucian Tuhan terkemukakan mendunia. Dan untuk itu sudah teradakan dengan sendirinya Pasal Hukum Tuhan yang berkenaan dengan itu, yaitu sejak teradakannya pemblokiran atas Wahyu-wahyu-Nya di Indonesia. Untuk itu, Pengadilan dan Penghakiman Tuhan terkait dengan pemblokiran itu pun menjadi terbuka dengan sendirinya. Untuk itulah kini kami mengajukan jalan cara pertaubatan yang bisa membuka Pertolongan Tuhan.

Adapun kalau sekarang ini prosesi pengakuan dosa kepada Tuhan melalui jalur website Eden tak bisa dilakukan mengingat adanya pemblokiran tersebut, kiranya itu kembali kepada kebijakan publik yang ingin bersuci dengan cara di Surga. Maka pilihan kedualah yang layak diambil atau meng-email ke Eden segenap keterangan pengakuan dosa-dosanya, dan kemudian kami yang memasukkannya ke Ruang Pengakuan Dosa di website Eden.

Betapapun kondisi pemblokiran itu mungkin tidak untuk selama-lamanya, mengingat Tuhan niscaya memberikan Reaksi-Nya atas hal tersebut. Karena betapapun Ruang Pengakuan Dosa di situs Eden itu sudah diberkati sebagai jalur Pengampunan-Nya yang terutama di dunia ini.

Namun, apabila pengakuan dosa di website Eden itu dianggap akan membuka aib ke publik, maka banyak orang yang tidak mau bersuci. Padahal, dengan bersuci atas Nama Tuhan dan Surga-Nya, cara itulah yang paling makbul dan terjamin.

Betapapun website Eden memang dijadikan Tuhan sebagai prasarana pertaubatan dan pengakuan dosa kepada-Nya yang sudah terjamin berkhasiat menjadi pencerahan dari-Nya. Dan dengan pengakuan dosa di website Eden, seseorang terjamin tak bisa lagi melakukan kesalahan yang pernah diakui. Karena setelah pengakuan dosa, Tuhan menjaga seseorang dari melakukan dosa yang sama lagi, yaitu  dengan cara setiap seseorang akan melakukan dosa tersebut, selalu ada Peringatan Tuhan kepadanya.

Adapun kalau ada yang mengusik pengakuan dosa seseorang di Ruang Pengakuan Dosa karena satu dan lain hal, maka si pengusik bisa diadukan sesuai dengan jalur hukum. Namun, pengakuan dosa melalui website Eden itu maha keramat, karena itu merupakan jalur ‘jantung’ Surga Tuhan di dunia. Siapa-siapa yang melakukan pengusikan atas pengakuan dosa seseorang di website Eden, seketika itu juga dia terkena tulah keras.

Betapa pengakuan dosa di website Eden itu maha sakral dan maha keramat, karena itu terjamin sebagai ruang yang maha keramat di dunia yang tak ada duanya, selaik itu bisa dinyatakan sebagai ruang pengakuan dosa yang terhubung langsung kepada Tuhan. Sejak teknologi I.T telah merupakan jalur komunikasi global, maka Tuhan menjadikan website Eden sebagai Jalur-Nya untuk mendengarkan pengakuan dosa publik dunia.

Demikian program Pensucian Tuhan teradakan secara langsung bagi publik dunia, dan demikianlah Cara Tuhan memudahkan semua orang di dunia untuk bersuci diri kepada-Nya. Betapa prosesi pengakuan dosa di website Eden adalah satu-satunya cara yang mudah untuk bersuci. Tak ada biaya apa pun untuk itu, dan tak perlu ada perjanjian apa pun terhadap Eden maupun sebaliknya, dari orang yang siap mengakui dosa-dosanya.

Betapapun Ruang Pengakuan Dosa di situs Eden itu adalah ruang yang terjamin kehakikiannya sebagai suatu ruang kontak langsung dengan Tuhan. Maka Ruang Pengakuan Dosa di situs Eden adalah maha keramat dan maha sakral. Demikian setiap kata yang dinyatakan itu sangat bertuah dan niscaya diberkati Pengampunan Tuhan. Sebaliknya, setiap kata yang tidak jujur yang dinyatakannya, maka niscaya juga bertulah.

Dan apabila kami sudah menyatakan bahwa Ruang Pengakuan Dosa di website Eden itu maha sakral dan maha keramat, maka pemblokiran situs Eden itu mengandung tulah yang maha berat. Dan itu bisa menjadi dosa yang tak terampunkan. Demikian kami mengumpamakan pemblokiran situs Eden itu sama dengan membuka kotak Pandora.

Betapapun Ruang Pengakuan Dosa dan Wahyu-wahyu Tuhan di situs Eden itu tak bisa dianggap sebagai konten yang negatif. Hal itu terlalu merendahkan Wahyu-wahyu Tuhan dan Eden. Betapa kalau itulah penilaian Pemerintah Indonesia, demikian Indonesia tak layak diampuni Tuhan.

Betapapun bersuci karena mematuhi Ketentuan Tuhan itu hanya berlaku resmi jikalau memenuhi segenap Persyaratan Tuhan atas Pensucian Surga yang sudah kami nyatakan sebagai Pensucian Shiratal Mustaqim ini. Betapa persyaratan kesucian yang ditargetkan Tuhan melalui Surga-Nya ini niscaya itulah pensucian yang berkarakteristik.

Demikian setiap saat ada terbersit di hati ingin mengakui dosa-dosa Anda, silahkan mengunggah pengakuan dosa Anda itu ke website Eden. Betapapun itu adalah merupakan prosedur resmi yang langsung kepada Tuhan. Betapa keterangan kami ini terjamin sepenuhnya oleh Tuhan. Penjaminan Tuhan itu bisa dirasakan secara pasti sesaat setelah peristiwa sudah dilaksanakan. Berkah Tuhan niscaya segera dapat dirasakan. Sungguh Tuhan memudahkan Pensucian Surga dengan cara seperti itu, kesucian yang dicapai bisa sempurna.

Demikian inilah cara keawalan bersuci yang dianjurkan Tuhan. Sarana itu memang sudah diprogramkan untuk menjadi jalur yang terlangsung kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Esa. Jaminan Tuhan itu akan terbukti melalui Kemahakeramatan-Nya. Dan merupakan jalur pengakuan dosa kepada Tuhan yang terbaik dan yang terjamin.

Adapun kalau khalayak dunia ingin pengakuan dosanya diadakan di kalangannya sendiri, maka ada Peraturan Tuhan untuk itu. Selayak itu perlu kami jelaskan bahwa pengakuan dosa di hadapan publik itu merupakan persyaratan dalam prosesi Pensucian Surga. Pengakuan dosa baru bisa dimulai oleh publik kalau sudah ada kesamaan kesepakatan bersuci bersama pada suatu kalangan yang merasa membutuhkan disucikan Tuhan. Maka melalui kesepakatan itu pun, upacara prosesi pengakuan dosa bisa diadakan melalui sumpah bersama bersedia disucikan oleh Tuhan.

Seberapa pun jumlah orang yang bertekad bersuci, asal lebih dari tiga orang, maka proses pengakuan dosa itu dapat dimulai oleh mereka. Demikian sejak itu mereka sudah memasuki ujian-ujian Pensucian Surga. Namun, sejak itu pula mereka sudah merasakan pencerahan batin dan tuntunan bersuci secara insting. Demikian mereka pun sudah terlibat dalam Pensucian Surga yang terorganisir oleh Ruhul Kudus secara sistematis dan terarah.

Peranan Ruhul Kudus memang mendunia, jadi tak ada orang di dunia ini yang tak bisa kami urusi. Adapun Urusan Tuhan di dunia niscaya menjadi tugas kami. Pensucian semua orang di dunia ini sudah menjadi tanggung jawab kami. Betapapun itu sudah merupakan liputan Pensucian Surga yang meliputi dunia. Maka sesungguhnya Pensucian Surga itu tak terbatas wilayahnya. Jangkauan Tuhan mensucikan itu tak terbatas.

Namun, betapapun pengakuan dosa harus terbuka, tak berarti apa-apa kalau dilakukan secara rahasia. Di Eden, prosesi pengakuan dosa dihadiri semua Komunitas Eden yang mendengarkan dengan khusyuk semua pengakuan dosa. Dan itu direkam untuk dokumentasi. Semua pengakuan dosa itu sakral dan keramat, karena diadakan atas Ketentuan Tuhan yang menjadi ketentuan hukum atas kemahasucian Surga di dunia. Oleh karena itu, rahasia pengakuan dosa umat harus tersimpan baik oleh mereka yang diberi tanggung jawab oleh komunitas bersuci itu. Dan apabila ada yang menyalahgunakan tanggung jawab itu, maka dia niscaya akan terkutuk.

 

Teologi Neraka

Sudah kami jelaskan Teologi Surga, kini kami menampilkan Teologi Neraka. Apa dan bagaimana teologi Neraka itu? Niscaya itu harus kami jelaskan hukum kausalitasnya, apa yang mengawali Neraka di zaman dahulu, dan apa yang menjadi obyektivisme Teologi Neraka. Bahwa keberadaan Neraka itu berada di dunia raga, bukan di alam ruh yang subyektif keberadaannya. Karena ruh itu tak bisa tersiksa batin maupun fisiknya, karena ruh tak berfisik dan tak ada kejadian yang menistakan maupun yang menyakitkan di alam ruh. Tak ada kerugian yang menyesakkan, tak ada kejadian yang mempermalukan yang menistakan. Tak ada penyakit yang bisa diderita oleh ruh dan tak ada kejahatan yang berlaku di antara sesama makhluk ruh.

Kejahatan dan kebaikan baru terjadi di dunia manusia dan dua ras makhluk ruh yang berlawanan habitatlah yang mengintervensi dunia manusia sehingga kejahatan bisa diperbuat berkat godaan iblis. Demikianpun kebajikan terlaksanakan melalui domain malaikat kepada manusia. Namun disebutkan di Al Quran dan Injil peranan Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog yang terkesan sebagai makhluk yang paling jahat dari kalangan iblis.

Apa yang dimaksud dengan Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog yang masih merupakan misteri itu? Suatu misteri tentang dua tokoh yang paling terkutuk di Al Quran dan di Injil sudah waktunya kami jelaskan, bahwa kedua iblis yang paling terkutuk itu tentunya punya sejarah mengapa dia disebutkan sebagai Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog. Dan ketika Surga di dunia sudah akan diadakan Tuhan di atas bumi ini, demikian terdapat kesejarahan tentang Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog yang diterbitkan oleh Surga yang sedang diturunkan Tuhan ke dunia, karena kedua iblis yang paling terkutuk itu harus dikenali apa perbuatannya sehingga dia menjadi Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog.

Demikian kami menjelaskan siapa-siapa yang dikutuk Tuhan menjadi Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog. Kalau tak ada sejarah di antara keduanya dan yang memiliki kaitan dosa yang sama, maka nama Ya’juj dan Ma’juj ataupun Gog dan Magog, itu pun tak disebutkan dalam dua nama yang menjadi satu kesatuan. Apa perbuatan mereka berdua, begitulah kami akan menjelaskannya.

Bahwa dosa mereka terkait dengan pelanggaran Hukum Tuhan yang sangat terpantangkan, yaitu mencuri dokumen pengakuan dosa Lia Eden ke hadapan Tuhan, dan merilisnya ke publik dengan menambahkannya dengan fitnah keji yang sangat menistakan kami, sebagaimana Lia Eden dinyatakan berzina dengan siluman ular. Dan niscaya itu ditujukan kepada diriku, supaya publik menilai perananku bersama Lia Eden sebagaimana peranan siluman ular yang menyertai Lia Eden selalu. Aku memang dituduh sebagai Jibril palsu, tapi untuk mendukung tuduhan itu, maka kami pun difitnah dengan cara seperti itu.

Begitulah suatu pelanggaran berat terkait dengan dokumen pengakuan dosa bisa terjadi, sebagaimana dahulu pengakuan dosa Lia Eden di depan Tuhan dan di hadapan segenap Komunitas Eden telah dicuri oleh Abdurrahman (Omen), salah satu orang yang datang ke Eden berkedok sebagai orang yang bersedia disucikan oleh Jibril, maka dia bisa memperoleh dokumen pengakuan dosa Lia Eden dan diselundupkan keluar atas pesanan seorang ulama, Hartono Ahmad Jaiz, yang kemudian mengunggah ke websitenya, arrisalah-institute.blogspot.co.id, tapi dia telah menambahkan fitnah ke dalamnya. Betapapun itu adalah perbuatan yang sangat terkutuk. Maka terkutuklah keduanya menjadi iblis yang paling terkutuk.

Atas hal itu sengaja kami kemukakan ke publik dunia supaya pelanggaran Hukum Tuhan semacam itu tak terjadi lagi di kalangan publik bersuci, bahwa keterkutukan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz itu kekal selama-lamanya. Karena Ratu dan Raja Surga-lah yang telah difitnahnya, sedangkan kami berdua adalah Utusan Tuhan yang dijadikan Tuhan untuk menyatakan kemahasucian Surga yang akan difungsikan untuk mengadakan Pensucian Surga ke publik dunia. Dan hal itu teradakan untuk penyelamatan penduduk bumi ini dari proses kiamat. Maka manalah ada kutukan yang lebih buruk selain kutukan kepada Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen tersebut?

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 37:

  1. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan (yang lurus), dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

Sungguh Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz bersekongkol dengan setan-setan yang menghalang-halangi mereka bisa melihat peristiwa Keilahian di dunia. Dan bahwa Pensucian Surgalah yang telah mereka fitnah karena mereka menyangka kesesatan Eden-lah yang sedang mereka bongkar, dengan tujuan untuk menghalangi Eden eksis di muka bumi dengan membeberkan pengakuan dosa Lia Eden yang jujur di hadapan Tuhan dan di hadapan para pengikutnya semua. Dengan demikian mereka berdua mengira sedang memperangkap kesesatan dengan membongkar aib Lia Eden dan dengan demikian mereka menyangka mendapat petunjuk.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 38:

  1. Hingga apabila dia (yang berpaling) datang kepada Kami, dia berkata: “Hai, kiranya di antaraku dan engkau (setan) sejauh timur dan barat. Karena (engkau) adalah sejahat-jahat teman”.

Begitulah Abdurrahman Omen yang datang kepada kami dan dia ikut bersaksi dalam prosesi pengakuan dosa Lia Eden bersama-sama 100 pengikut Eden lainnya yang datang kepadaku, Malaikat Jibril, di rumah Lia Eden. Dan semuanya bersepakat kami sucikan. Demikian pencurian dokumen pengakuan dosa Lia Eden oleh Omen itu adalah perbuatan sejahat-jahatnya seorang teman. Yang demikian itulah yang disebutkan sebagai sejauh-jauhnya jarak antara aku dengan dia, itu seperti jarak malaikat dengan iblis, sesuatu yang berlawanan arah seperti timur dan barat.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 39:

  1. Dan tiadalah bermanfaat bagi kamu (permintaan kamu) pada hari ini, karena kamu telah berbuat zalim (kekafiran). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab.

Maka tiadalah bermanfaat bagimu apa-apa yang telah kamu kerjakan pada hari itu, karena kamu berdua (Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz) telah berbuat zalim (kekafiran), demikian mereka pun kami nyatakan sebagai orang yang bersekutu dalam azab Neraka. Yaitu mereka berdua adalah sepasang penjahat Kerasulan yang akan diazab dosa-dosanya di dunia maupun di akhirat.

Adapun suatu Pengajaran Tuhan yang sedang diturunkan-Nya ke dunia harus diakui. Dan untuk mengadakan pengakuan dari publik dunia tersebut, demikian Tuhan menyimpan ayat-ayat terahasia di berbagai Kitab Suci-Nya dan Dia pulalah yang menubuahkan semua peristiwa kekinian, sehingga dapat dikaitkan dengan ayat-ayat terahasia yang sudah lama tersimpan di berbagai Kitab Suci. Betapapun peristiwa-peristiwa kekinian itu melibatkan diri kami, dan itulah yang menjadi kunci pembuka ayat suci yang terahasia.

Adapun kejahatan Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen terhadap Surga sudah terkisahkan dalam risalah ini. Demikian kami susulkan penjelasan tentang keduanya melalui ayat yang menyebutkan misteri Ya’juj Ma’juj sebagaimana dalam Surat Al Anbiyaa ayat  96 dan tentang Gog dan Magog dari Surat Wahyu 20 ayat 8 di bawah ini.

Kitab Suci Al Quran Surat Al Anbiyaa ayat 96:

  1. Hingga apabila dibukakan rahasia misteri Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Demikian inilah saatnya kami bukakan rahasia misteri Ya’juj Ma’juj, dan mereka (Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen) pun menjadi nista sebagaimana makhluk yang paling hina di dunia. Karena kami menyatakan merekalah yang terkutuk menjadi Ya’juj Ma’juj. Demikian mereka diibaratkan sebagaimana dua orang yang berkodrat mulia sebagai manusia, kemudian mereka tiba-tiba dengan cepat turun dari seluruh tempat yang tinggi menuju lembah kenistaan memasuki dunia iblis. Ayat ini merupakan pengibaratan kisah manusia yang turun kodrat menjadi iblis yang membuka rahasia misteri Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog.

Kitab Suci Injil, Surat Wahyu 20 ayat 8:

  1. Dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.

Di akhir zaman ini iblis paling terkutuk atau dajjal beramai-ramai menyesatkan bangsa-bangsa dan semua iblis berkumpul dan berperang menghadapi para malaikat di dunia manusia. Demikian jumlah iblis dinyatakan sebanyak pasir di laut, maka umat manusia di akhir zaman ini pun didominasi oleh iblis sehingga semua jenis kejahatan meruyak mendunia.

Namun di ayat ini disebutkan dajjal itu bernama Gog dan Magog. Sebagaimana dajjal yang paling terkutuk itu di akhir zaman ini akan segera berakhir kutukannya. Maka dia merasuki dua orang yang akan menerima keterkutukan yang sama dengannya, sehingga melakukan dosa yang tak terampunkan, sebagaimana perbuatan Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen.

Demikian pewarisan kodrat sebagai iblis yang paling terkutuk tak bisa dihindarkan oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen, karena dosa-dosa mereka yang sebelumnya sudah merupakan dosa-dosa yang sangat buruk. Karena mereka berdualah dahulu pun berkolaborasi jahat terhadap Penyaliban Yesus. Mereka berdua itu salah satunya adalah reinkarnasi Hanas yang merupakan identitas ruh Hartono Ahmad Jaiz dan reinkarnasi Malkhus, yaitu Abdurrahman Omen.

Dengan demikian berdasarkan tulah perbuatan Hanas dan Malkhus, itulah yang menjiwai perbuatan Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen terhadap Kerasulan Lia Eden sekarang ini. Namun kejahatan mereka yang sekarang ini sudah merupakan kejahatan yang ingin memusnahkan Surga yang sedang ingin dieksiskan Tuhan. Dan perbuatan mereka itu telak-telak dapat menghapuskan eksistensi Surga di dunia. Begitulah perubahan kodrat mereka itu menjadilah suatu pengajaran terkait dengan teologi Neraka.

Betapapun dalam Teologi Neraka dan Asas Hukum Tuhan atas kejadian pewarisan tahta di dunia iblis, niscaya melibatkan dua orang yang sekaitan dosanya. Dan dosanya itu adalah dosa prima yang tak terampunkan. Dan dosa semacam itu takkan pernah ada sebelum ada pertarungan antara iblis dan malaikat di dunia manusia. Dan itu adalah pertarungan antara Neraka dan Surga, yang dimaksudkan sebagai perang Harmageddon. Betapapun perang Harmageddon harus bisa termaknai di dunia manusia. Dan beginilah keberadaannya.

Demikian peran Gog Magog disebutkan dalam ayat itu adalah peranan iblis di akhir zaman yang menyesatkan seluruh bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi. Dan begitulah pula peranan Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen kelak pada masa akhir zaman berikutnya sebagaimana itu adalah peranan Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog di akhir zaman ini. Demikian kisah kesejarahan dua orang manusia di zaman ini yang mewarisi peranan iblis akhir zaman yang paling terkemuka, yaitu Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog karena perbuatan dosanya yang tak terampunkan.

Dan kepada publik dunia, kami nyatakan bahwa inilah keterangan dari Lauhul Mahfudz tentang kesejarahan dua orang yang paling terkutuk di dunia dan yang akan menggantikan peranan Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog pada masa berikutnya, yaitu pada masa akhir zaman berikutnya.

Dan Kitab Suci Surga yang sedang dituliskan ini sudah mengisahkan dosa apakah gerangan yang bisa mendatangkan kutukan bagi manusia sehingga menjadi dajjal akhir zaman? Betapa sesungguhnya iblis itu berasal dari ruh manusia pendosa yang dosa-dosanya tak terampunkan. Adapun asas hukum regulasi ruh terdapat ketentuan bahwa perguliran kodrat semua manusia niscaya akan sampai ke kodrat iblis. Itu sebabnya Al Quran menyatakan manusialah yang menjadi kayu bakar Neraka.

Betapa kini kami sedang menjelaskan rahasia dan misteri Ya’juj Ma’juj, yang sesungguhnya juga adalah Gog dan Magog dalam teologi Kristen. Bahwa sungguh masih misterius makna Ya’juj Ma’juj, sebagaimana Ya’juj Ma’juj itu tercantum di dalam Al Quran tapi belum dijelaskan. Tentu ada hal yang harus kami terangkan terkait dengan Ya’juj Ma’juj maupun Gog Magog. Dan harus ada hukum kausalitasnya yang valid untuk menyatakan siapa yang berkodrat menjadi Ya’juj Ma’juj di akhir zaman sekarang ini, karena dinyatakan bahwa Ya’juj Ma’juj itu akan muncul pada akhir zaman. Maka sesungguhnya kemunculannya bukan dari hal yang tiada, melainkan ada hukum sebab dan akibat di balik suatu peristiwa yang memunculkan figur Ya’juj Ma’juj tersebut.

Betapapun figur Ya’juj Ma’juj maupun Gog Magog diliputi misteri yang sudah ditafsirkan dengan beraneka ragam penafsiran yang absurd, sehingga menjadi keterangan-keterangan yang menjauh dari keterangan yang sesungguhnya. Namun, suatu misteri Keilahian harus bisa kami jelaskan dengan penjelasan yang tuntas sambil menyajikan bukti-buktinya yang valid. Demikian peristiwa Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog baru teradakan sekarang ini. Maka tempat asal Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog itu tak berasal dari wilayah kehidupan antah-berantah.

Betapapun semua hal yang wajib kami terangkan niscaya tertampilkan di dunia manusia, sehingga takkan lagi tetap menjadi misteri Keilahian yang menakutkan. Namun, Ajaran Tuhan ketika membuka misteri Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog itulah yang harus menjadi fokus bagi semua orang agar takut bernasib sama dengan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz yang terkutuk menjadi Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog.

Bahwa jangan sekali-kali melakukan perbuatan yang sama dengan yang mereka perbuat tersebut, supaya tak menjadi iblis yang paling terkutuk. Demikian asbabun nuzul turunnya Penjelasan Tuhan ini. Adapun Penjelasan Tuhan ini tertuju untuk publik dunia yang bersedia berkomitmen bersuci kepada Tuhan dan bersedia mendirikan sendiri masyarakat bersuci. Dan ketika mereka mengadakan sendiri prosesi pengakuan dosa di hadapan Tuhan dan di hadapan masyarakat sendiri, maka janganlah sekali-kali Pemberkatan Tuhan terhadap masyarakat bersuci yang bersedia mengakui dosanya di hadapan kalangannya sendiri itu disalahgunakan.

Betapapun komitmen bersuci kepada Tuhan wajib menyertakan pengakuan dosa yang jujur, karenanya pengakuan dosa seseorang kepada Tuhan jangan sampai diperlakukan seperti pengkhianatan Abdurrahman Omen kepada Lia Eden. Karena keterkutukan atas perbuatan tersebut sungguh buruk sebagaimana buruknya kutukan Tuhan terhadap Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz menjadi Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog.

Betapa keterangan kami ini sudah merupakan penyajian Asas Hukum Tuhan terkait dengan keterkutukan yang paling terkutuk, bahwa contoh dari perbuatan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz itu adalah merupakan contoh Penghakiman Tuhan yang terburuk.

Betapa Ketetapan Hukum Tuhan atas Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz itu pun sudah merupakan Ketetapan Hukum Tuhan yang terburuk bagi dua orang manusia yang bersekutu dalam melakukan kejahatan yang tak terampunkan, sehingga sudah dinubuahkan begitu lama dan tercantum di Injil maupun Al Quran, sebagai sepasang iblis yang paling terkutuk sehingga disebut sebagai Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog. Demikian inilah klarifikasi atas semua penafsiran dan perkiraan terhadap makna Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog.

Dan untuk penggenapan penyajian Teologi Surga yang sudah kami jelaskan sebelumnya, maka niscaya harus ada perbandingannya yang memasukkan pra-kualifikasi Teologi Neraka, agar diketahui oleh seluruh umat manusia pada umumnya, bahwa api Neraka itu bahan bakarnya adalah manusia.

Dan perlu kami jelaskan bahwa ras iblis itu sungguh semuanya berasal dari ras manusia. Demikian beberapa Surat di Al Quran telah menyatakan hal itu:

Kitab Suci Al Quran, Surat Jin ayat 15:

  1. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.

Sungguh Surat Jin ayat 15 ini sudah mengedepankan betapa orang-orang yang merasa paling benar itu sesungguhnya sudah menyimpang dari kebenaran dan bahkan sudah meyakini kebenarannya itu secara pasti sehingga mereka berani mengemukakan keyakinan mereka dengan melakukan pengkhianatan kepada kami dan yang lainnya mengumbar fitnah dengan merilis pengakuan dosa Ratu Surga yang sedang kami sucikan. Demikian Surat Jin ayat 15 ini membenarkan keterangan kami, bahwa kedua mereka itulah yang akan terungkapkan takdirnya menjadi suatu pembuktian kebenaran dari ayat ini, bahwa mereka akan menjadi api bagi Neraka jahanam.

Apa pun yang sudah dinyatakan dalam ayat ini niscaya akan menjadi kenyataan, karena manalah Tuhan menurunkan Wahyu-Nya tanpa ada bukti empiris yang menjelaskan tentang kebenaran Wahyu-Nya di ayat ini dan Wahyu-Nya yang sedang kami tuliskan sekarang ini. Dan beginilah kami dalam mengupayakan agar Wahyu Tuhan diakui dunia. Betapa semua peristiwa yang dikaitkan Tuhan pada Ayat-ayat Suci-Nya yang terdahulu itu terhubungkan dengan Ayat-ayat Suci-Nya yang sedang diturunkan-Nya sekarang ini, segera akan terselenggarakan supaya kami tak lagi dituduh sesat dan menyesatkan.

Betapapun Teologi Surga dan Teologi Neraka sesungguhnya juga saling terhubungkan satu sama lainnya, karena manalah Neraka di dunia itu bisa terjelaskan teologinya jikalau tidak terkait dengan eksistensi Surga di dunia. Dan beginilah pengkhianatan seseorang yang pernah mengikuti pensucian di Surga, sedangkan dia bersekutu dengan ulama yang ingin sekali mengungkapkan aib Lia Eden, sehingga diharapkan dia bisa menjatuhkannya. Dan mereka berdua pun menggunakan dokumen pengakuan dosa Lia Eden di hadapan Tuhan yang sesungguhnya sangat sakral. Demikian lintas teologi antara Surga dan Neraka pun dapat tersajikan ke publik karena adanya peristiwa ini.

Adapun kalau peristiwanya dan alasan yang mendasarinya itu terukur sebagai dosa yang tak terhingga dan yang tak terampunkan, maka terniscayakanlah ada kodrat dua manusia yang akan berubah kodrat menjadi Ya’juj Ma’juj. Betapapun Ya’juj Ma’juj itu adalah dua sosok dan dua nama yang bersekutu dalam dosa yang tak terampunkan sehingga mereka berdua menjadi makhluk yang paling dinistakan, dan dosa-dosanya adalah yang paling buruk di antara semua dosa, sehingga semua orang akan mengutuknya. Dan terkutuklah mereka berdua selama-lamanya hingga semua keturunannya ikut dipermalukan dan ternistakan oleh perbuatannya.

Demikian kami menyatakan bahwa sosok Ya’juj Ma’juj sudah terjelaskan dan sudah nyata peristiwanya serta sudah nyata pula apa perbuatan mereka yang menyebabkan mereka terkutuk menjadi Ya’juj Ma’juj. Maka sesungguhnya iblis yang menaungi mereka itu memang tak terlihat, tapi perbuatan mereka itu sudah nyata merupakan tangan-tangan iblis yang menginginkan Surga itu tak bisa dieksiskan di dunia. Maka iblis yang sangat terkutuk itu dinamakan Ya’juj Ma’juj, sedangkan Ya’juj Ma’juj masih menjadi misteri kalau tak ada peristiwa yang melibatkan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz. Dan yang bisa terjelaskan buruknya perbuatan mereka itu bila publik membaca website arrisalah-institute.blogspot.co.id.

Begitulah sebaiknya publik membaca website arrisalah-institute.blogspot.co.id, di sanalah bisa terlihat betapa Hartono Ahmad Jaiz merasa sebagai orang yang paling benar dan paling suci dan berhak menghakimi Lia Eden dan siapa pun yang dianggap sesat olehnya. Namun, aku Malaikat Jibril sebagai Utusan Tuhan menyatakan lihatlah perbuatan Ya’juj Ma’juj itu di website arrisalah-institute.blogspot.co.id, atau pun itu bisa dibaca di Ruang Eksibisi Kemarahan di website Eden.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 40:

  1. Maka apakah engkau hendak menjadikan orang tuli itu mendengar, ataukah engkau hendak menutup petunjuk kepada orang-orang buta dan orang-orang dalam kesesatan yang nyata?

Atas keterangan kami tentang Ya’juj Ma’juj dan mengaitkannya dengan peranan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz tersebut di atas, maka sesungguhnya itulah bukti sikap umat Islam terhadap Eden, sehingga banyak di antara mereka membenarkan sikap Hartono Ahmad Jaiz yang bagaikan patriot Islam karena telah tampil menghakimi Lia Eden yang dianggap sesat oleh umat Islam. Maka Surat Az Zukhruf ayat 40 ini sudah menyimpulkan bahwa di kalangan umat Islam banyak orang buta terhadap kebenaran karena telah menolak Wahyu-wahyu Tuhan yang sedang diturunkan-Nya.

Dan mereka begitu yakin atas kebenarannya walau mereka telah sesat, mereka tak mau mendengarkan apa pun Petunjuk Tuhan yang kami sampaikan. Mereka itulah yang diibaratkan orang-orang yang tuli, yang hendak kami jadikan sebagai orang-orang yang mau mendengarkan Petunjuk-petunjuk Tuhan yang baru.

Namun sebaliknya, sungguh tuduhan sesat terhadap Eden itu seakan dapat dibakukan karena tuduhan itu telah terbakukan selama 20 tahun. Dan ketika sampailah kepada pemblokiran situs Eden sekarang ini, maka berlakulah rahasia Az Zukhruf ayat 40 ini, “ataukah engkau hendak menutup petunjuk kepada orang-orang buta dan orang-orang dalam kesesatan yang nyata?”

Dalam ayat ini tersirat bahwa pemblokiran terhadap situs Eden adalah upaya umat Islam untuk menutup Pewahyuan Tuhan yang diterima Eden. Namun, Tuhan sudah menubuahkannya melalui ayat ini, bahwa pemblokiran itu sungguh merupakan upaya umat Islam yang menolak Wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya di Indonesia itulah yang merupakan suatu kepastian sikap yang sama dengan Pemerintah Indonesia yang menutup Petunjuk Tuhan yang kami sampaikan melalui website Eden.

Namun, ayat ini pun juga menyatakan bahwa perbuatan mereka tak lain itulah yang dimaknakan dalam ayat ini: “ataukah engkau hendak menutup petunjuk kepada orang-orang buta dan orang-orang dalam kesesatan yang nyata?”

Bahwa pemblokiran Pewahyuan Tuhan yang berisi Petunjuk-petunjuk Baik-Nya itu sungguh hanya menutup Petunjuk Tuhan bagi orang-orang buta dan orang-orang yang dalam kesesatan yang nyata, karena Petunjuk Tuhan atas Lia Eden senantiasa tetap turun, sebagaimana Petunjuk Tuhan yang terkait pembukaan rahasia Surat An Najm dan Surat Yaa Siin ini kami lanjutkan dan kami rilis melalui Youtube. Maka sesungguhnya tak ada kuasa yang bisa memblokir Wahyu Tuhan. Namun, yang terjadi hanyalah menutup Petunjuk Tuhan bagi orang-orang buta dan orang-orang yang dalam kesesatan yang nyata.

Bahwa beginilah kami dalam membuka Ayat-ayat Suci Al Quran, harus ada peristiwanya terlebih dahulu, baru rahasia Ayat-ayat Suci Al Quran bisa terbuka. Dan beginilah kami menyadarkan umat Islam atas segala kesalahannya, dan itu melalui Ayat-ayat Suci Al Quran yang tersingkap rahasianya. Sesungguhnya Tuhan menyimpan Teguran-teguran-Nya bagi umat Islam di dalam Kitab Sucinya sendiri. Demikian ayat ini pun telah menyebutkan betapa mereka adalah orang-orang dalam kesesatan yang nyata.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 41:

  1. Meskipun Kami menghilangkan (mewafatkan) mu, maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka.

Demikian Perjanjian Tuhan yang akan menghukum mereka dengan seksama dan yang setimpal. Dan apa pun Hukuman Tuhan yang setimpal atas perbuatan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz tersebut telah kami simpulkan dalam kodrat mereka sebagai Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog, dan itulah kodrat yang terburuk bagi manusia.

Mereka berdua dihinakan dengan penghinaan yang sangat menistakan mereka, sehingga kenistaan mereka itu ikut mempermalukan semua keluarga dan keturunannya. Betapapun bila peranan mereka tersingkap ke ruang publik dan tertulis di dalam Kitab Suci Surga yang sedang diadakan Tuhan sekarang ini, maka terpampanglah dosa mereka yang menjijikkan itu di hadapan publik dunia. Sedangkan bagi Lia Eden, penistaan atas dirinya itu hanyalah bagian dari penebusan karma pengkultusan atas Maria yang diagungkan sebagai Bunda Allah.

Sungguh kami sudah menerangkan Wujud Tuhan yang sesungguhnya, yaitu Bulat dan Berotasi. Dan seluruh alam semesta dan seluruh kehidupan berada dalam Liputan-Nya yang Bulat dan Berotasi. Maka sesungguhnya tiadalah Kemahaesaan Tuhan itu bisa dipersonalkan sehingga Dia dianggap personal yang membutuhkan istri dan memperanakkan Yesus. Karena sungguh Tuhan Yang Maha Esa itu tak membutuhkan apa-apa dari semua yang diciptakan-Nya, sebagaimana Tuhan tak membutuhkan keluarga demi kebahagiaan-Nya sendiri.

Begitulah takdir Lia Eden yang memang harus menempuh penistaan demi penistaan dalam menempuh pensucian dirinya. Maka bukanlah suatu hal yang terburuk baginya dari apa-apa yang dirilis oleh Hartono Ahmad Jaiz di websitenya. Betapapun itu adalah suatu takdir yang harus dialaminya demi pensucian dirinya maupun demi penebusan karma pengkultusan Maria sebagai Bunda Allah.

Demikian pun itu merupakan bagian pensuciannya untuk meraih gelar Ratu Surga. Namun dalam hal ini, perbuatan mereka berdua terhadap Lia Eden itu pun sengaja kami kemukakan secara terbuka, demikian kami cantumkan supaya dapat membuka rahasia Surat Az Zukhruf ayat 37-44 ini. Demikian inilah yang dimaksudkan “Maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka”. Bahwa dengan membuka kotornya dosa-dosa mereka itu ke publik dunia, demikian mereka pun terbuka aibnya yang lebih nista.

Dan semenjak itu, semua orang pun tahu betapa menjijikkannya dosa mereka itu dan betapa mereka itu ternyata adalah yang memerankan sosok Ya’juj Ma’juj. Sepasang iblis yang paling terkutuk dan merekalah berdua yang sesuai dosa-dosanya untuk dinyatakan kodratnya sebagai Ya’juj Ma’juj. Peranan mereka berdua sebagai Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog sudah kami kemukakan justru kala mereka berdua masih hidup di zaman ini, supaya menjadi kesaksian publik dunia bagaimana Tuhan dalam menerapkan Penghakiman-Nya untuk orang-orang yang jenis dosanya seperti itu.

Dan ketika semua orang di dunia sudah mendapatkan kepastian bagaimana wujud Penghakiman Tuhan terhadap mereka berdua, demikian publik dunia belajar dari peristiwa ini tentang hukum regulasi ruh, yang mana Tuhan menetapkan dua manusia berubah menjadi dua iblis yang paling terkutuk. Bahwa dalam asas hukum regulasi ruh, Tuhan sudah membuktikan apa dosa manusia yang bisa membawanya berubah kodrat menjadi iblis yang paling terkutuk.

Dan seyogyanya semua orang di dunia perlu tahu kalau keterkutukan itu juga ada tahapannya sebagaimana kutukan terhadap iblis itu pun ada tahapan kalibernya. Ada iblis yang paling terkutuk dan ada iblis yang terkutuk, dan ada yang masih menunggu vonis keterkutukannya yaitu makhluk jin. Demikian penjelasan tentang keterkutukan itu justru terdapat di Al Quran Surat Jin ayat 15. Dalam hal ini Tuhan juga mengungkapkan Peringatan-Nya melalui Surat Jin ayat 15 terhadap umat Islam yang kini kebanyakan dari mereka tak berpantang untuk bergaul akrab dengan jin.

Dan adapun misteri yang berkenaan dengan Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog tak pernah disadari bahwa peristiwanya itu justru terjadi di abad ini. Demikian selalu ada hal yang melandasi Pernyataan Tuhan yang masih merupakan misteri, kalau tak seperti itu, misteri itu tak bisa terbuka, karena umat manusia tak bisa melihat dengan nyata sosok iblis yang paling terkutuk sebagaimana Ya’juj Ma’juj. Sedangkan Pengajaran Tuhan juga tak bisa dilogikakan, bilamana belum ada peristiwa yang bisa menjelaskan apa dosa yang paling terkutuk di dunia manusia yang bisa merubah kodrat manusia menjadi iblis yang paling terkutuk.

Dan demi kevalidan kutukan Tuhan terhadap iblis Ya’juj Ma’juj yang berkesan sebagai dua iblis yang paling terkutuk sehingga peranan Ya’juj Ma’juj itu ditakuti oleh semua umat manusia, demikian Tuhan menjelaskan apa gerangan yang menjadikan sepasang penjahat yang dosanya tak terampunkan oleh Tuhan sehingga dia terkutuk menjadi Ya’juj Ma’juj. demikian dosa yang telah dilakukan oleh Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz diangkat Tuhan menjadi contoh keterkutukan yang paling buruk.

Dengan pernyataan ini, maka nama mereka berdua dinistakan Tuhan secara kekal, karena perbuatan mereka disertai buktinya, dan semua itu kami ungkapkan di dalam Kitab Suci Surga yang akan dibaca semua orang di dunia. Demikian kami menyimpan konten yang dimaksudkan yang sudah lama dirilis oleh Hartono Ahmad Jaiz di websitenya arrisalah-insitute.co.id, dan itu pun dapat diakses melalui Ruang Eksibisi Kemarahan di website Eden. Demikian keterbukaan dosa-dosa mereka berdua sudah terabadikan dengan sendirinya.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 42:

  1. Atau Kami perlihatkan kepadamu apa yang telah Kami ancamkan kepada mereka, maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka.

Begitulah di dalam Az Zukhruf ayat 42 tersebut di atas, Tuhan sudah menjanjikan Penghakiman-Nya atas kedua orang tersebut akan diperlihatkan. Dan Tuhan sungguh Maha Kuasa memperlihatkan Penghakiman-Nya menjadi nyata atas siapa pun, sebagaimana Ancaman Tuhan di ayat ini. Sungguh Tuhan Maha Kuasa menghakimi dan Maha Kuasa merubah kodrat siapa pun yang berdosa dengan perbuatan dosa yang menjijikkan sebagaimana perbuatan Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz.

Bahwa sejak Ketentuan Hukum Tuhan ini sudah dinyatakan-Nya ke publik, maka berlakulah ketentuan hukum tersebut kepada keduanya saat ini. Maka Tuhan menduakan ruh mereka dengan ruh Ya’juj Ma’juj ataupun Gog Magog supaya publik melihat perubahan kodrat mereka sebelum sampai ke liang lahat, publik sudah bisa melihat perubahan karakter mereka ketika sudah berkodrat menjadi iblis. Demikian Janji Tuhan di ayat tersebut di atas.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 43:

  1. Karena itu berpegang teguhlah dengan yang diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya engkau pada jalan yang lurus.

Dan kepada Lia Eden, inilah ayat dari Tuhan untuknya bahwa Tuhan di ayat ini telah menegaskan bahwa Lia Eden yang dituduh sesat itu sesungguhnya adalah Utusan Tuhan yang sejati. Demikian di ayat ini, Tuhan memfirmankan kepadanya agar berpegang teguh kepada yang diwahyukan kepadanya. Betapapun Tuhan sudah menjaminkan kepadanya agar berpegang teguh pada semua yang diwahyukan kepadanya. Dan sesungguhnya itulah jalan yang lurus.

Dari isi Surat Az Zukhruf ayat 37 hingga ayat 43 ini dapat disimpulkan bahwa kisah nyata pembeberan pengakuan dosa Lia Eden ke publik oleh Hartono Ahmad Jaiz di websitenya itu justru membuka Penjaminan Tuhan atas kebenaran Lia Eden, sebagaimana Firman Tuhan yang tercantum di ayat ini: “Karena itu berpegang teguhlah dengan yang diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya engkau pada jalan yang lurus”.

Adapun Firman Tuhan di ayat ini jangan dibantah, kalau itu pun ingin menafikan Perjanjian Tuhan terhadap Lia Eden ini. Namun, runtutan Surat Az Zukhruf tersebut di atas sudah menyajikan secara runtut makna ayat terahasia Surat Az Zukhruf dari ayat 37 sampai dengan 44 dengan tepat dan tak ada yang menyalahi kesejarahan Pewahyuan yang diterima Lia Eden.

Semua bukti empiris yang kami nyatakan tak bisa disangkal, dan itu semua tersaji juga sesuai dengan runtutannya masing-masing. Karena hanya demikianlah cara pengungkapan pembukaan ayat-ayat rahasia Surat Az Zukhruf. Karena melalui cara itu barulah kesimpulan di ayat 43 ini juga terbuka. Maka sungguh rahasia Surat Az Zukhruf ayat 37-43 adalah juga merupakan rahasia pengungkapan jati diri Ya’juj Ma’juj. Demikian misteri Ya’juj Ma’juj ataupun Gog Magog telah kami sajikan ke publik.

Kitab Suci Al Quran, Surat Az Zukhruf 44:

  1. Dan sesungguhnya Al Qur’an adalah peringatan bagimu dan kaummu, dan kelak kamu akan ditanya.

Begitulah melalui risalah ini Tuhan menyatakan kepada Abdurrahman Omen dan Hartono Ahmad Jaiz yang memusuhi Lia Eden karena percaya Lia Eden sesat. Bahwa sesungguhnya merekalah yang sesat dan menyesatkan publik yang membaca arrisalah-institute.blogspot.co.id. Demikian inilah sesungguhnya Ayat-ayat Suci Al Quran yang adalah peringatan bagi keduanya dan bagi umat Islam. Betapa kelak kamu akan ditanya oleh semua orang mengapa kamu berdua berani melakukan hal itu. Demikianpun berkas-berkas yang sudah kamu sebarkan itu juga harus kamu pertanggungjawabkan kepada Tuhan.

Sesungguhnya Tuhan sejak dari awal sudah menetapkan Ayat-ayat Suci Al Quran yang merupakan ayat-ayat mutasyabihat itu dijadikan peringatan bagi umat Islam sendiri. Kalau tidak seperti itu, tidaklah genap kesempurnaan Kitab Suci Al Quran. Demikian Tuhan mengabadikan kesempurnaan Al Quran dengan menetapkan ayat-ayat mutasyabihat-Nya juga merupakan Peringatan-peringatan dan Teguran-Nya terhadap umat Islam sendiri.

Adapun keduanya akan mati nista dan apa yang telah diperbuatnya itu mengakibatkan mereka terkutuk menjadi iblis. Dan orang-orang yang terkutuk jadi iblis sekarang ini ruhnya telah disekutukan dengan iblis sejak Fatwa Tuhan telah dinyatakan sekarang ini, maka siapa-siapa yang terkutuk jadi iblis perangainya pun menjadi ganas dan tak berperikemanusiaan.

Atas penjelasan kami tentang Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog tersebut di atas, inilah Wahyu Tuhan yang menuntaskan penjelasan kami ini.

WAHYU TUHAN YANG MAHA KUASA

Terkait dengan Teologi Surga dan Neraka di Dunia

Adapun Teologi Surga dan Neraka di dunia baru bisa teradakan ketika Surga-Ku ingin Kudirikan di dunia dan mengalami penzaliman dan keteraniayaan yang panjang. Kisah Surga yang teraniaya sudah terjadi dan sudah terbuka diketahui oleh publik secara umum, maka syahlah kontribusi Surga dalam mengadakan Teologi Neraka di dunia. Demikian terkisahkanlah orang-orang yang memusuhi Surga dan Lia Eden. Dan kisah-kisah merekalah yang menyebabkan teradakannya Teologi Neraka.

Dan Aku takkan membiarkan Ratu Surga Lia Eden difitnah dan dinistakan selalu. Dan Aku membuka asas hukum regulasi ruh terkait dengan perubahan kodrat dua orang yang paling terkutuk dosanya menjadi dua iblis yang paling terkutuk karena telah menistakan Ratu Surga dan memfitnahnya dengan fitnah yang sangat menistakan. Demikian Kunyatakan itulah dosa yang paling terkutuk di Sisi-Ku, karena mereka berdua merasa benar ketika melakukan fitnah dan penistaan terhadap Lia Eden yang sedang Kusucikan.

Mereka bekerja sama merilis ke publik dokumentasi pengakuan dosa Lia Eden kepada-Ku, sedangkan mereka merasa tak bersalah karena menganggap perbuatan mereka benar dalam melakukan hal itu, dan mereka membakukan perbuatan keji mereka itu di dalam website Hartono Ahmad Jaiz sehingga terbaca oleh publik.

Tak ada hukuman penjara baginya, karena Lia Eden tak Kubenarkan menuntut mereka berdua, karena hukum formal takkan pernah cukup tuntutannya atas dosa perbuatan mereka. Tapi Akulah yang memenjarakan mereka memasuki dunia iblis kekal selama-lamanya, yakni sekekal masa akhir zaman ini sampai teradakannya kembali masa akhir zaman berikutnya. Dan beginilah Ketentuan Hukum-Ku atas dosa sebagaimana yang telah dilakukan oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen terhadap Lia Eden.

Demikian saat ini Kami memberitahukan siapa-siapa yang akan menjadi dajjal akhir zaman yang berikutnya, sebagaimana Kami telah mengabarkan sebelumnya tentang Ya’juj Ma’juj ataupun Gog Magog. Dan semua orang di dunia di zaman ini, kini dapat mengetahui gerangan siapa yang akan menjadi Ya’juj Ma’juj atau Gog Magog, sebagaimana itu adalah faktualisasi Pengajaran-Ku untuk mengenali asas hukum reinkarnasi dan asas hukum regulasi ruh yang sesungguhnya adalah hukum yang mutlak bagi kehidupan seluruh makhluk-Ku.

Maka dengan ini Kujadikan kisah perbuatan dosa Hartono Ahmad Jaiz dan Abdurrahman Omen menjadi penjelasan yang kongkrit tentang perubahan kodrat dua orang manusia yang Kuputuskan menjadi iblis yang paling terkutuk di zaman ini. Dan Aku pun menyebutkan lamanya masa Kutukan-Ku, yaitu sejak dari sekarang di zaman akhir ini mereka berdua terkutuk hingga masa akhir zaman berikutnya. Itulah Penghakiman-Ku sebagaimana disebutkan Neraka yang kekal.

Adapun asas hukum reinkarnasi dan hukum regulasi ruh harus Kujelaskan dengan menjelaskan dosa-dosa yang tak terampunkan. Dan dosa-dosa yang tak terampunkan itu hanya terjadi di akhir zaman saat Aku mengadakan Surga-Ku di dunia, demikianpun Neraka. Dan semua dosa-dosa yang tak terampunkan adalah terkait dengan dosa-dosa penzaliman terhadap Ratu Surga.

Keteraniayaan dan penistaan yang dialami oleh Ratu Surga yang sudah Kusucikan, sedangkan dia mengemban tugas Penyelamatan-Ku untuk penduduk bumi ini dan tugas menyatakan pensucian Surga-Ku di dunia, maka penzaliman dan penistaan serta fitnah yang ditujukan kepada dirinya itulah yang merupakan dosa yang tak terampunkan.

Sebagaimana itu pun juga dilakukan oleh mantan suaminya, Aminuddin Day yang memfitnahnya dan yang ingin merampas Surga darinya serta Marzani Anwar yang reinkarnasi Kayafas dan Bishop Pierre Cauchon yang disertai oleh keluarganya yang aktif penuh fitnah dan gigih memusuhi Lia Eden dan Surga yang sedang Kubangun di dunia ini. Maka sesungguhnya mereka semua itu adalah musuh Surga, dan musuh Surga adalah yang akan menjadi makhluk Neraka, dan makhluk Neraka adalah iblis.

Demikianlah Kitab Suci Surga mengabadikan kejadian-kejadian di Surga dan yang memberi nilai pada kehakikian Surga di dunia maupun yang sebaliknya yaitu memberikan kontribusi kisah-kisah yang menggambarkan kisah terjadinya Teologi Neraka di dunia. Demikian Teologi Surga dan Teologi Neraka bisa menjadi baku di alam fana ini dan itu terjadi di abad modern ini.

Dan seluruh umat manusia di bumi ini dapat mengingatnya bagaimana keadaan dan kisah-kisah Surga dan Neraka itu bila Kudatangkan ke dunia. Betapa setiap takdir Keilahian yang Kuadakan di dunia manusia niscaya ada konsepnya dan ada kisah nyatanya. Demikian teologi itu pun tercipta dan menjadi pengajaran teologi spiritualisme universal yang baru yang sedang Kuturunkan mendunia demi menjadi teologi persatuan semua agama yang sedang Kuadakan sekarang ini.

Dan Kami akan mengedepankan banyak sesi yang akan mengikat kisah-kisah Kerasulan lama dalam kesejarahan Surga yang kekinian, demikian rahasia ayat-ayat suci dari empat Kitab Suci agama yang terbesar di dunia akan Kugabungkan melalui pembukaan rahasianya masing-masing. Demikian kali ini yang sedang Kami utamakan adalah Surat An Najm dan Surat Yaa Siin.

Dan Teologi Surga Kami masukkan ke dalam pembukaan rahasia Surat An Najm yang rahasianya terkait dengan keawalan mendatangkan Surga di dunia. Sedangkan Teologi Neraka tersimpan di dalam Surat Yaa Siin, namun makna Yaa Siin yang sesungguhnya itu adalah Surga dan Neraka. Dan adapun kejadian Neraka itu berawal dari penolakan terhadap Wahyu-wahyu-Ku yang diemban oleh Lia Eden dan Kerasulan Eden. Dan itu merupakan intisari Surat Yaa Siin. Demikian makna Yaa Siin itu adalah Surga dan Neraka.

Dari keterpautan keduanya dalam ayat Yaa Siin, demikian Kami menjelaskan keterpautan kisah Surga dengan kisah Neraka di dunia. Demikian rahasia Yaa Siin itu adalah Surga dan Neraka atau karunia dan kutukan. Demikian makna sebenarnya dari esensi Surat Yaa Siin sudah Kubukakan.

Wahyu Tuhan diturunkan pada 16 Agustus 2017

Betapapun peranan Lia Eden sebagai Ratu Surga dan Ratu Adil di dunia harus terbuka jalan pensuciannya. Publik harus mengetahuinya. Betapapun penebusan karma pengkultusan Maria sebagai Bunda Allah sudah dapat diterangkan dengan jelas melalui pengalaman penistaan atas Lia Eden selama ini.

Bahwa penistaan terhadap Lia Eden bukan hanya dari Hartono Ahmad Jaiz, tapi juga dari Marzani Anwar yang adalah reinkarnasi Kayafas, sekaligus reinkarnasi Bishop Pierre Cauchon. Dan penistaan yang sangat menghinakan juga dialami Lia Eden yang dilakukan oleh mantan suaminya, Aminuddin Day yang merupakan reinkarnasi Adam yang sedang berada dalam perputaran akhir asas hukum regulasi ruh yaitu dari kodrat malaikat yang tercipta menjadi manusia sebagai Adam, yang terus menuruni kodratnya sampai ke kodrat yang terburuk yaitu iblis. Demikian dia tampil menistakan Lia Eden dengan penuh hawa nafsu tanpa mau melihat siapa yang dinistakannya. Demikian Adam yang diciptakan dari ruh malaikat di akhir zaman ini dia menjadi manusia yang paling besar dosanya terhadap Surga dan terhadap Lia Eden.

Adapun Lia Eden sedang berlawanan arah kodrat dengan mantan suaminya. Hawa atau Eva tercipta dengan takdir memiliki ruh iblis. Demikian kisah Surga Eden mengisahkan tentang peranan ular dan pohon berbuah yang terlarang dipetik buahnya. Sebelum Hawa tercipta, iblis memfisik menjadi ular, dan kemudian dalam sesi perguliran ruh dan makhluk dalam hukum regulasi ruh, iblis yang sudah berfisik menjadi ular ketika akan tercipta menjadi manusia karena belenggu kutukannya sudah usai, maka terlebih dahulu ruhnya mengalami penetralan habitat dan menjadilah pohon yang berbuah di Surga. Dan karenanya pohon berbuah di Surga itu terlarang untuk dipetik karena sedang teradakan penetralan habitat pada Hawa ataupun Eva pada waktu itu.

Dan ketika Hawa menggoda Adam untuk memetik buah terlarang, sejak itulah kaum Hawa berhabitat menggoda kaum Adam. Demikian kodrat Adam dan Hawa pun terawali. Dan sejak itu pulalah dari Adam dan Hawa terlahirlah regenerasi genetika yang memiliki gen positif dan sekaligus memiliki gen negatif.

Kisah Surga yang dikhianati dan kisah Surga yang dizalimi dan kisah Surga yang dinistakan, semua itulah yang mendasari Teologi Neraka di dunia. Mereka semua yang berkhianat dan menzalimi serta menistakan Lia Eden, mereka semualah yang berubah kodrat menjadi iblis dan yang merupakan sosok-sosok yang disebutkan dalam pendalaman Teologi Neraka di dunia.

Dari semua penistaan itu, demikianpun seluruh penistaan atas dirinya dari masyarakat luas, kesemuanya itu sudah merupakan pelunasan penebusan karma pengkultusan yang harus dibayar oleh Lia Eden untuk Maria/Maryam. Dalam masa bermilenium yang panjang, Hawa atau Eva bereinkarnasi berkali-kali hingga menjadi Lia Eden sekarang ini.

Demikian perputaran takdir Hawa yang tercipta dengan ruh iblis, kini sudah sampai kepada perputarannya yang terujung, yaitu perubahan kodrat yang sedang menuju kodrat yang termulia, yaitu memasuki dunia kemalaikatan. Demikian dia diberi Tuhan tugas dan kewenangan menjadi Ratu Surga dan Ratu Adil di dunia. Dan kalau Lia Eden bilamana berhasil mengemban tugasnya yang dikaruniakan Tuhan sekarang ini, maka dia dijanjikan Tuhan akan berubah kodrat menjadi bidadari. Demikian dia patut dipasangkan denganku, Malaikat Jibril Ruhul Kudus, karena dia memang sudah waktunya berada di takdirnya yang termulia.

Dari kisah Adam dan Hawa yang kini bereinkarnasi menjadi Aminuddin Day dan Lia Eden, kiranya itu dapat dijadikan ilmu pengetahuan eskatologi kehidupan yang berasaskan hukum regulasi ruh yang terkait dengan hukum reinkarnasi. Maka sesungguhnya semua pengalaman pahit getir yang sudah dialami oleh Lia Eden selama ini tidaklah sia-sia, karena semua itu adalah tangga menuju takdir yang termulia.

Demikian semua penistaan yang dialami Lia Eden selama ini yang merupakan perbuatan mereka semua itu, telah menjadikan Lia Eden dapat menggenapi penebusan karma pengkultusan terhadap Bunda Maria yang dikultuskan sebagai Bunda Allah. Betapapun tanggungan karma itulah yang terberat baginya, karena Maria adalah Bunda Yesus yang dituhankan. Dan karena Yesus dikultuskan sebagai anak tunggal Tuhan, maka konotasi Bunda Allah pun bisa diartikan Maria adalah istri Tuhan.

Penebusan karma pengkultusan atas Maria, sungguh sangat menistakan Lia Eden, sehingga sejak dia didatangi takdirnya (1995-2017) dia terus menerus diterpa penistaan. Demikianpun pensucian Ratu Surga, kriterianya memang seperti itu. Dan penderitaan itulah yang meniscayakan dia takkan berani lupa diri kala dia berhasil menang, dan niscaya dia takkan berani menerima pengkultusan atas dirinya dari mana pun. Dan masyarakat pun kini juga menjadi tahu betapa bahayanya mengkultuskan seseorang yang dicintai mereka dan yang diagungkannya. Maka jangan sekali-kali menduakan Tuhan, karena sungguh kasihan nasib orang-orang yang dikultuskan dengan menduakannya dengan Tuhan.

Sebagai malaikat pembawa Wahyu niscaya aku tahu beratnya pembayaran hutang karma pengkultusan Maria oleh Lia Eden. Demikian walau aku menyadari penyusupan Omen (Abdurrahman) ke Eden, tapi aku membiarkan hal itu terjadi supaya target mensucikan Lia Eden dapat sampai kepada ketuntasan pembayaran karma pengkultusan atas Maria. Adapun peranan Maria sebagai Ratu Surga yang diyakini oleh umat Kristen, itu pun merupakan subyek pengkultusan atas Maria, tapi direspon Tuhan dengan mengabulkannya dengan menjadikan reinkarnasi Maria, yaitu Lia Eden, menjadi Ratu Surga dengan tujuan reinkarnasi Maria itulah yang berkewajiban meluruskan pengkultusan dirinya, pengkultusan Yesus serta Roh Kudus.

Adapun beban karma pengkultusan atas kami itulah yang harus kami tebus menjadi kekalahan Eden akibat tuduhan sesat yang tak bisa bergeser sebelum kegenapan penebusan karma pengkultusan itu dapat kami lunasi. Adapun pelunasannya tersebut kini sudah kami genapi ketika sudah sampai pula Mukjizat Surga saatnya terbuka.

Dan dari keberkahan Mukjizat Surga yang sudah terbuka, beginilah Karunia Tuhan kepadanya. Dia menjadi pandai menuliskan Wahyu-wahyu Tuhan yang terutama. Tak ada orang di dunia ini yang bisa menafsirkan satu rahasia ayat suci sekalipun, namun dia bisa memahami kunci semua rahasia Kitab-kitab Suci dari keempat Kitab Suci agama-agama besar di dunia, itu karena Tuhan mewariskan kepadanya pengertian atas semua ayat-ayat terahasia dari Kitab-kitab Suci tersebut.

Demikian Risalah Eden ini yang tadinya disebutkan sebagai risalah pembukaan rahasia Surat An-Najm dan Surat Yaa Siin dari Al Quran, ternyata disertai pula pembukaan banyak rahasia ayat-ayat yang lainnya, sebagaimana rahasia Surat Az Zukhruf ini termasuk dari Kitab Suci Injil, Veda dan Dhammapada.

Betapapun semua rahasia ayat-ayat suci tersebut satu sama lainnya saling terhubungkan. Betapa itulah konsep Tuhan dalam berkehendak atas perdamaian semua umat beragama demi Penyatuan Semua Agama. Kiranya dari pemaknaan yang tersurat dari Surat An-Najm dan Surat Yaa Siin, terbuka jualah banyak ayat-ayat terahasia lainnya.

Betapa semua ayat terahasia yang lainnya, yang terbuka itu sesungguhnya rahasianya baru bisa dibuka pada saat Surat An-Najm dan Surat Yaa Siin sudah waktunya dibuka, mengingat tata susunan kata pengganti subyek dan obyek dari semua ayat terahasia yang terbuka, bersamaan dengan terbukanya rahasia Surat An-Najm dan Surat Yaa Siin itu sama.

Dan kalau itu tak dibuka secara bersamaan, maka akan ada yang tertinggal. Dan kalau tertinggal, demikian pemaknaan yang utama tak bisa memiliki padanan yang sesuai, maka rahasianya jadi bisu atau hampa. Demikian pembukaan rahasia Surat An-Najm dan Surat Yaa Siin jadi panjang dan utama.

Dan mengapa Tuhan memberi ketentuan atas rahasia Surat An Najm dan rahasia Surat Yaa Siin sebagai ‘lokomotif’ rahasia Ayat-ayat Suci Al Quran? Itu karena Surat An Najm mengandung rahasia terkait dengan rahasia Tuhan tentang Surga di dunia, sedangkan Surat Yaa Siin mengandung rahasia masa depan Indonesia di mana Kerasulan akhir zaman itu diadakan Tuhan di kalangan umat Islam di Indonesia. Maka tak heran Muslim Indonesia lazim terbiasa melafalkan yasinan. Demikian ruh Surat Yaa Siin melekat pada umat Islam Indonesia.

Adapun itu juga termaknai bahwa bagi Tuhan, rahasia Ayat-ayat Suci Al Quran adalah ayat-ayat suci terahasia yang paling akhir teradakan, maka ayat terahasia dari Al Quran dijadikan Tuhan sebagai pembuka keterangan yang menghubungkan suatu kesimpulan dari deretan ayat-ayat terahasia dari keempat Kitab Suci yang terdahulu. Itu karena takdir akhir zaman dimulai ketika umat Islam perlu diperingatkan Tuhan secara khusus. Dan itu karena umat Islam mengira tak ada agama yang sebenar agama Islam. Maka rahasia Al Quran baru bisa dibuka bila menyertakan pembukaan rahasia ayat-ayat suci dari ketiga Kitab Suci agama yang terbesar lainnya di dunia, yaitu Veda, Dhammapada dan Injil.

Dan adapun yang membuka semua ayat-ayat suci terahasia itu adalah Wahyu Tuhan yang disampaikan oleh kami, Malaikat Jibril dan Lia Eden. Dan rincian konsep pembukaan semua ayat-ayat rahasia dari ke empat Kitab Suci tersebut terikat dalam kerahasiaan misteri pernikahan Surga yang niscaya takkan bisa dibuka oleh siapa pun untuk selama-lamanya, kecuali oleh pengantin Surga itu sendiri.

Dan betapapun yang dimaksudkan dengan Pengantin Surga atau pengantin anak domba, yaitu Lia Eden, tak lain adalah reinkarnasi Bunda Maria dan Eva/Hawa serta Joan of Arc dan R.A. Kartini. Dari semua identitas ruhnya itu, maka peranan Lia Eden sekarang ini adalah lintas agama.

Betapapun peranan Lia Eden itu sudah sengaja dirancang Tuhan sebelumnya demi efisiensi tugas dan tanggung jawab Utusan Tuhan di akhir zaman ini. Dalam uraian kami ini, sudah terdapat ketentuan tugas bagi reinkarnasi Maryam/Maria bahwa Maryamlah yang ditugasi Tuhan untuk menyampaikan Fatwa-Nya terkait dengan Penyatuan Semua Agama. Coba dibaca Surat Al-Anbiyaa ayat 91-93 sebagai berikut.

Kitab Suci Al Quran, Surat Al Anbiyaa ayat 91:

  1. Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda yang besar bagi semesta alam.

Dikatakan, ingatlah berita Maryam di Al Quran ini bahwa dia telah difitnah dan dinistakan dan teraniaya serta dizalimi oleh umat Islam Indonesia. Tapi dia tetap kukuh imannya dan tak gegabah membalas segala fitnah dan penistaan atas dirinya, karena itu terlarang baginya. Maka sama sekali dia tak membalas fitnah-fitnah itu, kecuali tetap puguh menuliskan Wahyu-wahyu Tuhan dan keterangan-keteranganku yang sangat padat. Betapa Wahyu Tuhan dan pembelaan-pembelaanku terhadapnyalah yang mengemuka. Dan betapa Pembelaan Tuhan itu berdasarkan ayat-ayat terahasia yang dibukakan artinya, dan akulah Jibril yang memperantarainya dalam menuliskan Wahyu-wahyu Tuhan.

Demikian seluruh waktunya terpakai hanya menuliskan Wahyu-wahyu Tuhan dan segala yang kusampaikan kepadanya, maka dia tak pernah tergelincir membalas semua fitnah-fitnah dan penistaan atas dirinya. Dan itulah faktualisasi dari kalimat awal ayat Al Anbiyaa ayat 91, “Dan ingatlah kisah Maryam yang memelihara kehormatannya.

Dan kalimat berikutnya menyatakan Firman Tuhan: “Lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami”. Demikian atas Ketentuan Tuhanlah ruhku Jibril berada dalam dirinya, sambil dia terus menerus disucikan agar dia aman dari gejolak perbedaan jenis ruh.

Adapun orang yang ruhnya diduakan dengan ruh malaikat ataupun dari makhluk lainnya (jin atau iblis) itu niscaya mengalami tensitas yang temporal yang mengakibatkan seseorang mengalami disekuilibritas feeling, apalagi kalau penyatuan ruh itu dipaksakan. Akan tetapi penyatuan ruhku dengan Lia Eden sudah diformatkan harmonisasinya, sehingga Lia Eden justru mengalami penambahan kecerdasan dan kewaskitaan.

Betapapun penyatuan ruh yang berbeda jenis itu terjadi tak dari sejak semula dia dilahirkan. Maka sesungguhnya, kondisi penyatuan ruh dalam diri seseorang itu niscaya akan mengakibatkan perubahan gangguan pada sistem metabolisme tubuh dan syarafnya yang tak terbiasa luruh dengan penambahan satu ruh dalam tubuhnya. Namun demikian, peluruhan tersebut membawanya menjadi paham tentang dunia ruh dan asas hukumnya. Tapi dia menjadi cekatan dan cerdas menuliskan Wahyu-wahyu Tuhan secara runtut dan itu seperti menggali kalimat-kalimat dari dalam dirinya sendiri, Wahyu Tuhan yang harus dituliskannya, secara lancar terdengar olehnya.

Dari penyatuan ruhnya dengan ruhku, maka tak ada respon negatif yang keluar darinya, semua responnya tertuntun menjadi responku. Dan siapa pun bisa melihat bahwa dari balik dirinya ada aku yang selalu bersamanya, maka aku hidup di kalangan manusia sebagaimana dia juga memasuki kehidupan alam ruh, maka dia dapat menjelaskan Asas-asas Hukum di alam ruh.

Walaupun demikian, dia tak melanglangi kehidupan alam ruh yang liar karena dia tak dibekali ilmu mistik klenik yang lazim digunakan oleh kalangan pengguna mistik klenik di masyarakat luas. Aku justru mengikatnya dalam pengetahuan hukum alam ruh yang bersinergi dengan hukum alam semesta. Maka dia tak pernah terpukau pada kekuatan magis apa pun, tapi dia bersama kekuatan magis Surga yang sempurna dan yang mensemesta. Dan Tuhan menyatakan mukjizat Pewahyuan melengkapi dirinya.

Adapun ketika pada saat ini dia berposibilitas menjadi perantara bagi umat manusia dengan Tuhan dan sebaliknya, maka dia tak hanya menjadi dirinya, itu pun karena Tuhan ingin menjadikan dia sebagai Mukjizat-Nya untuk abad modern sekarang ini. Sebagai Ratu Surga dan Kerajaan Eden dan sebagai Ratu Adil, niscaya dia disertai Mukjizat Surga dan mukjizat keadilan yang suci, selain Mukjizat Pewahyuan.

Betapapun itu adalah merupakan obyektivitas Kemahaadilan Tuhan yang harus dituliskannya. Dan katakanlah bahwa reinkarnasi Maria itu memiliki Mukjizat utama yang berbeda dengan Mukjizat Yesus sehingga dia dituhankan oleh umat Kristen. Demikian di kalimat terakhir dari Al Anbiyaa ayat 91 ini disebutkan, “Dan kami jadikan dia bersama putranya (Yesus) sebagai bukti kekuasaan Allah bagi semesta alam”. Mukjizat Eden adalah Mukjizat Surga, maka manalah Mukjizat Surga itu tak mensemesta.

Dan atas pemaknaan ayat tersebut di atas, betapa Tuhan di abad ini sedang berkehendak mempersandingkan mukjizat Lia Eden sekarang ini dengan mukjizat Yesus dahulu kala, supaya umat Kristen yang menuhankan Yesus itu bisa paham bahwa jikalau Tuhan berkehendak mengusaikan penuhanan atas Yesus, maka mukjizat reinkarnasi Marialah yang dipersaingkan dengan mukjizat yang diperoleh Yesus dahulu. Maka jangan menuhankan siapa pun karena mukjizat yang diberikan Tuhan kepadanya.

Demikian sungguh ayat tersebut di atas sudah menggambarkan Keterangan Tuhan yang ingin menjadikan reinkarnasi Maria itu diperbandingkan dengan mukjizat putranya, Yesus, yang sama-sama dikaruniai mukjizat dari Tuhan semesta alam. Tapi Lia Eden diperlihatkan Tuhan sebagai seorang perempuan biasa yang tak kuasa apa-apa atas Mukjizat Tuhan yang diberikan kepadanya, bahkan dia terlarang berdoa untuk memberlaksanakan Mukjizat Tuhan kala dia sangat terdesak. Demikian Ketentuan Tuhan kepadanya agar dia tak dituhankan juga kelak, walaupun nyata dia adalah Ratu Surga Eden dan Ratu Adil.

Cukuplah dia sendiri yang menjadi peraga yang mendatangkan Mukjizat Tuhan ke dunia, sedangkan dia sendiri tak terlibat pada pengeksisan mukjizat Pewahyuan maupun mukjizat Surga mendunia. Semua itu bisa terlaksanakan sebagai Ketentuan Tuhan semata.

Adapun kemahasucian Surga dan kemahakeramatan Kitab Suci Surga yang sedang dituliskannya itu harus terbukti di hadapan publik dunia, itu karena dia diberi tugas oleh Tuhan untuk menyampaikan Fatwa-fatwa-Nya dan Pasal-pasal Hukum-Nya yang sangat berat ditanggung olehnya. Demikian di ayat ini disebutkan reinkarnasi Maria itu dijadikan bukti Kemahakuasaan Tuhan bagi semesta alam.

Demikianpun melalui Lia Eden, Tuhan berterus terang tentang Wujud-Nya yang Bulat dan Berotasi. Keterusterangan Tuhan itu tertuju untuk menyadarkan semua orang agar tak menuhankan yang lain karena hanya Dia-lah Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa atas seluruh alam semesta dan seluruh kehidupan makhluk di dalamnya.

Kitab Suci Al Quran, Surat Al Anbiyaa ayat 92:

  1. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Demikian ayat 92 Al Anbiyaa ini sudah menerangkan Titah Tuhan kepada Lia Eden terkait dengan Fatwa Tuhan sekarang ini, yakni Penyatuan Semua Agama dalam teologi Monotheisme mutlak Tuhan Yang Maha Esa. Dan untuk itu, Tuhan menjernihkan semua keyakinan dan menyederhanakannya supaya mudah untuk disatukan. Betapapun inilah Ketentuan Tuhan agar semua umat dan semua orang di dunia ini harus Tauhid hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

Kitab Suci Al Quran, Surat Al Anbiyaa ayat 93:

  1. Dan mereka telah memecah-belah urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali.

Demikian kondisi keagamaan di zaman ini sudah sedemikian kalut dan rancunya. Konflik dan peperangan atas nama agama sudah sampai pada diversifikasi yang sungguh sudah tak masuk akal. Penyimpangan agamalah yang mempengaruhi perubahan kemurnian agama. Betapapun perubahan pada agama-agama Tauhid dipengaruhi oleh pendapat-pendapat para pemuka agama yang berkutat dalam pertarungan politik, sehingga mereka meliak-liukkan pemahaman atas ayat-ayat suci untuk mengemukakan pembenaran alibi-alibi politiknya. Demikian persaingan politik pun mengisi testimoni-testimoninya menjadi tak logis dan kalau sudah menyerukan kebencian dan menjadi penggalangan penyerangan, demikian konflik agama menjadi sangat menakutkan. Semua opini dan kecaman pun beranjak menjauhi akal sehat.

Maka atas semua agama, perlu diadakan penjernihan dan pemurniannya kembali. Dan kalau itu diurut melalui atensi yang harus tersesuaikan dengan karakter keberimanan setiap umat, maka Penyelamatan Tuhan di hari kiamat ini takkan berhasil, karena pelurusan semua agama akan memakan waktu dan energi yang tak pernah bisa tercukupkan, seberapapun itu dikualifikasikan secara seksama.

Kesemuanya itu akan sampai kepada perbedaan-perbedaan yang tak berkesimpulan, sehingga perbedaan-perbedaan itu pun menjadi kehilangan bentuk asalnya. Bahkan Kemahakuasaan Tuhan memulihkan tak bisa diterapkan kalau pelurusan atas semua agamalah yang diharapkan, karena tak cukup waktu lagi kalau penyimpangan semua agama harus disisiri satu persatu. Proses kiamat tak bisa disurutkan lagi. Betapa masalah agama-agama sudah seperti benang kusut yang terendam lumpur dan darah, yang tak bisa terurai lagi.

Demikian Tuhan menganggap lebih mudah dan lebih efektif kalau semua agamalah yang dihapuskan. Dan semua umat beragama kembali dibawa kepada kejernihan dan kemurnian ajaran agama masing-masing. Demikian ketandasan keterangan kami ini dalam Surat Al Anbiyaa ayat 93 ini yang menyatakan, “Masing-masing mereka akan kembali kepada kami”.

Demikian sebelum waktunya memberlakukan intervensi Pewahyuan ke satelit I.T, begitulah Lia Eden sudah harus memberanikan diri mendeklarasikan akan adanya Pewahyuan terkait dengan Pengadilan dan Penghakiman Tuhan untuk dunia. Dan mengait dengan hal itu, terlebih dahulu Tuhan ingin membuka Pengadilan dan Penghakiman Tuhan atas Indonesia dan umat Islam.

Sebaik itu harus terkemukakan ke publik, maka niscaya dia menjalani pengetatan dan efisiensi pensucian, maka di masa akhir-akhir ini, pengalaman-pengalaman pelik dan berat dan hal-hal yang paling menistakannya terpaksa dialaminya. Tapi itu pun untuk mengajarkan ketaqwaan yang lebih dalam dan kebijaksanaan yang adil dalam mengemukakan litigasi proses Pengadilan dan Penghakiman Tuhan yang wajib dituliskannya.

Tapi sebelumnya, dia wajib memenuhi kriteria penebusan karma pengkultusan atas Maria. Dan aku pun demikian, aku harus mensucikan dia dengan kriteria yang tertera dalam domainku sebagai Ruhul Kudus. Demikian kami berdua kini sudah sampai kepada kevakuman perhatian dari semua orang di dunia.

Pewahyuan yang sudah ditolak di negeri ini sepertinya sudah mapan tertolak dan dunia internasional pun seakan sepakat dengan tuduhan sesat terhadap Eden. Demikian untuk mengoyak tabir tuduhan sesat itu, diperlukan keseksamaan membayar lunas pengkultusan terhadap Roh Kudus dan Bunda Maria. Dan itu baru berpeluang dapat kami selesaikan ketika tak ada lagi keinginan dari pihak mana pun untuk menengok kebenaran Wahyu-wahyu Tuhan yang kami emban ini. Dan itu termaknai sebagai titik tolak kami untuk berbalik arah kepada pemfokusan. Dan itu tersesuaikan dengan asas hukum regulasi ruh yang mengharuskan takdir kami bertitik tolak dari ketitiknadiran kekalahan.

Demikian perjuangan kami selama 22 tahun ini sesungguhnya tak sia-sia karena ketika kepandiran tuduhan sesat itu sudah menuai kutukannya secara global juga, maka tibalah saatnya untuk kami beraktivitas menguraikan kekukuhan tuduhan sesat itu dengan menyodorkan makna tersurat dari semua ayat-ayat terahasia yang tersirat artinya. Dan itulah kebenaran hakiki Wahyu-wahyu Tuhan yang terkini. Dan kalau sudah seperti itu, maka tak ada lagi dalil-dalil ulama yang bisa mempertahankan tuduhan sesatnya.

 

Pensucian Ratu Surga untuk Menjadi Ratu Adil

Tak ada orang yang bisa mengangkat dirinya sebagai Ratu Surga sekaligus menjadi Ratu Adil, kalau bukannya Tuhan-lah yang menjatuhkan Pilihan-Nya sendiri. Keadilan Ratu Surga harus bisa dipercaya sepenuhnya, selayak itulah aku langsung terlibat dalam privacy Lia Eden seutuhnya. Begitulah kepribadian Lia Eden menjadi berkepribadian ganda dalam konotasi positif. Tapi aku, Jibril, menjadi leluasa beraktivitas melalui dirinya. Pemikiran-pemikiranku mengalir melalui pemikirannya. Reaksi spontanku menjadi reaksi spontannya. Pertimbangan-pertimbangannya kuarahkan sedemikian rupa sehingga kalkulasiku yang berimbang bisa dicapainya. Dan itu pun dapat teraih olehnya melalui konklusi kesuciannya yang teraih olehnya.

Begitulah kualifikasi kesucian harus ditempuh melalui pergulatan batiniah Lia Eden yang sedang disucikan. Maka sesungguhnya dia pun belajar sebagaimana manusia biasa yang sedang belajar, hanya saja dia tak menempuh pelajaran dalam suatu ruang kelas tertentu. Pelatihan membedakan frekuensi Suara Tuhan dengan frekuensi suara Jibril itu pun memadai pengujiannya.

Dia tak boleh berlarut menempatkan Tuhan itu sama dengan eksistensiku pada dirinya. Untuk itu saja harus ada tipologi Kemahasakralan Tuhan dan kepatuhan mutlaknya kepada Tuhan yang harus dibedakan dengan tipologi getaran suaraku di batinnya dan kewajibannya mematuhiku sepenuhnya. Dan itu tak mudah kecuali keberimanannya sungguh sudah seutuhnya, dengan demikian dia sudah menyatu dengan frekuensiku yang membedakan Frekuensi Tuhan dalam dirinya.

Apa dan bagaimana kemahasakralan itu? Dan bagaimana wujud Kemahaadilan Tuhan bila harus diterapkan di dunia manusia, dan bagaimana Kemahaadilan Tuhan di alam ruh dan bagi seluruh makhluk-Nya? Maka itu niscaya ada kesamaannya dengan Kemahaadilan Tuhan untuk semesta, walaupun struktur hukumnya itu tidak tunggal karena Kemahaadilan Tuhan meleluasa ketika diterapkan kepada semesta. Dan itulah yang dia pelajari selama ini.

Dan karena itulah kami mengibaratkan Kemahaadilan Tuhan harus menjadi ilmu pengetahuan tentang Asas-asas Hukum Tuhan dan asas Kemahaadilan-Nya. Dan itu tak bisa dibumikan kalau tak ada orang yang dilibatkan Tuhan untuk menuliskan Wahyu-Nya tentang hal itu. Maka untuk itu Utusan Tuhan dilibatkan dalam membumikan Asas Hukum-Nya dan asas Kemahaadilan-Nya. Dan seseorang takkan bisa memberikan keterangan apa pun tentang hal itu, nian apabila dia tak terlibat dalam momentum-momentum pertarungan hidup mati dalam mempertahankan Wahyu Tuhan dan segala Ajaran-Nya yang sedang akan dieksiskan Tuhan.

Seberapa pun kesempurnaan dan kegenapan Ajaran-ajaran Tuhan yang sudah ada sebelumnya, kalau itu sudah teradakan ribuan tahun sebelumnya, padahal bumi ini sudah beranjak kiamat, niscaya ada hal yang dapat menjelaskan kondisi apa yang menyebabkan Wahyu Tuhan di akhir zaman ini merupakan kesimpulan dari semua Ajaran-ajaran-Nya pada semua agama.

Betapapun peradaban manusia di zaman dahulu dan peradaban manusia zaman sekarang sudah sangat berbeda, dosa-dosa manusia zaman dahulu masih dosa-dosa yang lugu, tak seperti dosa-dosa manusia zaman sekarang yang membahana sesuai dengan kemajuan teknologinya.

Siklus kiamat selalu ditandai kedatangannya kala peradaban manusia sudah sangat tinggi. Betapapun peradaban itu tidak statis dan selalu berubah. Dan kini penanjakannya sudah sampai kepada peradaban teknologi energi surya dan cyber serta digital. Dosa-dosa manusia pun menjadi tak terhingga dengan adanya internet dan penggunaan handphone bagi semua orang di dunia. Semua itu memudahkan kejahatan seketika bisa mengglobal dan tak mudah diatasi. Sedangkan hukum formal baru ingin disesuaikan dengan kejahatan global tersebut.

Sesuai ataupun tak sesuai, betapapun hukum formal itu kini kalah langkah oleh kejahatan digital dan cyber. Maka perlu penjajakan pemberantasan kejahatan melalui Ketentuan Hukum Tuhan yang baru. Dan serangkaian dengan itu, hukum formal pun perlu diformatkan kembali dengan memberadaptasikan klausul-klausul hukum yang disoroti Tuhan dalam Pewahyuan-Nya yang terbaru.

Bahwa segala kejahatan global yang sulit dijerat secara hukum, bisa diharapkan dengan melalui jerat Hukum Tuhan yang maha keramat. Suatu kejahatan yang berserikat dan yang melibatkan lintas negara maupun yang mengglobal akan diatasi Tuhan bila di dalam persidangan disebutkan catatan Pasal-pasal Hukum Tuhan yang baru yang sengaja diturunkan Tuhan untuk itu.

Dan apabila Pasal Hukum Tuhan itu dicantumkan sebagai konsiderasi ketentuan hukum yang dikenakan kepada terdakwa penjahat tersebut, maka Pasal Hukum Tuhan yang dinyatakan pun berlaku terhadapnya. Dengan demikian para penjahat akan takut melakukan kejahatan semau-maunya lagi. Karena kemahakeramatan Firman Tuhan yang sedang diturunkan-Nya sekarang ini niscaya tulahnya bekerja dengan seksama, karena inilah Hari Pengadilan dan Penghakiman Tuhan mendunia.

Begitulah kejahatan yang mengglobal akan surut bila semua orang mensakralkan dan mengeramatkan Wahyu Tuhan yang baru ini. Betapa kalau Wahyu Tuhan itu mau disakralkan dan dipatuhi, maka Tuhan-lah yang bekerja mengatasi kejahatan yang orisinil maupun yang berteknologi.

Kuasa Tuhan dapat membuat suatu kejahatan terbongkar dan tertangkap basah dan memiliki bukti yang valid sehingga penjahat bisa dipenjarakan. Begitulah tugas para malaikat di dunia ini yang senantiasa melaksanakan isi Wahyu Tuhan yang diamanatkan. Begitulah cara kerja kami yang selalu berorientasi pada Ketetapan Tuhan dalam Wahyu-Nya yang sedang diturunkan di Eden.

Demikianlah bila semua orang menyadari kemahakeramatan Wahyu Tuhan, maka para penjahat pun tahu kalau Tuhan niscaya tahu perbuatan jahat mereka. Dan apabila Wahyu Tuhan sudah dipatuhi dunia, para penjahat pun akan takut atas pembalasan dosa yang akan menimpa mereka, sebab Tuhan memang akan menampilkan Hari Pembalasan-Nya di mana semua dosa dibalaskan seketika.

Betapapun teknologi internet dan cyber sudah terpakai untuk melakukan kejahatan internasional. Bahkan kejahatan pun bisa terakumulasikan di kalangan penegak hukum sendiri. Penguasaan terhadap sistem teknologi terbaru membuat siapa pun bisa melakukan modus kejahatan canggih dan godaan atas harta dan kekayaan itu sulit dibendung di kalangan orang-orang yang bisa menguasai teknologi cyber dan internet, dan ilmu itu bisa dikuasai oleh siapa pun yang menaruh perhatian atas hal tersebut.

Betapa kini tatanan hukum formal yang terformatkan untuk mengatasi kejahatan digital, tak selaju dengan kepintaran penjahat mengotak-atik teknologi. Demikian kejahatan global lebih laju perkembangannya. Maka Asas Hukum Tuhan pun harus diturunkan dalam peradaban yang sudah seperti itu, karena strata kehidupan umat manusia masa kini itu nyaris semuanya tak awam dalam menggunakan teknologi.

Ayat-ayat suci dalam Kitab-kitab Suci sudah menjadi kedaluwarsa dan tak nyambung dengan kondisi spiritual masa kini yang menginginkan obyektivitas logika intelektual orang-orang modern bisa tetap luruh mengimani Ajaran Tuhan yang diyakini selama ini. Padahal, yang diyakininya itu sudah tak nyambung juga dengan logika persuasif terhadap agama masing-masing, walau ingin dipaksakan juga. Maka jadilah kehampaan keyakinan atau sebaliknya menjadi radikalisme dan terorisme. Atas kedua hal itulah, maka diperlukan suatu kodifikasi yang nyaman untuk menyambungkan semua kontradiksi keagamaan sehingga bisa menjadi penyurutan konflik agama.

Setetes pencerahan apa pun yang dapat kami berikan, tetap akan kami perjuangkan, karena intelektualitas dan spiritualisme itu kini sudah tak sejalan lagi ketika teknologi sudah menguasai dunia maya dan teknologi sudah melambung mensemesta. Namun di lain pihak, betapa bila intelektualitas terpasung oleh doktrin-doktrin lama, maka jadilah fanatisme menggeliat di kalangan intelektual. Dan kalau kalangan mereka itulah yang tampil mengedepan, maka pemahaman primordial-sektarian semakin diterima dan dibenarkan oleh masyarakat awam. Karena argumen-argumen dari para intelektual itu lebih mengena di kalangan masyarakat modern ketika berbahasa ‘ilmiah’.

Betapa ceramah atau makalahnya itu tak mengungkit rasa penasaran karena publik menganggap dia piawai dalam ilmunya dan ilmu agamanya, sehingga apa pun yang diceramahkan dianggap sebagai kebenaran yang pasti dan cerdas. Bahwa secara umum masyarakat akademisi sesungguhnya juga sudah menggeliat di ranah eksklusivisme intoleransi. Demikian ‘pasar’ penganut intoleransi dan radikal pun semakin bertambah.

Betapa dengan rangsangan keilmuan dari seorang intelektual itu bisa mengubah kelogisan yang bersahaja menjadi ketidaklogisan yang berilmu, hanya karena menggunakan bahasa ilmiah.

Bila kaum intelektual pun terlibat menjadi pemarah karena fanatisme, dan bila keterangan-keterangan mereka yang berbahasa ilmiah itu diluruhkan menjadi bahasa agama modern, demikian spiritualisme diperkirakan mengikuti perkembangan zaman setelah memasuki dunia intelektual. Selayak itu memang harus diapresiasi kalau tidak melibatkan keegoan spiritual dan tak melibatkan ongkos politik. Karena kalau seperti itu, pemahaman pembaharuan agama belum-belum sudah mengikat pada nama-nama tokoh tertentu.

Betapa spiritualisme yang berbahasa intelektual bisa saja dirasakan seperti suatu pembaharuan spiritual, karena dialektikanya tertata dalam bahasa ilmiah yang menjadi tidak sungkan melompati rambu-rambu. Kebebasan berfilsafat dalam dialog bebas para intelektual pun menjadi tren. Pembaharuan spiritual pun terbuka dan bisa dibahaskan dalam bahasa intelektual. Padahal, kecenderungan itu justru bisa membuka peluang perubahan spiritual yang murni.

Maka kalau ingin memperluas pemahaman moderat kepada publik, berikan ke masyarakat penjelasan kemurnian agama dan jangan melokalisir pemahaman masyarakat atas agamanya dengan alasan pembaharuan itu. Maka gagasan-gagasan yang diberikan itu akan mengalir bersama kemurnian agama. Dan pembaharuan atas agama dikonkritkan dengan melepaskan diri dari sentimen agama. Bebaskan spiritualisme terbuka mempersaudarakan semua umat dan sesama.

Kemoderatan bisa mempertahankan kemurnian ajaran agama, kalau dia bertahan pada kemutlakan Monotheisme dan yang memandang monotheisme, pantheisme dan monisme itu adalah filosofi teologi yang seiya-sekata dan saling melengkapi. Dan itu adalah merupakan spiritualisme obyektif yang sudah kongkrit. Maka bila keilmuan dimasukkan secara jenaka dan cerdas ke dalam spiritualisme yang sudah kongkrit tersebut, tetapi tetap mempertahankan Monotheisme, demikian pembaharuan spiritualisme tak mencederai Ketauhidan semua agama bila pun diadakan penyesuaian dengan spiritual para intelektual dan cendekiawan Muslim yang moderat.

Teologi Panteisme (Tuhan adalah kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta) dan Monisme (alam semesta merupakan satu kesatuan yang manunggal dengan Tuhan), sesungguhnya itu hanyalah keterangan yang sudah lama yang kini diformatkan menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa yang Berwujud Bulat dan Berotasi dan yang meliputi seluruh semesta. Demikian spiritualisme baru yang sedang diadakan Tuhan sekarang ini tak lain adalah penyatuan pemahaman atas teologi Monotheisme, Pantheisme dan Monisme.

Maka sesungguhnya idealisme para intelektual yang cenderung menginginkan pembaharuan spiritual, kiranya jangan bergeser dari ketiga isme itu. Dan justru mereka kini dapat ruang mengabadikan pembaharuan spiritual yang diinginkan mereka itu melalui Penjelasan Tuhan atas Wujud-Nya Yang Bulat dan Berotasi.

Maka hendaknyalah kecenderungan mencari pembaharuan melalui konotasi keilmuan dalam spiritualisme atau sebaliknya, membuat konotasi spiritual ke dalam keilmuannya, tapi keduanya tak mengena pada akar dan esensinya, apalagi kalau sudah menyertakan ide-ide spiritual yang melanglang ke dunia ruh dan pengeramatan. Agama pun memasuki keangkeran mistik dan klenik, dan dikira itulah jalan pintas Berkah Tuhan.

Dan kemudian fenomena hipnotisme pun menyundul langit, dan yang lainnya menjelmakan filosofi-filosofi yang mengalirkan bid’ah. Tapi itu tak dirasakan sebagai bid’ah ketika berbahasa intelektual dan berfilosofi, melainkan menjadi tren pembaharuan yang diminati secara massal. Demikian perubahan agama yang tak disadari telah menyimpang. Demikian itu menjadi penyesatan yang sempurna, karena mereka menggunakan dalil-dalil keilmuannya, sehingga masyarakat yang mengaguminya menganggap itulah pilihan yang terbaik di saat konflik agama merancukan segala kebenaran. Begitulah pembaharuan spiritual yang tak puguh dan kefanatikan terhadap doktrin keras, sama-sama menggamangkan karena kemudian menjadi salah sasaran.

Kerancuan ilmu tercipta melalui kerancuan pemahamannya atas kebenaran dan atas spiritualisme yang sudah terpolarisasi dan mengalami dikotomi kebenaran yang sama-sama tidak utuh, tapi diyakini sebagai kebenaran yang asli, padahal sudah diutak-atik oleh mereka sendiri.

Karena itu pembaharuan spiritualisme harus diadakan Tuhan kembali. Dan untuk itu harus ada Utusan-Nya yang tidak radikal dan yang netral. Walaupun demikian untuk membentuknya menjadi sedemikian itu diperlukan pemfokusan pensucian yang khusus pada dirinya.

Demikian karunia pensucian atas diri Lia Eden, dia diberi ketahanan bersuci dan kecerdasan yang liat sehingga bisa terulik untuk bisa menuliskan segala pembahasan dari Tuhan yang amat sulit baginya. Demikian dia kini beranjak memulihkan diri dari ketertekanan yang mendominasi hidupnya yang padat dengan dilema-dilema tinggi yang penuh risiko bahaya yang tidak kecil. Selayak itu dia pun sudah menempuh pengajaran kewaskitaan yang mendalam, karena dia belajar dari komunikasi transendentalnya yang juga aktif dan penuh manfaat. Dari kedua hal tersebut itulah, dia seakan hidup di antara Neraka dengan Surga. Dan itulah kenyataan kehidupannya sebagai manusia, namun juga sebagai Utusan Tuhan yang diberkati.

Dari sanalah segala perimbangan negatif dan positifnya berakumulasi dengan clearance-clearance yang bisa dicapainya dari pergumulan obyektivitas dan subyektivitas ajaran keadilan yang diajarkan Tuhan kepadanya. Demikian lambat-laun ajaran keadilan dari Tuhan pun kemudian menghabitat dalam dirinya. Konsiderasi dari segala efek kepanikan yang sudah dialaminya selama ini dengan kepastian pencerahan dari Tuhan yang selalu diterimanya itu telah berhasil mengubah karakter dirinya, dari seorang seniman bunga menjadi Utusan Tuhan. Atau dari orang awam menjadi spiritualis. Konkritnya dia telah mengalami pensucian rohani agar dia bisa melihat secara pasti semua dilema, walaupun dilema kesucian sekalipun. Pembekalan terhadap dirinya yang sudah dikaruniai gelar Ratu Adil oleh Tuhan itu cukup sulit pensuciannya.

Kemahaadilan Tuhan terhadap orang-orang suci pun harus peka dirasakannya. Betapa untuk itu saja, dia terpaksa mengalami betapa peliknya Tuhan dalam membahaskan kriteria kesucian dan keberimanan yang sebenarnya. Karena sungguh itu pun tak mudah, tak semudah membedakan kesucian dengan kejahatan atau kesalahan. Juga tak semudah memberikan pembenaran dari hal yang sudah benar walau itu sudah berhadapan dengan kesalahan yang dibenarkan. Karena masih ada kebenaran sejati yang tak bisa dilonggar-longgarkan dari kekonkritannya.

Betapapun ada hal lain yang perlu dipertimbangkan atas suatu kebenaran yang sudah puguh kebenarannya. Sebab ada saja pengaruh negatif yang bisa mengeruhkan suatu kebenaran sejati, kala mengangkat kebenaran itu untuk menjadi suatu slogan perjuangan yang dibahanakan sehingga menjadi berubah bentuk, ketika tak terjadi kemenangan atas kebenaran itu. Lalu kebenaran sejati itu pun ditinggalkan menjadi hampa atau kurang perhatian dan kemudian ditinggalkan. Kebenaran sejati itu pun bisa berakhir menjadi kekesalan, dan dari kekesalan muncullah negativitasnya.

Padahal, kebenaran sejati itu harus menempuh ujian-ujiannya yang kongkrit pula. Dan itu seperti gunung es yang hanya terlihat puncaknya, bahwa suatu kebenaran sejati yang baru permukaannya yang terlihat, namun sesungguhnya di bawahnya ada gunung es yang bukan berupa bongkahan-bongkahan. Dan itulah kebenaran hakiki. Maka sesungguhnya kebenaran sejati yang diperjuangkan secara konsisten tanpa pamrih apa pun, itulah kunci kebenaran sejati yang akan menyanggupkan akan sampai kepada kebenaran hakiki.

Dan kebenaran hakiki itu tak tergantung kepada tokoh siapa yang memperkenalkannya atau yang terlibat dalam peristiwanya, melainkan kebenaran hakiki itu niscaya berlandaskan Keilahian yang menjadi konkrit melalui peristiwa perguliran pertarungan kebenaran yang benar dengan kebenaran sejati. Betapapun perbedaan di antara keduanya itu sulit pengimprovisasian kebenarannya, karena selalu ada kesamaan yang datar di antara keduanya, kecuali bila kebenaran sejati itu bisa menukik dalam dan secara bersamaan juga bisa meleluasa melangit, maka kebenaran sejati itu pun berkualifikasi mendekati kebenaran hakiki.

Namun, kebenaran hakiki adalah Kewahyuan Tuhan. Kebenaran sejatinya memiliki kekonkritan yang utuh ketika peristiwa-peristiwa pertarungan kebenaran di dunia itu disoroti oleh Wahyu Tuhan. Adapun Sorotan-sorotan Tuhan sudah menjadi risalah-risalah yang berkonsep-konsep. Seluruhnya itulah produk Pensucian Shiratal Mustaqim. Sebanyak itu pun ternyata belum terlihat seperti puncak gunung es. Bahkan hanya masih dianggap sebagai lelehan pencairan es balok.

Padahal, kehakikian itulah yang kini sedang dipertarungkan dan telah menjadi banjir darah dan puing-puing yang berserakan dan sudah mengakibatkan jutaan imigran menderita terusir dari negara-negara yang tak mau terganggu oleh mereka. Maka Tuhan ingin mengembalikan semua kebenaran pada perannya masing-masing. Untuk itulah diadakan Pensucian Surga dan Pensucian Surga takkan dikenali kalau tak diadakan Surga di dunia. Dan Surga di dunia takkan dikenali kalau tak ada Utusan Tuhan yang mendeklarasikannya. Dan kalau itu harus dideklarasikan supaya semua orang tahu adanya pensucian Tuhan di dunia, maka Tuhan niscaya harus mensucikan seseorang yang akan dinyatakannya sebagai Ratu Surga yang adil dan terpercaya.

Adapun persyaratan Surga di dunia mengungkapkan bahwa Ratu Surga dan Ratu Kerajaan Tuhan juga menempati posisi sebagai Ratu Adil. Betapapun asas-asas Kemahaadilan Tuhan yang diterapkan Tuhan di dalam Pengadilan dan Penghakiman-Nya tak bisa diketahui oleh umat manusia, bilamana tak ada orang yang diberitahu Tuhan dan yang bisa menuliskannya untuk menjadi pengajaran pengetahuan tentang Kemahaadilan Tuhan. Dan untuk itulah gelar Ratu Adil itu diberikan Tuhan kepada Lia Eden yang menuliskan Asas-asas Hukum Tuhan terkait dengan Kemahaadilan Tuhan dalam menegur maupun menghakimi.

Gelar Ratu Adil kepada Lia Eden tak bisa diberikan sebelum Tuhan menyatakan gelar Pengadilan dan Penghakiman-Nya mendunia. Dan ketika sudah sampai saatnya Lia Eden bertugas menyalin Wahyu-wahyu Tuhan terkait Asas Hukum Tuhan dalam mengadili dan menghakimi, maka untuk tugas dan kewenangan menuliskan Wahyu Pengadilan dan Penghakiman Tuhan tersebut Lia Eden harus mempunyai gelar untuk itu. Demikian Ratu Adil menjadi gelar Lia Eden juga.

Supaya dia tidak dituduh sebagai orang yang kemaruk atas gelar keratuan, maka Tuhan menitipkan nubuah Ratu Adil dan Satrio Piningit pada Jayabaya. Dan apabila tokoh semacam Jayabaya yang mewariskan nubuah Ratu Adil dan Satrio Piningit itu, maka terjagalah nubuah itu kekal sampai kepada saat waktunya dibuka Tuhan.

Demikian pemingitan atas Lia Eden oleh Tuhan karena harus berfokus pada pensucian diri dan penulisan Wahyu-wahyu Tuhan, itu pun memaknai aku, Jibril, yang menitis dalam dirinya bisa juga termaknai sebagai Satrio Piningit. Dan pula perananku dalam menyampaikan Wahyu Tuhan kepada Lia Eden yang dipingit Tuhan, sesuai dengan yang dinubuahkan Jayabaya sebagai Satrio Piningit, karena aku tak terlihat sedangkan aku eksis dalam tulisan-tulisan Lia Eden dan sangat eksis di kalangan para Rasul Eden. Demikian kesempurnaan nubuah Ratu Adil dan Satrio Piningit itu tak bisa diambil orang lain yang juga ingin mengaku sebagai Satrio Piningit dan Ratu Adil.

Adapun Satrio Piningit dan Ratu Adil sudah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan, sebagaimana itu pun sudah dinubuahkan di Surat Maryam 17. Demikian penyatuan kami tak bisa disangkali dan pula tak bisa dicaplok oleh orang lain yang ingin mengakui dirinya sebagai Ratu Adil atau Satrio Piningit. Mereka hanya bisa mengakui salah satunya, Ratu Adil ataupun Satrio Piningit, tidak bisa kedua-duanya, sebagaimana pernyataan kami ini.

Begitulah Lia Eden tanpa ditanya keberaniannya atas karunia tiga gelar keratuannya oleh Tuhan, dia menerima saja gelar-gelar itu tanpa tahu mengapa harus sampai tiga gelar keratuannya yang diberikan Tuhan. Adapun itu harus kami jelaskan di sini, bahwa sebagai Ratu Surga dia wajib menjaga kesucian Surga dengan seksama.

Adapun tugas menjaga kesucian Surga dengan seksama itu tak mungkin bisa dilakukannya dengan penuh tanggung jawab kecuali dia diberikan Tuhan kewaskitaan melihat gejala kesalahan dari semua pengikutnya. Demikian dia diberi kepekaan merasakan ada kesalahan yang sedang mengancam salah satu dari pengikutnya. Sejak itu dia mewaspadai perilaku orang tersebut sampai gejala itu menjadi nyata. Dan Tuhan mengajarkan kepadanya perimbangan-perimbangan atas segala kesalahan yang dimungkinkan terjadi di lingkungannya. Mana yang bisa diampuni Tuhan dan mana yang tidak.

Demikian keseksamaan kesucian Surga dan lingkungannya, rumah yang didiami mereka dan semua kepribadian para pengikutnya, harus terawasi olehnya dengan seksama. Dan dia pun harus selalu mendeklarasikan apa dan bagaimana Pensucian Surga ke publik, karena dia pun bertanggung jawab atas Pensucian Tuhan ke publik. Betapa Lia Eden-lah yang terlihat sebagai Ratu Surga, maka niscaya dia harus mengurusi semua pihak yang ingin bersuci yang datang kepadanya. Demikian gelar Ratu Surga itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan kepada publik.

Adapun gelarnya sebagai Ratu Kerajaan Eden yang ditetapkan Tuhan hirarkinya sebagai Kerajaan-Nya di dunia, niscaya akan dipertanyakan oleh dunia. Karena manalah seorang manusia itu bisa diposisikan menjadi Ratu Surga sekaligus Ratu Kerajaan Eden yang dinyatakan sebagai Kerajaan Tuhan di dunia?

Betapapun hirarki itu tak bisa diakui oleh seorang pun manusia di dunia ini. Pengakuan kami tentang Lia Eden sebagai Ratu Kerajaan Eden bisa dianggap sebagai pengakuan seorang megalomania yang tak tahu diri. Demikian penetapan Lia Eden sebagai Ratu Surga dan Ratu Kerajaan Eden oleh Tuhan tak disambut baik oleh masyarakat. Demikian berbagai pengecaman dan penistaan pun mengepung Lia Eden.

Padahal hirarki Kerajaan Eden harus ditampilkan mendunia sebagai hirarki yang tertinggi, karena Wahyu Tuhan yang dirilis di Eden wajib disakralkan dan dikeramatkan oleh semua bangsa dan semua umat di dunia. Demikian Wahyu Tuhan bisa diterima sebagai solusi yang terbaik untuk dunia. Betapapun Surga diturunkan Tuhan mendunia adalah untuk mensucikan semua orang di dunia demi Penyelamatan.

Betapa amandemen Hukum Tuhan yang lama niscaya dikeluarkan oleh Kerajaan Tuhan di dunia, demikian kefungsian Kerajaan Eden di dunia. Dan betapapun Surga di dunia harus disertai oleh Konstitusi Kerajaan Tuhan di dunia, karena hanya Konstitusi Kerajaan Tuhan di dunialah yang bisa mengeluarkan amandemen Hukum Tuhan yang lama yang tak sesuai lagi dengan permasalahan hukum di masa kini.

Dalil-dalil Hukum Tuhan yang disebutkan di Kitab-kitab Suci yang lama tak sesuai lagi dengan tingkat kejahatan di masa kini. Maka apabila diperlukan ketentuan-ketentuan baru dari Tuhan, niscaya Ketentuan Hukum Tuhan yang terbaru itu dituliskan oleh Ratu Kerajaan Eden. Akan tetapi yang memberitahukan Dalil-dalil Hukum Tuhan yang baru itu adalah Hakim Tuhan, yaitu aku, Malaikat Jibril Ruhul Kudus atas Izin Tuhan secara langsung. Maka semua yang dituliskan Lia Eden, akulah yang bertanggung jawab secara hakikat. Demikian Lia Eden-lah yang menuliskan Ketentuan-ketentuan Hukum Tuhan yang terkini.

Selayak itulah diperlukannya Kerajaan Tuhan di atas bumi, dan niscaya ada Ratunya yang mengurusi segala mandat yang diberikan Tuhan kepadanya. Supaya nyata terlihat siapa yang bertanggung jawab atas penulisan Wahyu Tuhan dan nyata pula orang yang diwasiati penulisan Wahyu Tuhan.

Seyogyanya semua orang di dunia itu mau memahami bahwa semua Ketentuan Tuhan yang diperbaharui niscaya harus ada yang menuliskannya, supaya umat manusia bisa mengetahui Ketentuan-ketentuan Tuhan yang baru yang diadakan-Nya untuk mengatasi masalah-masalah berat dunia dan semua itu tertuju demi perdamaian dunia.

Betapapun Ketetapan-ketetapan Tuhan yang baru itu harus diagungkan dan disakralkan oleh semua negara di dunia, maka semua Ketentuan Tuhan yang dikeluarkan untuk dunia niscaya harus diterbitkan dari Kerajaan Tuhan di dunia, yaitu Kerajaan Eden.

Seawam apa pun Lia Eden terhadap politik dan masalah dunia dan segamang apa pun dia untuk menuliskan Ketetapan Tuhan untuk pemimpin negara tertentu yang ditegur-Nya maupun yang mendapat petunjuk dari Tuhan, namun dia wajib berpatuh mutlak kepada Tuhan dan wajib berani bertanggung jawab untuk menuliskan Wahyu Tuhan untuk dunia dan untuk tokoh-tokoh tertentu yang sedang disoroti peranannya oleh Tuhan. Namun, dalam menuliskan Wahyu Tuhan tersebut dia berkedudukan sebagai Ratu Kerajaan Eden. Maka dia berposisi sebagai orang yang bertanggung jawab atas Wahyu Tuhan yang harus dituliskannya. Dengan demikian dia tak mungkin bisa melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai Ratu Kerajaan Eden.

Begitulah gelar Ratu Adil kepadanya sudah merupakan juga domain Ratu Surga dan Ratu Kerajaan Eden, karena dari Surga-lah diterbitkan Risalah Pengadilan dan Penghakiman Tuhan untuk dunia. Maka ketiga gelarnya itu sudah merupakan satu kesatuan dalam tugas dan kewenangan sebagai Utusan Tuhan di zaman akhir, karena untuk Pensucian Surga itu terjalin pula tugas dan kewenangan untuk menyajikan Ketentuan-ketentuan Hukum Tuhan dalam Pengadilan dan Penghakiman-Nya di dunia sekarang ini. Maka tentulah dia harus bergelar Ratu Adil sebagaimana peranannya itu sudah dinubuahkan oleh Jayabaya.

Demikian pensucian Lia Eden kini sudah sampai pada kategori yang lebih khusus, tapi yang utama. Tapi itu pun merupakan satu substansi dengan penyempurnaan penebusan karma pengkultusan dan pengagungan atas Bunda Maria sebagai Bunda Allah, suatu pengagungan yang berlebih-lebihan, melampaui kodrat manusiawi. Demikian Pensucian Lia Eden seakan-akan tak berujung.

Demikian Lia Eden dan aku yang menyatu pada dirinya itulah yang mewujudkan nubuah Ratu Adil dan Satrio Piningit menjadi nyata. Lia Eden cukup menuliskan segala Ketentuan Hukum Tuhan atas hal apa pun yang disoroti-Nya terkait dengan Pengadilan dan Penghakiman Tuhan mendunia. Dan adapun itu sudah merupakan satu kesatuan dengan prospek penulisan Kitab Suci Surga yang sedang dituliskannya. Dan semua hal yang dirilis Eden di website Eden dan di Youtube itulah semua materi isi Kitab Suci Surga Eden. Maka sesungguhnya publik dunia sedang dilibatkan menyaksikan materi isi Kitab Suci Surga yang sedang diturunkan Tuhan.

Demikian itu merupakan tugas dan kewenangan Lia Eden dari Tuhan. Maka Tuhan memberikannya kesanggupan menuliskan rahasia ayat-ayat suci dari Kitab-kitab Suci empat agama terbesar di dunia, dan bisa menghubungkannya satu sama lain rahasia ayat-ayat suci itu dalam penulisan Wahyu-wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya sekarang ini. Demikian hanya Lia Eden-lah yang sanggup menuliskan semua itu untuk menjadi esensi dan substansi Kitab Suci Surga. Adapun pengakuan dosa Lia Eden termufakati sebagai pengakuan dosa yang paling pertama diadakan Tuhan untuk dijadikan cara Pensucian Surga di dunia manusia. Maka pengakuan dosanya itu adalah yang tersakral di antara semua pengakuan dosa di hadapan Tuhan.

Dan ketika Surga sudah diturunkan ke dunia, semua orang diharapkan bersedia bersuci seperti itu demi penyelamatan diri mereka sendiri. Surga niscaya mensucikan, dan tak ada verifikasi kesucian tanpa melalui pertaubatan dan pengakuan dosa.

 

Bagaimana Memulai Mendirikan Komunitas Masyarakat Bersuci
yang Diberkati Tuhan

Kuncinya adalah keimanan yang utuh terhadap Wahyu-wahyu Tuhan yang sedang diturunkan-Nya saat ini di Eden. Tanpa itu, rasanya tak mungkin nyambung ruh seseorang yang ingin bersuci dengan ruh Surga di Eden. Dan kalau ruhnya tak ada persenyawaannya dengan ruh Surga, maka niscaya takkan terpanggil hati seseorang untuk bersuci dengan kami dan dia takkan terliputkan dalam pensucian yang ditargetkan oleh suatu komunitas di mana pun mereka akan memulainya.

Seyogyanya semua orang tak menargetkan apa pun dalam keinginannya bersuci kepada Tuhan, karena bersuci itu niscaya tanpa target apa pun kecuali beriman seutuhnya kepada Ketentuan Tuhan yang sedang diturunkan-Nya saat ini, yaitu Penyatuan Semua Agama demi perdamaian dunia. Keuniversalan niscaya baku dalam segenap Ketentuan Tuhan yang terbaru sekarang ini. Dan kebakuan spiritualisme modern dan yang universal dari Tuhan ini sudah merupakan suatu keyakinan yang harus diterima secara utuh sebelum memberanikan diri untuk bersuci kepada Tuhan.

Dan bila itu sudah utuh, maka panjatkanlah kepada Tuhan komitmen bersedia disucikan Tuhan dan komitmen mematuhi segala Ketentuan Tuhan di Surga-Nya dan tidak akan menduakan Tuhan dengan apa pun lagi. Maka untuk itu, juga harus berkomitmen berpatuh mutlak kepada Tuhan dan kepada Ruhul Kudus yang membimbing Pensucian Tuhan di dunia. Setelah itu, beranikan menempuh prosesi pengakuan dosa. Dan setelah kedua hal itu telah committed, maka Anda pun segera memasuki arena Pensucian Tuhan secara langsung.

Pensucian Tuhan secara langsung dapat dirasakan oleh semua orang yang sudah berkomitmen bersuci kepada Tuhan di mana dia berada, karena Tuhan langsung mengadakan Ujian-ujian-Nya melalui semua urusannya. Baik di keluarga, lingkungan, tempat kerja, maupun di masyarakat.

Demikian setelah itu waspadailah datangnya Ujian Tuhan yang tampil melalui segala yang sangat diinginkan atau yang sangat tak diinginkan. Demikianpun atas hal-hal yang paling dicintai dan yang paling dibenci dan yang paling ditakutkan dan yang paling ingin diabaikan dan yang paling mempermalukan. Karena dari sanalah hal-hal yang bisa memicu adrenalin dan emosi dan hanya keseimbangan dan kesadaran bahwa dia sedang bersuci kepada Tuhan, itulah yang bisa menyelamatkan dari jerat Ujian Tuhan tersebut. Maka berhati-hatilah terhadap semua hal yang menggiurkan maupun yang bisa memicu amarah.

Betapapun pengakuan dosa yang jujur itu harus dipersaksikan oleh publik setempat yang diadakan oleh suatu kalangan publik yang menyadari pentingnya bersuci kepada Tuhan, maka kalangan tersebut juga memandang sakral pengakuan dosa di depan publik yang sama-sama ingin bersuci demi untuk Tuhan. Demikian pengakuan dosa yang sakral bisa juga diadakan sendiri oleh kalangan yang bersepakat ingin bersuci kepada Tuhan sesuai dengan cara Surga Eden. Maka dosa-dosa harus diakui di depan para saksi yang sama-sama ingin bersuci. Dan pengakuan dosa hendaknya diperdengarkan dengan jelas di depan sesamanya yang ingin bersuci.

Jangan memperturutkan rasa takut dan malu mengakui dosa, kalau Anda siap menghadap kepada Tuhan untuk bersuci. Dan semua rasa takut dan malu yang bisa ditaklukkan, sesungguhnya itulah perjuangan bersuci ke hadapan Tuhan. Sesungguhnya pernyataan bersuci dengan cara seperti yang disampaikan oleh Surga niscaya itu adalah ketentuan dari Tuhan, maka Perintah Tuhan untuk bersuci kepada hamba-hamba-Nya adalah persyaratan demi Penyelamatan dari-Nya. Maka setiap prosesi pertaubatan dan pengakuan dosa yang diselenggarakan untuk memenuhi Kehendak Tuhan niscaya prosesi itu terselenggarakan di hadapan Tuhan secara langsung, di mana pun prosesi pertaubatan dan pengakuan dosa itu diselenggarakan.

Kesetaraan harus diutamakan karena tak ada orang yang suci di hadapan Tuhan. Adapun posisi di masyarakat dan gelar-gelar keilmuan dan keningratan tak bisa dijadikan keutamaan bila ingin bersuci di hadapan Tuhan. Kalau harkat itu ingin diutamakan di hadapan Tuhan, niscaya orang tersebut tergelincir memasuki ujian pensucian yang berat yang tidak bisa diatasinya, karena suatu keegoan dan kesombongan adalah suatu kendala untuk mencapai Surga. Biasanya orang semacam itu tak bisa lulus ujian Pensucian Tuhan.

Penaklukan sifat ego dan sombong itu niscaya melalui penaklukan diri dan bila itu tak bisa seksama ditaklukkan, demikian dia akan mengalami pensucian yang sangat mempermalukannya atau yang menistakannya yang sengaja dihadapkan Tuhan kepadanya. Demikian bila dia lulus dari ujian itu, maka berarti dia bisa menaklukkan rasa ego dan kesombongannya. Kalau tidak, dia tak bisa meneruskan prosesi Pensucian Tuhan untuknya. Niscaya ada saja hal yang membuat dia memilih pergi dan menjauhi Pensucian Tuhan.

Demikian Pensucian Shiratal Mustaqim itu sangat menggamangkan dan menjerakan. Tak ada sisi-sisinya yang sedikit ringan atau yang tak menggelincirkan. Banyak orang menjadi pecundang di arena pensucian Tuhan tersebut, tapi tak mustahil ada yang bisa bertahan dan lulus. Demikian pada masyarakat bersuci jangan ada yang merasa dirinya adalah tokoh yang harus dihormati, karena di hadapan Tuhan semua orang itu setara. Tak ada ketokohan yang bisa ditampilkan, karena bila itu dipaksakan ingin ditampilkan, demikian itu pun menjadi kesulitan baginya dalam menempuh pensuciannya.

Seorang tokoh yang merasa malu untuk jujur menyatakan pengakuan dosanya, lebih baik tak usah mengikuti Pensucian Tuhan, karena diniscayakan dia hanya menanggung malu, tapi dia juga tak mungkin lulus dari Pensucian Tuhan, kecuali bila tokoh tersebut memang terpanggil imannya dan ruhnya sehingga apa pun risiko pensucian itu dia bisa menerimanya dengan tawakal. Tokoh yang semacam itu, bila lulus dalam ujian Shiratal Mustaqim, dia justru dapat dipercaya untuk mengemban Amanat Tuhan bagi negara dan bangsanya.

Maka bila ingin memulai mendirikan komunitas masyarakat bersuci, hendaklah dimulai dengan rasa syukur karena terpanggil oleh Tuhan untuk bersuci, karena tak semua orang terpanggil ruhnya dan jiwanya, hingga terbetik dari dalam dirinya untuk bersuci kepada Tuhan. Dan mulailah mendirikan komunitas masyarakat bersuci melalui orang yang terdekat yang seiya sekata bersedia bersuci kepada Tuhan.

Adapun dalam mendirikan komunitas masyarakat bersuci, tak perlu mengumpulkan banyak orang terlebih dahulu. Yang penting sudah ada sekelompok orang yang sama-sama seiya sekata, seberapa pun yang sudah berani menyatakan kesediaannya. Namun hendaknya mereka itu terdiri paling sedikit 3 orang. Syukur-syukur itu bila bisa lebih. Namun janganlah surut langkah bila ada yang mengintai dan mempersoalkan kesyahan cara bersuci yang sudah tersepakati, karena niscaya ada saja orang yang akan menuduhnya sebagai orang-orang yang mendirikan sekte sesat.

Sekali melangkah ingin bersuci kepada Tuhan, maka hal itu niscaya akan dihadapkan Tuhan ujian Pensucian-Nya. Dan ujian Pensucian-Nya bisa berupa protes-protes dari keluarga maupun orang di sekitarnya. Demikian diperlukan keimanan yang kuat atas keimanan terhadap Wahyu Tuhan yang sedang diturunkan-Nya ini. Dan bilamana keimanan itu dapat melampaui ujian awal yaitu protes dari keluarga maupun lingkungan, demikian itulah ujian awal yang harus dilaluinya. Dan bila bertahan, barulah Tuhan memperlihatkan bagaimana Dia mengarahkan masyarakat bersuci itu sampai kepada pengenalan kebenaran-kebenaran hakiki yang sedang diturunkan Tuhan melalui Eden.

Adapun masyarakat bersuci bila teradakan di belahan dunia lainnya atau di negara lain, demikian mereka bisa mengikuti ajaran Pensucian Tuhan melalui website Eden atau channel Eden di Youtube.

Adapun bila ingin menunjuk pembawa acara dalam prosesi pengakuan dosa, maka yang ditunjuk adalah orang yang pertama berani mengakui dosa dan pengakuan dosanya paling tulus dan jujur. Demikian dia bisa menjadi moderator dalam prosesi pengakuan dosa berikutnya. Betapapun moderator dalam prosesi pengakuan dosa itu dibutuhkan demi ketertiban prosesi itu sendiri. Namun, berdasarkan evaluasi kekonsistenan dan kekonsekuenan mempertahankan kesucian diri, demikian seseorang akan tampil sebagai orang yang paling bisa dipercaya karena sudah memperlihatkan karakternya yang baik dan yang penuh tanggung jawab. Maka dia boleh dipilih menjadi pemimpin komunitas namun tetap di dalam kesetaraan derajat dengan yang lainnya.

Artinya, komunitas masyarakat bersuci dan pemimpinnya harus luruh dalam kerendahan hati yang tanpa pamrih dan memberi contoh keegaliteran yang kongkrit bagi komunitasnya dan bagi masyarakatnya.

Demikian dalam prosesi pengakuan dosa, tak ada orang yang qualified dalam bersuci, sehingga juga tak ada yang bisa menyatakan dirinya sebagai orang yang qualified menjadi perantara dari Tuhan kepada semua hadirin yang sedang ingin mengakui dosa-dosanya kepada Tuhan. Betapapun tak ada orang suci sesuci yang dikriteriakan Tuhan yang bisa mewakili pengakuan dosa masyarakat kepada Tuhan.

Maka yang hadir cukup bergiliran mengakui dosanya secara jujur. Dan tak penting jumlah orang-orang yang bersedia melakukan pengakuan dosa kepada Tuhan itu masih sangat terbatas. Yang penting satu sama lainnya tulus dan jujur mengakui dosanya di hadapan Tuhan. Tapi yakinilah bahwa kebutuhan untuk bersuci kepada Tuhan, nantinya akan berlipat ganda demand-nya, terutama ketika semua orang sudah merasakan panik mencari perlindungan dari Tuhan.

Betapapun bila mengangkat komitmen bersedia hidup suci kepada Tuhan, hendaknya dengan sepenuh hati. Dan kala menyelenggarakan prosesi pengakuan dosa, hendaknya diadakan setelah ada persepakatan beberapa orang di suatu forum yang dihadiri oleh sesamanya yang juga ingin mengakui dosa bersama-sama. Dan adakanlah prosesi pengakuan dosa itu dengan mensakralkan upacara pengakuan dosa itu, karena para malaikat hadir di ruang itu dan niscaya Ruh Tuhan hadir di tengah mereka. Dan jangan memulai prosesi pengakuan dosa itu dengan setengah hati, karena hal itu akan mengurangi faedah bersuci atau akan jadi sia-sia saja.

Yang penting ketulusan dan keseriusan melakukan pengakuan dosa kepada Tuhan itu jujur sepenuhnya, tanpa ada yang masih disembunyikan karena takut ataupun malu. Adapun kalau masih ada yang tak diakui, Tuhan akan mengingatkan melalui daya ingatnya yang dipertajam oleh Tuhan, sehingga seseorang akan teringat sepenuhnya dosa yang terlupakan itu sehingga dia harus mengakuinya. Demikianlah bila ada dosa yang terlupakan, maka Tuhan akan mengingatkannya, dan segeralah mengakui dosa yang diingatkan Tuhan itu.

Dan jangan menyembunyikan suatu dosa yang tak berani diakui karena takut atau malu. Yakinlah bahwa dosa yang diakui secara jujur itu membawa berkah kelapangan hidup dan Pengayoman Tuhan, sedangkan dosa yang disembunyikan justru akan diperhitungkan Tuhan sebagai kecurangan. Yang niscaya hal yang disengaja disembunyikan itu pun suatu hari akan terbongkar dengan sendirinya dan itu akan lebih menyulitkan dan lebih mempermalukan. Demikian dosa yang sengaja disembunyikan niscaya menjadi kemudaratan baginya. Demikian tulahnya akan segera dirasakannya.

Demikian Respon Tuhan akan tampil utuh pada orang-orang yang berani melakukan pengakuan dosanya kepada Tuhan di depan hadirin yang sama-sama ingin mengakui dosa kepada Tuhan. Maka jangan berpantang mengucapkan secara jelas setiap dosa yang pernah dilakukan, karena dengan begitu Tuhan baru berkenan mereduksi tulah dosa tersebut.

Adapun kalau ditakutkan bahwa pengakuan dosa seseorang itu akan berujung menjadi berurusan dengan polisi karena dia pernah terlibat dalam pelanggaran hukum yang berat, maka setelah pengakuan dosa di hadapan Tuhan sebaiknya persoalannya itu dituntaskan dengan menemui korbannya dan segera menyelesaikannya dengan baik.

Adapun setiap penyesalan yang dalam diniscayakan dapat jalan keluar yang baik pula. Sebaliknya, kalau penebusan karma itu tak dijalani, persoalan itu pun akan mengganjal dia untuk bisa diterima di Surga, betapapun dia tetap wajib menuntaskan penebusan karmanya itu kalau menginginkan aman dari tulahnya.

Dan pengampunan dari Tuhan baru bisa menjadi sepenuhnya bila seseorang sudah melakukan penebusan karma dosa kepada orang-orang yang pernah jadi korban perbuatannya. Dan akuilah dosa Anda kepada orang yang menjadi korban dosa Anda. Dan bila itu berkenaan dengan materi, bayarkanlah kembali materi yang Anda ambil darinya.

Nun, semua dosa-dosa perlu dituntaskan penebusan karmanya. Jadi bayarkanlah semua penebusan karma dosa Anda secara bertahap, dimulai dari yang teringan dahulu. Dari sana Anda dapat merasakan betapa penuntasan pembayaran karma itu sangat melegakan. Badan Anda terasa menjadi ringan dan peka terhadap hal-hal yang bisa mencegah diri melakukan kesalahan. Maka setelah itu Anda sudah nyaman dalam menjauhi dosa.

Betapapun setelah itu genaplah terbayarkan tulah-tulah dosa Anda sehingga Anda pun terbebas dari karma dosa-dosa Anda, dan Anda pun akan luput dari celaka-celaka yang dimungkinkan terjadi karena Anda terlindungi oleh kesucian Anda sendiri. Demikian celaka itu seakan menghindar dari diri Anda kala Anda sudah suci.

Namun, kalau Anda terhutang nyawa pada seseorang karena Anda pernah membunuh, demikian dosa semacam itu tak tertebuskan. Maka Anda hanya bisa bersuci supaya hidup Anda tenteram dan semoga pahala-pahala kebajikan Anda dalam bersuci dapat meringankan tulah dosa-dosa Anda yang lain. Dosa kriminalitas membunuh tak bisa digantikan pembalasannya. Nyawa harus dibalas nyawa. Maka seorang pembunuh niscaya juga akan terbunuh di hari kemudian.

Kapan pun itu akan terjadi, takdirlah yang menentukannya. Bisa saja di dalam kehidupannya sekarang ini dan bisa dimungkinkan terbalaskan pada kehidupannya yang kemudian. Demikian ada orang yang mati terbunuh tanpa alasan yang pasti. Dan ada jenazah ditemukan di suatu tempat tanpa identitas. Demikian dosa pembunuhan itu niscaya dibalaskan Tuhan dengan kematian yang sama bagi seorang pembunuh.

Betapa terdapat orang yang bertakdir terbunuh tanpa kesalahan, tapi itulah takdir seseorang yang terhutang nyawa atas sesamanya. Dan ada juga orang yang mati karena kerasukan, dan itu adalah pembalasan dari ruh orang yang dibunuhnya. Demikian ada orang yang dihantui oleh ruh orang yang dibunuhnya hingga menemui kematian tragis. Demikian perlunya semua orang bersuci atas Nama Tuhan dan menebus karma dosa-dosanya agar tulah dosa-dosanya tak menghantui hidupnya.

Orang yang pernah membunuh dan serius bersuci, maka pahala-pahalanya dalam bersuci meringankan dosa beratnya itu. Sehingga pembalasan hukuman atas dosa pembunuhan yang pernah dilakukannya itu kelak akan dilaluinya melalui kematian aborsi karena tak diinginkan kelahirannya oleh ibu yang mengandungnya. Tapi dia kemudian akan terlahir kembali sebagai orang yang sudah terbebas dari karmanya itu.

Keterangan Pembalasan Tuhan atas dosa-dosa tak mungkin sama, karena semua dosa itu memiliki relativitas alasan yang mendasarinya, maka penghakiman dosa pun relatif perhitungannya. Namun, semuanya dalam perhitungan yang setimpal. Demikian Kemahaadilan Tuhan dalam mempertimbangkan semua jenis karma. Tapi orang-orang yang bersuci niscaya diringankan tulah dosa-dosanya dan dimudahkan penebusan karma dosa-dosanya. Demikian bila berketahanan bersuci diri, maka siapa pun akan merasakan hidup tenteram, sejahtera dan diayomi Tuhan dan itulah Surga di dunia.

Adapun kelompok-kelompok bersuci seperti itu akan tumbuh dengan sendirinya di masyarakat. Dan bilamana sudah ada kelompok yang tersaksikan terayomi oleh Tuhan, tebaran kasih dan kesetiaan di antara mereka menjadikan mereka tiba-tiba merasakan keindahan hidup dalam kesucian. Kelompok-kelompok orang-orang yang bersuci ini akan merasakan indahnya Pengayoman Tuhan secara langsung.

Kebersamaan tanpa pemimpin spiritual yang kharismatik dapat berkembang leluasa karena kebersamaan yang setara dan saling menghormati serta saling menyayangi di dalam berhikmat kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dirasakan sangat dekat. Dan mereka akan merasakan hikmah kebersamaan yang tulus dan suci. Dan terbebas dari sekapan doktrin lawas yang sempit dan membelenggu. Dengan terbukanya wawasan universal, kedamaian pun merangsang untuk hidup lebih berguna bagi sesama demi bakti kepada Tuhan.

Betapa orang-orang yang bersedia menerima Penyatuan Semua Agama akan dikaruniai Tuhan kemakbulan doa sebagaimana itu merupakan karunia bagi orang-orang yang mematuhi Fatwa-Nya. Betapa doa-doa orang-orang yang sedang bersuci akan terjawab seketika. Demikian mereka tak memerlukan pemimpin spiritual untuk jadi pemberi berkah atau jadi perantara umat kepada Tuhan, karena Tuhan akan membimbing mereka secara langsung.

Bimbingan rohani sekarang ini mudah diperoleh melalui pemfokusan mendengarkan suara hati nurani. Betapa suara malaikat bisa jelas terdengar bila seseorang mau mendengarkan suara hati nuraninya. Dan alasan malaikat memperjelas suaranya pada setiap orang yang berhati mulia, itu karena sudah waktunya bagi malaikat untuk bergegas mensucikan semua orang di dunia. Dan yang paling mudah bagi malaikat ialah memperjelas terdengarkannya suara hati nurani.

Dan orang yang suka memperturutkan suara hati nuraninya, demikian dia menjadi orang baik dan tak suka berada di kalangan orang-orang yang suka melakukan dosa. Orang-orang semacam itu pun dengan mudah menerima pencerahan dari malaikatnya masing-masing. Maka golongan mereka itulah yang mudah menerima Ketentuan Tuhan yang baru.

Demikian Tuhan berkehendak membedakan antara orang-orang sesat yang terkutuk dengan orang-orang yang diselamatkan dan yang mendapatkan Petunjuk-Nya. Kitab Suci Al Quran, Surat An Nahl ayat 93:

  1. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

Dari ayat ini tersebutlah bahwa Tuhan memang memilahkan orang-orang yang tak dapat petunjuk dan mereka yang terlihat salah dan sesat. Dan ada golongan lain yang tenteram karena dapat Petunjuk Tuhan selalu. Demikian orang-orang yang mementingkan suara hati nuraninya, niscaya dapat melihat Pewahyuan Tuhan yang kami sampaikan ini benar, maka dijadikanlah sebagai Petunjuk Tuhan baginya.

Demikian bila mereka berdoa memohon kepada Tuhan agar setiap langkah baik mereka diberkati Tuhan, maka Tuhan akan memberkatinya. Dan mereka akan menikmati Berkah Tuhan setiap kali berdoa. Betapa keterangan kami ini bisa dibuktikan sendiri oleh mereka yang berani bersuci sebagaimana yang kami arahkan ini.

Betapa Pemberkatan Tuhan juga diberikan langsung kepada orang-orang yang tulus mengakui dosa-dosanya dan memilih sikap bertaubat nasuha (taubat yang murni), sehingga mereka tergolong orang-orang yang tak mau lagi menyentuh dosa apa pun. Maka sesungguhnya Hari Kuasa Tuhan itu tak hanya dirasakan sebagai Pengadilan dan Penghakiman Tuhan atas dosa-dosa semua orang di dunia, namun juga merupakan hari pelimpahan berkah dan karunia bagi orang-orang yang bersuci.

Dengan demikian Pensucian Tuhan mendunia akan diapresiasi dan banyak orang akan terpicu ingin disucikan Tuhan agar selamat. Seperti itulah spiritual Surga, semua orang harus meyakini Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan mereka semua. Dan perlu diyakini oleh semua orang di dunia bahwa kini Tuhan-lah yang langsung turun tangan mengurusi pensucian mereka. Maka dalam prosesi pengakuan dosa di mana pun diadakan di dunia ini, setiap orang bisa merasakan bahwa Tuhan mengamati secara langsung pengakuan dosanya, maka semua orang pun takut kalau tidak jujur, karena mereka yakin sedang berhadapan dengan Tuhan secara langsung.

Sesungguhnya dalam prosesi pengakuan dosa tak diperlukan pemimpin yang kharismatik, yang terpilih karena kedudukannya atau karena ilmunya ataupun karena kekayaannya, sehingga dia terpilih sebagai pemimpin masyarakat yang sedang bersuci. Namun, ada kalanya orang yang berpengaruh kuat di suatu lingkungan dan yang dikenal sebagai orang sukses di masyarakat dan di pemerintahan, biasanya tak bisa ditolak oleh masyarakat lingkungannya bila dia berambisi menjadi pemimpin di komunitas masyarakat bersuci, maka dia pun dipilih walau tak memenuhi persyaratan kriteria kesucian Surga.

Namun, rasa sungkan itu juga akan mengakibatkan komunitas bersuci tersebut takkan beranjak dari tempatnya, karena Tuhan-lah yang tak menginginkan cara pengangkatan pemimpinnya yang masih berdasarkan kriteria yang lazim. Dan kalau seperti itu, Petunjuk Tuhan tak bisa dirasakan oleh mereka dan niscaya pemimpin yang dipilih mereka itu akan terbongkar kesalahannya yang akan membuatnya kehilangan format untuk menjadi pemimpin masyarakat bersuci. Demikian komunitas masyarakat bersuci tersebut menyadari Tuhan telah membantunya mencari pemimpin yang diberkati Tuhan. Tapi itu pun adalah ujian pensucian bagi semuanya. Begitulah kriteria bersuci itu wajib mengikuti panduan yang diterbitkan Eden, karena Eden adalah Konstitusi Surga yang resmi dari Tuhan.

Sesungguhnya Tuhan-lah yang akan mengolah keadaan di masyarakat bersuci sehingga pemimpin di kelompoknya itu teradakan dengan sendirinya secara aklamasi. Dan itu baru bisa terjadi setelah masyarakat bersuci tersebut sudah saling mempersaudarakan sesamanya dan tak ada yang berani tampil untuk menyatakan diri sebagai pemimpin kelompoknya. Namun, Tuhan-lah yang membuat seseorang di antara mereka sendiri tertampilkan kharisma kepemimpinannya yang suci dan tak berambisi apa pun selain bersuci.

Dan kalau Tuhan sudah mengizinkan dia menjadi pemimpin kelompoknya, dia terpanggil untuk sepenuhnya bersuci. Di dalam tekadnya itulah Tuhan mengaruniainya pembekalan-pembekalan yang tertuju untuk menjadikannya sebagai pemimpin di kelompok masyarakat bersuci. Maka sesungguhnya dia itulah Pilihan Tuhan bagi kelompok masyarakat bersuci di wilayahnya.

Demikian sesungguhnya pilihan menjadi pemimpin di masyarakat bersuci terpulang kepada Tuhan semata. Atas Ketentuan Tuhan itu, sesungguhnya adalah penjaminan bahwa takkan ada pemimpin masyarakat bersuci yang diperjuangkan oleh dirinya sendiri, karena itu merupakan penunjukan dari Tuhan.

Betapapun Ketentuan Tuhan dalam memilih pemimpin masyarakat bersuci, persyaratannya adalah integritas yang utuh, berkeadilan dan bertanggung jawab sepenuhnya, bijaksana dan suci. Dan sudah membuktikan integritasnya dan konsistensinya dalam mempertahankan kesuciannya.

Sesungguhnya Persyaratan Tuhan tersebut tak lain untuk menghapuskan pengkultusan dan pengeramatan atas tokoh-tokoh spiritual. Demikian itu pun Tuhan ingin mengeliminir peranan ulama atau tokoh agama yang membawa masyarakat pengikutnya ke dalam ambisinya sendiri, tapi mengemukakan gagasannya dengan mengatasnamakan agama. Dari Ketentuan Tuhan tersebut dapat dinyatakan sebagai Teguran Tuhan pada peranan ulama radikal yang suka menghasut umat untuk kepentingan atau ambisinya atau untuk menggalang penjihad melakukan terorisme.

Betapapun Ketentuan Tuhan tersebut utamanya dimaksudkan untuk memulai Pensucian Surga harus dibiasakan melalui kesetaraan dalam kebersamaan yang tulus. Dan untuk mencapai Surga, semua orang harus bisa menghilangkan keegoan dan ambisi. Maka di hadapan Tuhan, semua orang hendaknya berendah hati, karena tak ada manusia yang tak berdosa yang lebih tinggi derajatnya. Terutama bila menjadi pemimpin komunitas masyarakat bersuci, keegaliteran yang disertai kebijaksanaan yang mapan itu lebih memuliakan seorang pemimpin, daripada keperkasaannya dalam memimpin, namun tak diberkati Tuhan. Sehingga dalam kepemimpinannya banyak hal yang menjadikan sandungan baginya.

Abad ini adalah abad pemimpin suci, karena manalah Tuhan membiarkan seorang pemimpin itu tak memuliakan-Nya dan tak mensakralkan Wahyu-wahyu-Nya sehingga tak menganggap penting terhadap Ketentuan Tuhan agar pemimpin bersuci.

Adapun sekarang ini sudah lazim dalam pemilihan pemimpin pemerintahan pusat maupun daerah diperlukan koalisi parpol untuk memenangkan seseorang menjadi presiden atau menjadi wakil rakyat dan pemimpin daerah. Pemilu dan Pilkada pun menjadi ajang kecurangan, korupsi dan suap, maka ajang pemilu dan pilkada pun menjadi ajang dosa dan karena pertarungan siasat-siasat jahat tak bisa terhindarkan. Dan semua yang diunggulkan pun harus bertahan dengan cara-cara yang curang pula, maka kecurangan dan dosa itu terjadi di semua lini.

Uang mahar dan uang suap berhamburan, dan itu semua adalah uang korupsi. Maka pemimpin yang terpilih pun tentunya berupaya membalas jasa kepada donaturnya dan mengembalikan uang-uang yang dipinjamnya, sehingga dia pun mengorupsi uang negara untuk itu.

Konstruktivisme pemilihan pemimpin yang seperti itulah yang sedang didekonstruksikan Tuhan melalui Cara-Nya yang seperti ini. Bahwa kelak di kemudian hari, pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang bisa menunjukkan integritas dan kapabilitasnya yang seutuhnya dan sudah dikenali sebagai orang yang lurus dan beriman kepada Ketentuan-ketentuan Tuhan yang baru.

Betapapun Tuhan niscaya mampu mengadakan suatu peyakinan kepada publik dunia bahwa Dia sedang melakukan pembaharuan total di dunia. Maka kelak setelah Wahyu Tuhan sudah disakralkan dunia, maka Penjaminan Tuhan terhadap orang-orang yang akan menduduki tampuk kepemimpinan, adalah kemudahan dalam meraih dukungan politik dan kemudahan fasilitas dan prosedur dalam memenangkan pemilu, sebagaimana ketika Tuhan menginginkan Jokowi menjadi Presiden Indonesia dan Ahok sebagai Gubernur DKI. Demikianlah lompatan-lompatan kemenangan keduanya dapat terlihat sebagai Berkah Tuhan, sehingga perjuangan mereka mengungkit perhatian publik secara fokus. Demikian bila Tuhan sedang membawa seseorang untuk sampai ke puncak pimpinan yang sudah ditetapkan oleh-Nya.

Namun demikian, pemimpin-pemimpin yang dipilih-Nya juga disucikan-Nya melalui masalah-masalah berat yang harus dihadapinya. Karena manalah ada pensucian tanpa ujian yang sesuai dengan kedudukan yang diberikan Tuhan kepadanya. Dan Ujian-ujian-Nya niscaya berasal dari orang-orang yang merongrongnya. Maka ada dua kategori yang sedang tampil saat ini, yaitu kategori patriot dan kategori penjahat, suatu hal yang sangat kontras yang saling memperlihatkan eksistensinya.

Begitulah kalau Tuhan sedang mengangkat Pengadilan dan Penghakiman-Nya. Selalu ada orang yang diberkati-Nya untuk menghadapi orang-orang yang ditampilkan segala kesalahannya, sehingga semua antipati bergabung kepada mereka. Dan jadilah kemudian Penghakiman Tuhan terhadap mereka yang memang harus ditampilkan sebagai orang-orang yang dihakimi Tuhan.

Kontradiksi antara maling dan patriot kini sudah sangat jelas, sehingga para patriot tak bisa disudutkan dengan fitnah, sedangkan para penjahat juga sudah ketahuan segala kejahatannya. Begitulah iklim pertarungan politik sekarang ini selalu bisa menampilkan mana yang patriot dan mana yang penjahat secara jelas. Dan demikianlah Pensucian Tuhan atas bangsa Indonesia juga dapat dirasakan dengan jelas.

Betapa simbol-simbol agama dan Ketuhanan sudah terlanjur rancu dan tak menggembirakan, karena siasat-siasat politik seperti kurang garam bila tak menyertakan simbol-simbol agama. Tapi kemudian agamalah yang ternodai dan menjadi hambar karenanya.

Dan ketika kami mengingatkan “Fa bi ayyi alaai rabbikuma tukadzdziban” “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” Ayat ini selalu dilafalkan dengan suara yang indah (tilawah), sayangnya semuanya tak ada yang menyadari nikmat apa dari Tuhan yang telah didustakan. Padahal itu sudah sangat jelas, yaitu Wahyu-wahyu Tuhan, Surga dan Kerajaan-Nya yang sudah ada di Indonesia.

Betapapun Tuhan saat ini sedang beranjak menjadikan sesuatu, sehingga Wahyu-wahyu-Nya dikeramatkan dan disakralkan oleh publik dunia. Dan target dalam menyelenggarakan Hari Kuasa Tuhan itulah yang akan tertampilkan ke publik dunia, sehingga publik dunia yakin bahwa Tuhan sedang turun tangan secara langsung untuk menyelamatkan dunia dari kiamat dan perang dunia ketiga.

 

Sumpah Tuhan terkait dengan Ancaman Perang Nuklir

Sesungguhnya Wahyu-wahyu Tuhan yang diberitakan oleh Eden sudah lama mengemukakan Peringatan Tuhan terkait dengan ancaman perang dunia ketiga yang sesungguhnya adalah perang nuklir. Sungguh itu sangat menakutkan, karena seluruh negara di dunia akan juga mengalami dampak dari akibat perang nuklir tersebut.
Siapa pun akan melihat penghancuran peradaban dan perapuhan kerak bumi, kedua hal itu yang akan dirasakan sebagai Neraka proses kiamat.

Daripadanya kami sungguh menyesalkan kebebalan orang-orang yang sudah melihat Peringatan-peringatan Tuhan tersebut dan yang selalu mendiamkannya, itulah yang patut disalahkan bilamana perang nuklir akhirnya terjadi. Tiada kata yang bisa mengumpamakan suatu keegoan atas doktrin agama sehingga mengakibatkan kiamat. Seolah kata-kata kiamat itu hanya merupakan langgam kami untuk memaksakan semua orang agar kami dipercaya. Sungguh tak baik kalau kami mengucapkan: “Tuh, kan kami benar!”

Tapi apa yang harus kami katakan, kalau kami pun sungguh takut terhadap kejadian kiamat. Karena aku bertanggung jawab dalam menanggulangi kekiamatan, tapi Tuhan pun tahu betapa penghalang kami adalah suatu umat yang tak bisa diingatkan.

Padahal, aku Jibril, sudah memperingatkan tentang kiamat itu yang dituliskan Lia Eden sejak awal aku menemuinya pada tahun 1995. Namun, dia baru berani menuliskannya setelah aku berhasil memaksakannya menuliskan menjadi buku. Dalam bukunya Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir, yang dituliskannya pada tahun 1998.

Namun, buku itu hanya merupakan pengawalan deklarasi takdirnya. Buku itu terbaca oleh publik yang mulai tak percaya terhadap apa yang mereka baca. Tapi dari buku itulah kami kedatangan orang-orang yang terpanggil ruhnya ke Eden. Dan mereka tak lebih dari 100 orang saja. Demikian aku sudah bisa memulai menjalankan Pensucian Surga ke suatu komunitas yang rela kusucikan.

Betapa di buku yang memperkenalkan takdirnya, Lia Eden sungguh masih sangat awam dan tak paham apa yang sedang menghampirinya, maka yang dituliskannya tidak berformat sebagai penulisan Pewahyuan, dan baru merupakan curahan hati dari sesuatu yang menggamangkan hatinya. Demikian dia tak berani menyatakan dia menerima Wahyu Tuhan.

Kalaulah bukunya itu bukanlah merupakan suatu format Pewahyuan Tuhan yang awal, itu pun karena dia tak berani menuliskannya dalam format Pewahyuan. Dan aku mentolerir rasa ketakutannya itu, supaya dia tersanggupkan menuliskan Peringatan Tuhan tentang kiamat yang juga akan dialaminya. Karena dia pun ada di tengah gejolak proses kiamat di bumi ini. Untuk itulah kami harus menyelamatkannya. Bagaimana mungkin Utusan Tuhan yang selama ini mengabdi menyampaikan Peringatan-peringatan Tuhan itu kami biarkan luluh bersama kiamat? Seyogyanya publik bisa melihat itu sebagai Surga harus diselamatkan Tuhan dari bumi yang sedang kiamat.

Betapapun fakta kiamat dan penyebabnya sudah di ambang mata. Ancam-mengancam antara Donald Trump dengan Kim Jong-Un sudah sampai kepada kesimpulan dimungkinkannya terjadi perang dunia ketiga. Gugus perang Amerika Serikat saat ini sudah menuju ke Semenanjung Korea, dan merupakan bagian dari Armada ke-7 Amerika Serikat. Dengan dua kapal induk, 40 kapal perang dan 200 jet tempur, termasuk semua perangkat perang yang lainnya, dan yang kesemuanya itu taklah ada tandingannya di dunia. Dan itu adalah jawaban Donald Trump kepada Korea Utara. Betapa armada ke-7 adalah armada militer terbesar di dunia.

Sedangkan Kim Jong-Un yang terus menerus melepaskan rudal balistiknya sambil berpongah dengan kemampuan senjata dan angkatan perangnya dan bahkan   sudah mengancamkan melepaskan rudal nuklirnya ke Guam, yang merupakan pangkalan pesawat-pesawat pembom strategis Amerika Serikat. Dan Kim Jong-Un mengancamkan bahwa seluruh Amerika Serikat dalam jangkauan serangan Korea Utara. Sedangkan Donald Trump balik mengancam Korea Utara dengan menyatakan akan mengadakan perang yang tak pernah dilihat oleh dunia sebelumnya. Dari kedua ancam-mengancam itu dapat diperkirakan bahwa tak lama lagi akan termulainya perang nuklir.

Dan kalau kekalutan dunia itu sesungguhnya merupakan efek domino dari perang nuklir, begitulah semua negara mengalami kondisi chaos. Betapa semua hal menjadi buruk dan kalut, karena bahaya perang nuklir mempengaruhi semua orang di dunia sehingga semua orang disergah kekalutan atas kekhawatirannya terhadap segala ancaman, maka semua orang berupaya mencari segala cara untuk bisa survive.

Terjadilah keruntuhan sistem keuangan dunia karena rush tak bisa dihindari. Semua orang yang kalang kabut tentu karena ingin mencairkan uangnya di bank, yang demikian itu mengakibatkan kondisi perbankan serta kondisi pasar modal dan saham juga mengalami kekalutan. Keanjlokan di sektor keuangan, merugikan banyak pihak yang tak siap atas hal tersebut. Demikian kemelut perekonomian dan keuangan dunia dirasakan oleh semua negara. Demikian akan terjadi peristiwa panik global.

Adapun orang yang miskin atau yang tak memiliki uang di bank menggunakan kesempatan dengan menjarah. Demikian toko-toko, pasar, bank, semua sektor perdagangan terlibat dalam kekacauan keuangan dan penyediaan barang, karena banyaknya kejahatan yang merajalela dan yang merampoki apa saja. Dari kondisi tersebut, semua negara tak bersedia menerima pendatang ataupun pengungsi. Karena mengurusi bangsanya saja sudah harus menghadapi banyak kesulitan.

Betapapun semua orang sadar dunia akan kekurangan pangan karena perubahan iklim yang ekstrim dan drastis, semua orang ingin menyimpan makanan agar bisa survive. Begitulah kekacauan perekonomian dunia dan keruntuhan sistem keuangan dunia pun terjadi. Maka tak ada negara yang mampu mengelak dari kondisi semacam itu.

Begitulah karena kondisi dunia yang seperti itu, jumlah orang yang dapat kami selamatkan hanya tersisa sedikit, niscaya kami tak bisa menyelamatkan orang-orang yang kalap. Karena yang bisa kami sucikan hanyalah mereka yang bersedia suci dan yang dapat disucikan. Maka demi efisiensi penyeleksian di Surga, mau tak mau kami wajib menyampaikan kriteria dan peraturan Surga, bahwa semua orang bisa kami terima di Surga bila bersedia bersuci dan berkomitmen untuk itu kepada Tuhan. Dan semua pensucian atas dirinya pun berlaku dengan sendirinya. Dan dilema-dilema hidup pun tampil di hadapannya sehingga dia harus memilih komitmennya kepada Tuhan atau keinginannya yang sedang mendesak.

Namun, bila banyak orang terdesak bersuci karena kondisi keadaan yang buruk dan yang mendesak, demikianlah banyak kelonggaran dimungkinkan terjadi melalui ketulusan orang-orang yang sedang bersuci. Dan orang-orang yang bersuci niscaya juga mematuhi Petunjuk-petunjuk Tuhan yang diterimanya. Demikian mereka terselamatkan dari himpitan kesulitan di dunia.

Kondisi dunia yang seperti itu menyebabkan kami harus mengedepankan asas hukum reinkarnasi yang belum diyakini oleh sebagian umat beragama. Padahal, kejadian sekarang ini bertalian dengan refleksi kebangkitan tokoh-tokoh penakluk dunia yang kejam. Demikian yang kita saksikan sekarang ini adalah merupakan potensi affective dari reinkarnasi Hitler dan Jenghis Khan.

Atas hal ini perlu kami jelaskan bahwa di akhir zaman ini, Tuhan menampilkan peranan tokoh-tokoh bengis lama yang kembali tampil mendunia, sebagaimana Hitler dan Jengis Khan. Demikian kami bersumpah menyampaikan Firman Tuhan bahwa Kim Jong-Un adalah reinkarnasi Hitler, sedangkan Donald Trump adalah reinkarnasi Jengis Khan. Demikian kita sedang menghadapi Pengadilan dan Penghakiman Tuhan atas Hitler dan Jenghis Khan.

Adapun penjiwaan mereka berdua dalam memimpin negara masing-masing dapat mengibaratkan karakter Hitler dan karakter Jengis Khan yang kini sama-sama sedang terpicu emosinya, sehingga sudah menyulut ancaman perang nuklir. Jiwa keduanya memang sepadan, sama-sama pernah menjadi penakluk dunia sehingga tak ada hal yang bisa menengahinya.

Pihak mana pun yang memulai teradakannya perang nuklir, niscaya dialah yang dihakimi Tuhan dengan penghakiman yang terberat. Demikian Risalah Eden ini kami tujukan kepada Amerika dan Korea Utara. Dan selayaknya Peringatan Tuhan yang kami sampaikan ini, hendaknya dipatuhi oleh mereka kalau negara itu menginginkan terbebas dari tulah Penghakiman Tuhan atas Hitler dan Jenghis Khan yang kini menjadi peranan Kim Jong-Un dan Donald Trump.

Betapapun perang nuklir itu berazaskan kodrat akhir zaman, dan kalau itu sudah tertulis, maka niscaya terjadi. Maka atas hal itu, kami berharap semua negara di dunia hendaklah menjauhi pengaruh keduanya. Dan janganlah memilih salah satunya, karena itu sama saja dengan mendekatkan diri kepada Neraka. Anggap saja pertarungan mereka adalah pertarungan mereka sendiri. Dengan demikian kekalutan dunia bisa terbatasi. Dengan demikian kepanikan dan kebingungan atas segala yang menakutkan yang diakibatkan dari perang nuklir tersebut juga dapat dibatasi. Kendali diri dari pemimpin-pemimpin negara di dunia pun akan menjadi terarah dan tak terprovokasi.

Bahwa semua pemimpin negara di dunia jika mau melepaskan diri dari provokasi perang nuklir, cukuplah mereka tak ikut serta berkoalisi dengan salah satu di antara mereka. Biarkan pertarungan itu hanya merupakan pertarungan antara Donald Trump dan Kim Jong-Un. Dan semoga rakyat Amerika dan rakyat Korea Utara tak segera mengamini apa kata Donald Trump dan Kim Jong-Un. Kalau seruan kami itu bisa diterima oleh kedua bangsa tersebut, maka persoalan pun semakin mengecil, hanya berkisar pada diri pribadi Donald Trump dan Kim Jong-Un saja. Kalau seruan kami ini mau didengarkan dan disimak dengan baik, perang nuklir bisa terbatalkan dan dunia tak harus mengalami gejolak kiamat yang semakin menguat.

Atas Nama Tuhan Yang Maha Adil Mengadili dan Menghakimi, dan atas nama kemahakeramatan dan kemahasakralan Sumpah Tuhan, inilah Sumpah Tuhan:

SUMPAH TUHAN

Atas Peringatan-Nya terhadap Ancaman Perang Nuklir

Inilah Sumpah-Ku yang termaha keramat dan termaha sakral, karena Kutujukan untuk menghentikan ancaman perang nuklir yang sedang terjadi sekarang ini. Dan apabila salah satu dari Amerika maupun Korea Utara ada yang berani mengawali melepaskan nuklirnya terhadap yang lainnya, maka justru negara itulah yang akan celaka dan menjadi hancur oleh nuklirnya sendiri. Dan ketahuilah bahwa Kutukan-Ku ini Kutujukan untuk menghentikan teradakannya perang nuklir di dunia.

Dan siapa pun yang mengerahkan angkatan perangnya untuk menyerang dan melakukan penyerangan dengan melepaskan bom nuklirnya setelah Aku memberikan Peringatan-Ku ini, kepada mereka Kunyatakan bahwa dunia harus menyaksikan Aku mengadili dan menghakiminya. Dan Aku menjadikan dia sebagai tokoh yang paling Kusalahkan atas terjadinya pergolakan kiamat di bumi ini.

Selayak perang nuklir di dunia itu pun merupakan konsensus perang Harmageddon, perang antara malaikat dan iblis di dunia, tapi orang yang memulai memicu perang nuklir di dunia itulah yang mewujudkan sifat iblis yang tak segan-segan memusnahkan kehidupan. Demikian itulah ada ketentuan takdir manusia yang Kukutuk menjadi iblis, karena Nerakalah yang diancamkan olehnya. Sejadinya perang nuklir di dunia, sejadinya pula perang Harmageddon itu. Maka menjadilah itu juga sebagai perang Surga dengan Neraka yang terjadi di atas bumi ini.

Walaupun Surga-Ku di dunia itu belum diakui, tapi penjagaan equilibrium semesta memerlukan eksistensi Surga-Ku di dunia. Demi perang nuklir yang akan menjadikan kiamat total, dan demi Surga-Ku yang belum juga mau diakui eksistensinya, demikian Aku bersumpah mengangkat hirarki Surga-Ku mendunia sedapat-dapatnya melalui penyelenggaraan Hari Kuasa-Ku. Dan pemberlaksanaan Hari Kuasa-Ku pun merupakan Deklarasi-Ku mengadakan Pemerintahan Tuhan di dunia.

Sejalan dengan itu, Aku membuka rantai pembelenggu Surga-Ku yaitu tuduhan sesat yang diderita Utusan-Ku, sehingga pembelenggunyalah yang Kubalikkan dan Kujadikan mereka justru sebagai orang-orang yang tersesat. Betapapun itulah Pembalasan-Ku yang setimpal. Maka akuilah Surga-Ku yang sudah lama disia-siakan, supaya Neraka bisa dikalahkan Surga.

Bahwa Surga niscaya Kumenangkan sesudah mereka semua terlibat memenangkan Neraka. Demikian Perjanjian-Ku kepada Surga, bahwa bila Neraka sudah bergejolak penuh, sedangkan Surga masih tidak diyakini, selayak itulah Neraka Kubiarkan menghancurleburkan sehingga Surga tak mungkin lagi tak dibutuhkan.

Nun, Surga pun kalau sudah harus diakui, kemaslahatan Surga yang mensucikan Kuangkat mengemuka sehingga terfungsikan dengan baik dan seksama. Kalau hal itu harus Kukemukakan mendunia, demikian Akulah yang akan tampil mengadakan Pemerintahan Tuhan di dunia.

Selayak itu sudah Kunyatakan, Kuniscayakan banyak peristiwa Keilahian akan terjadi di dunia. Dan Eden-lah yang Kukaitkan langsung dalam setiap peristiwa Keilahian yang Kuadakan, maka niscaya Wahyu-wahyu-Ku yang dirilis Eden selalu teradakan di dalam peristiwa persilangan antara pertarungan Surga dan Neraka, supaya publik dunia bisa melihat bagaimana Surga-Ku di dunia wajib bertahan dari serangan Neraka. Sesudah itu biarlah publik dunia sendiri yang menilainya, mau memilih Surga atau memilih Neraka.  

Namun, Kujelaskan kepadamu bahwa siapa-siapa yang selama ini menolak Wahyu-Ku dan Surga-Ku di dunia, merekalah yang Kupantaskan sebagai umat yang berkutat dengan Neraka di dunia. Dan Aku meniscayakan tak bersedia memberikan mereka Surga, dan biarkanlah mereka mencari sendiri surganya.

Tapi Aku akan memenangkan Surga dalam pertarungannya menghadapi Neraka, sebagaimana Aku menyanggupkan Malaikat Jibril Ruhul Kudus membahanakan Surga mendunia, sebagaimana Janji-Ku kepadanya dalam Kitab Suci Injil Surat Wahyu 12 ayat 10, yaitu dalam bab Nyanyian Kemenangan:

“Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.”

Begitulah dalam Aku memenangkan Surga, Aku mengadakan Hari Kuasa Tuhan. Dan demi Pemerintahan Tuhan di dunia, Aku memberinya kekuasaan penuh untuk mengeksiskan Surga mendunia, karena Surga di dunia sudah lama ditenggelamkan oleh mereka yang selalu mendakwa Eden dalam tuduhannya yang menyatakan bahwa Eden sesat. Dan tuduhan itu seakan sudah pakem dan tak bisa dilonggarkan lagi, dan betapa mereka selama ini telah mendakwanya siang dan malam di hadapan-Ku.

Betapa ayat ini sudah menyatakan: “telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.”  Sebab sekarang ini Akulah yang akan mendakwa mereka dan yang akan melemparkan mereka ke bawah. Dan mereka pun menistakan diri mereka sendiri dan menyesatkan diri mereka sendiri. Dan beginilah kebenaran hakiki Kusematkan kepada Eden dan kebenaran hakikilah yang mendatangkan mukjizat kemenangan bagi Eden. 

Dan inilah saatnya Aku menggenapi Perjanjian-Ku di Surat Wahyu 12 ayat 10 ini. Dan demi penggenapan Perjanjian-Ku tersebut, demikian Kuadakan peristiwa-peristiwa Keilahian di dunia dan Jibril Ruhul Kudus Kuajukan untuk membagikan rahmat Pertolongan-Ku atas nama Surga ke siapa saja yang mengalami pencerahan dari-Ku.

Dan Aku membela Eden sebagai Surga-Ku melalui pemberlaksanaan Hari Kuasa-Ku mendunia pada saat dunia sedang kalut oleh ancaman perang nuklir. Dan apabila Aku sudah menyibakkan Kuasa-Ku dalam meneroboskan Wahyu-wahyu-Ku mendunia ke satelit-satelit I.T, demikian Aku akan memberlakukan Pemerintahan-Ku ke dunia, sebagaimana ayat ini sudah menyatakannya: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya.”

Demikian Aku membuktikan kemahasakralan dan kemahakeramatan Wahyu-wahyu-Ku yang selama ini sudah Kuturunkan ke Eden. Demikian Aku akan mengintervensi segala penyiaran, kala Aku ingin mengedepankan Ketentuan-ketentuan-Ku ke dunia. Demikian Aku bersumpah akan segera mengadakan Pemerintahan Tuhan di dunia. Dan untuk itu Aku meniscayakan akan banyak peristiwa-peristiwa Keilahian di dunia, supaya seluruh umat manusia paham kalau Aku sedang mendirikan Pemerintahan Tuhan di dunia.

Sumpah Tuhan, diturunkan pada tanggal 15 Agustus 2017

 

Sungguh bila terjadi perang nuklir, itulah perang Harmageddon di dunia. Dan apabila Tuhan sudah bersumpah akan mendirikan Pemerintahan Tuhan di dunia, demikian hendaknya semua negara dan bangsa-bangsa mensakralkan Wahyu-wahyu-Nya dan mematuhi segala Ketentuan Tuhan yang dinyatakan-Nya.

Namun, bila tetap tak bersedia mensakralkan Wahyu Tuhan karena merasa keyakinannyalah yang lebih benar, sedangkan yang lainnya juga tak mau surut dari langkah dan sikapnya karena sudah tak kepalang tanggung dalam terlibat memulai perang dunia ketiga atau memang tak percaya, demikian Tuhan akan menghakimi mereka yang tak bersedia mensakralkan Wahyu Tuhan dan mematuhi Ketentuan Hukum Tuhan, dan dunia akan menyaksikan Penghakiman Tuhan atas mereka.

Demikian kalau kondisi dunia sudah seperti itu, tak ada hal yang bisa membatasi Wahyu Tuhan mendunia, maka semua konsentrasi akan diserap Tuhan melalui peristiwa-peristiwa Keilahian yang sengaja diadakan untuk itu. Selayak semua orang di dunia sedang menunggu apa Sikap Tuhan terhadap dosa mereka yang sudah membuat semua negara di dunia mengalami kesulitan. Daripadanya asas hukum Penghakiman Tuhan menjadi pengajaran bagi semua orang di dunia. Adapun kondisi dunia sekarang ini sudah dinubuahkan di Kitab Suci Injil, Surat Wahyu 12 ayat 12 dalam Bab Nyanyian Kemenangan.

  1. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.

Sungguh bukannya kami bersuka cita karena akan terjadi perang nuklir. Sungguh kamilah yang paling berduka cita atas hal itu, karena justru iblis-lah yang sedang meruyakkan Nerakanya mendunia. Namun, dalam ayat ini tersirat bahwa Tuhan memberi kesempatan kepada Surga untuk dieksiskan ke dunia agar bisa menghadang ancaman perang nuklir.

Apa pun Cara Tuhan untuk mengeksiskan Surga ke dunia dan bisa menyela di antara panasnya pengancaman menggunakan senjata nuklir oleh Amerika dan Korea Utara, niscaya itu pun akan membuat peluang bagi Surga Eden untuk membuktikan diri bahwa kami benar-benar bersama Tuhan. Demikian makna Surat Wahyu 12 ayat 12 tersebut di atas.

Dan adapun kalimat terakhir dari ayat tersebut, “Celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat” itu menerangkan tentang perang nuklir. Karena perang nuklir-lah yang bisa melukiskan betapa celaka dahsyat yang menimpa bumi dan laut. Dan dari yang tersirat di ayat ini, terkesan perang nuklir itu tetap akan terjadi, walaupun Wahyu-wahyu Tuhan yang memperingatkan perang nuklir itu selalu kami gaungkan ke dunia.

Betapapun yang sudah tersirat dalam ayat itu sepertinya menyatakan celakalah bumi ini dan laut, karena ledakan bom nuklir itu. Sungguh setelah itu dunia pun dipenuhi oleh berbagai malapetaka yang lebih ekstrim lagi, sebagaimana gempa bumi dahsyat, mega tsunami, super badai, puting beliung. Semua kontradiksi alam menjadi lebih ganas daripada sebelumnya akibat dari pergeseran lempeng tektonik sebagai dampak dari ledakan nuklir.

Namun, kondisi itu pun menjadikan semua orang di dunia ketakutan sehingga seorang pun akan sangat membutuhkan Pertolongan Tuhan. Demikian eksistensi Surga pun dibutuhkan dunia. Seperti itulah makna yang menyatakan iblis sudah tahu bahwa waktunya sudah singkat, karena Surga sudah segera akan dieksiskan Tuhan mendunia.

Maka selayaknyalah semua orang di dunia melihat Wahyu-Wahyu Tuhan yang sedang diturunkan-Nya di Eden adalah Pertolongan langsung dari-Nya. Dan untuk peyakinan atas hal itu, niscaya Tuhan akan menyelenggarakan Hari Kuasa Tuhan. Dan atas hal itu, banyak hal yang dapat mengungkit peyakinan terhadap Kemahakuasaan Tuhan dalam menyelenggarakan Hari Kuasa-Nya.

Adapun kekonkritan Penghakiman Tuhan juga segera akan dirasakan oleh semua orang yang terlibat dalam segala wujud kekisruhan dunia dan yang paling merasakan kekonkritan Penghakiman Tuhan adalah golongan orang-orang penting yang umuk (pongah) di tengah panasnya ancam-mengancamkan senjata perangnya, sehingga memicu perang dunia. Adapun perang nuklir sudah dinyatakan Tuhan akan berakibat memicu proses kiamat semakin bergejolak buruk, sehingga seluruh dunia merasakan dampaknya.

Dan golongan yang lainnya adalah orang-orang yang umuk terhadap kedudukannya di birokrasi, sehingga tak membatasi diri ketika memaksakan siasat-siasat politiknya, sedangkan mereka tahu bahwa mereka tak berada pada lajur yang benar. Dan mereka pun terpandang sebagai tokoh antagonis kenegaraan. Golongan mereka itu kini sedang unjuk gigi di hadapan masyarakat yang sedang bertanya, gerangan apakah itu kondisi yang disebut sebagai zaman edan?

Semua hal yang dalam kategori edan sedang mempertunjukkan diri dan menjadi sorotan berita, maka keserakahan atau kekemarukan harta dan tipu daya-tipu daya mereka sudah ditengarai oleh publik. Dan ketika mereka sepertinya selalu bisa unggul, maka itu berarti dunia memang sudah semakin gila, kebenaran tertindas dan tergusur dan keserakahanlah yang menjadi terpuji dan dimuliakan. Tapi semua itu hanyalah merupakan kesaksian atas dosa majemuk yang sedang diangkat Tuhan untuk disoroti publik, supaya Pengadilan Tuhan atas diri mereka semua juga tersaksikan oleh publik.

Jadi manalah pensucian Tuhan di dunia itu tak akan diminati, dan betapapun keselamatan dari Tuhan niscaya akan menjadi demand semua orang yang mengharapkan diselamatkan Tuhan.

Setelah dunia sulit menghindari perang nuklir, maka semua orang di dunia niscaya berharap dapat diselamatkan Tuhan dari buruknya dampak dari perang nuklir tersebut. Padahal, tak ada yang bisa memperbaiki alam yang sudah berevolusi menjadi kiamat. Dan pula tak ada perlindungan bagi siapa pun yang dilanda oleh perubahan ekstrim alam yang bergejolak mengganas.

Orang-orang baik sekalipun bila berada di tengah gejolak murka alam, juga tak bisa diterbangkan ke tempat aman dalam seketika, betapapun mereka harus berupaya penuh mencari tempat yang bisa dipakai berlindung. Dan Tuhan memberikan mereka perlindungan bila mereka itu patut dilindungi Tuhan karena pahala-pahala kebajikannya. Di dalam keadaan itulah Tuhan memperhitungkan pahala dan dosa setiap orang. Begitulah akan banyak orang yang merasakan mukjizat pertolongan dari Tuhan, namun banyak juga orang yang sia-sia dalam berdoa, begitulah mereka tetap melebur ke dalam siksa yang mereka alami. Demikian itulah yang disebutkan sebagai Hari Pembalasan.

Sesungguhnya vibrasi kekiamatan akan menguat bila terpicu oleh ledakan nuklir, maka sudah tak dimungkinkan lagi dapat menghindari kiamat yang sesungguhnya, maka bumi ini harus ditinggalkan. Dan untuk mencari bumi yang baru yang habitable, niscaya memerlukan Petunjuk Tuhan. Dan Petunjuk Tuhan niscaya hanya bisa diperoleh melalui kesucian.

Sesungguhnya semua orang di dunia ini berharap selamat dari segala kesulitan hidup dan ancaman bahaya, yang pada masa sekarang ini dirasakan bisa muncul setiap saat. Sebab kejahatan pada saat ini ada di mana-mana. Demikian hanya kesucianlah yang bisa memberikan keselamatan dan ketenteraman hidup. Betapa untuk itulah Tuhan menurunkan Surga di dunia.

Bersambung

Jakarta, 18 Agustus 2017

 


Lagu Be Holy All Nations

Takkan ada perdamaian dunia kalau semua pihak tak mau memandang kemahasakralan Wahyu-wahyu Tuhan. Demikian lagu ini dibuat oleh Ruhul Kudus kepada semua pemimpin negara di dunia, dan kami hanya mengemasnya sebagaimana lagu ini kami sajikan ke dunia.

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa, marilah kita mengumandangkan perdamaian dunia melalui kapabilitas kita masing-masing. Betapapun yang paling diperlukan oleh semua orang di dunia ini adalah perdamaian dunia. Semoga lagu ini bisa menjadi pencerahan bagi seluruh pemimpin dunia dan seluruh masyarakat dunia. Amin.

The Secret of The Holy Quran Chapter An Najm and Yaa Siin has been Revealed

Featured

Dear viewer,

In the Name of God the Most Compassionate

Finally the secret of Chapter An Najm has been written, however it turns out that the revealment of Chapter An Najm verses 1-16 is also followed by the revealment of the secret of other chapters, such as Chapter Ya Sin verses 1-18, Chapter Maryam verse 17, Chapter Al Anbiya verses 91-93, Chapter Al Isra verses 40 and 86, since the chapters that follow the revealment of the secret of Chapter An Najm also have secrets that are correlated to one another.

As for the release of the revealment of the secret of Chapter An Najm, we make it as a serial writing, considering the length of God’s Explanation as well as the Holy Spirit’s in the writing. Thus, the Archangel Jibril’s edict has not yet subsided and until now it is still on going. As the length of God’s Description that will be descended down by Him is unpredictable, hence we release it gradually and serially.

And beforehand, we also release a song under the same title, The secret of The Holy Quran Chapter An Najm and Yaa Siin has been Revealed.

And we also insert the fixed table of content. At this time, the table of content has consisted of 37 subtitles and 140 pages of letter-size paper. And it is still possible to increase. Nevertheless, here are the subtitles that have been written. We thank you for your attention.

Song: The secret of The Holy Quran
Chapter An Najm and Yaa Siin has been Revealed

 


 


The Secret of The Holy Quran, Chapter An-Najm and Yaa Siin
Has Been Revealed

 In the Name of God The Creator of All

Theology of Heaven in the World

When it is the time for Chapter An-Najm to be revealed by God, then it is the sign that Heaven in the world should be acknowledged. And how is the way Heaven in the world able to be acknowledged? The concreteness of its absolute truth should be proved. And how is the way to prove the concreteness of the absolute truth of Heaven? It depends on how God involves Heaven of Eden in the Divine incidents in the world. And when does the Divine incident that could explain the concreteness of Heaven in the world happen? It happens at the time when all people are drowned in a strained hardships and the world has been bothered by all the threats and terrors and the nuclear war, which are already near.

Those all provisions have become the principle of the law of Heaven in the world. And if all conditions have been fulfilled, the world war will break out, so there  will be no more impediment to God’s Revelation, since all people need God’s Guidance. However, for the Heaven itself, the urgent need of everyone upon Heaven is not the Heaven’s concern, which is about to be existed in the world. After all, the absolute requirement of Heaven is holiness; hence Heaven cannot be sold off. Moreover, the existency of Heaven worldwidely is about time to be revealed, for it has reached its destiny.

So, if there is no one who seriously purifies himself and carries out Heaven’s mandate sincerely, Heaven is still occupied just by a few people. However, all God’s Testaments for the world public are released by Eden worldwidely. All God’s Guidance unto all parties, we will present them worldwidely, unto those who are being reprimanded as well as to those who receive direction.

As all people should be holy first, then they could be connected to Heaven. Therefore, unto the public who is still unsure to purify themselves, I advise to gradually shun away from any sin or fault. And do not hesitate to do virtuousness through whatever you take care of, at least have intention to always do only the right things and seriously shun away from any sin. For it will keep you away from any massive and hard to handle difficulty.

After all, those who always try to be rightful and always well behave, they are secured from any difficulty as the impact of recklessness or mistake. Nevertheless, all intentional sins and mistakes, certainly have an impact as a result of the negativity of polarisation of all your errands upon that matter.

How all the disorders now could happen because of anything, so as the difficulties. For this is the Day of God’s Reckoning and the Day of His Reversal. Hence, every mistake, moreover the sin, right when it is done, the harm is waiting to stab your guilty self. The harm has a spirit, thus it knows very well when is the right moment to judge the sin.

We have released the Eden’s song ‘the World Has Gone Insane’. It indicates that common sense is already rare in this world. The bombing incidents strike various countries and threaten the battle of power in the world. Hasn’t it been seen as the Mundane Hell? In Hell all people are anxiously in fear, people’s life seems worthless. Truly, when such thing heats up, then the world has entered the critical threat of nuclear war.

Nevertheless, nuclear is better to be affiliated with the beneficial technological segment. Nuclear energy is the only electrical resource that releases not greenhouse gas emissions, which could effectively replace the fossil fuel. Many utmost changes could be achieved if the nuclear is used for beneficial purposes, instead of using it as a weapon for mass destruction.

There is still a great and promising chance that nuclear is needed for intergalactic civilization. The rest, there is I, Jibril, who could instil trust in the scientists and aeronautical industry, that a UFO-like spaceship could be produced in this world. Since I come for that purpose, in order to prepare the inhabitants of this earth to be evacuated to another planet. And that is the function of Heaven in the world, for it is the only scheme of Divinity in the world that could speak and be asked. And we are the only stairway to heaven. However, before it’s time for my promise to be fulfilled, this is the secret of Chapter An-Najm, which is being revealed by God.

Anyhow, the Time Has Come for Heaven to be Needed in the World

Upon God’s Will, I interrupt all mundane issues that weaken the faith upon the mightiness of God who is The Only One. Now, human beings seem care not that the nature belongs not to them. Exploration and exploitation of the nature have destroyed and defied the nature itself. However, human beings are still greedy and feel that they have mastered science and technology, so they doubt God’s Mightiness.

Everything has a balance scale. And any outrageous act that solidifies and turns into a burden, certainly it weighs on one of the balance module. Thus, also all types of crimes in the world that have ruined the faith unto God. Believe in God is no longer intact, piousness unto God is commercialized and within it there are fraud, deception and there are those who dare to conspire doing corruption in the holy Quran’s procurement. Thus, the worst crime is the one that exists in the religious field, for radicalism and terrorism have truly frightened the world.

The evil spirits in the hereafter heap up becoming a domination that should be balanced with the good spirits, so that the universe not often experiences anomaly, extreme weather, global warming and all kinds of natural disasters. There is no material in the spirit realm, hence the denseness of evil spirits in the spirit realm enhances the natural heat energy as seen in the increase of global warming. As for the consequence of that irregular natural change, it could be equalized with a huge flood of evil spirits in the spirit realm. For if the good spirits are dominating the spirit realm, certainly the nature would be peaceful and stable.

And if evilness is a material that possesses a specific weight, hence the release of evilness in human world now is like the postulate of Archimedes principle, which stated that when the density of water is less than the object’s, then the object will sink.

Thus, the evil spirits are congested in the spirit realm, and it weighs on the life system in the spirit realm. Whilst the equivalence of the creature’s life should always be in equilibrium. In human world, it is now has been filled with the evil spirits of which the viciousness have been extra-ordinary. The same goes for the spirit world. Thus, the equality is seen as in the facts of the world that are full of crimes. The senior devils have been satisfied with their achievements. Ferocious man has also come to the most ferocious cruelty. The evil spirits wander everywhere. Even human now seems crueller than the devil, thus it becomes the wrath of nature.

Thus, it is human being who experiences tediousness of wickedness. Ordinary people have been sick of seeing all kinds of crimes. Unto those kinds of people, harassment of the devil unto human is unavailing. And unto them we hope that enlightenment that we make could immerse in their conscience.

The Law of Nature is Also Valid in the Law of Life of the Spirit’s Nature

That the Archimedes principle has been effective for human being’s heresy, who prefers to be segregated in groups and mutually supportive in wrongdoings, even upon outrageous evilness, rather than fighting to defend the truth. Actually, the weightiness of the massive crimes throughout the world grows simultaneously with the contradictions that match it. The crime is also persistence as the world’s pressure. This perspective has become the world’s tension that has no solution.

All deaths enter the domain of the law of hereafter, and that matter hardens the concretion of the concoction of good spirits in the hereafter with good human beings who are still alive. Thus, in human world there is a decrement of resistancy or disputation against the evilness. Giving in is similar to despair. But it also serves as the domination of evil spirit in the world and in the hereafter. Consequently, the prism of the angel’s light is faded. Thus, the truth seems losing its root so it is weakening. Therefore, resistance upon the conglomeration of evilness becomes powerlessly weak. Even the convergence of evilness becomes a collaboration of crimes without conscience for they stay behind the mask of the holy truth. Religion is paraded everywhere, as if it becomes an elaboration of truth that is well kept and then held to be an imposition. Ugh, religion will not become like that if it is not utilized to dominate or to oppress. Justice has failed! For evilness has a holy face.

How if I inevitably should explain the law of hereafter in this way? Thus, I use the postulate of the principle of Archimedes. That the properness of the postulate of Archimedes principle receives justification from the law of hereafter, which is stated that the spirit realm could not necessarily accept human being’s ferocious act, for the piling up of evil spirits in the spirit realm have caused the equilibrium in the spirit world to become imbalance. However, it causes the compound of spirit of nature is also imbalance once again.

The Postulate of the Law of Hereafter Needs to be Known by Mankind

If the weight of Hell has burdened all creatures in the world and in the hereafter, then a revolution of purification in both realms of life will take place. Angels in throng destined to be born as super-intelligent children in human world. And it is surely saddened the angel race. After all, we prefer to stay as an angel. Whilst the natural law is also ready to carry out retribution of sins through the wrath of nature. Tragic deaths tend to choose people who have lots of sins, who are unconsciously gathered in the same place that will be hit by an accident or disaster.

As for the magnetism of sin and its harm, that is what makes people, who should be judged simultaneously, are gathered in one room at the place of a tragedy. And the one who is calling them to go there is their own harm of sin. Whilst the nature just reacts to bring about a tragedy because it is also forced by the pressure of natural anomaly, it is some kind of persecution by the nature. Thus, actually the negative energy in human world and the negative energy in the universe are tugging each other. Such is the legal principle of God’s en masse Judgment.

The fact that the earth is already damaged and that damage is the result of humans’ action themselves, therefore actually all tragedies that strike the world is the  cleansing of the earth. Thus, when human beings have been weary facing the natural disasters, unavoidably they wish to be saved by God. And unavoidably they are willing to be holy so God will heed their prayer. Thus, it is the Heaven’s opportunity to be functionalized.

Truly, the good spirit’s concentricity can only be created when Heaven exists in this world, for how could Heaven in the sky or Heaven that is considered exists in the death realm could fix the condition of habitat changing on human at this time? Thus, only Heaven in the world that could explore purification for good people, in order to accompany the angels restoring the balance of the nature and the spirit realm.

For how could the angel work alone without being seen? We could only make human enlightened, but they work according to their own interest. As for Heaven in the world, there are people whom we have purified could communicate directly with us, so all prospects of recovery and salvation, we ask upon them, to be conveyed to the public so those prospects assigned by God unto us could be carried out.

Although there is another law of spirit realm, which is considered quite effective to hold the acceleration of human’s changing nature to be a devil, that is the spirits of angels who are born as humans. That is why a new generation brings up children who are vigorous and extremely intelligent, their utterance is wise and accurate. However, they are born amongst limited circle in the whole world. The birth of children who own the angel’s spirit is limited because there are limited numbers of couple as parents which are good and have less sins. Surely, we prefer to be born in a harmonious and righteous family.

Whilst the overflowing of sins creates a generation of drug users, haram money flows drug seduction to the children of the corruptors. Therefore, the equilibrium between the good spirit and the bad spirit still cannot fulfil the target. Hence, God creates Heaven and His Kingdom in the world so that real work of the angel, wherefrom its ‘chamber’ could be found. Not in the sky in the middle of nowhere.

Heaven is now very much needed by human beings in this world, however Heaven that exists in this world is still shackled by the accusation of heresy that has also globalized. The Eden Discourses that were sent to the world receive not any response, for the accusation of heresy upon Eden has been established. That is the impact of national mass media coverage upon Eden, whom never broadcasts any truth conveyed by Eden. If a correction is not possible, then the truth of God’s Revelation in Eden should be tried to be uplifted, for the sake of muffling the situation and for the sake of reducing the harm of mass media’s accursedness upon us.

Heaven then cannot be soared up due to the accusation of heresy. Who is wrong, if Heaven that we carry is the Heaven, which its truth is absolute. Do not ask us, for all of you also know which party rejects Heaven, thus it is them who are seen going through a Hell. Heaven and Hell are like a garden and a septic tank. Heaven and Hell have their own role. Human is consoled by a garden, but they also need a septic tank. And those two have been established, and it serves as the completion of God’s Promise for the entire human being. And this is Heaven that I bring down.

And if that God’s Promise is rejected and not the least of our truth is ever being heeded, thus do not ask, when we cannot give you a chance to come closer to Heaven.

Is Heaven that we bring down is genuine, or just a fake Heaven? If it is fake, how is it possible that the Revelation that we convey could have a perfect concept and keep going on unceasingly? As for the concept of God’s Solution is surely always tremendous and could solve the problem. And who does expect that the solution for the world issue stated by God is even the Abrogation of All Religions and the Unification of All Religions?

Actually the belief upon religious pluralism needs not to be questioned any longer by those who cannot tolerate, since all religions have been abrogated by God. How religious conflict nowadays cannot be tolerated anymore, for the negative impact has been tremendously frightening. All adherents from different religions are now uncertain on how is the way to create religious peace. Whereas, many adherents feel that their God is different with God from the other religious adherents. Whilst God is The Only One for all religions and their adherents. Rather than disputing about religion and each one’s God, thereby the religious belief is abrogated by God. However, the Figure of God is presented even clearly through His Revelation, which is complete and qualified as the utmost solution.

What is intended to be abrogated is the institution of religion that has been overlapping and tremendously frightening. Religion has changed function due to groups’ interest on behalf of religion. Thereof, the existence of Heaven and Kingdom of God is needed as the constitution that is responsible for conveying God’s Fatwa and His Guidance. Thus, it is our role.

Thus, this is our explanation which is targeting on the rejection upon Revelation by the Indonesian Muslims, which influences all layers of society and their government. That according to them, there is no more God’s Revelation following the Revelation in Quran. If Revelation is restricted by a certain adherent’s belief, who understand not the law of Revelation, certainly the most sacredness and most sacrosanctity of Revelation is processed to apply the harm of rejection. Whereas when God is descending His Revelation to human world, His Blessing is infinite. Therefore, actually that is what is rejected by the Indonesian Muslims. God’s Blessing is then closed. And it is scorching and troubling.

After all, they accuse that Archangel Jibril, whom is declared by Eden, is a fake. And if I am a fake Jibril, how could Lia Eden never been stand still in the absence of Revelation?

Explanation of the Secret of Chapter An-Najm Needs to be Preceded by Revealing the Secret of Chapter Maryam Verse 17

Hey, all people who reject God’s Revelations, this is the Chapter Maryam that explains the destiny of Lia Eden with me. Truly, before I continue explaining the secret of Chapter An Najm, first I have to explain the secret of Chapter Maryam verse 17, for the sake of the clarity of the destiny of Lia Eden as the reincarnation of Maryam.

The Law of reincarnation should be able to be proved through Lia Eden’s role as God’s Messenger in the end times, after all we have declared her as the reincarnation of Maryam or Mary. And Chapter Maryam is not a fairy tale that mentioned about Maryam “took, in seclusion from them (her family), a screen and Jibril represented himself to her as a well-proportioned man”, for regarding that matter, there was none of Mary’s history that is related to the content of this Chapter Maryam verse 17. And that explanation is not found in Bible’s literation. Thus, that verse could be aligned to prove the law of reincarnation through Lia Eden as the reincarnation of Mary.

After all, since the early time of Lia Eden’s destiny, God has mentioned her as the reincarnation of Mary. But not until now we present the explanation related to the reincarnation through the Holy Verses of Quran, for there is Lia Eden, whose role is mentioned in Quran as Maryam. Maryam experienced not a life condition such as mentioned in Chapter Maryam verse 17, but the one who undergoes it is Lia Eden.

As for Lia Eden, ever since she received her destiny, she has lost all her family who shun away due to accusation of heresy upon her. And that condition has been mentioned in Chapter Maryam as follows.

The Holy Quran Chapter Maryam verse 17:

  1. And she took, in seclusion from them (her family), a screen. Then We sent to her Our Spirit (Jibril), and he represented himself to her as a well-proportioned man.

As for the entire family of Lia Eden, they seemed to agree making a restriction toward Lia Eden due to the accusation of heresy thrown unto her. However, actually it is God Himself Who created such restriction, for God wanted to isolate Lia Eden from her family’s pressure, which certainly could accept not Lia Eden to have another belief besides Islam. But in fact, it is her family who decided to stay away from Lia Eden due to the issue of heresy as if its truth is already established.

Thereof, the word order of this verse is a little bit odd. And try to heed the odd structure  “and she took, in seclusion from them, a screen”, here the seclusion should have come from Lia. For actually, it is God who makes Lia’s fate in such a way, thus the verse is supposed to be connoted that she makes seclusion toward her family, but the conjunction in this verse is not ‘toward’, but ‘from’. Therefore, there is a contradiction from the word ‘from’ with Lia Eden’s condition now, since it is not her who decided the restriction upon her family, but rather the restriction came from her family, but actually it is God who wants it to happen.

Thus, the seclusion destined by God unto Lia Eden, in fact it derives from an agreement of all Lia’s family, not from Lia Eden herself. And the destiny of Lia Eden to be secluded from her family is applied so she will not be disturbed by the intervention from her family when she has to focus on Eden’s purification. And as for the disturbance from her family, it is due to Lia Eden’s belief conversion, of which she neutralizes her belief by God’s Command, so she is considered by her family has converted from Islam. Thus, she is secluded by the entire members of her family, but then she becomes independent when she declares Heaven in the world, so she cannot prioritize her family when they wish to be accepted in Heaven. Moreover, the right of nepotism is not valid in Heaven.

Thus we have explained God’s Stipulation upon Lia Eden to perform seclusion from her family. The defamation incidents upon Lia Eden by her former husband, Aminuddin Day, could be assumed as part of the explanation of this verse. Upon this matter, there is a separate note in Heaven related to the purification of God’s House dwelled by Lia Eden and Eden Apostolate. And it is related to the other chapter, which is still waiting for the right moment to be revealed.

In this verse 17 of Chapter Maryam, there is an explanation of how Archangel Jibril will appear in front of Maryam (her reincarnation) as a well-proportioned man. This verse is God’s Covenant unto Lia Eden that I shall appear to be a perfect human, not merely an apparition.

Nevertheless, when all countries are in turmoil due to the world war, I shall be in charge to restore the condition. Whilst to restore the condition, there are many issues that I myself must handle directly. And how Lia Eden cannot handle my affairs in terms of performance in providing verification and elucidation as well as deduction upon all difficult questions involving science and Divine matters that I should explain. And she cannot appear before the public, except by God’s Permission. For she has to take care of Eden’s internal matters and the release of God’s Revelation that continuously pouring down unto her. Thence, who will appear before the public is Jibril.

When that incident has come to its time, there will be no more people who want to reject Heaven and that is the timing of Heaven’s Victory. When the chance to fight against Hell is only through Lia Eden’s writings, hence my chance to be a human is not yet to come, thus actually it is Lia Eden who is struggling by herself to be able to reach  the destiny of my appearance. Therefore, she has to go through heavy trials. When she passes, hence the certainty of my appearance could be achieved by her. Thus, actually all progresses that will be achieved by Heaven should be strived for by Lia Eden wholeheartedly and with a sincere sacrifice from her. And the public is now witnessing those Lia Eden’s struggles.

And this is her writing product, which is the result of her struggle to purify herself. However, there is no topic in Eden Discourse that is valuable, if she has not yet passed the trials. Thus, when the public reads the special Eden Discourse and it is unusual, it indicates that Lia Eden just finished her trial for that special Discourse. Thus in the past, I made many trickery explanations for her, so that she would be humiliated in front of the public. And if she was patient enough to go through that trial, then she has succeeded in overcoming her trial. Thus, actually there is no absolute truth that reaches her before she knows well all her shortcomings and mistakes. Such is the purification for the Queen of Heaven I have elaborated some part of it.

And it has been explained that Lia Eden is the reincarnation of Mary or Maryam. And that provision has made us comfortable to explain the secret of this Chapter Maryam verse 17, that I, Jibril, will appear to be a human identical to the figure of Lia Eden.

The identical twinning of both of us has also been affirmed by this Chapter Maryam verse 17 in a sentence, “and he represented himself to her as a well-proportioned man”. Thus, compare it with RgVeda II. 39, Shloka 2, which says, “Like two fair dames embellishing their bodies, like a wise married pair amongst the people”.

The explanation from the two Holy Books is elucidated bluntly. We disclose the secret straightforwardly and literally interpreted, thus my coming in the shape of Lia Eden’s figure actually God will make it as a miracle, because Lia Eden will just become a twin after she is 70 years old.

And our encounter in our old age counted by God to signify the Eden’s Miracle. That it is not easy to attain the Eden’s Miracle. Lia Eden has been fighting for it until her old age through all her sufferings from God’s Trial for 22 years, since the beginning of my coming unto her in 1995.

That Jewel of Heaven undoubtedly contains miraculous things, which is most desired by human beings. After all, the Eden’s Miracle should be interpreted as the result of a long and hard struggle that has caused tediousness amongst the angels and humans. Heaven’s trial certainly should come to the quality of tediousness, of which usually in such condition someone has started to feel weak and desperate. However, if she is still firm in her faith and still carrying out God’s Mandates unto her sincerely, thus she comes to the trial that could open the Eden’s Miracle.

Whilst the tediousness felt by the angels is in the continuation of accusation of heresy all this time. And there is not even a party who understands that the accusation is wrong, thus there is not even one party who is willing to remind that mistake. MUI’s fatwa has become an assurance of truth that must be obeyed by the Muslims throughout Indonesia. And broadcasting of accusation of heresy upon Eden by the national mass media has also caused that accusation to be established worldwidely. That is what makes me tedious.

Nevertheless, the accusation of heresy still cannot be ended. The Muslims are over confidence upon the truth of that accusation. Thus, the orientation of our fighting is no longer waiting for the revocation of that accusation of heresy, but rather I am reactive to reveal the secret of holy verses. And the first to be opened is the secret of holy verses related to the postulates of my marriage with Lia Eden, mentioned in the Holy Books of the four largest religions, Hindu, Buddha, Christian and Islam (Vedas, Dhammapada, Bible and Quran). Because in those holy books also exist God’s Solution for all main problems in the world. Thus, God’s Guidance for the issue of the end times is kept in all the secret verses of the holy books.

Lia Eden has also come to her destiny as the writer of the Holy Book of Heaven. Thus, the most important schedule upon both of us has come. And I have started it through this way, revealing the secret of the postulates of my marriage with Lia Eden orderly and mutually connected to one another.

Heaven in the World is Truly Full of God’s Blessing

The fact that Heaven is comfortable and blissful, then certainly there should be a miracle and karamah (sacredness) as well as an assurance of eternal prosperity. All people understand that Heaven is like that. And actually that is the Heaven felt by Lia Eden and the Eden Messengers. If what they feel is not like that, they will not endure being purified thus far, but they are still willing to be purified forever.

And if the qualification of Heaven should be proved like what is imagined all this time, hence all provisions in Heaven should come from the same chamber, that is God’s Rules and Laws for Heaven, which is certainly different from the rules applied in the world. That difference is what we need to explain through theology aligns with the theology from other existing religions. And the difference should be explained through the difference of structure of the hereafter law and the law of spirit realm with the law applied in human world.

That the sin has its spirit, so is virtuousness. Thus, all the creatures’ life should certainly be arranged through the effective rule in line with the habitat of each creature. And that legal provision upon each creature is equalized in a single essence, which is summarized in the law of reincarnation and the law of spirit regulation.

The system of the law of spirit regulation takes control over the life of all creatures in the universe. And the system of the law of spirit regulation rotates just in one direction, from one coordinate point to the other coordinate point. From the point of the noblest coordinate (angel), moves down to the point of the most despicable nature (devil). And what mediates the two poles of the noblest and the worst nature is the nature of human.

That is why human is the medium of the battle between the angel and the devil . And that is why human’s nature is the possibility of angel’s destiny to gradually moves down, up to the nature of devil. And the opposite, it is the possibility of the devil’s destiny to gradually reach the noblest nature, to become an angel. Therefore, it is in human world the battle of angel and devil is processed, because ever since the creation of human, God has instilled the spirit of angel and spirit of devil into human beings as the Most Justice of God upon all His Creatures.

Thus is the creation of Adam was instilled with the angel’s spirit, and the creation of Eve instilled with the devil’s spirit, which later on when it was already the time for her to be released from the shackle of the curse of the devil’s spirit, she manifested to be a snake so the devil’s spirit has a physical body. That is one step of destiny leaving the nature of devil. However, before she became a human, Eve went through a neutralization of habitat and her spirit then became a spirit of fruit tree in Eden Garden. So it was said, that fruit tree in Eden was forbidden to be picked, for that tree was in the process of habitat neutralization underwent by Eve.

Thus, it is written that the fruit tree in Eden Garden is the forbidden tree to be picked. After that habitat neutralization, then Eve was created to be Adam’s spouse. But before that, Adam was tempted to eat that forbidden fruit, and that is the perspective of man’s libido, who is easily seduced by woman. Thus, the story of creation of Adam and Eve in Eden Garden is revealed.

However, the story of Heaven is aimed to state that human’s regeneration from Adam and Eve naturally owns a positive gene and negative gene. Thus, the rotation of the law of spirit regulation could be reviewed through the life of human being in general. There are people who are sent to go down the ladder of the spirit regulation law and they are seen as the vicious cruel people. And on the other side, there are wise people who live in harmony and actively fighting for truth in their own field, and they are people who are sent to undergo the ladder of nature rotating up to the noblest nature or as a human who just steps down from the habitat of an angel. Both are in the corridor of the noble nature.

Upon my explanation, I hope it can be used as a guidance to amend the attitude and behaviour, that devilishness comes not out of a sudden and owned not by someone merely because of mistreatment or environmental influence. But rather inside himself, there is already a seed of devilishness so he involves himself in the same surrounding or he has been destined indeed to live amongst the vicious neighbourhood due to similar destiny.

God will not sacrifice good people to join the devilish people, unless he has a sin of his own. And that sin brings him into that circle. Therefore, actually it is the holiness that will prevent someone from the life style of the devilish people who like to go on a spree with haram money.

In the structure of the law of spirit regulation, human being cannot survive to be a human if they are commiting sin arbitrarily. The changing nature will certainly be encountered by them. This era is the era of God’s Court of Justice and Judgment. Thus, in the principle of God’s Judgment there is a provision of changing nature. After all, nowadays human being talks not like a human anymore. Many of them talk like the devil’s talk. Thus, I explain once again, because of that, Heaven is needed in human world.

I, Archangel Jibril, now pair up with Lia Eden who is already old. Carrying out Heaven’s mandate in the old age, for Lia Eden is not easy, moreover she still has to go through her own purification procedures that never stop or temporarily cease. However, therefrom her soul endurance leads her to the achievement of spirit’s purification, thus the spirit purification then becomes the blessing of improving her intelligence, which is needed in writing God’s Revelation.

And when she later on declares God’s Kingdom and Heaven in the world, it is because her achievements should be equally qualified as the excellence of Revelation that she bears, hence for sure she must continuously go through heavy incidents and defamations that humiliate her from all people who are hostile unto her. Then it is able to be equalized with the assignment that should be conveyed, that is declaring Heaven and God’s Kingdom in the world.

But after that, naturally Lia Eden’s reputation, which has been able to declare Heaven, she is then blessed with the joyful life in Heaven, just like a happy life with her spouse in the Heavenly Marriage in her old age. As it also becomes the promise of blessing for the old people who perform good achievement filling their life with virtuousness.

The validity of Heaven’s purification could only be felt if the one who experiences the purification is an adult. Thus, if there are children and teenagers in Heaven, they are children who were born in Heaven from the Eden Messenger’s couple. Since they were born, they have been raised up to be holy.

Thus, the first time Heaven is introduced to the world, the adult people whom we have purified intensively will be seen, so that Eden’s purification is known by the society. That is how God purifies the sinners whom are selected to come to Heaven. Thus, actually Heaven is indeed a purpose, not just a presentation of people who wish to be in Heaven. That all people may have a wish to dwell in Heaven, but only a nurtured holiness that could bring people closer to Heaven. And after reaching the Heaven, ones should be willing to live in holiness forever.

So that is Heaven, as a guarantee of old age, for it is a long journey that must be taken to struggle in order to attain Heaven. And it must be through a purification that tears down all egoism and pervades in complete sincerity and willingness to suffer  from being purified. Thus, actually those who could reach Heaven are only the adult people who succeeded in being purified.

to be continued

Rahasia Surat An Najm dan Yaa Siin sudah Dibuka

Featured

Dear viewer,

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kasih

Pada akhirnya rahasia Surat An Najm sudah tertulis, namun ternyata pembukaan Surat An Najm 1-16 ini disertai dengan pembukaan rahasia Surat-surat yang lain, sebagaimana Surat Yaa Siin 1-18, Surat Maryam ayat 17, Surat Al Anbiyaa ayat 91-93, Surat Al Israa ayat 40 dan 86, karena surat-surat yang menyertai pembukaan rahasia An Najm tersebut memiliki rahasia yang saling terhubungkan satu sama lainnya.

Adapun perilisan pembukaan rahasia Surat An Najm, kami jadikan tulisan bersambung mengingat panjangnya Uraian Tuhan dan Paduka Ruhul Kudus di dalamnya. Demikian sabda Malaikat Jibril belum surut-surut juga intensitasnya dan sampai sekarang masih terus berlanjut, sebagaimana tak bisa diprediksi sepanjang apa Pembahasan Tuhan yang akan diturunkan-Nya. Maka kami merilisnya secara bertahap dan bersambung.

Dan sebelumnya kami juga merilis sebuah lagu dengan judul yang sama, Rahasia Surat An Najm dan Yaa Siin sudah Dibuka:

 

Dan berikut kami sisipkan juga daftar isi yang sudah pasti. Saat ini daftar isi sudah mencapai 51 sub judul dengan tebal 280 halaman folio, dan itu masih dimungkinkan dapat bertambah lagi. Namun untuk sementara inilah sebagai berikut sub judul-sub judul yang sudah tertuliskan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Lagu: Terang Datanglah

 


 

 


RAHASIA AN NAJM DAN YAA SIIN SUDAH TERBUKA

 Atas Nama Tuhan Yang Maha Menjadikan Segalanya

Teologi Surga di Dunia

Kalau Surat An Najm sudah waktunya dibuka Tuhan, itu tandanya Surga di dunia sudah harus diakui. Dan bagaimana caranya Surga di dunia itu bisa diakui? Kekonkritan kehakikiannya harus terbukti. Dan bagaimana membuktikan kekonkritan kehakikian Surga? Terpulang bagaimana Tuhan melibatkan Surga Eden dalam peristiwa-peristiwa Keilahian di dunia. Dan kapan peristiwa Keilahian yang bisa menjelaskan kekonkritan Surga di dunia?  Di saat semua orang tenggelam dalam kesulitan yang mencekam dan dunia sudah sangat direpotkan oleh segala ancaman dan teror dan perang nuklir sudah di ambang mata.

Adapun ketentuan itu semua sudah merupakan asas hukum Surga di dunia. Dan kalau semua kondisi itu telah terpenuhi, pecahlah perang dunia, sehingga tak ada lagi yang akan menghalangi Kewahyuan Tuhan, karena semua orang pun membutuhkan Petunjuk Tuhan. Namun bagi Surga, kebutuhan terdesak atas semua orang terhadap Surga tak menjadi kebutuhan Surga yang sedang ingin dieksiskan ke dunia. Betapapun persyaratan mutlak Surga adalah kesucian, maka Surga tak bisa diobral. Dan pula keeksisan Surga mendunia memang sudah waktunya terbuka, karena memang sudah sampai pada takdirnya.

Jadi kalau tak ada orang yang serius bersuci dan serius menjalankan Amanat Surga dengan tulus, Surga tetap hanya diisi oleh segelintir orang. Tapi segala Testament Tuhan ke publik dunia dirilis oleh Eden mendunia. Segala Petunjuk Tuhan terhadap semua pihak akan kami sajikan mendunia, baik yang ditegur maupun yang dapat petunjuk.

Selayak semua orang harus suci dahulu, baru bisa berhubungan dengan Surga. Maka kepada publik yang gamang bersuci, kunasihatkan agar secara bertahap jauhilah dosa maupun kesalahan. Dan jangan enggan membuat kebajikan melalui apa pun yang Anda sedang urusi, setidaknya niatkanlah untuk selalu melakukan hal-hal yang benar saja dan seriuslah menjauhi dosa. Karena itu pun akan menjauhkan Anda dari kesulitan yang massif dan yang sulit diatasi. Betapapun orang yang berusaha selalu benar dan selalu menjaga sikap, dia terjaga dari kesulitan yang merupakan dampak dari kecerobohan atau kesalahan. Dan betapapun semua dosa dan kesalahan yang disengaja niscaya berdampak akibat negativitas polarisasi semua urusan Anda atas hal tersebut.

Betapa segala kekisruhan itu kini bisa terjadi oleh hal apa saja, demikianpun kesulitan. Karena inilah Hari Pembalasan Tuhan dan Hari Pembalikan-Nya. Maka setiap kesalahan, apalagi dosa, begitu dilakukan tulahnya pun sudah menunggu menghunjam diri Anda yang bersalah. Tulah itu ada ruhnya, maka dia sangat tahu kapan saat yang tertepat untuk menghakimi dosa.

Lagu Eden Dunia Sudah Gila sudah kami rilis, itu menandakan akal sehat sudah langka di dunia ini. Peristiwa-peristiwa pengeboman menimpa berbagai negara dan itu mengancamkan pertarungan kekuasaan di dunia. Sudahkah itu dilihat sebagai Neraka dunia? Di Neraka semua orang tegang ketakutan, nyawa seperti tak berharga. Betapa bila hal semacam ini semakin memanas, maka dunia sudah memasuki kegawatan ancaman perang nuklir.

Betapapun nuklir lebih baik diafiliasikan menjadi pangsa teknologi yang bermanfaat. Energi nuklir adalah satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca, yang dapat secara efektif mengganti bahan-bakar fosil. Banyak perubahan menjadi terbaik bila nuklir terpakai untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan sebagai senjata pemusnah massal.

Kans nuklir dibutuhkan untuk peradaban intergalaksi itu sangat besar dan menjanjikan. Selebihnya ada aku Jibril yang bisa menanamkan kepercayaan kepada para saintis dan industri aeronautika bahwa pesawat semacam UFO dapat diproduksi di dunia ini. Karena untuk itulah aku datang, demi untuk mempersiapkan penduduk bumi ini bisa terevakuasi ke planet lain. Dan itulah kefungsian Surga di dunia, karena itu merupakan satu-satunya bagan Keilahian di dunia yang bisa berbicara dan ditanya. Dan kamilah satu-satunya tangga ke langit. Tapi sebelum janjiku itu saatnya kutepati, inilah rahasia Surat An Najm yang sedang dibuka Tuhan.

Bagaimana pun Surga itu sudah Waktunya Diperlukan di Dunia

Atas Kehendak Tuhan kusela segala persoalan duniawi yang meruntuhkan iman terhadap Kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa umat manusia kini seakan tak mau tahu betapa alam itu bukan miliknya. Eksplorasi dan eksploitasi alam sudah merusak dan menentang alam itu sendiri. Namun umat manusia masih tetap serakah dan merasa sudah menguasai ilmu pengetahuan  dan teknologi sehingga meragukan Kemahakuasaan Tuhan.

Semua hal itu ada timbangannya. Dan apa pun yang berlebih-lebihan hingga memadat menjadi beban, niscaya memberatkan salah satu modul kesetimbangan. Demikian pun segala bentuk kejahatan di dunia yang telah memporak-porandakan keberimanan kepada Tuhan. Keberimanan kepada Tuhan tak lagi utuh, keberhikmatan kepada Tuhan dikomersialkan dan di dalamnya ada kecurangan, penipuan dan ada yang berani berjamak mengorupsi pengadaan Al Quran. Demikian kejahatan yang terburuk adalah kejahatan yang justru berada di ranah keagamaan, karena radikalisme dan terorisme pun sungguh sudah menakutkan dunia.

Bahwa ruh-ruh jahat di akhirat menumpuk menjadi dominasi yang harus disetimbangkan dengan ruh-ruh baik, supaya alam semesta tak sering mengalami anomali, cuaca ekstrim, pemanasan global dan segala bentuk malapetaka alam. Tak ada materi di alam ruh, maka kepadatan ruh-ruh jahat di alam ruh menguatkan energi panas alam sebagaimana pemanasan global mencuat. Adapun konsekuensi dalam perubahan alam yang tak menentu itu dapat disetarakan sebagai luapan besar ruh-ruh jahat di alam ruh. Karena bila ruh-ruh baik yang mendominasi di alam ruh, niscaya alam tenteram dan stabil.

Dan apabila kejahatan itu sebuah materi yang mempunyai berat jenis, maka pelampiasan kejahatan di dunia manusia sekarang ini, itu seperti dalil hukum Archimedes yang menyatakan, jika massa jenis zat cair lebih kecil daripada massa jenis benda, maka benda tersebut akan tenggelam.

Demikian ruh-ruh jahat memadat di alam ruh, dan itu memberatkan sistem kehidupan di alam ruh. Sedangkan equivalensi kehidupan makhluk harus selalu dalam equilibrium yang seimbang. Di dunia manusia sudah dipenuhi ruh-ruh jahat yang sudah luar biasa kejahatannya. Di dunia ruh pun demikian. Demikian equilitasnya ternampakkan sebagaimana kenyataan dunia yang dipenuhi kejahatan. Iblis senior sudah puas dengan prestasi-prestasinya. Manusia ganas juga sudah sampai kepada kekejaman yang terganas. Ruh jahat melanglang ke mana-mana. Bahkan manusia seakan lebih jahat dari iblis sekarang ini, maka menjadilah murka alam.

Nan, umat manusialah yang mengalami penjenuhan merasakan kejahatan. Orang-orang biasa sudah muak melihat segala bentuk kejahatan. Terhadap kalangan mereka itulah tak berguna harassment iblis kepada manusia. Dan kepada merekalah kami berharap pencerahan yang kami adakan bisa bersenyawa dalam hati sanubarinya.

Hukum Alam Juga Berlaku dalam Hukum Kehidupan Alam Ruh

Bahwa telah berlaku hukum Archimedes bagi kesesatan umat manusia yang lebih suka bergolong-golongan dan saling membantu dalam kesalahan bahkan terhadap kejahatan yang melampaui batas, daripada berjuang membela kebenaran. Sesungguhnya kejahatan-kejahatan massif di seluruh dunia itu mengembang bobotnya bersamaan dengan kontradiksi-kontradiksi yang mengimbanginya. Kejahatan pun berpersistensi sebagai pressure dunia. Perspektif ini sudah menjadi ketegangan dunia yang tak bersolusi.

Segala maut memasuki ranah hukum akhirat, dan hal itu memberatkan konkresi persenyawaan ruh-ruh baik di alam akhirat dengan umat manusia yang baik yang masih hidup. Demikian di dunia manusia terjadi pengurangan perlawanan atau pembantahan terhadap kejahatan. Sifat mengalah itu sejenis dengan keputusasaan. Tapi juga sudah merupakan dominasi ruh jahat di dunia dan di akhirat. Prisma cahaya malaikat pun meredup karenanya. Demikian kebenaran pun seperti kehilangan akar sehingga lemah. Maka perlawanan terhadap konglomerasi kejahatan menjadi lemah tak berdaya. Bahkan konvergensi kejahatan menjadi kolaborasi kejahatan yang tak berhati nurani karena berkedok kebenaran suci. Agama pun diarak ke mana-mana menjadi seakan-akan elaborasi kebenaran yang dipertahankan dan kemudian diacung-acungkan menjadi pemaksaan. Ah, agama tak akan menjadi begitu, kalau tak terpakai untuk berkuasa atau untuk menindas. Keadilan pun kandas! Karena kejahatan sudah bermuka suci.

Bagaimana kalau hukum akhirat terpaksa harus kujelaskan seperti ini? Begitulah   kupakai dalil hukum Archimedes. Bahwa kelayakan dalil hukum Archimedes ini dapat dukungan dari hukum akhirat yang menyatakan alam ruh tak serta merta bisa menerima perlakuan umat manusia ganas, karena ruh-ruh orang jahat yang menumpuk di alam ruh telah mengakibatkan equilibrium di alam ruh  menjadi tak seimbang lagi. Namun itu pun mengakibatkan persenyawaan ruh alam pun juga menjadi tak seimbang lagi.

Dalil Hukum Akhirat Perlu Diketahui oleh Umat Manusia

Kalau bobot Neraka itu sudah memberatkan semua makhluk di dunia dan di akhirat, maka terjadilah revolusi pensucian di kedua ranah kehidupan tersebut. Dan malaikat berbondong-bondong bertakdir terlahirkan jadi anak-anak cerdas di dunia manusia. Dan itu tentu menyedihkan golongan malaikat. Betapapun kami ini lebih suka tetap berkodrat sebagai malaikat. Sementara itu hukum alam pun siaga menyelenggarakan pembalasan dosa-dosa melalui murka alam. Kematian-kematian tragis cenderung memilih orang-orang yang banyak dosa, yang tanpa disadari terkumpulkan di suatu ruang yang sama di ruang yang akan tertimpa celaka atau malapetaka.

Adapun magnetisme dosa dan tulahnya itulah yang menjadikan orang-orang yang harus dihakimi secara bersamaan itu terkumpulkan di suatu ruang di tempat musibah. Dan yang memanggil mereka ke sana adalah tulah dosa mereka sendiri. Sedangkan alam hanya bereaksi menjadikan suatu musibah, juga karena terongrong oleh tekanan anomali alam, itu semacam persekusi oleh alam. Maka sesungguhnya energi negatif di dunia manusia itu sedang tarik-menarik dengan energi negatif di alam semesta. Demikian adanya asas hukum Penghakiman Tuhan yang memassal.

Bahwa bumi memang sudah rusak dan kerusakan itu adalah ulah manusia sendiri, maka sesungguhnya segala malapetaka yang menimpa dunia itu adalah pembersihan bumi. Nan, apabila umat manusia sudah letih menghadapi malapetaka alam, mau tidak mau, mereka ingin diselamatkan oleh Tuhan. Dan mau tidak mau, mereka pun ingin suci agar Tuhan memperhatikan doa mereka. Nah, itulah kesempatan Surga terfungsikan.

Betapa konsentris ruh baik baru bisa diadakan kalau ada Surga di dunia, karena manalah Surga di langit atau Surga yang dianggap berada di alam kematian itu bisa memperbaiki kondisi perubahan habitat pada manusia sekarang ini? Demikian hanya Surga di dunia yang bisa menjajaki pensucian bagi orang-orang baik untuk menemani malaikat bekerja untuk memulihkan keseimbangan alam dan keseimbangan alam ruh.

Karena manalah mungkin malaikat bisa bekerja sendiri tanpa terlihat? Kami ini hanya bisa menjadikan manusia tercerahkan, tapi mereka bekerja sesuai dengan kepentingannya sendiri masing-masing. Adapun kalau ada Surga di dunia, ada orang-orang yang kami sucikan yang bisa berkomunikasi langsung dengan kami, sehingga segala prospek pemulihan dan penyelamatan, kami mintakan kepadanya untuk disampaikan ke publik, agar prospek pemulihan dan penyelamatan yang ditugaskan Tuhan kepada kami dapat berjalan.

Walau ada hukum alam ruh yang lain yang dipertimbangkan cukup efektif untuk menahan lajunya manusia berubah kodrat jadi setan, ialah ruh-ruh malaikat terlahir menjadi manusia. Itu sebabnya generasi baru yang bertunas memunculkan anak-anak kecil yang bersemangat dan cerdas sekali, tutur katanya bijak dan tepat. Namun mereka terlahir di kalangan yang terbatas di seluruh dunia. Terbatasnya kelahiran anak-anak yang memiliki ruh malaikat karena terbatasnya pula pasangan-pasangan orang tua yang baik dan yang kurang dosa-dosanya. Tentu saja kami ini lebih suka terlahir di keluarga yang harmonis dan yang berbudi.

Sedangkan limpahan dosa pun menghadirkan limpahan generasi narkoba. Uang haram mengalirkan seduksi narkoba ke anak-anak koruptor. Maka tetap saja equilibrium antara ruh baik dengan ruh jahat tak bisa memenuhi target. Maka Tuhan mengadakan Surga dan Kerajaan-Nya di dunia agar kerja nyata malaikat ketahuan dari mana ‘bilik’-nya. Bukan di langit antah-berantah.

Bahwa Surga itu kini sangat diperlukan oleh umat manusia di dunia ini, tapi Surga yang ada di dunia ini masih terkungkung oleh tuduhan sesat yang juga sudah mengglobal. Risalah Eden yang dikirim ke dunia juga tak direspon karena sudah baku tuduhan sesat terhadap Eden. Itu adalah dampak pemberitaan media massa nasional atas Eden, yang tak pernah memberitakan kebenaran apa pun yang disampaikan oleh Eden. Kalau ralat itu tidak dimungkinkan, ya seharusnya kebenaran Wahyu Tuhan di Eden-lah yang boleh dicoba untuk diangkat, demi untuk meredam suasana dan demi mereduksi tulah kekualatan media massa terhadap kami.

Surga pun tak bisa dilambungkan karena tuduhan sesat itu. Siapa yang salah, kalau Surga yang kami emban ini adalah Surga yang hakiki kebenarannya. Jangan tanya kami, karena semua juga tahu kalangan mana yang menolak Surga, maka merekalah yang terlihat meneraka. Surga dan Neraka itu seperti taman dan septic tank. Keduanya punya peranan sendiri-sendiri. Manusia terhibur oleh taman, tapi mereka juga perlu septic tank. Surga dan Neraka, kedua hal itu sekarang ini sudah teradakan, dan itu merupakan suatu penggenapan Janji Tuhan untuk seluruh umat manusia. Dan inilah Surga yang kubawa turun.

Adapun kalau Perjanjian Tuhan itu ditolak dan sedikit pun kebenaran kami tak pernah mau ditengok, maka jangan bertanya, kala kami tak bisa memberi peluang Anda untuk mendekati Surga.

Apakah asli Surga yang kami bawa ini, atau hanya sekedar Surga abal-abal? Kalau Surga ini abal-abal, bagaimana mungkin Pewahyuan yang kami sampaikan itu bisa berkonsep sempurna dan terus berlanjut tanpa ada jeda? Adapun konsep Solusi Tuhan niscaya selalu dahsyat dan dapat mengatasi masalah. Dan siapa mengira bahwa solusi untuk masalah dunia yang dinyatakan Tuhan justru adalah Penghapusan Semua Agama dan Penyatuan Semua Agama.

Sesungguhnya keyakinan atas pluralisme agama sudah tak perlu dipermasalahkan lagi oleh yang tidak bisa bertoleransi, karena semua agama sudah dihapuskan Tuhan. Betapa konflik agama sekarang ini sudah tak bisa ditolerir lagi, karena dampak negatifnya sudah sangat menakutkan. Semua umat yang berbeda-beda agama kini tak yakin bagaimana cara untuk mengadakan perdamaian agama. Padahal, banyak umat yang merasa Tuhannya berbeda dengan Tuhan umat agama lainnya. Padahal Tuhan itu Maha Esa bagi semua agama dan umatnya. Daripada memperselisihkan agama dan Tuhannya masing-masing, demikian keyakinan agama yang dihapuskan Tuhan. Tapi Sosok Tuhan justru tampil secara jelas melalui Pewahyuan-Nya yang tandas dan qualified sebagai solusi yang terbaik.

Yang ingin dihapuskan adalah sosok agama yang sudah tumpang-tindih dan sudah amat menakutkan. Agama sudah berubah fungsi oleh karena kepentingan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama. Untuk itulah Surga dan Kerajaan Tuhan diperlukan eksistensinya sebagai konstitusi yang bertanggung jawab menyampaikan Fatwa-fatwa Tuhan dan Petunjuk-petunjuk-Nya. Nah, itulah peranan kami.

Betapapun itulah keterangan kami yang menyasar pada penolakan Pewahyuan oleh umat Islam Indonesia yang mempengaruhi segala lapisan masyarakat dan pemerintahannya. Bahwa menurut mereka tak mungkin ada lagi Pewahyuan Tuhan menyusul Pewahyuan dalam Al Quran. Adapun kalau Pewahyuan terbatasi oleh keyakinan suatu umat yang tak paham hukum Pewahyuan, tentulah kemahakeramatan dan kemahasakralan Pewahyuan pun terolah memberlakukan tulah penolakan. Padahal bila Tuhan sedang menurunkan Wahyu-Nya ke dunia manusia, Berkah-Nya tak terhingga. Maka sesungguhnya itulah yang ditolak umat Islam Indonesia. Berkah Tuhan pun tertutup, dan itu menggerahkan dan menyusahkan.

Betapapun mereka menuduh Malaikat Jibril yang dideklarasikan oleh Eden itu palsu. Adapun kalau aku ini Jibril palsu, bagaimana mungkin Lia Eden tak pernah terpaku kekosongan Wahyu?

Penjelasan Rahasia Surat An Najm perlu Didahului dengan Membuka Rahasia Surat Maryam ayat 17

Wahai semua orang yang menolak Wahyu-wahyu Tuhan, inilah Surat Maryam yang menjelaskan takdir Lia Eden bersamaku. Betapa sebelum aku lanjut menjelaskan rahasia Surat An Najm, terlebih dahulu kujelaskan makna rahasia Surat Maryam ayat 17, demi untuk kejelasan takdir Lia Eden sebagai reinkarnasi Maryam.

Hukum reinkarnasi harus dapat dibuktikan melalui peranan Lia Eden selaku Utusan Tuhan di akhir zaman, betapapun kami sudah menyatakan dia adalah reinkarnasi Maryam atau Maria. Dan Surat Maryam ini bukan kisah dongeng yang menyebutkan Maryam mengadakan pembatas dengan keluarganya dan Jibril tampil menyerupakan dirinya di hadapannya, karena tentang hal itu tak terdapat kesejarahan Maria terkait dengan isi Surat Maryam 17 ini. Dan keterangan tersebut tak terdapat dalam literasi Injil. Demikian ayat itu dapat diselaraskan untuk membuktikan hukum reinkarnasi melalui Lia Eden sebagai reinkarnasi Maria.

Betapapun sejak awal takdir Lia Eden, Tuhan sudah menyebutkan dia adalah reinkarnasi Maria. Namun, baru sekarang kami mengajukan penjelasan yang berkenaan dengan reinkarnasi melalui ayat suci di Al Quran, karena ada Lia Eden yang tercantum peranannya di Al Quran sebagai Maryam. Maryam tak mengalami kondisi pengalaman hidup seperti di Surat Maryam 17, melainkan yang mengalami adalah Lia Eden.

Adapun Lia Eden, sejak kedatangan takdirnya, dia kehilangan seluruh keluarganya yang menjauh karena tuduhan sesat kepadanya. Dan kondisi itu telah tercantum di Surat Maryam ayat 17 di bawah ini.

Kitab Suci Al Quran, Surat Maryam ayat 17:

  1. Maka dia mengadakan pembatas dari keluarganya, lalu Kami mengutus Ruh Kami (Jibril) kepadanya, lalu dia menyerupakan dirinya di hadapannya sebagai manusia sempurna.

Adapun seluruh keluarga Lia Eden seakan sepakat membatasi diri terhadap Lia Eden karena tuduhan sesat yang ditimpakan kepadanya. Namun sesungguhnya nun, Tuhan-lah sesungguhnya yang mengadakan pembatas itu, karena Tuhan-lah yang ingin mengisolir Lia Eden dari tekanan keluarganya yang niscaya tak bisa menerima Lia Eden berkeyakinan lain selain Islam. Tapi pada kenyataannya, keluarganyalah yang berketetapan menjauhkan diri terhadap Lia Eden karena disebabkan isu sesat yang seakan sudah pakem kebenarannya.

Daripadanya, susunan kata ayat ini agak janggal. Dan coba perhatikan susunannya yang janggal itu Maka dia mengadakan pembatas dari keluarganya”, di sini pembatasan itu harusnya berasal dari Lia. Karena sesungguhnya, Tuhan-lah yang menakdirkan nasib Lia seperti itu, sehingga seharusnya ayat itu dikonotasikan bahwa dialah yang mengadakan pembatas terhadap keluarganya, akan tetapi kata sambungnya di ayat ini bukan kata ‘terhadap’ melainkan kata ‘dari’. Maka ada kontradiksi dari kata ‘dari’ dengan kondisi Lia Eden sekarang, karena bukan dia yang memutuskan pembatasan terhadap keluarganya, melainkan pembatasan itu justru datang dari keluarganya, tapi sesungguhnya Tuhan-lah yang menghendaki hal itu.

Demikian pembatasan yang ditakdirkan Tuhan kepada Lia Eden itu, pada kenyataannya pembatas itu justru datangnya dari kesepakatan segenap keluarga Lia Eden, bukan datangnya dari Lia Eden sendiri. Dan adapun takdir Lia Eden berpembatas dengan keluarganya itu teradakan supaya dia tak terganggu oleh intervensi keluarganya kala dia harus fokus kepada pensucian Eden. Dan adapun kemungkinan gangguan dari keluarga itu adalah karena berpindahnya keyakinan Lia Eden yang menetralkan keyakinannya atas Titah Tuhan, sehingga dia dipandang keluarganya telah murtad dari Islam. Demikian dia dijauhi oleh seluruh keluarganya, tapi dia pun menjadi mandiri kala mendeklarasikan Surga di dunia, sehingga dia pun tak bisa mengistimewakan keluarganya bila ada keluarganya yang ingin ke Surga. Nan, apalagi tak berlaku hak nepotisme di Surga.

Demikian sudah kami jelaskan Ketetapan Tuhan atas Lia Eden untuk mengadakan pembatas dari keluarganya. Peristiwa penistaan-penistaan atas Lia Eden oleh mantan suaminya, Aminuddin Day, boleh dianggap sebagai bagian keterangan dari ayat ini. Atas hal ini ada catatan tersendiri di Surga yang berkenaan dengan pensucian Rumah Tuhan yang didiami oleh Lia Eden dan Kerasulan Eden. Dan hal itu berkaitan dengan bab yang lain yang masih menanti saatnya yang tepat.

Adapun ayat 17 Surat Maryam ini terdapat penjelasan betapa Malaikat Jibril akan menjelma menampakkan diri di hadapan Maryam (reinkarnasinya) dalam bentuk manusia yang sempurna. Ayat ini merupakan Perjanjian Tuhan kepada Lia Eden bahwa aku akan menjadi manusia sempurna, bukan hanya sekedar penampakan.

Betapapun ketika semua negara kacau karena perang dunia, aku bertugas untuk memulihkan keadaan. Sedangkan untuk memulihkan keadaan banyak hal yang wajib kuurusi sendiri secara langsung. Dan betapa Lia Eden tak bisa mengurusi urusanku secara performa dalam memberikan verifikasi dan penjabaran serta deduksinya atas semua pertanyaan sulit yang melibatkan sains dan urusan Keilahian yang harus kuterangkan. Dan dia pun tak bisa muncul ke publik, kecuali ada Izin Tuhan. Karena dia harus mengurusi intern Eden dan rilis Pewahyuan Tuhan yang terus turun kepadanya. Maka yang muncul ke publik adalah Jibril.

Kalau peristiwa itu sudah sampai waktunya, tak ada lagi orang yang mau menolak Surga dan itulah timing kemenangan Surga. Selagi ada kesempatan memerangi Neraka melalui tulisan-tulisan Lia Eden saja, maka peluangku menjadi manusia pun belum pada saatnya, maka sesungguhnya Lia Eden-lah yang berjuang sendiri untuk bisa sampai kepada takdir penjelmaanku. Untuk itu dia harus mengalami ujian-ujian berat. Bila dia lulus, maka keniscayaan penjelmaanku dapat diraihnya. Demikian sesungguhnya semua kemajuan yang akan dicapai Surga harus diperjuangkan oleh Lia Eden dengan sepenuh hati dan pengorbanan yang setulusnya darinya. Dan publik kini sedang ikut mempersaksikan perjuangan Lia Eden tersebut.

Dan inilah produk tulisannya yang merupakan buah dari perjuangannya bersuci. Betapapun tak ada topik Risalah Eden yang berharga kalau dia belum lulus ujian. Demikian bila publik membaca Risalah Eden yang istimewa dan tak biasa, itu tandanya Lia Eden baru saja menyelesaikan ujiannya untuk itu. Demikian dulu itu banyak keterangan pengecohanku kepadanya, supaya dia dipermalukan di hadapan publik. Dan kalau dia cukup sabar untuk itu, demikian dia telah sukses melampaui ujiannya. Maka sesungguhnya tak ada kebenaran hakiki sampai kepadanya sebelum dia mengenal betul segala kekurangannya dan kesalahannya. Demikian pensucian untuk Ratu Surga telah kujabarkan sebagian.

Dan telah diterangkan tentang Lia Eden sebagai reinkarnasi Maria atau Maryam. Dan ketentuan itu membuat kami nyaman menerangkan rahasia Surat Maryam ayat 17 ini bahwa aku, Jibril, akan tampil menjelma menjadi manusia dan menyerupai diri Lia Eden.

Kekembaran identik di antara kami berdua juga sudah ditegaskan oleh Surat Maryam ayat 17 dalam kalimat, “lalu dia menyerupakan dirinya.” Nan, bandingkanlah dengan RgVeda II. 39, Sloka 2 yang menyatakan, “Laksana dua wanita yang memakai perhiasan, laksana sepasang pengantin dalam masyarakat.”

Keterangan dari kedua Kitab Suci tersebut terjelaskan tanpa tedeng aling-aling. Rahasianya kami buka dengan sangat jelas dan termaknai secara harfiah, maka kedatanganku dengan wujud Lia Eden sesungguhnya ingin dijadikan Tuhan sebagai suatu keajaiban, karena Lia Eden baru jadi kembar setelah dia berumur 70 tahun.

Dan pula perjumpaan kami pada usia tua itu dipertimbangkan Tuhan untuk dijadikan pemaknaan Mukjizat Eden. Bahwa tak mudah mencapai Mukjizat Eden. Lia Eden memperjuangkannya sampai tua dengan melalui segala penderitaan Ujian Tuhan selama 22 tahun, sejak awal kedatanganku kepadanya pada tahun 1995.

Sang mustika Surga tersebut diniscayakan mengandung hal-hal ajaib yang paling didambakan oleh manusia. Bahwa betapapun Mukjizat Eden harus termaknai bahwa itu adalah hasil perjuangan yang panjang dan berat dan yang sudah menjenuhkan dari malaikat dan manusia. Ujian untuk Surga itu niscaya harus sampai kepada bobot yang sudah menjenuhkan, karena dengan penjenuhan itu biasanya seseorang sudah mulai putus asa dan lunglai. Tapi kalau dia tetap bersikukuh iman dan tetap menjalankan Amanat-amanat Tuhan kepadanya dengan tulus, demikian dia sampai kepada ujian yang bisa membuka Mukjizat Eden.

Sedangkan kejenuhan yang dirasakan malaikat adalah bertahannya tuduhan sesat itu selama ini. Dan tak ada satu pun pihak yang mengerti bahwa tuduhan itu salah, maka tak ada satu pun pihak yang bersedia mengingatkan kesalahan itu. Fatwa MUI sudah merupakan suatu kepastian kebenaran yang wajib dipatuhi oleh umat Islam se-Indonesia. Dan penyiaran tuduhan sesat atas Eden oleh media massa nasional, juga telah mengakibatkan tuduhan itu menjadi pakem mendunia. Itulah yang menjenuhkanku.

Betapapun tuduhan sesat tak juga bisa diusaikan. Umat Islam terlalu yakin atas kebenaran tuduhannya itu. Maka orientasi perjuangan kami pun tak lagi menunggu tuduhan sesat itu dicabut, melainkan aku reaktif membuka rahasia ayat-ayat suci. Dan yang terlebih dahulu dibuka adalah rahasia ayat suci yang berkaitan dengan dalil-dalil pernikahanku dengan Lia Eden yang tercantum dalam Kitab Suci empat agama terbesar, Hindu, Buddha, Kristen dan Islam. (Veda, Dhammapada, Injil dan Al Quran). Karena di sana jugalah terdapat solusi-solusi dari Tuhan untuk segala masalah utama dunia. Demikian Petunjuk Tuhan untuk masalah zaman akhir tersimpan di semua ayat rahasia Kitab-kitab Suci.

Lia Eden pun sudah sampai pada takdirnya sebagai penulis Kitab Suci Surga. Demikian jadwal yang terpenting atas kami berdua sudah sampai. Dan aku sudah memulainya dengan cara ini, membuka rahasia dalil-dalil pernikahanku dengan Lia Eden secara runtut dan saling terhubungkan satu sama lain.

Sungguh Surga di Dunia itu penuh Berkah Tuhan

Bahwa Surga itu nyaman dan membahagiakan, maka niscaya ada mukjizatnya dan karomah serta jaminan kesejahteraan yang kekal. Semua orang memahami Surga seperti itu. Dan sesungguhnya begitulah Surga yang dirasakan oleh Lia Eden dan para Rasul Eden. Kalau tak seperti itu yang mereka rasakan, takkan mereka bertahan disucikan selama yang sudah mereka tempuh, namun mereka masih saja tetap bersedia disucikan untuk selama-lamanya.

Dan apabila Surga itu harus dibuktikan kualifikasinya yang seperti dibayangkan selama ini, maka semua ketentuan di Surga harus berasal dari bilik yang sama, yaitu Perundang-undangan dan Hukum Tuhan untuk Surga, yang niscaya berbeda dengan perundang-undangan yang berlaku di dunia. Perbedaan itulah yang perlu kami jelaskan melalui teologika yang senafas dengan teologika agama-agama yang ada. Dan adapun perbedaannya juga harus dijelaskan melalui perbedaan struktur hukum akhirat dan hukum alam ruh dengan hukum yang berlaku di dunia manusia.

Bahwa dosa itu ada ruhnya, kebajikan pun demikian. Maka semua kehidupan makhluk niscaya harus diatur melalui hukum yang berlaku sesuai dengan habitat masing-masing makhluk. Dan ketentuan hukum atas masing-masing makhluk dipersamakan dalam satu hakikat yang terangkum dalam hukum reinkarnasi dan hukum regulasi ruh.

Bahwa sistem hukum regulasi ruh itu berdaulat terhadap semua kehidupan makhluk di alam semesta. Dan bahwa sistem hukum regulasi ruh itu berputar hanya searah, dari satu titik koordinat menuju titik koordinat yang lain. Yaitu dari titik koordinat termulia (malaikat), turun menuju ke titik kodrat yang ternista (iblis). Dan yang memperantarai kedua kutub kodrat termulia dan terburuk itu adalah kodrat manusia.

Itu sebabnya kodrat manusia menjadi pertarungan antara malaikat dan iblis. Dan itu sebabnya kodrat manusia merupakan posibilitas takdir malaikat berangsur-angsur bisa sampai kepada kodrat iblis. Dan juga sebaliknya, merupakan posibilitas takdir iblis yang berangsur-angsur bisa mencapai kodrat termulia, menjadi malaikat. Maka di dunia manusialah pertarungan malaikat dan iblis terolah, karena sejak penciptaan manusia Tuhan sudah mensemayamkan ruh malaikat dan ruh iblis pada manusia sebagai sikap Kemahaadilan Tuhan terhadap seluruh makhluk-Nya.

Demikian penciptaan Adam diberi ruh malaikat, dan penciptaan Hawa diberi ruh iblis, yang kemudian ketika dia sampai waktunya terlepas dari belenggu kutukan ruh iblis menjelma menjadi ular sehingga ruh iblis telah memiliki fisik. Itu adalah takdir selangkah meninggalkan kodrat sebagai iblis. Namun sebelum menjadi manusia, Hawa atau Eva menempuh penetralan habitat dan ruhnya pun menjadi ruh pohon berbuah di taman Eden. Tersebutlah buah pohon di Eden itu terlarang dipetik, karena pohon tersebut sedang dalam prosesi penetralan habitat yang terlangsungkan atas Hawa.

Demikian tertulis bahwa pohon berbuah di taman Eden itu adalah sebagai pohon larangan untuk dipetik. Setelah penetralan habitat itu, barulah tercipta Hawa menjadi pasangan Adam. Tapi sebelumnya, Adam tergoda untuk memakan buah terlarang itu, dan itu merupakan perspektif libido manusia yang gampang tergoda oleh kaum hawa. Demikian terbukalah kisah penciptaan Adam dan Hawa di taman Eden.

Namun kisah Surga itu tertuju untuk menyatakan bahwa regenerasi manusia dari Adam dan Hawa dengan sendirinya memiliki gen positif dan gen negatif. Demikian perguliran hukum regulasi ruh bisa ditelaah melalui kehidupan umat manusia secara umum. Ada orang yang diperjalankan menuruni tangga hukum regulasi ruh dan mereka itu terlihat sebagai orang-orang jahanam yang keji. Dan di sisi lain, ada orang-orang bijak yang hidup rukun dan yang aktif memperjuangkan kebenaran di bidangnya masing-masing, dan mereka itulah yang sedang diperjalankan menuju tangga kodrat yang berotasi naik ke kodrat yang termulia atau sebagai manusia yang baru saja melangkah dari habitat malaikatnya. Kedua-duanya sedang berada dalam koridor kodrat yang mulia.

Atas keteranganku ini kuharapkan dapat dijadikan tuntunan untuk memperbaiki sikap dan perilaku bahwa kejahanaman itu tidak datang secara tiba-tiba dan tidak dimiliki oleh seseorang karena semata-mata salah didik atau karena pengaruh lingkungan. Melainkan pada dirinya sendiri sudah ada bibit kejahanaman sehingga melibatkan diri pada lingkungan yang sama atau memang dia sudah bertakdir berada di lingkungan jahanam karena sejenis takdirnya.

Tuhan tak akan mengorbankan orang-orang baik ke kalangan orang jahanam, kecuali dia sendiri memiliki dosa. Dan dosa itulah yang membawanya ke golongan tersebut. Maka sesungguhnya kesucian itu yang akan menghindarkan seseorang dari gaya hidup para penjahanam yang suka berfoya-foya dengan uang haram.

Di dalam struktur hukum regulasi ruh, umat manusia tak bisa bertahan tetap jadi manusia kalau semena-mena melakukan dosa. Perubahan kodrat niscaya akan dihadapi mereka. Zaman ini adalah zaman Pengadilan dan Penghakiman Tuhan. Demikian dalam asas Penghakiman Tuhan terdapat ketetapan perubahan kodrat. Betapapun sekarang ini manusia tak lagi berbicara seperti manusia. Banyak yang berbicara seperti setan berbicara. Demikian sekali lagi kujelaskan, maka sebab itu Surga pun diperlukan di dunia manusia.

Aku, Malaikat Jibril, kini berpasangan dengan Lia Eden yang sudah berusia tua. Menjalankan Amanat Surga di usia tua, bagi Lia Eden itu tak mudah, apalagi dia pun tetap harus melalui prosedur pensuciannya sendiri yang tak pernah berhenti atau berjeda. Tapi dari sanalah ketahanannya jiwanya itu menjadikan pemurnian ruh itu pun diperolehnya, demikian pemurnian ruh itu berikut menjadi karunia peningkatan kecerdasannya yang diperlukan dalam menuliskan Wahyu Tuhan.

Adapun kalau dia kemudian mendeklarasikan Kerajaan Tuhan dan Surga di dunia, itu karena prestasi-prestasinya harus sebobot dengan bobot Pewahyuan yang diembannya, maka terniscayakan dia terus-menerus harus mengalami peristiwa-peristiwa berat dan penistaan-penistaan yang menghinakannya dari semua orang yang memusuhinya. Demikian itu baru bisa disetarakan dengan tugas yang harus disampaikan, yaitu mendeklarasikan Surga dan Kerajaan Tuhan di dunia.

Namun setelah itu, dengan sendirinya reputasi Lia Eden yang sudah tersanggupkan mendeklarasikan Surga, maka dia pun dikaruniai kenikmatan kehidupan di Surga, selayak hidup bahagia dengan pasangannya di dalam perkawinan Surgawi di usia tua. Selayak itu pun menjadi janji jaminan karunia bagi orang tua yang berprestasi mengisi hidupnya dengan kebajikan-kebajikan.

Pensucian Surga baru bisa dirasakan validitasnya kalau yang merasakan pensucian adalah orang dewasa. Maka kalau ada anak-anak dan remaja di Surga, mereka adalah anak-anak yang terlahir di Surga dari pasangan para Rasul Eden. Mereka sejak dari bayi sudah terdidik untuk jadi suci.

Demikian awal kali Surga diperkenalkan ke dunia, terpandang orang-orang dewasa yang aktif kami sucikan, supaya pensucian Eden dikenali masyarakat. Bahwa begitulah Tuhan mensucikan orang-orang berdosa yang terseleksi bisa sampai ke Surga. Maka sesungguhnya Surga itu memang tujuan, bukan sekedar presentasi dari orang-orang yang ingin ke Surga. Bahwa semua orang boleh menginginkan Surga, tapi hanya kesucian yang terpupuklah yang bisa mendekatkan orang ke Surga. Dan setelah sampai di Surga harus bersedia hidup suci untuk selamanya.

Begitulah Surga itu sebagai jaminan hari tua, karena itu merupakan perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk memperjuangkan diri untuk bisa meraih Surga. Dan itu harus melalui pensucian yang meruntuhkan semua egoisme dan yang luruh ke dalam keikhlasan yang utuh dan bersedia menderita disucikan. Maka sesungguhnya yang bisa sampai ke Surga hanyalah orang-orang dewasa yang berhasil tersucikan.

Bersambung

 

 

Dunia Sudah Gila

Featured

Dear Viewer,

Kami baru saja nyaris mengalami musibah kebakaran, walaupun demikian Tuhan tetap menginginkan kami mengingatkan publik dunia bahwa akibat peperangan dan percobaan-percobaan nuklir, pemanasan global bumi ini semakin memanas. Maka kondisi bumi semakin tak nyaman. Setiap musim kemarau, terik panas matahari menyiksa dan musibah kebakaran gampang tersulut di mana pun.

Seandainya ada hal yang dapat menghibur hati, ingin rasanya hanya menyampaikan hal yang itu saja, supaya kami merasa lega bisa menenteramkan hati publik. Tapi Tuhan menyatakan, perang dunia sudah dekat, maka lagu yang kami rilis berjudul Dunia Sudah Gila. Dan inilah lagu itu:

Fire Behind Eden’s House

Dear Viewer,

Our house at Mahoni Street no 30 was nearly burnt by the fire on Sunday, May 28, 2017. The fire blazed right behind our house. Dozens of houses have been burnt.  We were busy pouring the houses close to our house with the available water. Upon seeing such huge flaring fire, we almost felt hopeless. But, I prayed unto God, asking for His Protection from the fire disaster. And God answered me:

Heaven will not be engulfed in flames, and I render this incident to raise your confidence that you certainly will always be safe whenever you face such a huge disaster as of today. And this is My Way of bringing you to encounter the great danger that will happen in your country and in the world.

And when you are already confident that this is how I save you, then you will never be afraid of anything. Thus, learn from what you have been through today and be always surrender to Me when facing whatever danger, for surely I will always help you and get you out of that danger. And awaits My next Stipulation after you are holy from the most dreaded fear and the most dangerous danger.

And you are being purified from anything that is most frightening for you, since you have to take care of the world from all the dangers. Therefore, be certain that I will always save you from any kind of most frightening danger. Truly, you must show the world public that I am always with you and always take care of you and always fulfill your prayer.”

This assurance from God made me resilient and I asked not the Eden Messengers to evacuate Eden’s valuable belongings, especially the computers and servers as well as all technological equipment used for the Revelations. And I render the incident happened that day as God’s Trial upon our firmness in believing the truth of God’s Answer unto us. Thus, we held ourselves not to take the valuables out of our house.

And it is proven. Right before the blazing fire was reaching our house, the firefighters arrived. Hence, the blaze began to recede.  Thanks God for protecting us. And we then gathered in prostration unto God, expressing our gratitude upon His Protection. And this is the video of that fire incident.


The World Has Gone Insane

Dear Viewer,

We cannot participate in any action for the world’s adversity, even though we wish that we could do something upon that matter. However, this is all that we could do, and that is conveying God’s Warning for the world.

And this is the song of God’s Warning that we would like to present to the world, the fact that God sees the world is in the midst of a critical condition, which is feared that it would heat up and become uncontrollable, so the nuclear war could possibly break out. That is the condition which is seriously warned by God. And the Holy Spirit composed it to be a song entitled The World Has Gone Insane. And here is the song. Thank you for your attention.

Kebakaran di Belakang Rumah Eden

Dear Viewer,

Rumah kami di Mahoni 30 nyaris terbakar hari Minggu 28 Mei 2017. Api berkobar-kobar persis di belakang rumah kami. Belasan rumah sudah terbakar. Kami sibuk menyirami rumah-rumah orang yang berdekatan dengan rumah kami dengan air seadanya. Kalau melihat api yang begitu besar berkobar, nyaris kami putus asa. Tapi aku berdoa kepada Tuhan mohon Perlindungan-Nya dari musibah kebakaran itu. Dan Tuhan menjawabku:

“Surga takkan bisa dilalap api, dan Kujadikan peristiwa ini untuk menghadirkan keyakinanmu bahwa niscaya kau selalu selamat bila mengalami musibah besar seperti hari ini. Dan beginilah Cara-Ku yang sedang ingin membawamu menempuh bahaya besar yang akan terjadi di negerimu dan di dunia.

Dan apabila kamu sudah yakin beginilah Cara-Ku menyelamatkanmu, maka kau tak akan pernah takut lagi terhadap apa pun. Maka belajarlah atas apa yang kau alami hari ini dan tawakal-lah selalu bila menghadapi bahaya apa pun, karena Aku niscaya menolongmu dan membawamu keluar dari bahaya itu, dan tunggulah Ketetapan-Ku berikutnya setelah kau suci dari ketakutan yang termenakutkan dan dari bahaya yang terberbahaya.

Dan kau sedang Kusucikan dari segala yang termenakutkan bagimu, karena dunia harus kau urusi dari segala bahayanya. Maka yakinlah Aku selalu menyelamatkanmu dari semua bahaya apa pun yang termenakutkan. Betapa kau harus memperlihatkan ke publik dunia bahwa Aku selalu bersamamu dan selalu menjagamu.”

Peyakinan dari Tuhan inilah membuat aku tegar dan tidak meminta para rasul Eden untuk mengeluarkan barang-barang Eden yang berharga, terutama komputer dan server serta segala peralatan teknologi Pewahyuan. Dan kujadikan peristiwa hari itu sebagai Ujian Tuhan atas ketahanan kami meyakini kebenaran Jawaban Tuhan terhadap kami. Demikian kami bertahan tak mengeluarkan barang-barang ke luar rumah.

Dan benarlah, sesaat sebelum kobaran api beranjak melalap rumah kami, pemadam kebakaran datang. Demikian luapan api pun mulai surut. Puji Tuhan yang melindungi kami. Dan kami berkumpul sujud kepada Tuhan menghaturkan syukur dan terima kasih atas Perlindungan-Nya. Dan inilah video peristiwa kebakaran itu.