Bertuhan adalah pilihan keyakinan individu. Berdoa pun juga adalah atas kebutuhan batin secara personal. Jamak kalau kebutuhan pencerahan dan pengasahan iman dikembalikan kepada individu setiap orang.  Pemfokusan doa terpulang pada setiap keyakinan batin dan pilihan kenyamanan cara berdoa.

Kami para malaikat gregetan kalau Ayat-ayat Suci disalahgunakan, apalagi oleh para ustadz ikut-ikutan, yaitu mereka yang asal bisa ngaji dan paham huruf Arab tapi tak paham sepenuhnya dan seutuhnya tentang ajaran agama, tapi tampil berkibar di pentas-pentas, di depan publik awam, sambil memperlihatkan pengetahuannya yang pas-pasan, karena kami melihat dia menjawab pertanyaan-pertanyaan publik asal sekenanya saja, bahkan sering keliru atau kebablasan.

Malaikat menyaksikan hal itu dengan perasaan miris dan sangat prihatin melihat agama dan Ayat-ayat Suci dijadikan komoditi untuk mencari popularitas dan kekayaan, dan kedudukan di mata publik. Dukungan para ulama dan santri-santrinya dijadikan pattern dukungan politik yang dikibar-kibarkan. Pengetahuan agama pun beralih kefungsian, tak menjadi penentraman batin dan pengasah keimanan demi bersuci, tapi malah jadi cara untuk dukung-mendukung ambisi terhadap kekuasaan. Mengapa kami menyoroti hal ini secara serius? Karena, dukungan para ulama, mengapa tak dijadikan sebagai keutamaan untuk menghentikan segala kampanye hitam yang penuh fitnah?

Kehadiran para ulama dan kyai di ajang pemilu malah membingungkan, karena mereka pun terlibat dalam kekisruhan pemilu, dan saling memperolok-olokkan atau saling memberi tanggapan yang positif maupun yang negatif, sesuai dengan kepada siapa mereka dukung. Ketika calon presiden itu saling bersaing, maka begitulah alasan-alasan para ulama pun menyesuaikan dengan slogan-slogan calon presiden yang didukungnya. Nafas agama pun tergadaikan dengan sendirinya.

Demikian, Tuhan tak membakukan cara berdoa yang harus diimani, supaya masyarakat tak berlarut dijadikan sasaran pengumpulan suara, dan ulama menjadi penangguk suara masyarakat, sehingga suara rakyat menjadi bebas diperdagangkan oleh para tokoh dan para ulama yang dipanuti.

Adapun anjangsana-anjangsana calon presiden dan calon legislatif ke para tokoh agama dan para ulama untuk mencari dukungan politik dan dukungan suara, juga untuk memohon didoakan dan diberkati. Hal semacam itu ramai dilakukan oleh tokoh-tokoh politik dalam ajang pemilu.

Hal itu tentu akan berkesudahan setelah publik menyadari bahwa semua agama sudah dihapuskan Tuhan. Maka, praktik-praktik konyol perdukunan dan dukungan-dukungan oleh kalangan agamawan yang berpengaruh tak lagi diperlukan. Dan pemilu pun jernih dari praktik-praktik pengeruhan agama. Demikian, jalan keagamaan jadi jernih dan lurus.

Dan perlu kami sampaikan bahwa Mukjizat Tuhan terkait dengan Deklarasi-Nya Hari Kuasa Tuhan, menghadirkan suatu sarana yang akan menjadi kesaksian Kemahakuasaan Tuhan di Hari Kuasa Tuhan yang sudah diresmikan-Nya, yaitu penayangan Firman-firman Tuhan secara langsung mendunia akan terlaksana melalui saluran Mukjizat-Nya.

Satelit Surga  Eden Darussalam dilengkapi dengan peralatan komunikasi dua arah antara Surga Eden Darussalam dengan seluruh negara dan bangsa di dunia.

Dan Firman Tuhan diaplikasikan penayangannya mendunia melalui Ketentuan Tuhan untuk mengadakan intervensi dan pemblokiran waktu jam tayang pada semua saluran televisi dan IT di seluruh dunia, pada saat yang sama dan serempak.

Untuk itu, informasi ini dapat dimaklumi sebagai pemberitahuan dini, agar dijadikan perhatian khusus, supaya apabila tiba saatnya hal itu terlaksanakan, publik dunia sudah tidak mengalami kepanikan massal.

Dengan adanya Tuhan berfirman langsung dan ditayangkan mendunia secara serempak, maka semua orang di dunia ini pun terkonsentrasi berfokus kepada Ajaran-ajaran Tuhan terkini, yang disampaikan Tuhan melalui siaran semua channel televisi di dunia. Dan jadilah semua orang di dunia langsung dapat mengetahui apa Kehendak Tuhan dan bagaimana cara berdoa yang makbul. Dan terpusatlah jalan menuju Tuhan Yang Maha Esa dan Surga-Nya.

Demikian, kedatanganku adalah untuk melapangkan cara berdoa menjadi sederhana dan tidak ribet, tidak mahal dan dapat dilakukan oleh semua orang dengan bahasa masing-masing, tanpa harus memikirkan cara lebih makbul, sehingga harus berintegrasi dengan banyak orang dan harus diperantarai oleh seorang pemuka agama.

Kebiasaan mengumpulkan banyak umat untuk menyelenggarakan haul atau zikir akbar atau tabligh akbar, dengan maksud pengumpulan massa untuk kepentingan politik, sudah tidak zamannya lagi. Semua itu akan punah dengan sendirinya.

Padahal, doa itu hanya terpulang kepada persoalan batin seseorang sehingga tak laik diperantarai. Mengingat doa khusyuk yang bersungguh-sungguh disertai linangan air mata, niscaya itu merupakan suatu ketulusan berdoa. Ketulusan berdoa, mana mungkin bisa diperantarai. Belum lagi bila sang perantara itu kurang suci karena satu dan lain hal.

Kebiasaan menitipkan doa kepada pembimbing umat, atau doa yang diperantarai oleh ruh arwah-arwah, sudah seharusnya digantikan dengan permohonan doa langsung kepada Tuhan tanpa perantara. Karena logika berkomunikasi dengan Tuhan sudah kujelaskan sejelas-jelasnya.

Setiap manusia selalu berada di dalam ancaman pancaroba hati, tak terkecuali kaum agamawan. Kepentingan selalu dapat mengakibatkan ketergelinciran. Maka doa bila dititipkan kepada orang lain, itu tak menjanjikan, karena Tuhan berfirman bahwa hanya kesucian hati dan ketulusan berdoa itulah yang berkenan ditanggapi oleh-Nya.

Adalah dapat dipercaya bahwa nian banyak jua ulama dan para pemuka agama pada semua agama seperti halnya pendeta, biksu, bikuni, pedande, yang suci dan benar-benar berfokus mengamalkan pengetahuan agamanya dan baktinya secara tulus ke masyarakat luas, sebagai kontribusi keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mereka cintai secara mendalam. Sayangnya, mereka seakan menyembunyikan diri supaya tak terikut dalam zaman edan.

Mereka itu kami namakan sebagai orang-orang suci yang tak terlihat tampil glamor di tengah publik. Karena kerendahan hatinya dan kesetiaannya kepada Ajaran Tuhan yang egalitarianisme, sehingga mereka anti mempropagandakan pengetahuannya dan ilmu agamanya. Dan mereka konsisten, jujur dan ikhlas.

Kepada mereka kami salut dan iba, karena publik tak menghiraukan kehadiran diri mereka. Karena tokoh-tokoh muda di bidang keagamaan, agresif dan progresif menguasai peluang-peluang glamorisasi yang didambakan golongan mereka yang memilih ranah keagamaan untuk meraih sukses.

Glamorisasi  melalui dunia keagamaan kini sangat digandrungi oleh orang-orang yang tahu akan kebiasaan masyarakat yang suka mencium tangan para penceramah agama. Maka mereka terpandang sebagai orang-orang suci yang dekat dengan Tuhan, yang doa-doanya makbul.

Kini banyak ulama ikut-ikutan dan disoroti publik karena terkena kasus dan mulai diadili. Tapi itu bukan yang pertama, banyak ulama melakukan hal itu. Jadi mau apa kalau Tuhan sedang menyoroti perilaku ulama, bahwa ulama besar maupun yang kecil tak takut lagi melakukan dosa dengan sengaja hanya untuk meraih sukses duniawi. Demikian tren memakai jubah dan menggenggam tasbih ke mana-mana dan berjenggot lebat, dipuja masyarakat awam, padahal belum tentu dapat dipercaya.

Adalah bukan dari kefasihan berbahasa Arab dan tampil dengan atribut-atribut Islami, yang dapat menjamin kedekatan seseorang kepada Tuhan. Padahal sesungguhnya, jumlah amal budi baik dan seberapa ketahanan seseorang menjauhkan diri dari perbuatan dosalah, yang dimungkinkan doa seseorang itu makbul.

Demikian perbuatan kebajikan yang telah diamalkanlah, yang akan dibalaskan menjadi kemakbulan doa. Maka, jangan pernah berpikir bahwa segala yang dipinta kepada Tuhan niscaya dikabulkan bilamana mengandalkan telah mematuhi Ketentuan Tuhan yang terbaru ini. Karena sesungguhnya Tuhan sendiri juga mematuhi Sistem-Nya, bahwa setiap kebaikan ada pahalanya. Dan pahala kebajikan itulah yang dihadiahkan sebagai pengabulan doa.

Katakanlah, bahwa pengabulan doa itu niscaya terbayarkan hanya melalui pahala kebajikan. Maka kalau tak pernah melakukan kebajikan, atau kurang melakukan kebajikan, jangan terlalu berharap doa akan dikabulkan Tuhan.

Bersedialah melihat bahwa Tuhan itu Maha Bijaksana terhadap segala permohonan kepada-Nya. Jangan pernah menguji Tuhan dengan memohon kepada-Nya sesuatu yang musykil atau sesuatu yang tak patut diberikan kepadamu. Maka berpatut-patutlah dalam berdoa dan perbanyak kebaikan, demi pengabulan doa Anda sendiri.

Dan jangan pernah mengira Tuhan berkenan mengabulkan apa saja yang dipanjatkan kepada-Nya. Niscaya Tuhan Maha Bijaksana di dalam mengabulkan doa. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa setiap doa dikabulkan melalui jalan kesucian dan kebenaran, serta kebajikan.

Aku datang untuk memastikan mekanisme kosmologi, bahwa setiap kehidupan dan individu di dalam kosmos adalah merupakan satu kesatuan yang berkelanjutan dari keliputan Ruh Tuhan, yang dialirkan kepada setiap Ciptaan-Nya, sehingga setiap Ciptaan-Nya memiliki keliputan Ruh Tuhan di dalam dirinya. Demikian itu dapat dimaknai sebagai keintegrasian semua makhluk-Nya kepada Tuhan secara simultan. Sehingga, kehidupan alam semesta dan seluruh makhluk Tuhan itu tak satu pun yang terlepas dari Kemaharuhan Tuhan, dan terkendali sepenuhnya oleh Tuhan sendiri Yang Maha Ruh.

Demikian kujelaskan bahwa ruh segala hal di alam semesta, dari yang paling terkecil hingga yang paling terbesar, secara keseluruhan adalah merupakan keliputan dari Kemaharuhan Tuhan Semesta Alam. Bahwa mekanisme kehidupan apa pun di alam semesta ialah dihidupkan oleh ruh dari-Nya. Bahwa seluruh liputan di alam semesta-alam semesta itu adalah di bawah kendali Ruh Tuhan sendiri secara total.

Maka pemahaman monisme, pantheisme dan monotheisme tak perlu dipilah-pilah,  karena semua itu adalah sifat Ketuhanan, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengurusi segala sesuatu. Apa pun perbedaan mazhab atau sekte-sekte keagamaan perlu disudahi karena sudah ada perjanjian monotheisme mutlak yang harus diyakini, bahwa tak ada sekutu apa pun bagi Tuhan. Dan tak ada perantara apa pun bagi-Nya. Sebab tak ada perjanjian bagi ruh-ruh di alam baka, bahwa mereka dapat memperantarai doa kepada Tuhan.

Seluruh para nabi Utusan Tuhan, saat ini sedang diadili dan dihakimi Tuhan, karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh umatnya masing-masing. Maka jangan pernah lagi mengeramatkan kuburan atau benda-benda, dan jangan menyembah yang lain selain menyembah Tuhan. Dan jangan mengkultuskan Nabi-Nya terhadap Tuhan.

Tuhan itu cuma ada satu, Yang Maha Memiliki segenap kehidupan di alam semesta dan di segenap kehidupan makhluk-makhluk-Nya. Tak ada hal yang berdiri sendiri, semuanya terpadu dalam konsep ada sebab, ada akibat. Ada kelahiran, ada kematian. Ada kebaikan, ada kejahatan. Ada siang, ada malam. Ada kebenaran, ada kesalahan.

Segala hal berpasangan dan berlawanan sebagai sisi kodrati yang tercipta demi kelanggengan alam semesta. Semua itu dimaksudkan untuk kelestarian kesemestaan dan kelestarian kehidupan di dalamnya, dan tak ada yang mengendalikan dan mengurusi semua keliputan itu kecuali Tuhan sendiri. Semua itu menandakan bahwa Tuhan itu cuma ada satu saja dan Maha Meliputi Segalanya.