Frequently Asked Questions (FAQ) to Eden

Featured

Dearest readers,

Regarding many questions asked by the public to us (Eden Community), we have summarized those questions into several points below:

  1. Is Eden a Religion?
  2. Which God is Eden’s God?
  3. What Is the Concept of God According to Eden?
  4. Is It True That Her Majesty Mother Claimed to Be God?
  5. What Law Does Eden Obey?
  6. What Is Eden Worship Like?
  7. Does Eden Have a Holy Book?
  8. How Does Eden Position the Previous Messengers along with the Holy Books They Brought?
  9. After Her Majesty Mother Lia Eden’s Death, How Is the Continuation of Eden?
  10. How Does Eden Know That the One Who Is with Her Majesty Mother Is an Angel, Not a Jinn?
  11. Why Is Eden So against Idolatry and the Association of Something with God?
  12. What Is the Law of Reincarnation and the Law of Spirit Regulation?
  13. How Does Eden Perceive Heaven & Hell?
  14. What Is Apocalypse like in Eden’s Conception?
  15. Are There More Messengers and Revelations from God after Her Majesty Mother?
  16. Does God Still Send Down a Prophet to Deliver His Messages after Prophet Muhammad? Isn’t Prophet Muhammad the Last Prophet?
  17. Is It True That Eden (Her Majesty Mother Lia Eden) Interpreted the Verses in the Holy Books as She Wanted, Following Her Desires?
  18. Eden Once Waited for a UFO at Monas, and the UFO Did Not Come as What Was Stated by Eden Previously. How Would Eden Explain Such Occurrence That Did Not Happen?
  19. What Is Eden’s Conception of Marriage?
  20. How Is a Deceased’s Body Handled in Eden Community?
  21. What Are the Manners and Etiquette of the Eden Community Towards Her Majesty Mother Lia Eden?
  22. What Must I Do If I Want to Participate and Follow Eden’s Teaching?
Continue reading

Pertanyaan yang Sering Diajukan ke Eden

Featured

Kepada Handai Taulan yang terkasih,

Terkait dengan beberapa pertanyaan yang sering diajukan publik kepada kami (Komunitas Eden), kami telah merangkumnya menjadi beberapa pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah Eden Itu Agama?
  2. Tuhannya Eden Itu Tuhan yang Mana?
  3. Bagaimana Konsep Tuhan Menurut Eden?
  4. Apakah Benar Paduka Bunda Mengaku Tuhan?
  5. Hukum Apa yang Dipatuhi Eden?
  6. Seperti Apa Peribadatan Eden?
  7. Apakah Eden Memiliki Kitab Suci?
  8. Bagaimana Eden Mendudukkan Rasul-rasul yang Sebelumnya Beserta Dengan Kitab-kitab Suci yang Dibawa Mereka?
  9. Setelah Paduka Bunda Lia Eden Wafat, Bagaimana Kelanjutan Eden?
  10. Dari Mana Eden Tahu Bahwa yang Bersama Paduka Bunda Itu Malaikat, Bukan Jin?
  11. Mengapa Eden Begitu Menentang Kemusyrikan dan Penyekutuan Terhadap Tuhan?
  12. Apa Itu Hukum Reinkarnasi dan Hukum Regulasi Ruh?
  13. Seperti Apa Surga dan Neraka Dalam Pandangan Eden?
  14. Seperti Apa Kekiamatan Dalam Konsepsi Eden?
  15. Adakah Utusan dan Pewahyuan Tuhan Lagi Setelah Paduka Bunda?
  16. Apakah Tuhan Masih Menurunkan Seorang Nabi untuk Menyampaikan Pesan-pesannya Setelah Nabi Muhammad? Bukankah Nabi Muhammad Itu Nabi Terakhir?
  17. Benarkah Eden (Paduka Bunda Lia Eden) Semaunya Menafsirkan Ayat-ayat yang Ada di Dalam Kitab Suci Menurut Hawa Nafsunya Sendiri?
  18. Eden Pernah Menunggu UFO di Monas, dan Ternyata UFO-nya Tak Datang Sebagaimana Pernyataan yang Telah Dirilis Eden Sebelumnya. Bagaimana Eden Menjelaskan Hal yang Tidak Terjadi Tersebut?
  19. Bagaimana Konsepsi Eden Tentang Pernikahan?
  20. Bagaimana Penanganan Jenazah di Komunitas Eden?
  21. Seperti Apa Adab dan Etika Komunitas Eden Kepada Paduka Bunda Lia Eden?
  22. Bagaimana Caranya Bila Saya Ingin Masuk dan Mengikuti Ajaran Eden?
Continue reading

Buku Teologi untuk Pancasila

Featured

Kepada seluruh Bangsa Indonesia,

Berikut ini kami lampirkan buku yang berjudul Teologi untuk Pancasila yang bukunya memiliki ketebalan kurang lebih 1.000 halaman. Buku ini berisi Petunjuk Tuhan terkait dengan solusi persoalan Indonesia yang kekinian dan yang tak bisa teratasi karena masalah yang akan kita hadapi terlalu berat.

Oleh karena itu, hanya Tuhanlah yang bisa memberikan solusi atas persoalan berat yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia. Demikian Tuhan memerintahkan Paduka Bunda Lia Eden untuk menuliskan buku Teologi untuk Pancasila, yang di dalamnya ada pesan dari Tuhan yang bersedia memulihkan persoalan Indonesia yang maha berat.

Demikian Pertolongan Tuhan yang kami tuliskan pun padat dengan pesan-pesan yang berharga dari Tuhan. Semoga Anda berkenan membacanya karena di dalamnya terpatri Pesan Tuhan yang menginginkan Penyatuan Semua Agama, supaya perdamaian bangsa mudah diadakan-Nya.

Adapun kondisi chaos yang dikhawatirkan itu benar-benar akan terjadi. Demikian kita harus menyatu dalam Pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa.

Berikut ini adalah tautan untuk mengunduh buku Teologi untuk Pancasila ini:

Buku Teologi untuk Pancasila Jilid I

Buku Teologi untuk Pancasila Jilid II


Adapun isi buku Teologi untuk Pancasila tersebut adalah merupakan kebenaran yang terhakiki dari Tuhan yang Maha Esa, sebagaimana dalil ini telah tercantum di Kitab Suci Al-Qur’an surat Al-Furqaan ayat 33: “Mereka tidak datang kepadamu dengan perumpamaan, melainkan Kami datangkan kepadamu kebenaran dan sebaik-baik penjelasan.”

Bersamaan dengan ini, kami lampirkan juga sebuah lagu Eden yang berjudul “This Is the Day of God (Inilah Hari Tuhan)”, sebagai berikut:


Atas perhatiannya, kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga buku Teologi untuk Pancasila kami ini bersedia diterima dengan baik oleh semua masyarakat, karena inilah pertolongan Tuhan Yang Maha Esa untuk Indonesia.

Semoga Tuhan memberkati.

Salam Kasih & Damai,


Komunitas Eden

Lagu Eden: Pancasila Mendunia

Salam Eden, Salam dari Surga bagi semuanya,

Saat Tuhan mencanangkan Surga dan Kerajaan-Nya di Bumi dan Indonesialah yang menjadi tempatnya, maka Tuhan menuntun perjalanan bangsa ini menuju kepada apa yang telah menjadi ketetapan Tuhan tersebut.

Tuhan memberikan pencerahan kepada para pendiri bangsa, hingga menemukan falsafah Pancasila sebagai landasan bagi bangsa Indonesia. Di dalamnya memuat asas Ketuhanan Yang Maha Esa, yang merupakan esensi dari keragaman agama yang diturunkan Tuhan, sekaligus tujuan utama yang mengikat semua umat, sebagaimana falsafah Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ditambahkan kesakralannya oleh Tuhan, demi terwujudnya spiritualitas universal dan perdamaian dunia, sebagaimana tertuang dalam buku Teologi untuk Pancasila yang sudah ditulis oleh Paduka Bunda Lia Eden.

Semoga kiranya Anda semua berkenan untuk menonton video lagu ini karena isi lagu ini memberikan petunjuk bahwa Tuhan memberkati ideologi Pancasila. Adapun Tuhan juga menujukkan keinginan-Nya untuk menjadikan ideologi Pancasila mendunia, karena sesungguhnya Pancasila dapat diterima sebagai ideologi universal dunia yang Berketuhanan Yang Maha Esa.

Mother Lia Eden Funeral Ceremony

Time has called our beloved Mother to unite with the universe and God the Most Loving. Even though her body is no longer with us, we believe that the destiny of Heaven of Eden and God’s Kingdom is now entering God’s global schedule. We believe in the unification of the spirit of Her Majesty Mother Lia Eden with the spirit of His Majesty the Holy Spirit, and henceforth, they will guide us, their children, to establish a peaceful Heaven on earth.

And this video is the cremation ceremony of Her Majesty Mother Lia Eden, where her ashes were scattered over the sea, to be united with nature. Her love for us will always be remembered forever.

Bunda Lia Eden Funeral Ceremony

Waktu telah memanggil Bunda kami tercinta untuk menyatu dengan semesta, disisi Tuhan Yang Maha Kasih. Walau kini jasmani beliau tak lagi bersama kami, tapi kami percaya bahwa takdir Surga Eden dan Kerajaan Tuhan kini menapaki jadwal semesta-Nya. Kami mengimani penyatuan ruh Paduka Bunda Lia Eden dengan ruh Paduka Maharaja Ruhul Kudus, dan mereka akan memandu jalan kami anak-anaknya untuk mewujudkan Surga yang penuh damai di bumi.

Video ini adalah seremoni kami mengantarkan jenazah beliau untuk dikremasi, yang kemudian abunya ditabur ke laut lepas untuk menyatu dengan alam. Cinta kasih beliau kepada kami akan selalu kami kenang selamanya.

Komunitas Eden

Press Release: The Passing of Her Majesty Mother Lia Eden

Greetings from Eden, greetings of love, may God bless you.

To all dear friends and the public, we would like to apologize because it is only now that we are able to announce the news of the passing of Her Majesty Mother Lia Eden. That is because back then, we were still carrying out her funeral ceremony.

Hereby, we would like to explain what happened in the moments before her passing, so that the public can get the official explanation from us.

On Thursday afternoon, April 8, 2021, we were still chatting and working with Her Majesty Mother Lia Eden, tidying up and cleaning the garden in front of the house. Through the evening until 9:30 PM, some of us were still in her room. And by the time we left the room, she was still in good health.

However, on Friday, April 9, 2021 at 5.30 AM, when we entered her room, we were shocked to see her unconscious on her bed. Her feet were cold and there was no pulse in her hand, but we could still detect the pulse on the top of her head.

Continue reading

Press Release: Kewafatan Paduka Bunda Lia Eden

Salam Eden, Salam Kasih, Tuhan Memberkati.

Kepada seluruh sahabat, handai taulan yang terkasih, dan publik secara luas, kami ingin memohon maaf karena baru sekarang ini kami bisa memberitakan kabar kewafatan Paduka Bunda Lia Eden. Hal itu disebabkan karena kami sebelumnya masih menjalankan prosesi pelepasan jenazah beliau.

Bersama ini, kami menjelaskan kronologis saat-saat wafatnya Paduka Bunda Lia Eden agar publik mendapatkan penjelasan resmi dari kami.

Pada Kamis sore, 8 April 2021, kami masih bercengkerama dan bekerja bersama Paduka Bunda Lia Eden merapikan dan membersihkan taman di depan rumah. Malam harinya sampai pukul 21.30, beberapa di antara kami masih berada di kamar beliau. Dan pada saat kami meninggalkan kamar, beliau masih dalam keadaan sehat.

Namun, pada hari Jumat, 9 April 2021 pukul 5.30, kami masuk ke kamar beliau, kami sungguh sangat terkejut pada saat melihat beliau sudah tak sadarkan diri di pembaringannya. Kakinya sudah dingin dan denyut nadi tangannya sudah tak teraba, tapi bagian ubun-ubun di kepala masih terasa.

Continue reading