Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Wajib Dipentingkan di Indonesia. Jangan ada Lagi Penzaliman atas Nama Agama

Puisi untuk Elfa Diasmara

puisi Elfa

Saatnya melihatmu dalam bayangan
Tak kunyana bayanganmu begitu gelap
Tak bernada dan tak berwarna
Dan tak ada canda yang menggelitik
Di dalam bayanganmu yang kulihat
Tak seperti ruangan yang ceria
Tapi seperti susunan jeruji besi yang tak bersuara
Karena kalau dia bersuara, suaranya pedih
Suara orang teraniaya karena keyakinannya
Aku seperti melihat kau di dalam penjara agama
Yang tak berbelas kasihan kepada keimananmu yang murni
Sayang, kau takkan lama di sana
Karena Tuhan tak membiarkanmu berlama-lama di sana
Kupanjatkan doa untukmu saban hari
Supaya malaikat selalu berada di dekatmu untuk menjagamu

Kau terikat dengan kami karena takdir
Bukan cuma sampai di sini, tapi untuk selamanya
Keadaanmu bukan keadaanmu, tapi keadaan kita
Keadaan kita bukan hanya di sini, tapi bagian dari semesta

Sayang, kalaupun kau duduk menyendiri di sana
dengan tulang punggungmu yang sakit dan dengan hatimu yang selalu merana.
Tapi kami tahu, kau sedang menikmati pentingnya berada di jalan Tuhan
dan pentingnya berkeimanan yang lurus
Dan kami tahu, tak ada pilihan yang harus disesalkan
Tapi yang kutahu itu adalah penyesalan dari orang-orang yang membuatmu sendirian di sana
Tak sendiri kau di sana, banyak malaikat menemanimu
karena kau di dalam sejarah Kerasulan dan Surga
Sayang, tidurlah dan mimpikan kami datang menjemputmu


Email-email Elfa yang Disekap di Yayasan Hidayah AlIkhlas Panti Rehabilitasi Narkoba & Stress atas perintah Ayahnya Marzani Anwar, Peneliti Utama Badan Litbang Agama Jakarta

Nama: Elfa Diasmara
Email: elfadias@gmail.com
Doa: Wahai Tuhan Yang Maha Baik

Kupanjatkan rasa syukur yang tak terhingga kepadaMu, karena Engkau masih berkenan untuk menguatkan keimanan hamba. Walaupun banyak para kyai dan bahkan mantan Eden (Satya dan Simon) mencoba merubah keyakinan hamba, tapi yang terjadi malah keimanan hamba bertambah. Sungguh semua itu berkat hidayah Mu ya Tuhan.

Semoga engkau berkenan untuk menerima pembuktian kesetiaan hamba kepadaMu di Yayasan Rehabilitasi Narkoba dan Stres Hidayah al-ikhlas di kabupaten Tasikmalaya ini. Hamba hanya bisa berdoa semoga hamba bisa cepat memilki kesetiaan kesucian dengan para Rasul Eden yang lain.

Dan demi menjaga sumpah Rasul Eden, dimana hamba tidak bisa menerima pemberian apapun selain dari Eden, maka di situasi kritis seperti ini hamba memutuskan untuk melamar menjadi tukang bersih, sehingga hamba bisa mendapatkan upah berupa fasilitas di sini (air, makan, dll). Semoga jalan fikir hamba ini bisa Engkau terima ya Tuhan. Karena hamba pernah hampir pingsan karena tidak makan dan minum 3 hari dulu demi menjaga sumpah hamba. Tapi tiba tiba hamba mendapat inspirasi untuk bertahan hidup dengan cara bekerja di sini, karena hamba teringat bahwa Engkau telah mengamanatkan hamba untuk menjaga dan mendanai surga Eden. Jadi hamba harus tetap hidup untuk menjaga amanahMu.

Semoga engkau berkenan untuk menerima penebusan dosa hamba dengan hidup di balik jeruji besi bersama mantan pemakai narkoba, anak anak nakal, dan orang kelainan jiwa di sini ya Tuhan. Kapan saatnya hamba bisa keluar dari sini pun hamba hanya bisa berserah diri total kepadaMu. Dan semoga Engkau selalu menjadi menjaga agar hamba tidak berbuat kesalahan.

Teriring salam rindu kepada Paduka Bunda, Paduka Ruhul Kudus, dan semua para Rasul Eden. Hamba di sini baik baik saja. Semoga kita bisa cepat berjumpa lagi yah 🙂

Kabulkanlah doa hamba ya Tuhan. Amin.

Time: 20 November 2015 at 1:43 pm
IP Address: 112.215.66.75
Contact Form URL: https://komunitaseden.com/2015/10/08/ruang-berdoa-untuk-yang-bersedia-berkomitmen-hidup-suci/



Nama: Elfa
Email: elfadias@gmail.com
Doa: Pagi Paduka, ada sedikit breaking news. Kemarin saya diruqyah oleh ustadz,tapi tidak ada hasilnya. Sepertinya mereka sudah menyerah untuk membalikkan keimanan saya. Dan dari hasil pembicaraan ustad, saya menyimpulkan sepertinya ayahku juga sudah menyerah,dan akan menjemput saya dalam waktu dekat. Kemungkinan, kalau menurutku, paling cepat mereka datang itu sabtu siang minggu ini. Jadi kalau LBH mau jemput saya,sebaiknya sebelum sabtu siang. Khawatirnya saya dijemput duluan oleh ayah saya. Walaupun mereka sudah menyerah,saya khawatir mereka tambah nekat dengan mengirimkan saya lagi ke tempat lain.

Terima kasih Paduka. Salam Eden,

elfa

Time: 27 November 2015 at 4:57 am
IP Address: 112.215.66.69


Nama: Elfa
Email: elfadias@gmail.com
Doa: Terima kasih banyak Paduka… aku tidak bisa berkata2 betapa terharunya diriku atas perhatian, doa dan puisinya.
Mohon Maaf juga tidak bisa lama lama menulis. Ada penjaga yg selalu memantau di sini.
Sekali lagi terimakasih Paduka. Terimakasih Tuhan.

Salam Eden.
elfa

Time: 26 November 2015 at 9:30 pm
IP Address: 112.215.66.76

Screenshot 2015-11-29 12.49.21

Kronologi Penyekapan Elfa Diasmara

  1. Tanggal 27 Agustus 2015.

Elfa Diasmara dipanggil oleh SDM (HRD) dipaksa mengajukan surat pengunduran diri. Elfa Diasmara mendapatkan teguran dari atasannya. Atasan Elfa Diasmara, Fery Firman, General Manager PT XL Axiata, mendapat pengaduan dari istri Elfa Diasmara yang mengadukan suaminya berpindah keyakinan.

Dan kemudian berhasil menjadi upaya pemecatan melalui pemaksaan menyatakan pengunduran diri tanpa ada kesalahan apa pun dalam pekerjaan kecuali karena alasan perpindahan keyakinan.

  1. Tanggal 5 September 2015

Penjemputan paksa Elfa Diasmara dari Eden oleh Marzani Anwar dan keluarganya di kantor RW 08. Disaksikan oleh Ketua RT, Ketua RW, Bimaspol Kelurahan Bungur.

Elfa Diasmara baru selesai sarapan dan hanya membawa Handphone dan tidak membawa apa pun yang lainnya termasuk uang. Maka dia tidak bisa berdaya apa-apa karena tidak menyangka akan dibawa paksa. Tapi Hpnya disita sehingga tidak bisa berkomunikasi.

  1. Tanggal 8 September 2015

Ternyata Elfa Diasmara dibawa ke Yayasan Rehabilitasi Narkoba dan Stress Sukamantri Tasikmalaya. Eden mendapatkan telepon dari Elfa Diasmara memberitahukan di mana dia disekap. Hari itu juga Eden dan LBH Jakarta ke Yayasan Rehabilitasi Narkoba dan Stress Sukamantri Tasikmalaya untuk menjemput, tapi pengurusnya berbohong mengatakan Elfa Diasmara sudah dijemput ayahnya jam 04.00 dini hari.

  1. Tanggal 27 November 2015

Ada email dari Elfa Diasmara menyatakan dia masih disekap di Yayasan Rehabilitasi Narkoba dan Stress Sukamantri Tasikmalaya.

  1. Tanggal 28 November 2015

Eden bersama LBH Jakarta, LBH Bandung dan Radio 68H dan melapor Polsek Ciawi. Kemudian Kapolsek memerintahkan polisi jaga di wilayah Sukamantri untuk menjadi fasilitator dan menemani LBH Jakarta dan LBH Bandung. Tapi pengurus yayasan bersikeras tak bersedia mempertemukan kami dengan Elfa Diasmara dan tak bersedia melepaskan Elfa Diasmara sebelum itu mendapatkan perintah dari ayahnya, Marzani Anwar. Begitupun Elfa Diasmara tak boleh ditemui tanpa izin darinya.

Dipenjara saja seseorang masih bisa dijenguk dan ditemui apalagi kalau kuasa hukumnya yang ingin menemuinya dan masih bisa dihubungi melalui telepon/handphone.

Tapi di Yayasan Rehabilitasi Narkoba dan Stress Sukamantri Tasikmalaya, kami tak pernah bisa bertemu dengan Elfa Diasmara sama sekali. Elfa Diasmara bisa meng-email sesekali secara sembunyi-sembunyi melalui handphone pinjaman, tapi kemudian itu pun ternyata bocor dan diketahui oleh pengurus yayasan.

Demikian kembali penyelamatan melepaskan Elfa Diasmara dari penyekapan untuk kedua kalinya gagal.

Semoga Tuhan tak membiarkan penzaliman terhadap Elfa Diasmara berkepanjangan. Dan semoga pemecatan dari pekerjaan karena keyakinan dan penyekapan atas orang yang berbeda keyakinan tak terjadi lagi di Indonesia.

Doa Eden kepada Tuhan terkait dengan masalah Elfa Diasmara:

Ya Tuhan kami Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tolong kami melepaskan Elfa Diasmara dari penyekapannya. Sungguh dia adalah hamba-Mu yang beriman dan yang sangat takut akan sumpah-sumpahnya kepada-Mu. Tolonglah dia ya Tuhan dari keterzalimannya dan berikan kepadanya ketabahan dan kesabaran dan datangkanlah segera Pertolongan-Mu ya Tuhan dan perkenankan kami membuka peristiwa keterzaliman Elfa Diasmara ini ke publik karena kami telah dua kali gagal melepaskan Elfa Diasmara, dan kami serahkan kepada-Mu ya Tuhan. Semoga Engkau berkenan mengabulkan doa kami ini.


 

Transkrip kronologis pemaksaan pengunduran diri ini dibuat oleh Elfa Diasmara sendiri sebelum dia dijemput paksa oleh keluarganya. Maka kami lampirkan di sini:

Kronologis Elfa Diasmara dalam Kasus
Pemaksaan Pengunduran Diri dari pt. Xl Axiata, Tbk

• Awal 2004
Elfa mengenal dan mempelajari Salamullah (Eden).
• 2004 – sekitar 2007
Elfa mengikuti perkembangan Salamullah (Eden), termasuk mengikuti ayah untuk meneliti Eden dengan datang ke pertemuan.
• 2007 – 2014
Lama tidak mendapat kabar dari Eden sampai pertengahan 2014.
Mei 2015
Mendapatkan berita dari Eden tentang Pewasiatan Tuhan. Iman semakin kokoh.
• 29 Mei 2015
Berbaiat ke Eden. Melakukan ritual pensucian Eden.
• 9 Juni 2015
Keluarga menuduh dan menghujat keras bahwa Eden adalah aliran sesat, memuncak. Sehingga banyak orang yang terhasut, yang dilanjutkan dengan istri minta cerai.
• Masih awal Juni 2015 juga
Mau pulang ke rumah istri di otista mau ambil baju kantor, tapi tiba-tiba di dalam rumah ada truk barang. Tak sempat sampai masuk ke rumah, saya pulang ke Eden. Selanjutnya saya coba hubungi istri ada siapa di rumah. Katanya ada ibu mertua saya datang dari Jogja untuk mengganti semua kunci rumah.
• 21 Juni 2015
Saya naik pesawat menuju rumah istri di Yogyakarta, tapi istri tidak mau bertemu.
• 22 Juni 2015
Debat sama istri, dan Istri yang berinisiatif menolak gaji.
• 23 Juni 2015
Saya janji kepada Tuhan untuk memperturutkan permohonan istri yang tidak mau menerima gaji. Tapi kemudian istri meminta lagi gaji, tapi saya tidak bisa melanggar janji saya kepada Tuhan.
• 23 Juli 2015
Hujatan keluarga memuncak karena menuduh saya menelantarkan keluarga, saya mengganti nomor HP dan hujatan mereda.
• 17 Agustus 2015
Saya foto rumah Eden, dan upload ke facebook pribadi saya. Hujatan keluarga muncul lagi, dimana kali ini lewat facebook. DI Facebook saya juga banyak teman kantor, sehingga ada yang melaporkan saya ke kantor saya.
• 19 Agustus 2015
Saya dipanggil ke ruangan general manager kantor untuk klarifikasi dari hujatan keluarga di facebook saya. Beliau tidak ingin nama PT. XL Axiata Tbk terkait dengan nama Eden, karena ada pegawainya yang menjadi pengikut Komunitas Eden.
• 27 Agustus 2015
o Saya dipanggil oleh bagian SDM (HRD) di kantor.
o Saya diharuskan menulis dan menandatangani surat pernyataan yang isinya seperti di bawah. Kalau saya tidak nurut, digiring untuk mengundurkan diri saja.

  1. Saya tidak menafkahi keluarga lagi (Tidak boleh disebutkan apa sebabnya. Padahal istri sendiri yang menolak gaji).
  2. Saya beriman ke Eden.
  3. Pencatuman nama perusahaan untuk dihapuskan (Padahal Eden tidak pernah mencantumkan tulisan XL dan memang tidak ada kepentingan. Yang ada paling di facebook pribadi saya, di bagian info, karena saya memang bekerja di XL saat itu).
  4. Saya tidak berdiskusi ttg SARA (saya juga tidak pernah jualan Eden di kantor).
  5. Saya harus berguru dengan ulama Islam (ini menghianati iman kepercayaan saya).
  • Saya dipaksa untuk tanda tangan sekarang juga. Dan saya digiring-giring atau dintimidasi untuk mengundurkan diri (bukan pemecatan), jika tidak mau tanda tangan.
  • Saya tidak diperkenankan untuk berkonsultasi dengan Paduka Bunda Lia Eden untuk meminta saran. Karena saya tidak mau memutuskan suatu perkara penting tanpa saran dan izin beliau.
  • Akhirnya saya diizinkan untuk telpon, namun syaratnya saya harus menulis dulu surat pengunduran diri dan ditandatangani. Padahal, saya tidak ingin mengundurkan diri, karena saya hanya perlu menelpon saja untuk minta saran. Jadi, kalau ternyata nanti saya tanda tangan surat pernyataan tadi, maka surat pengunduran diri akan disobek bersama-sama. Dan sebaliknya.
  • Ditengah tekanan tiga orang agar saya tanda tangan segera, saya pun hilang akal, dan menyetujui aturan main mereka, dan saya menelpon karena saya benar-benar membutuhkan saran dari Paduka Bunda Lia Eden.
  • Ternyata saran dari Paduka Bunda Lia Eden adalah jangan biarkan diri saya mengundurkan diri, tapi dipecat saja.
  • Ketika saya baru mau selesai nelpon, dan sepertinya mereka tahu saya tidak akan menandatangani surat apapun dan minta dipecat saja, tiba-tiba surat pengunduran diri yang masih ada pada saya, dirampas dengan cepat oleh mereka.
  • Saya pun meminta mereka untuk megembalikan surat pernyataan, tapi mereka tidak mau memberikan. Padahal, surat pengunduran diri itu kan harus dengan kesadaran dalam diri sendiri untuk mengundurkan diri.

Screenshot 2015-11-29 20.38.21Screenshot 2015-11-29 20.38.39