Berdoa Dipersonalkan, Tak Perlu Perantara, Pemberkatan Langsung dari Tuhan

Tags

,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan Bahwa Berdoa Dipersonalkan, Tak Perlu Perantara, karena Pemberkatan Itu Langsung dari Tuhan

Kebiasaan ulama dicium tangannya dan dimohon memberkati umat sebagaimana ulama dihormati sebagai wakil Tuhan bagi umat, tapi ulama pun banyak yang memberikan contoh buruk kepada umat dan masyarakatnya. Padahal hanya orang-orang sucilah yang makbul doanya. Ulama yang komersial, apalagi yang pasang tarif, mana mungkin bisa memberkati umat. Ceramah-ceramahnya yang keras dan mengandung ujaran kebencian hanya menjerumuskan umat menjadi intoleran dan radikal.

Daripadanya, Kunyatakan peribadatan dan doa Kujadikan personal dan tak perlu meminta doa kepada siapa pun untuk menjadi perantara doa kepada-Ku. Yang penting semua orang bersuci sesuai dengan ketentuan-Ku yang baru ini. Dan setelah itu, Aku akan selalu memperhatikan doanya. Doanya Kumakbulkan bila Kupertimbangkan doanya itu adalah doa yang baik dan suci. Adapun doa-doa yang melampaui batas dan tidak mengandung niat baik, tentulah Aku takkan mengabulkannya. Maka berdoalah yang sepantasnya disertai dengan niat yang tulus dan baik.

Continue reading

Kitab Suci Surga adalah Kitab Kehidupan atau Ummul Kitab

Tags

, , ,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan bahwa Kitab Suci Surga adalah Kitab Kehidupan atau Ummul Kitab

Penggabungan makna harfiah rahasia ayat-ayat suci dari empat kitab suci agama terbesar dunia, menjadilah sebagai kitab suci baru yang disebutkan sebagai Ummul Kitab atau Induk Kitab. Dan pun disebut sebagai Kitab Kehidupan.

Dan betapa semua rahasia kitab-kitab suci yang sedang Kubukakan sekarang itu bila berhasil dituliskannya, terbukalah semua rahasia akhir zaman. Demikian itu sama dengan melibatkan semua kitab-kitab suci yang lama ke dalam Kitab Suci Surga.

Demikian yang Kumaksudkan mengapa di dalam kitab-kitab suci yang terdahulu senantiasa ada ayat-ayat rahasianya yang bertebaran di halaman-halaman kitab suci yang lama.

Adapun kalimat-kalimat yang janggal dan tak harmoni, itu sudah tertulis menjadi rahasia kitab-kitab suci yang lama. Rahasia ayat-ayat suci niscaya berupa kalimat-kalimat yang tak bisa ditafsirkan, karena setiap kata-katanya satu sama lain tidak beraturan dan tidak saling menyahuti, sebagaimana kalimat-kalimat yang lazim, bahwa setiap kata itu ada maksudnya.

Continue reading

Dunia Alam Ruh

Tags

, , ,

Wahyu Tuhan terkait Dunia Alam Ruh

Kalau Aku mengatakan ada kerajaan malaikat di dunia ini, maka di alam ruh niscaya berlaku hal yang sama. Bahwa kerajaan para dewa di langit yang selama ini diyakini oleh umat-umat tertentu, tentu ada hal yang membuat umat manusia meyakininya.

Dan bahwa semua bentuk kehidupan di alam mana pun niscaya ada hukumnya dan sistematika kehidupan yang menganut pada hukum Tuhan. Demikian hukum hakikatlah yang dianut di alam kemalaikatan dan di alam iblis atau ruh-ruh jahat.

Dan bahwa Aku Tuhan Yang Maha Esa, niscaya Aku Mahakuasa mengatur semua sistem di seluruh alam semesta dan di seluruh kehidupan makhluk-Ku, sebagaimana di dunia manusia ada negara-negara dan bangsa-bangsa, dan ada pemimpin-pemimpin negara yang memimpin bangsanya masing-masing.

Sungguh demikianlah pula kerajaan malaikat dan kerajaan iblis itu ada ketentuan birokrasi, walaupun tak ada negara-negara di alam ruh.

Birokrasi di alam ruh, liputan skala birokrasinya adalah meliputi sedunia. Kalau ada raja malaikat, maka raja malaikat itu merupakan raja seluruh para malaikat di dunia. Begitupun iblis. Begitulah ada dewa kebenaran/kuasa terang dan ada dewa kejahatan atau kuasa gelap.

Continue reading

Hukum Tuhan di Alam Ruh

Tags

, , , , ,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan tentang Hukum Tuhan di Alam Ruh

Daripadanya dapat terungkapkan dinamika hukum reinkarnasi dalam pentakdiran setiap makhluk-Ku. Dan sedapat-dapatnya Aku pun akan mengemukakan kondisi apa yang menyebabkan teradakannya inkarnasi. Sebab ada saja suatu ketentuan yang mempertemukan takdir lintas alam, sehingga terjadilah pengaplikasian hukum inkarnasi pada malaikat ataupun bidadari, yang juga disebut sebagai dewa dan dewi yang berinkarnasi terhadap seseorang.

Inkarnasi bisa disebutkan sebagai pencuatan inspirasi yang brilian pada diri seseorang yang mendapat suatu ide yang tanpa terpikirkan sebelumnya, dan ide itu belum pernah teradakan oleh dirinya dan betapa ide itu sangat berharga dan menjangkaukan pada suatu yang paling dicita-citakan atau diharapkan.

Kondisi itu semacam ‘Aha-Erlebnis atau Eureka Effect’. Dan kalau pencerahan terhadap ide brilian itu berkelanjutan hingga mencapai ketuntasan, demikian itu adalah peristiwa inkarnasi. Demikian itu pun memadai disebutkan sebagai pengurapan yang berjangka waktu sebentar.

Continue reading

Surga dan Neraka Itu Niscaya Teradakan di Dunia

Tags

, , ,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan bahwa Surga dan Neraka Itu Niscaya Teradakan di Dunia

Kalau tidak, bagaimana ajaran-Ku bisa diimani secara pasti bahwa suatu saat Aku niscaya menurunkan Surga dan Neraka di dunia, supaya umat manusia bisa mengamati penggenapan janji-Ku atas Surga dan Neraka, sehingga Surga menjadi harapan dan Neraka menjadi penjeraan.

Dan suatu hari nanti, Surga akan dibicarakan di dunia manusia sebagai penyelamatan dari-Ku dan sebagai kebahagiaan hakiki yang sudah lama Kujanjikan, walaupun sampai hari ini Surga masih dicaci-maki di negeri yang bernama Indonesia.

Sedangkan Neraka bila sudah disadari, menjadi akan sangat ditakuti, walaupun sampai hari ini masih disukai, karena dosa itu memang mengasyikkan. Namun, bila Neraka sudah menggulung-gulung melahap apa saja, niscaya barulah Surga akan diminati.

Continue reading

Skema dan Penampang Jaringan Aliran Ruh Tuhan ke Seluruh Semesta

Tags

, , , , , ,

Wahyu Tuhan terkait Skema dan Penampang Jaringan Aliran Ruh Tuhan ke Seluruh Semesta

Skema dan Penampang Jaringan Aliran Ruh Tuhan ke Seluruh Semesta

Titik Koordinat Poros Ruh Tuhan
Ruh Utama-Ku berada di titik tengah Keglobalan-Ku. Dan itulah Ruh-Ku yang sempurna dan yang kekal yang memancar ke segala penjuru semesta. Lihat garis-garis yang memancar dari pusat Ruh-Ku, itulah aliran utama Ruh-Ku ke seluruh semesta.

Ruh Mantel Semesta
Dan ruh mantel semesta meliputi seluruh badan Keglobalan-Ku dan berfungsi menjadi peliputan seluruh multisemesta dan berfungsi sebagai stabilisator pengembangan semesta, sekaligus merupakan ruh kulit luar yang meliputi Kemahaglobalan-Ku.

Continue reading

Ruh Tuhan

Tags

, , , , ,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan tentang Ruh Tuhan

Taklah Lia Eden akan Kuberi izin untuk mengumumkan sistem pengaliran Ruh-Ku ke seluruh kehidupan yang terliputkan di dalam Kemahaglobalan-Ku, kalau itu tak penting untuk melakukan penyelamatan-Ku dan untuk menyatakan Kemahaesaan-Ku dan Kemahakuasaan-Ku.

Tanpa menyebutkan Wujud-Ku Yang Bulat dan menerangkan tentang skema dan penampang jaringan aliran Ruh-Ku ke seluruh semesta ke dunia, taklah akan terjadi penyadaran akan kemutlakan Tuhan Yang Maha Esa

Dan penghikmatan atas hal itu pun akan mengubah pandangan semua umat yang menganggap masing-masing punya Tuhan sendiri-sendiri. Dan penyelamatan-Ku pun sulit diterapkan kalau Aku tak menurunkan serumpun ilmu untuk menyempurnakan semua ilmu yang sudah didapat.

Continue reading

Teori Jeruk Sunkist untuk Memahami Wujud Tuhan Yang Maha Bulat

Tags

, ,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan Teori Jeruk Sunkist untuk Memahami Wujud Tuhan Yang Maha Bulat

Kalaulah Wujud-Ku Yang Bulat dan Berotasi itu harus Kujelaskan kepada Utusan-Ku yang awam sama sekali terhadap ilmu kesemestaan dan astrofisika, maklum dia berlatar belakang hanya dengan ilmu seni merangkai bunga saja. Maka Aku harus menjelaskan kepadanya dengan cara yang sederhana, sebagaimana Aku menyuruhnya untuk membelah buah jeruk sunkist dan Kuminta dia memperumpamakan itu sebagai simbolisasi liputan alam semesta.

Bahwa Bumi yang ditempati dia sekarang ini, hanyalah seperti satu titik kecil saja di antara isi buah jeruk itu. Dan Aku mengumpamakan seluruh isi jeruk itu adalah seluruh benda semesta. Dan Kuterangkan jaringan aliran Ruh-Ku yang mensemesta itu juga menggunakan simbolisasi serat kulit dalam yang tipis dari jeruk tersebut yang berpenampang dari titik pusat tengah menyebar ke segala arah dengan teratur sampai ke kulit jeruk.

Continue reading

Wujud Tuhan itu Bulat, Dunia pun Bulat, maka Segala Takdir itu Berotasi dan Bersiklus

Tags

, ,

Wahyu Tuhan yang Menjelaskan bahwa Wujud Tuhan itu Bulat, Dunia pun Bulat, maka Segala Takdir itu Berotasi dan Bersiklus

Semenjak Aku ingin menyelamatkan penduduk Bumi ini, ketika Bumi ini berproses kiamat, maka terlebih dahulu Aku harus menyatukan keyakinan seluruh penduduk Bumi ini terhadap Ketuhanan-Ku Yang Maha Esa. Maka Aku menyatukan semua agama di dunia.

Dan itu pun Kumaksudkan untuk menyelesaikan masalah konflik agama yang sudah berlarut-larut dan yang sudah meluas ke mana-mana. Dan itu pun Kuadakan demi perdamaian dunia, karena manalah Aku bisa menyelamatkan penduduk Bumi ini bilamana bangsa-bangsa, umat dan negara-negara, masih terlibat dalam peperangan. Demikian Aku harus mengusaikan dahulu konflik agama dan peperangan di dunia.

Walaupun dunia kini sedang dihadang perang dunia, tapi agama-agama harus Kurapikan terlebih dahulu, sebab takkan ada pengusaian konflik agama yang terkait langsung dengan penyebab perang dunia. Walaupun untuk merapikannya masih memerlukan waktu, konflik agama pun tak bisa langsung dipadamkan, padahal perang dunia sudah dimulai.

Continue reading

Bagaimana Tuhan Menurunkan Agama-agama

Wahyu Tuhan tentang Bagaimana Tuhan Menurunkan Agama-agama

Semua agama adalah ajaran yang bijaksana, luhur dan yang tertuntun dari-Ku. Dan kalau Aku menurunkan Wahyu-Ku kepada Utusan-Ku masing-masing agama, Kuejakan ajaran-Ku itu melalui kalimat-kalimat yang bijaksana dalam bahasa masing-masing Utusan-Ku.

Dan Aku menyampaikan itu sambil mengangkat kultur mereka yang dapat disesuaikan dengan ajaran yang ingin Kuadakan untuk mereka, supaya bisa seirama dengan ajaran-Ku. Biasanya, Aku mengangkat kerohanian mereka untuk Kuarahkan melakukan kebajikan di antara sesamanya. Dan Kupesankan agar menjauhi dosa dan kejahatan, dan Kuanjurkan untuk saling mengasihi dan memberi kepada sesama.

Dari sana, Aku mengajaknya untuk menjalin kasih dengan Tuhan, supaya mereka berketuhanan. Sampai di sini, dia masih mengira Aku adalah ruh leluhurnya atau salah satu dewanya, sehingga komunikasi Kami itu belum bisa dipertemukan secara utuh. Tapi, Utusan-Ku itu selalu terhenyak bila Kuadakan simulasi Keilahian-Ku saat dia bertapa atau sedang merenung hikmat, mencari apa yang paling dapat dinikmati dari suatu ketiadaan.

Continue reading