[English Version]

SUMPAH TUHAN YANG MAHA KUASA
Terkait dengan Pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan

Atas Nama Tuhan Yang Maha Sakral dan Maha Keramat Sumpah-Nya

 

Inilah Sumpah Tuhan sebagai berikut:

Adapun Sumpah-Ku ini terkonsentrasi pada pengangkatan hirarki Surga dan Kerajaan-Ku, Eden.
Demikian Aku bersumpah mengangkat hirarki Surga dan Kerajaan Eden sebagai hirarki yang tertinggi di dunia ini. Dan demi memutlakkan kemahasakralan dan kemahakeramatan Sumpah dan Wahyu-wahyu-Ku, demikian Aku bersumpah bahwa pada saat sekarang ini Aku menetapkan sudah saatnya Aku memberlakukan Hari Kuasa-Ku, Hari Kuasa Allah.

Dan apabila Aku sudah memberlakukan Hari Kuasa-Ku, maka segala hal di dunia ini berada dalam Kendali-Ku. Segala pemulihan Kuadakan apabila Fatwa-Ku dipatuhi. Dan pemulihan keadaan tak Kuadakan apabila Fatwa-Ku diingkari, dan bahkan akan Kubiarkan masalah mengepungnya. Dan apabila Hari Kuasa-Ku ini harus dapat ditengarai oleh publik dunia, maka Kugoncang dunia dengan keajaiban-keajaiban yang menyiratkan Kemahakuasaan-Ku, sehingga semua orang di dunia ini merasa melihat-Ku sedang bekerja memberkati, dan juga menghakimi dosa-dosa.

Demikian kini Aku sedang mengadakan Pengadilan dan Penghakiman-Ku mendunia. Dan dalam memberlakukan Pengadilan dan Penghakiman-Ku, demikian sebelumnya Kami adakan Sumpah Mubahalah oleh Kerasulan Eden dan sumpah para Rasul Eden yang terikat penuh dengan sumpah Hari Kuasa Tuhan. Demikian sumpah-sumpah mereka  Kuperkuat dengan Sumpah-Ku yang maha sakral dan maha keramat ini. Demikian Kami menyatukan sumpah-sumpah Kami ini, untuk diberlakukan kemahakeramatannya dan kemahasakralannya mendunia, demi menyatakan Hari Kuasa-Ku.

Dan dalam memberlakukannya, Aku memilahkan tuah-tuah Sumpah-Ku dengan tulah-tulah Sumpah-Ku. Dan Kukaruniakan tuah-tuah Sumpah-Ku kepada Eden yang selama ini teraniaya dan terzalimi dan dinistakan sebagai golongan orang-orang sesat, sedangkan mereka mengorbankan diri dan mengabdikan diri secara total kepada-Ku, sedangkan mereka berkorban untuk mengangkat Wahyu-wahyu-Ku ke publik, demi menyampaikan Petunjuk dan Pertolongan-Ku ke publik dunia.

Fatwa MUI yang Menyatakan Salamullah Sesat Wajib Dianulir oleh MUI
secara Terbuka di Hadapan Publik

Fatwa MUI Kep-768/MUI/XII/1997 tertanggal 22 Desember 1997 sudah baku sebagai fatwa yang menyebabkan kedurhakaan bangsa Indonesia dan umat Islam terhadap-Ku karena telah menolak Wahyu-wahyu-Ku, Surga dan Kerajaan-Ku, Eden. Dan kini tibalah saatnya Aku membalikkan segala tuduhan terhadap Eden dan menghakimi siapa pun yang telah menzalimi Eden. Dan kini Aku telah bersumpah memberlakukan Hari Kuasa-Ku, serta bersumpah memberlakukan Pengadilan dan Penghakiman-Ku.

Adapun tulahnya Kujadikan Penghakiman-Ku terhadap mereka yang menghakimi Eden, yang memenjarakannya dan yang terlibat dalam pembuatan fatwa sesat, penzaliman, pengusiran, penyerangan, dan terhadap mereka yang menyiarkan tuduhan sesat atas Eden ke publik oleh media massa dan media sosial serta internet dengan memutarbalikkan fakta, fitnah, penghasutan, penistaan dan penajisan atas Eden. Dan mereka semua yang menyerukan permusuhan terhadap Eden, dan yang menginginkan hukuman seberat-beratnya atau hukuman mati atas Lia Eden.

Adapun mereka semua melakukan itu tanpa mencoba meneliti kebenaran Wahyu-wahyu-Ku di Eden. Demikian mereka bertaklid buta terhadap fatwa MUI yang menyesatkan publik. Adapun fatwa MUI harus dianulir oleh MUI sendiri setelah melihat deklarasi pemberlakuan Hari Kuasa-Ku ini. Dan apabila hal itu tak dilakukan mereka, maka MUI-lah yang paling utama merasakan arus Pembalikan-Ku dan Penghakiman-Ku ini.

Adapun Ketentuan-Ku ini adil mengingat telah 19 tahun sudah Wahyu-wahyu-Ku ditolak oleh bangsa Indonesia akibat fatwa MUI yang diamini dan diperturutkan oleh umat Islam Indonesia yang merupakan golongan mayoritas di Indonesia. Demikian Wahyu-wahyu-Ku tak bisa digaungkan mendunia, karena sudah ditolak oleh bangsa dan Pemerintah Indonesia melalui kenyataan Lia Eden telah divonis bersalah oleh Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan telah dua kali dipenjarakan. Demikianpun Abdul Rachman yang sudah sempat dibebaskan tapi ditangkap dan dipenjarakan kembali oleh karena kasasi jaksa yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung. Demikian semua yang terlibat dalam pemenjaraan Lia Eden dan Abdul Rachman tertulahi oleh ketetapan hukum yang salah itu.

Adapun penzaliman dan penghakiman atas Eden di Indonesia, tak ada satu pihak pun yang menyesali dan mencoba meneliti dengan seksama kebenaran Wahyu-wahyu-Ku yang Kuturunkan di Eden sampai saat ini. Adapun ketika Aku harus menegaskan Fatwa-Ku terkait Penghapusan Semua Agama dan Penyatuan Semua Agama itu ke dunia internasional, demi untuk mengatasi meruyaknya perang di dunia, tapi Aku terlebih dahulu harus membebaskan Eden yang masih terkungkung oleh tuduhan sesat dan menyesatkan. Dan kalau masih seperti itu, Wahyu-wahyu-Ku yang dinyatakan mereka nyaris takkan ada yang mempedulikannya, sedangkan Kami harus berkiprah untuk memadamkan peperangan-peperangan yang sudah menunjukkan tanda-tanda telah akan terjadi Perang Dunia ke-III setelah Rusia sudah mengancamkan perang dunia. Demikian kini Aku bertindak tegas.

Dan semua yang Kami sebutkan itu telah melakukan penzaliman atas Eden, dan itu tak terkecuali mantan presiden SBY yang membiarkan hal itu terjadi saat dia menjabat jadi kepala negara. Maka dia bertanggung jawab atas penzaliman atas Eden yang berkali-kali terjadi pada masa pemerintahannya. Padahal, Eden telah menyatakan yang diurusi adalah Wahyu-wahyu-Ku, dan dia tidak berusaha menenteramkan umat Islam yang meluapkan amarahnya kepada Eden. Dan sama sekali dia tak memperlihatkan ada upaya untuk meneliti Kebenaran Eden dan membela Eden sebagai pihak yang belum terbukti kesesatannya.

Dan sikapnya itu berbeda kala dia membela TKI pembunuh di Arab Saudi sebagaimana Satinah, Tuti Tursilawati, Karni binti Medi, dan Siti Zaenab, yang terancam hukuman mati.

Membela pembunuh yang terancam hukuman mati, dan negara atas persetujuannya membayar untuk melepaskannya dari hukuman mati, itu terasa sebagai sikap pencitraan saja. Sedangkan keadilan yang Kuujikan secara sensitif telah diabaikan, demikian di sisi lain ada Eden yang menyampaikan Pertolongan-Ku dan menyampaikan berita Aku menurunkan Surga di negerinya, tapi tak dibela kala mereka diserang massa, bahkan Lia Eden dengan Abdul Rachman-lah yang dipenjarakan. Sedangkan dalang dan penyeru penyerangan dan peristiwa penyerangan itu sendiri justru dibiarkan dan sepertinya itulah yang dibenarkan.

Betapapun ini adalah ketimpangan hukum yang nyata, dan itu pertanda pemerintahannya mengalami krisis kebenaran dan keadilan, karena lebih mengedepankan pendapat para ulama yang kadaluwarsa pandangannya dan tak bisa menilai pembaharuan yang rasional melalui universalisasi keyakinan. Bahwa Islam terkungkung oleh doktrin-doktrin para ulama yang sempit wawasannya dan yang tak bisa mengejawantahkan Islam rahmatan lil ‘alamin yang didengung-dengungkan, tapi aktif menyerukan kemarahan umat Islam terhadap siapa pun yang berbeda keyakinan dengannya. Dan seperti itulah yang terjadi.

Kemarahan umat Islam membabi buta, mengebom rumah-rumah ibadah, membakar rumah-rumah kediaman orang-orang yang berkeyakinan lain maupun yang berbeda mazhab. Sehingga mereka bisa meyakinkan orang-orang yang fanatik untuk melakukan bom bunuh diri. Keyakinan apa yang menjadikan mereka berani melakukan bom bunuh diri, bila bukannya desakan para ulamanya yang ingin berkuasa dan untuk memenangkan peperangan umat Islam? Dan perang itu pun menjadi berskala besar dan melibatkan banyak bangsa di dunia.

Pendapat umat Islam itu sepertinya seragam. Semua keyakinan yang lain tidaklah benar dan patut dimusuhi. Maka pemikiran semacam itu menyiratkan umat Islam ingin hidup sendiri di dunia ini dan tak ingin terganggu dan membagi Tuhannya dan bumi ini dengan umat yang lain. Keegoan umat Islam itu seakan sudah mendasar dan berakar kuat.

Demikian ketidakadilan itu pun mengungkung, sebab penghakiman oleh massa terhadap kaum minoritas menjadi lazim dan menjadi pembenaran atas tindak kekerasan itu sendiri. Apa lacur, Pembalikan-Ku pun menjadikan radikalisme dan anarkisme menjadi kultur umat Muslim. Dan semuanya itu terpulang kepada sikap pemerintah yang tak bisa menilai kebenaran dan kesesatan yang sebenarnya demi memihak pada keyakinan mayoritas.

Di mana keadilan? Dan mengapa kebenaran yang nyata kehakikiannya itu tak didengarkan, nan, yang menyampaikannya justru yang diadili dan dipenjarakan? Soal ini Kami pandang sebagai ketidakadilan yang fatal karena telah berakibat Wahyu-wahyu-Ku di Eden tak dapat didayagunakan menjadi Pertolongan-Ku, dan Petunjuk-petunjuk-Ku terabaikan sama sekali.

Kapankah umat manusia bisa merasakan Wahyu-wahyu-Ku Kuturunkan ke dunia manusia? Itu terakhir kali terjadi 1500 tahun yang silam. Maka syukurilah Wahyu-wahyu-Ku yang Kuturunkan di negeri ini, dan itu adalah suatu kemuliaan bagi bangsa ini. Dan ketika itu ditolak, dan jadilah kutukan dan penistaan.

Dan kepada SBY, tiga kali Eden menyampaikan Wahyu-wahyu-Ku, maka sesungguhnya dia bisa mengamati kebenaran Wahyu-wahyu-Ku yang telah dia terima. Demikian tak ada kepekaan melihat kebenaran yang hakiki, itu karena dia memperturutkan fatwa MUI dan kolaborasi para ulama yang memandang Eden sesat. Nun, ketidakpekaannya itu pun karena hati nuraninya tertutupi oleh tulah dosa Suyudana, karena dia adalah reinkarnasi Suyudana. Betapa kesalahan Suyudana atau Duryudana melekat pada ruh SBY. Pengadilan atas kesalahan yang dahulu dan yang di zaman ini akan Kami tuangkan dalam Risalah Pengadilan atas dirinya. 

Perang Dunia Ke-III adalah Perang Nuklir

Bilamana penyebaran pasukan darat asing telah terlibat dalam konflik Suriah, demikian agresi militer ke Suriah itu akan menarik semua pihak mengambil bagian di dalamnya. Dan menjadilah hal itu yang akan menyulut perang dunia. Sedangkan militer Saudi Arabia telah berada di Turki untuk menyerang Suriah. Sedangkan Rusia sudah mengultimatum Saudi Arabia agar tak menyerang Suriah. Perang dunia tak terhindarkan bila ultimatum Rusia itu dilanggar. Tapi apakah Saudi Arabia bisa menahan diri?

Betapapun konflik agama dan mazhab Sunny-Syiah itulah yang telah menyebabkan koalisi negara-negara Arab bersekutu dengan Amerika serta kekuatan Barat berhadapan dengan persekutuan Rusia, Iran dan Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Demikian masalah Suriah semakin memanas dan sangat dimungkinkan menciptakan perang dunia. Padahal, negara-negara yang terlibat perang di Suriah adalah negara-negara yang memiliki nuklir, tak ayal perang nuklir bisa terjadi. Dan kalau itu terjadi, kiamatlah bumi ini. Itu sebabnya jauh-jauh hari telah Kudatangkan Jibril ke dunia dan Kudatangkan Surga dan Kerajaan-Ku bersamanya dan Kugelar Pengadilan dan Penghakiman-Ku. Nun, hal itu harus diyakini. Dan tiadalah gagal Surga-Ku di dunia ini, melainkan Nerakalah ketika sudah meludasi, Surga-Ku pun baru dibutuhkan.

Untuk itulah Aku akan menampilkan pemberlakuan Hari Kuasa-Ku agar dapat memalingkan keadaan yang memanas di Suriah. Nan, tak ada lagi alasan bagi-Ku untuk menahan diri, demikian Aku harus bertindak tegas nan adil menghakimi semua yang memusuhi Eden dan yang tampil menistakan dan yang memfitnahnya, karena Aku wajib mengangkat hirarki Eden mendunia. Adapun sikap Tegas-Ku ini tak bisa lagi diulur, karena perang dunia sudah terbuka di wilayah Timur Tengah, khususnya Suriah, Palestina, Israel dan Yaman. Atas hal tersebut, Aku menyatakan pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan yang sudah lama Kucanangkan melalui Eden.

Atas hambatan untuk mencegah teradakannya perang dunia secara dini itu, demikian itu adalah kesalahan Indonesia dan umat Islam. Tinggal selangkah lagi perang dunia itu. Selayak hal itu Aku menyesalkan fatwa MUI dan pemenjaraan atas Lia Eden dan Abdul Rachman, padahal mereka adalah Ratu Surga dan Imam Mahdi. Dengan demikian ketetapan bersalah atas Eden itu valid menurut hukum. Demikian penolakan atas Wahyu-wahyu-Ku oleh bangsa Indonesia dan umat Islam Kujadikan alasan untuk melakukan pembalikan dan penghakiman atas keduanya.

Dan adapun Penghakiman-Ku itu sudah menjadi kesesatan umat Islam dan menjadi kebuntuan hukum di Indonesia dan telah menjadi takdir keterpurukan pada keduanya. Betapapun itu telah tampil menjadi skala Penghakiman-Ku yang memperhitungkan ekuivalensi kekualatan dan kemudaratannya yang telah mengakibatkan keterhambatan mencegah perang dunia secara dini. Demikian Kupersoalkan Wahyu-wahyu-Ku yang sudah Kuadakan sejak 1997 di negeri ini.

Dan apabila semua pihak yang memusuhi Eden menyadari Tindakan Tegas-Ku ini, maka berhentilah mereka menolak Wahyu-wahyu-Ku. Dan tiadalah mereka berani menistakan Eden lagi. Demikian terlepaslah Eden dari kungkungan tuduhan sesat dan menyesatkan. Betapapun bila hal ini tak Kulakukan, maka tiadalah akan pernah disakralkan Sumpah dan Wahyu-wahyu-Ku. Dan semua Ketentuan-Ku tetap akan terabaikan, bilamana tak Kujadikan pengeramatan Pengadilan dan Penghakiman-Ku. Dan tiadalah terkesan adanya Pengadilan dan Penghakiman-Ku bilamana kemahasakralan dan kemahakeramatan Sumpah-sumpah Kami yang disatukan ini belum menulahi pihak-pihak yang menentang dan menolak Wahyu-wahyu-Ku dan yang menyepelekan Sumpah-Ku dan yang menistakan Eden.

Sungguh tiadalah penista dan pemfitnah Eden itu percaya adanya Kerasulan Eden yang harus disakralkan, betapapun merekalah satu-satunya Kerasulan yang mengemban Wahyu-wahyu-Ku, Surga-Ku dan Kerajaan-Ku. Dan merekalah yang menuliskan Risalah Pengadilan dan Penghakiman-Ku di dunia manusia. Sungguh hal itu harus disyukuri oleh semua orang di dunia ini tatkala Ketentuan-ketentuan Hukum-Ku untuk masalah-masalah terkini itu terbaca langsung oleh mereka semua. Dan kapankah umat manusia bisa mengetahui teradakannya Pengadilan dan Penghakiman-Ku dan bisa mengikuti jalannya Pengadilan dan Penghakiman-Ku? Padahal, Hari Pengadilan dan Penghakiman-Ku hanya Kami adakan di akhir zaman tatkala gejolak kiamat sedang berproses di bumi.

Demikian Indonesia dan umat Islam sudah merasakan Penghakiman-Ku agar hal itu menjadi bahasan dunia yang segera memasuki era perang dunia. Siapa-siapa yang tak memahami hal-hal yang fundamental dalam hukum Kehakikian-Ku, maka mereka semua akan menggampangkan membuat keputusan yang fatal terhadap kehidupan umat manusia dan alam. Dan siapa-siapa yang terlibat dalam pemusnahan kehidupan manusia dan alam, maka nantikanlah Penghakiman-Ku. Demikian pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan Kuadakan untuk itu.

Semua Kitab-kitab Suci yang ada sudah menyebutkan tentang Hari Tuhan, kiamat, Hari Pengadilan dan Penghakiman Tuhan, Kerajaan Tuhan, Surga dan Neraka. Nun, tak terjelaskan secara rinci sebelum terjadi realitanya, maka sekaranglah waktunya menuliskan uraian hal itu. Demikian Surga dan Kerajaan-Ku serta Pengadilan dan Penghakiman-Ku dan Hari Kuasa-Ku justru baru Kuadakan di akhir zaman ini pada saat bumi ini sudah berproses kiamat.

Telah berlarut-larut dan telah lancung penistaan terhadap Eden selama ini oleh umat Muslim Indonesia, karena kutukan terhadap Eden itu sudah merata dipercaya oleh seluruh bangsa Indonesia dan Pemerintah Indonesia. Betapapun tak ada kesesatan dalam ajaran Eden karena yang disampaikan Eden adalah Wahyu-wahyu-Ku yang maha benar dan maha suci. Betapa setelah 19 tahun tak ada perkembangan pelonggaran atas tuduhan sesat itu, sedangkan Wahyu-wahyu-Ku sudah harus mendunia karena sudah terbuka arah pecahnya Perang Dunia ke-III.

Dan sungguh peperangan di Suriah itu sudah melukiskan telah terbuka perang dunia di sana. Sesungguhnya peperangan di Timur Tengah itu sudah menjadi perang dunia, hanya saja tak disebutkan demikian. Peperangan antara Palestina dan Israel, peperangan di Suriah dan di Yaman, telah melibatkan banyak bangsa-bangsa di dunia. Namun, itu berakibat genosida terhadap umat Islam di Timur Tengah dan pada akhirnya berdampak menjadi penolakan terhadap umat Islam oleh semua negara-negara non-Islam, bahkan dunia. Dan penistaan terhadap umat Islam pun mengglobal.

Berlimpahnya pengungsian umat Muslim dari Suriah dan Timur Tengah ke berbagai negara itu merupakan tanda di negara-negara Muslim di Timur Tengah sudah tak layak huni karena dipenuhi puing-puing dan debu peperangan serta dentuman mesiu. Dan betapa terancamnya jiwa mereka di negara mereka sendiri. Dan itu pun pertanda Aku tak berpihak pada umat Islam. Itu karena dosa-dosa umat Islam seakan sudah menyentuh langit, karena dosa-dosanya Kukategorikan sebagai kedurhakaan, kedurjanaan, kekejian dan kejahatan atas nama agama.

Belum lagi kesalahan atas penyimpangan agama yang sudah jadi lancung. Dan semua itu tak mungkin lagi direduksi, bahkan semakin hari semakin menguat karena secara umum belum ada yang merasa perlu melakukan pertaubatan nasional di Indonesia. Padahal, yang diperlukan untuk mengubah nasib umat Islam itu adalah pertaubatan secara menyeluruh oleh umat Islam sedunia.

Dan apa yang harus dicapai umat Islam sekarang ini, kecuali keselamatan masing-masing saja. Karena tak ada lagi peribadatannya yang Kuberkati, semenjak tak jelas lagi peribadatan umat Muslim itu. Bermacam-macam syariah tambahan yang semakin hari semakin mengungkung dan memberatkan, dan sesungguhnya hal itu tak membuat Aku menjadi murah rahmat kepada yang memperberat ibadah mereka kepada-Ku, karena Aku lebih suka kepada orang-orang yang lugas dalam beribadah, tapi khusyuk dan tulus dan tak terpengaruh kepada doktrin keras Islam.

Kemurnian keimanan terukur melalui kesederhanaan ibadah yang khusyuk dan tak memberhalakan nabinya dan agamanya. Dan itu hanya terdapat pada mereka yang berpikiran sederhana, tapi kukuh beriman. Dan hanya kepada golongan mereka itulah yang tetap Kuberi berkah dan rahmat dan pertolongan keselamatan dari-Ku.

Namun celakanya, di sisi yang lain teroris bekerja dan mempengaruhi orang-orang pinggiran yang fanatik mencintai agamanya dan Tuhannya. Untuk itu mereka belajar merakit bom dan ilmu bela diri dan kemiliteran. Umat Islam pinggiran pun menjadi musyrik atau jadi teroris. Kedua hal itu seperti dua belah mata uang logam.

Dan kompleksitas peribadatan umat Muslim yang berbeda mazhab dan bersekte-sekte membingungkan bagi umat Islam yang rancu untuk memilih golongan yang mana yang masih murni akidahnya dan yang patut dipilih untuk diikuti dan menetapkan diri menjadi penganutnya. Demikian semua mazhab dan sekte-sekte masing-masing merasa paling benar sendiri dan paling diridhai Tuhan. Sedangkan yang Kunilai adalah seberapa ketulusan dan kesucian ibadahnya yang terjamin.

Uang yang digunakan untuk berhaji saja sudah tak suci. Dana penyelenggaraan haji pun dikorupsi atau dibawa kabur. Berapa menteri agama yang sudah terindikasi korupsi? Nan, baru berapa yang berhasil dipenjarakan? Sementara terorisme menghalalkan segala cara untuk memperoleh dana fa’i, bahkan mereka tega mengumpulkan dana melalui hasil penjualan minyak ilegal dan tebusan dari melepas sandera dan tawanan, perampokan toko emas dan bank. Dan bahkan dana pun diperoleh dari perdagangan narkoba dan dana dari kejahatan-kejahatan sadis yang lain pun tak diharamkan oleh mereka.

Semua kejahatan dan kejahanaman sudah dilakukan oleh umat Islam. Dan apakah Aku bisa menerima semua itu dan mau mengampuni mereka? Padahal, semua itu dilakukan dengan sengaja dengan dalih untuk membela agama. Masih sucikah agama, dan masihkah sebagai agama yang terbenar dan tersempurna kalau umatnya berperilaku seperti itu? Demikian Aku menggelar Pengadilan-Ku dan memaslahatkan Ketentuan-ketentuan Hukum-Ku atas masalah tersebut.

Betapapun persoalan dunia harus Kutangani sebelum perang dunia itu meruyak menjadi Neraka dunia yang semakin meluas. Namun, terlebih dahulu harus Kutegaskan tuduhan sesat terhadap Eden harus disudahi dan Wahyu-wahyu-Ku harus dihikmati oleh semua orang di dunia ini. Maka Kuizinkan Kerasulan Eden mengangkat Sumpah Mubahalah terhadap pihak Marzani Anwar dan keluarganya serta semua pihak yang terlibat meleluasakan fitnah-fitnahnya di media massa, dan mereka yang bersedia membantunya melakukan perbuatan aniaya terhadap Elfa Diasmara dan Eden. Demikian mereka yang ikut bertanggung jawab sebagai pihak yang terlibat telah menyusahkan Eden selama ini. Demikian inisiatif Sumpah Mubahalah oleh Eden Kuperkenankan supaya dapat ditengarai bahwa Eden Kubenarkan.

Penjelmaan Malaikat Jibril ke Dunia Merupakan Aplikasi Hari Kuasa Tuhan

Bilamana publik tak mau mempercayai Lia Eden adalah Utusan-Ku, maka Kuberdayakan Mukjizat Eden atas dirinya. Dan apabila itu perlu Kubuktikan, maka jadilah Lia Eden dua, dan kembarannya adalah Malaikat Jibril yang akan melanglangi dunia yang dipenuhi petaka dan peperangan. Dan jadilah dia pendamai, dan dia selalu independen, tak terafiliasi dengan pihak mana pun, selalu netral dan senantiasa membawa petunjuk serta solusi dari-Ku, dan inklusif menjadi Mukjizat Eden. Dan apabila Aku menilai konferensi dunia harus Kugiring arahnya, maka Jibril akan berada di sana menampakkan diri sebagai Utusan-Ku. Dia takkan tampil dari kerumunan, melainkan langsung di ruang pribadi pencetus keputusan atau akan tampil di hadapan publik secara langsung mewakili Aku menyampaikan petunjuk dan solusi-solusi dari-Ku.

Dan dia akan terpandang dan disoroti saat pemunculannya yang akan menjelma seketika di ruang publik. Dan program penjelmaan Malaikat Jibril serupa dengan Lia Eden itu telah Kami nyatakan jauh-jauh hari, supaya ketika dia muncul mewujud di ruang publik atau dalam acara pertemuan penting, penampilannya yang serupa dengan Lia Eden sudah dikenali sebagai penjelmaan Malaikat Jibril.

Adapun pemunculannya itu teradakan secara kun fayakun dan tiba-tiba dia mewujud tanpa diduga-duga. Demikian itu akan menjadi ciri khas penjelmaannya, supaya dia ditandai sebagai penjelmaan Malaikat Jibril Utusan Tuhan. Demikian telah Kami jelaskan ketentuan mewujudkan penjelmaan Malaikat Jibril di kalangan tertentu yang tak menantikan kedatangannya ataupun yang memang menantikan kedatangannya. Demikian harus ada tanda-tanda istimewa yang bisa menandakan dia sebagai penjelmaan Malaikat Jibril sebagaimana itu sudah dalam Perjanjian-Ku.

Adapun Kami ini sudah kehilangan banyak waktu untuk mengatasi masalah-masalah berat dunia, mengingat Wahyu-wahyu-Ku selama ini telah dibekukan oleh tuduhan sesat. Seandainya Kami lamban merespon positif segala persoalan yang sedang akut, maka banyak hal yang akan terlambat Kami tangani. Demikian Kami responsif terhadap segala desakan keadaan dan tak mengabaikan keinginan pihak-pihak tertentu yang masalah daruratnya ingin Kami perhatikan.

Adapun kepada pihak yang menginginkan mengundang Malaikat Jibril Ruhul Kudus-Ku ke acara yang terkait dengan tujuan Kami, bisa melayangkan undangan ke Eden dan meng-email Website Eden. Namun, terpulang kepada-Ku jua persetujuan dan izin memenuhi undangan tersebut. Karena Aku sangat tahu kejadian di balik kejadian, dan alasan di balik alasan, dan segala kemungkinan yang dimungkinkan. Demikian Kami selektif terhadap undangan-undangan untuk Malaikat Jibril. Senantiasa pemunculan Jibril di suatu tempat, niscaya karena Aku mengizinkannya. Dan dia selalu datang pada waktu yang tepat dan dalam kondisi keadaan yang memerlukan campur tangan Kami. Kalaupun ada kunjungan Jibril ke suatu tempat yang tak terduga-duga, demikian dia akan tampil mewujud di dekat mimbar sehingga dia cepat ditengok dan dikenali.

Kalau tidak demikian cara pemunculannya, dia hanya akan dianggap sebagai tamu biasa atau hanya sekedar sebagai hadirin. Apalagi yang harus ditemui adalah tokoh-tokoh dunia yang wajib diarahkan haluan pemikirannya agar bersedia menyesuaikan diri dengan Petunjuk-petunjuk-Ku. Dan apabila mereka sulit mengadaptasikan diri dengan Petunjuk-Ku yang disampaikan oleh Jibril, mereka bisa mencari kesepakatan antara dengan Kami, sebelum menyepakati sepenuhnya solusi dari-Ku.

Karena Kami bertoleransi terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, maka sikap toleran perlu Kami nyatakan melalui komunikasi telepati kepada para pembuat keputusan masalah-masalah berat dunia. Demikian Kami beri sinyal sambungan dengan Malaikat Jibril, sehingga siapa pun mereka yang sedang kelabakan mencari jalan tengah atau solusi, cukuplah berdoa kepada-Ku dengan mengatasnamakan Surga dan Kerajaan Eden yang suci dan mohonlah agar Malaikat Jibril Ruhul Kudus mendatangi mereka.

Atau cukuplah Kami memberikannya inspirasi tepat untuk solusi persoalannya. Dan itu bisa diperoleh oleh orang-orang yang dipecundangi secara licik atau yang mengalami keteraniayaan dalam kebenarannya. Adapun bagi orang-orang yang mengalami hal seperti itu, cobalah fokus kepada suara hati nurani dan pemikiran baik. Kami bisa mengadakan kecerdasan instan bagi keperluannya itu.

Pencerahan seketika dapat Kami arahkan kepada Petunjuk-Ku. Demikian pencerdasan bagi orang yang beriman pada Ketentuan-Ku sekarang ini dapat Kami berikan sesuai dengan kualitas keimanannya.

Dan apabila Kami memandang doa itu tulus dan baik, demikian Kami akan segera merespon doa tersebut. Demikian dalam acara apa pun yang bersifat mencari solusi dari Tuhan, Malaikat Jibril Ruhul Kudus akan memperhatikan dan bisa dimungkinkan datang menjadi narasumber Keilahian dan dia akan muncul dengan cara yang menandakan dia adalah Malaikat Jibril.

Nun, apabila Petunjuk-Ku dipatuhi, maka kesepakatan antara itu akan Kami juruskan dengan mudah pada solusi yang Kami sodorkan, yang tak lain adalah perdamaian dunia dan pelucutan kekuatan dan peluang bagi yang bermasalah.

Penghakiman atas Uang Haram

Adapun hal yang lain yang akan menengarai Hari Kuasa-Ku ialah adanya Penghakiman-Ku atas uang haram. Kebijakan-Ku itu Kuadakan karena Aku ingin memusnahkan tulah-tulah uang haram yang kotor itu, supaya bumi bisa segar kembali dan tak tertimbuni uang-uang kotor. Dan manusia akan bersih dari kedurjanaan dan tulah-tulah uang haram. Adapun tulah-tulah uang haram yang kotor itu menciptakan ruang untuk meruyaknya kejahatan-kejahatan yang semakin keji dan semakin sadis serta keamoralan dan maksiat yang semakin najis dan vulgar.

Dan terimalah Kebijakan-Ku yang muskil ini sebagai pensucian uang publik. Betapa Kebijakan-Ku ini sudah tercantum dalam perjanjian kudus dalam Kitab Suci Injil, Surat Wahyu 3 ayat 3:

  1. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Bahwa sudah lama Kami mengingatkan akan hal ini, karena itu ingatlah sebagaimana engkau telah lama menerima dan mendengar berita tersebut. Terimalah itu sebagai kebijakan yang baik dari Tuhanmu, maka turutilah dan bertaubatlah. Jauhi uang haram karena kalau kau memiliki uang haram dan tak waspada terhadap Pernyataan-Ku ini, uangmu Kuraibkan atau Kuhanguskan tanpa kau ketahui. Karena Aku melakukannya saat kau lengah dan tak mau bertaubat karena kau lebih suka menikmati uang haram yang mudah diperoleh. Demikian di ayat ini disebutkan Kami seperti pencuri.

Adapun uang-uang haram Kuraibkan dan Kuhanguskan menjadi abu. Demikian Aku mewaspadakan kepada para pemilik uang haram bilamana mendapati uang haramnya itu sirna dan jadi abu. Uang haram yang kotor tulahnya merebakkan kejahatan dan kemaksiatan. Uang narkoba itu kotor sekali, satu saja tulahnya, sudah akan terjamin menjadi kriminalitas. Bagaimana kalau lebih dari satu? Demikian uang kejahatan dan uang haram harus dihanguskan agar tak menyebarkan tulah ke mana-mana. Maka jangan cari uangmu yang sudah Kusirnakan itu. Uang itu sudah jadi abu, supaya dunia ini jadi bersih dari tulah-tulah kejahatan dan uang haram.

Bahwa umat manusia Kuadili dan Kuhakimi dosa-dosanya dan Kusucikan. Demikian uang haram pun harus lenyap. Dan itulah kiprah Penyelamatan-Ku. Dan jangan minta ganti rugi kepada Eden atas uangmu yang raib itu karena Eden bukan yang bertanggung jawab atas peraiban uang haram itu. Hal itu teradakan semata-mata oleh Otoritas-Ku Yang Maha Kuasa menghakimi dosa-dosa dan kejahatan.

Sebanyak-banyaknya uang haram yang raib, semuanya Kuhanguskan jadi abu. Dan Kupastikan, tak serupiah pun yang bisa terpakai oleh Eden. Karena Eden tak mungkin dilalui uang haram serupiah pun. Nan, kehalalan uang yang terpakai oleh Eden adalah kehalalan yang murni yang sudah terjamin oleh-Ku. Kun Fayakun. Jadilah, maka jadilah, kedua hal keajaiban yang telah lama Kucanangkan. Jadilah sebagai pernyataan Hari Kuasa-Ku yang sudah waktunya berlaku.

Penyatuan Kemahakeramatan Sumpah Tuhan ini dengan Sumpah Mubahalah Eden akan Menjadi Penguat Tuah-tuah dan Tulah-tulah Sumpah-sumpah secara Umum, dan Berlaku di Seluruh Dunia.

Dan apabila Wahyu-wahyu-Ku masih disepelekan publik, maka Kuhadirkan Pengadilan dan Penghakiman-Ku yang tak terhindarkan bagi semua pihak yang pernah melakukan penzaliman dan penistaan terhadap Lia Eden dan Kerasulan Eden. Namun, apabila Kami telah bersama-sama menyatakan sumpah di hadapan publik dunia, demikian secara umum telah Kutetapkan pula adanya penguatan tuah-tuah sumpah baik dan yang ditepati.

Dan adapun penguatan tulah-tulah sumpah yang diingkari dan yang palsu itu kini pun telah menjadi amat berat. Dan itu Kunyatakan sebagai tulah dari Sumpah-Ku ini. Adapun tuah Sumpah-Ku ini segera akan menjadikan penguatan kebenaran dan kebajikan dan keadilan sehingga sosoknya akan tampil dan memenangkan pertarungan antara yang baik dan yang jahat. Demikian yakinilah kebenaran dan kebaikan akan menang setelah Kami mengadakan sumpah-sumpah sakral Kami ini.

Adapun penulisan Sumpah Tuhan ini terlalu berat bagi Lia Eden karena bobot yang dituliskan maha berat dan maha besar. Demikian selama penulisan Risalah Sumpah-Ku ini, dia mengalami kebebanan karomah, tuah dan tulah segenap Sumpah-sumpah Eden yang Kami tautkan dalam Sumpah-Ku yang maha keramat dan maha sakral ini. Sehingga selama penulisan Sumpah-sumpah-Ku ini, dia terpaksa berjuang mengatasi sindrom Wahyu yang kali ini lebih sulit diatasi dan hal itu dialaminya berkali-kali dalam sehari. Nian, hal itu berat dirasakannya. Dan baru kali ini dia mengalami hal semacam itu.

Kondisi yang dialaminya itu adalah sekedar Kami jadikan faktualisasi sindrom pewahyuan Sumpah Tuhan yang terberat dan yang termaha sakral dan termaha keramat, sebagaimana Sumpah-Ku ini juga ditujukan untuk penegakan kebenaran dan keadilan serta penghakiman atas sumpah dan janji yang diabaikan. Dan itu berlaku untuk semua masalah sumpah dan janji di seluruh dunia. Demikian itu menjamin keadilan dan kebenaran dapat ditegakkan di dunia ini.

Sesungguhnya tak seorang pun yang bisa tahan memanggul bobot kemahakeramatan Sumpah-Ku yang terkait dengan pemberlakuan Hari Kuasa-Ku ini. Sungguh kasihan Lia yang menuliskan dan yang dituruni Wahyu Sumpah-Ku ini. Dan Kukatakan kepadanya agar dia tabah dan sabar menerima kondisi yang dialaminya sekarang ini. Bahwa adapun yang menerima Wahyu Sumpah-Ku ini tiadalah yang bisa tahan sebagaimana Utusan-Ku.

Demikian Kami perlambangkan bobot Sumpah-Ku ini dengan menyatakan: Hancurlah gunung yang dituruni Wahyu Sumpah-Ku yang seberat ini. Dan lenyaplah air laut di lautan yang sirna karena bobot kemahakeramatan Sumpah-Ku ini. Sungguh tak dinyana bobot Sumpah-Ku untuk memberlakukan Hari Kuasa-Ku itu tiadalah terhingga, akan tetapi umat manusia harus belajar mengenali bobot Wahyu dan Sumpah Tuhan melalui pengorbanan Utusan-Ku yang di dalam segala bahaya dan penistaan yang dihadapinya masih ada bobot Wahyu dan Sumpah-Ku yang membebaninya.

Sesungguhnya itu tak menjadi pengorbanan semata, sebab Sumpah Kami segera akan bermaslahat. Demikian dia tak terpengaruh oleh kejang-kejang dan segala rasa tak nyaman yang dialaminya selama penulisan Wahyu sumpah-Ku ini, supaya umat manusia mau menengok kemahakeramatan dan kemahasakralan Sumpah-Ku dan memuliakannya serta menyakralkannya. Demikian Kutitahkan kepada Lia Eden untuk menuliskan hal itu supaya umat manusia mau tunduk dan bertaubat dan tak lagi mempermainkan sumpahnya.

Pageatri Sumpah Pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan Menjadikan Seluruh Sumpah dan Janji serta Ikrar Baik Bertulah Keras bila Diingkari atau Dikhianati, dan Bertuah Besar bila Sumpah, Janji dan Ikrar Ditepati dan Dimaslahatkan

Adapun perjanjian ini sudah Kudeklarasikan sekarang ini, nan, itu berarti seluruh Perjanjian-Ku yang tertulis sekarang ini sudah berlaku tetap. Demikian tak ada penangguhan apa pun lagi, pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan tak mengenakkan bagi orang-orang yang Kutegur dan yang Kuperingatkan, namun menjadi rahmat dan keselamatan bagi orang-orang yang mematuhi Ketentuan-Ku yang baru ini.

Dengan demikian ketika kekeramatan keadilan dan kebenaran sudah Kami tampilkan, maka semua orang pun hendaknya berhati-hati dalam bersumpah. Dan hendaknya mereka menjaga sumpahnya dengan baik. Sedangkan yang gampang mengabaikan sumpah dan yang bersumpah palsu akan tertulahi oleh sumpahnya sendiri. Dan adapun tulahnya itu kini keras karena telah Kami perkuat dengan Sumpah-sumpah Kami ini. Demikianpun hendaklah berhati-hati dan arif dalam berjanji atau berikrar untuk suatu kebaikan, jangan pernah mengabaikannya atau berkhianat.

Keteguhan iman adalah keteguhan memegang sumpah dan janji ataupun ikrar. Dan kekhianatan terhadap sumpah, janji ataupun ikrar akan Kuhakimi sebagaimana mestinya. Kepada publik Kunyatakan perhatikanlah kala kau mengingkari sumpah, janji atau ikrarmu. Dan ketika kau merasakan oleng dan mual setelah itu segeralah kau berbalik memperbaiki sikap dan mengutuhkan kembali sumpah, janji atau ikrarmu itu. Kalau tidak, tulah dosa-dosamu itu akan berlanjut menjadi pembalikan sehingga apa-apa yang kau khianatilah yang akan menang atau yang akan menghimpitmu.

Dan apabila kau masih belum paham juga tentang Penghakiman-Ku itu dan kau masih bebal memperturutkan ambisi atau hawa nafsumu, maka Kuadakan perjangkitan tulah menjadi penyakit psikis yang tak bisa dimedikasi oleh obat-obatan. Sindrom tulah dosa tak bisa didiagnosa oleh dokter dan tak bisa disembuhkan oleh pengobatan alternatif dan hanya bisa disembuhkan apabila penyebab sindrom tulah itu disadari dan disesali. Dan tebuslah dosa-dosamu itu, demikian tulah dosa baru bisa lenyap.

Demikian dalil hukum hakiki Kami jelaskan melalui pageatri atau tribute persumpahan yang hakiki untuk mengenali sistem pengokulasian kemahakeramatan Sumpah Kami terhadap semua sumpah dan perjanjian secara umum. Adapun Kami sebutkan penyebaran tuah-tuah sumpah Kami ke seluruh sumpah dan perjanjian dan ikrar itu sebagai suatu pageatri atau tribute yang megah, karena membahanakan dalil hukum Keilahian yang hakiki yang tak terpermanai hakikatnya, karena bisa menjadi penegakan kebenaran dan hukum yang terpercaya, saat dunia dalam era Harmagedon dan era perang dunia. Dan itu baru bisa diadakan pada masa sekarang ini, yaitu ketika tiba saatnya terjadinya peristiwa penyatuan semua sumpah maha keramat antara Tuhan dan Ruhul Kudus serta seluruh para malaikat dengan sumpah para Rasul Eden dalam satu perjanjian, yaitu untuk Hari Kuasa Tuhan.

Dan itu merupakan dalil Hukum-Ku yang ingin Kuutarakan ke publik, bahwa sumpah-sumpah kudus dari wilayah kehakikian itu menerangi dan memberi bobot pada sumpah-sumpah dan perjanjian serta ikrar baik di dunia manusia. Dan untuk itu, harus ada orang-orang suci yang mewakili seluruh umat manusia, sehingga dapat disahkan sebagai wakil umat manusia yang bisa dilibatkan dalam Sumpah Tuhan, dan adapun para malaikat diwakili oleh Roh Kudus. Dan setiap perjanjian kudus yang dilestarikan dalam Kitab Suci, ketika digenapi Ruhul Kudus (Roh Kudus) niscaya dia menemani orang-orang suci yang terdidik olehnya dan yang disucikan olehnya.

Demikian Kupastikan kesakralan dan kekeramatan Kerasulan Eden itu maha kuat, namun amat bertuah. Maka berbagilah kebaikan dan kebenaran dan tepatilah janji-janjimu dan sumpah-sumpahmu. Dan jangan pernah mengingkari janji dan sumpah dan jangan berkhianat atas ikrar baik yang sudah dinyatakan bersama-sama,  karena semua itu kini bertulah amat keras. Dan jangan permainkan kata-kata sumpah secara sembarangan karena kata-kata sumpah sudah terkuatkan tulahnya. Walaupun diucapkan untuk sekedar meyakinkan sesuatu yang tak berarti atau hanya main-main saja, tetap saja kata-kata sumpah itu bertulah kalau disepelekan dan dijadikan seloroh. Hal tersebut Kami adakan demi penyakralan sumpah dan demi memulihkan makna sumpah sebagaimana mestinya.

Adab dan akhlak serta moral umat manusia perlu dipulihkan. Demikian Kami awali dengan memperkuat tulah sumpah dan perjanjian. Adapun tulah sumpah itu merupakan domain iblis dan berada dalam Perjanjian-Ku terhadap rasul iblis. Bahwa semua tulah sumpah dan janji itu merupakan tugas dan kewenangan iblis untuk mengadakannya. Dan berjanjilah iblis kepada-Ku untuk mengadakan tulah-tulah dosa dengan timbangan yang setimpal.

Pada masa kini, sungguh begitu mudah orang melepas janji, tapi tak menepatinya. Dan banyak orang yang gampang mengkhianati ikrar. Tulah Sumpah Kami pun terikat pada perjanjian yang tak ditepati atau yang diingkari. Dan apabila ada yang seketika merasakan sindrom tulah dosa, maka mereka akan merasakan tak enak badan, mual dan meriang karena menahan gejolak tulah dari dalam tubuh yang meronta, tandailah itu sebagai Teguran-Ku atas sumpah atau janji yang baru saja diabaikan. Segera berbalik dan perbaiki sikapmu itu, segera tebus kesalahanmu itu, maka gejala sindrom tulah sumpah dan janji yang meronta itu akan padam dengan sendirinya.

Mulai sekarang berhati-hatilah berjanji, dan kalau membuat janji, yakinilah itu bisa ditepati dan jangan asal bersumpah kalau hanya ingin keluar dari suatu masalah yang sedang menekan atau merongrong. Takutlah kepada tulah-tulah sumpah karena tulah sumpah itu kini keras dan bekerja instan. Sumpah dilalaikan, dan seketika tulahnya pun bekerja.

Hal itu terpaksa Kami adakan demi menegakkan kejujuran dan penepatan janji dan sumpah yang sudah diucapkan. Maka tepatilah segala perjanjian dan sumpah, dan jangan gampang berdusta. Demikian Kucanangkan Penghakiman-Ku atas pengabaian sumpah dan janji terlaksana, seusai Risalah Eden ini telah Kami rilis ke publik melalui Website Eden dan penyebaran Risalah Eden ke media massa. Demikian Kami anggap pencanangan Penghakiman-Ku ini sudah sampai ke masyarakat.

Demikian Aku menghakimi kelaziman orang-orang yang berani bersumpah palsu atau gampang mengabaikan sumpahnya yang sudah diucapkannya. Demikian Aku memperkuat tulah dan tuah sumpah dan janji untuk menegakkan kebenaran dan untuk melawan manipulasi kotor dan kejahatan. Bilamana sumpah jabatan tak lagi diabaikan dan sumpah di pengadilan tak ada lagi yang dipalsukan atau diingkari dan semua perjanjian ditepati dan semua pejabat tak ada lagi yang berani korupsi dan menerima suap, dan semua konflik diatasi dengan benar dan adil, maka surutlah Neraka. Dan damailah dunia. Dan Aku sudah menjaminkan Mukjizat-Ku bagi Eden. Selayak semua orang di dunia itu menyukai Surga, demikian Mukjizat Surga-Ku sudah Kuperhitungkan seleluasa demand atas Surga.

Bilamana Sumpah-Ku yang keras ini sesungguhnya tertuang di Eden, maka akuilah Eden sebagai satu-satunya Kerasulan yang sejati dan yang Kuberkati dan Kuayomi. Maka masihkah ingin memperturutkan tuduhan sesat terhadap Eden? Maka sesungguhnya orang-orang yang menuduh Eden sesat, mereka itulah semua yang sesungguhnya sesat.

Adapun mereka yang bertanggung jawab atas penzaliman dan penistaan terhadap Eden, tak lain adalah mereka yang mengadakan fatwa yang menyatakan Eden sesat, dan mereka yang terlibat dalam persepakatan untuk menyerang Eden, dan yang melaporkan ke polisi dan yang menetapkan Rasul-rasul Eden sebagai tersangka dan terdakwa dan yang memvonis memenjarakannya.

Dan demikianpun semua media massa yang menyiarkan tuduhan sesat atas Eden, dan mereka yang menuliskan dan membuat video yang menyatakan Eden sesat dan yang telah memutarbalikkan fakta. Dan mereka yang menyerukan pengusiran dan penganiayaan dan penangkapan dan mengupayakan pemusnahan atas Eden dan yang menjadikan Eden sebagai target teroris.

Dan para ulama, dan ustadz yang dalam ceramah mereka menilai Lia Eden patut dihukum seberat-beratnya dan patut mendapatkan hukuman mati, dan mereka semua yang mencaci-maki dan melaknat Eden di media sosial dan internet, demikian mereka semua itulah yang akan tertulahi pelaknatan mereka terhadap Eden. Adapun tulah dosa itu niscaya terukur senantiasa memenuhi target kesetimpalan dengan kemudaratan dosa dan niscaya sesuai dengan berat ringannya penyikapan seseorang terhadap Eden.

Adapun mereka semua akan tertulahi perbuatan mereka sendiri. Dan itulah hukum kemandirian tulah dosa, yang senantiasa mengikuti ruh seseorang yang pernah melakukan dosa. Adapun tulah dosa itu bergulir bersama seperangkat kausalitas yang terpicu melalui sumpah atau janji yang tak ditepati atau yang diingkari. Dari sanalah dosa-dosa itu menjadi tampil dan bermudarat. Perguliran dosa-dosa cenderung membesar dan memaksimal, bilamana tak menyadari hukum alam atas tulah dosa. Demikian setiap kausalitas tak lain adalah ulah tulah dosa yang bersinergi dengan perangai iblis.

Demikian aliran tulah dosa melalui seperangkat kausalitas itu juga mandiri mengikuti hukum alam yang menentukan ketentuan takdir, berikut ketentuan hukum reinkarnasi terhadap setiap orang yang tak merasa rugi bila melakukan dosa. Demikian perjalanan hukum regulasi ruh bisa menukik menjurus ke kodrat yang buruk. Maka kepada seluruh umat manusia Kuperingatkan jangan coba-coba menjerumuskan diri pada keputusan-keputusan yang fatal atau berani melakukan dosa-dosa besar.

Adapun ruh tulah dosa itu diperjalankan oleh iblis agar menjadi himpunan dosa-dosa besar. Adapun perbanyakan tulah-tulah dosa itu merupakan bagian domain iblis yang meniscayakan dosa-dosa umat manusia memaksimal. Dan itu adalah hukum alam, bahwa Aku harus menjaga equilibrium semesta dan kehidupan seluruh makhluk-Ku, maka Kuadakan pengajaran spiritual dan Kitab-kitab Suci. Maka umat manusia harus menjaga dirinya sendiri dari perubahan kodrat. Adapun kekualatan yang fatal dapat mengakibatkan manusia berubah kodrat jadi iblis atau virus, jadi jangan kembangkan sifat-sifat buruk dan keegoan dan keserakahan, dan jangan musyrik karena itulah yang menyebabkan kepastian dosa-dosa itu memaksimal.

Dan Aku sangat teliti menerapkan Penghakiman-Ku. Demikian tak ada yang luput dari Pembalikan-Ku dan Penghakiman-Ku ini. Sedianya semua orang yang merasa telah pernah menzalimi dan menistakan Eden, hendaknya menghentikan perbuatannya itu. Karena Eden tak pernah merugikan mereka apalagi menyakiti hati mereka, dan tak pula pernah menyesatkan mereka. Bahkan Eden tak pernah berurusan dengan mereka dan bahkan tak mengenal mereka. Maka sesungguhnya mereka itu semua adalah orang-orang yang zalim dan kafir.

Selayak alasan itu, apa perlunya melakukan dosa iseng dengan memperturutkan fatwa sesat terhadap Eden yang tak pernah menodai agama apa pun. Demikian dosa iseng itu akan menulahi mereka sendiri dan mereka akan merasakan tulah dosa itu sebagai sindrom tulah. Dan yang dirasakan adalah seperti gejolak perasaan yang tak nyaman dalam tubuh mereka tanpa bisa disudahi dengan pengobatan medis maupun pengobatan alternatif, karena itu adalah Penghakiman-Ku. Sungguh mereka akan merasakan hidup di Neraka sebagaimana mereka selalu mengusik orang-orang di Surga-Ku yang tak bersalah apa pun.

Dan sudah menjadi Ketetapan-Ku bahwa rongrongan sindrom tulah sumpah itu pun akan menimpa orang-orang yang menyalahi sumpah atau janjinya. Demikian rongrongan perasaan tak nyaman itu juga akan dirasakan oleh orang-orang yang melanggar sumpah dan janjinya sejak dia melakukannya. Dan Kunyatakan itu adalah ketentuan Penghakiman-Ku di Padang Mahsyar. Adapun Padang Mahsyar adalah analogi dari era globalisasi. Dengan demikian, sejak saat itu tak berani lagi semua orang membuat sumpah palsu atau mengabaikan sumpah dan janjinya. Semua itu Kami lakukan agar semua orang jangan menggampangkan bersumpah dan berjanji dan dengan mudah tapi menggampangkan tak menepati sumpahnya dan janjinya.

Maka demikian setelah Risalah Eden dirilis, akan banyak yang mengalami sindrom tulah atas kejahatannya terhadap Eden, maupun orang-orang yang melanggar sumpahnya dan yang tak menepati janjinya. Kondisi keadaan itu baru bisa dilerai dengan cara masing-masing wajib menebus kesalahannya. Sindrom tulah dosa akan dikenali sebagai penyakit aneh yang tak bisa dideteksi oleh diagnosa medis, maka satu-satunya cara adalah bertaubat dan melakukan penebusan dosa.

Sesungguhnya itulah Pensucian-Ku di Eden, kini Kuperluas ke publik, bahkan segera Kuperluas mendunia. Namun, harus teradakan terlebih dahulu suatu negara yang mengakui adanya Penghakiman Massal-Ku melalui penulahan pengingkaran sumpah dan janji serta ikrar. Demikian penghakiman massal kepada seluruh umat manusia baru Kumulai Kuadakan di Indonesia melalui pembalasan dosa-dosa pengusikan terhadap Eden dan kedurhakaan terhadap-Ku dan secara umum pun Kubalaskan perbuatan dosa-dosa terkait dengan perjanjian dan sumpah dan ikrar yang diingkari. Atas hal itu, Kugenapi pula dengan peraiban uang haram. Demikian kejahatan di dunia kini Kupersulit dan Kuhakimi.

Adapun tulah dosa-dosa yang lain niscaya hanya menunggu waktu ketentuan untuk menerapkan tulah-tulahnya. Dan niscaya yang Kuutamakan adalah dosa-dosa prima sebagaimana narkoba dan terorisme dan kejahatan peperangan.

Adapun Kebijakan Hukum-Ku itu terpatri untuk mengeksiskan hirarki Surga dan Kerajaan Eden. Dan demi menghikmati Hari Pengadilan dan Penghakiman-Ku dan demi kesaksian atas pemberlakuan Hari Kuasa-Ku.

Penguatan tuah dan tulah janji dan sumpah serta ikrar yang diingkari atau yang diabaikan, baru memungkinkan untuk diadakan ketika ada Surga di dunia dan orang-orang suci di Surga dilibatkan dalam prosesi sumpah maha sakral dan maha keramat yang termagis, demi memberlakukan Hari Kuasa Tuhan untuk mengendalikan pemulihan adab, akhlak dan moral umat manusia dan demi pemulihan habitat umat manusia dan alam. Dan inilah pencapaian dan pemanfaatan kesucian para Rasul Eden untuk sesamanya sehingga Mukjizat Eden terbuka dan berlanjut dengan pemberlakuan Hari Kuasa-Ku ini.

Adapun Komunitas Eden tak pernah menyimpang apalagi sesat, karena mereka semua terpaut banyak sumpah-sumpahnya dengan Sumpah-sumpah-Ku. Dan itulah yang mendasari penegakan keadilan dan kebenaran dan penegakan hukum sedunia dan menyeluruh. Kujanjikan penegakan kebenaran dan keadilan dan penegakan hukum, dan itu didahului oleh kesaksian atas Sumpah-sumpah Kami yang menyatu. Demikian itulah yang juga menggeneralisasikan penyakralan semua sumpah dan janji serta ikrar secara umum. Itu tandanya para Rasul Eden yang suci itu benar-benar mengemban Wahyu-wahyu-Ku. Dan mereka benar-benar yang telah menerima perjanjian Surga dan Kerajaan-Ku, Eden, dan bukanlah orang-orang sesat.

Dan pengabdian serta pengorbanan dalam pensucian mereka yang panjang itu telah membuahkan hasil, yakni perjanjian dari Tuhan yang akan menegakkan kebenaran, keadilan dan hukum melalui penguatan kekeramatan sumpah dan janji dan ikrar baik, dengan teradakannya pasal penghakiman bagi yang melanggar sumpah dan janjinya atau yang mengkhianati ikrarnya. Daripadanya Aku pun menampilkan dalil Hukum-Ku terkait Ketentuan-Ku untuk  menindak tegas orang-orang yang masih menuduh Eden sesat dan menyesatkan.

Demikian Kemahaadilan-Ku Kami tetapkan melalui terbitnya pasal hukum persumpahan yang harus disakralkan. Dan inilah ekspose ontologi hukum kehakikian, supaya umat manusia bersedia menghargai hakikat bersuci di Surga Eden dan hakikat kesucian yang berkualitas murni. Demikian umat manusia sudah mempersaksikan kemahakeramatan sumpah-sumpah di Eden dan kemanfaatannya untuk menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran serta kepercayaan dan kejujuran di dunia.

Bahwa berkah karunia kesakralan dan kekeramatan sumpah dan janji itu tertuang melalui perjanjian-perjanjian dan Sumpah-sumpah-Ku atas Eden, dan perjanjian Eden kepada-Ku yang ditepati secara kongkrit. Demikian Kuyakinkan bahwa keberhasilan itu adalah karena ketakwaan dan kekonsistenan mengikat sumpah Komunitas Eden terhadap-Ku dan yang telah ditepati dan dipegang teguh oleh mereka. Maka Aku pun melunasi Perjanjian-perjanjian-Ku kepada mereka dengan mengadakan Sumpah Pemberlakuan Hari Kuasa-Ku ini.

Apa pun yang akan terjadi setelah Hari Deklarasi Pemberlakuan Hari Kuasa-Ku ini adalah semata pemberkatan atas kesucian para Rasul Eden yang telah berhasil memenangkan Persyaratan-Ku atas Karunia-Ku berupa kunci pembuka Mukjizat Eden. Maka hargailah pengorbanan mereka bersuci dan usaikanlah tuduhan sesat itu segera. Betapapun tuduhan sesat itu keliru dan telah menjadi kefatalan bagi umat Islam saja. Demikian Kupastikan tak ada kesesatan Eden.

Bahwa Eden hanya menuliskan Perjanjian-perjanjian-Ku dan semua yang dituliskannya adalah Wahyu-wahyu dan Fatwa-fatwa-Ku. Bahwa Eden terfitnah dan teraniaya dan terzalimi, kini akan tertinggal hanya sebagai kisah masa lalu saja. Dan lihatlah kini umat Islam-lah yang beramai-ramai tersesat dan menodai agamanya sendiri. Demikian itu Pembalikan-Ku terhadap penolakan atas Wahyu-wahyu-Ku di Eden. Bahwa kemahakeramatan dan kemahasakralan Wahyu-wahyu-Ku, Surga-Ku, Kerajaan-Ku dan Kerasulan Eden sudah terbukti valid, semenjak Hukum Pembalikan-Ku telah tampil mendunia.

Menuntut dan menzalimi Eden itu sama dengan berdurhaka terhadap-Ku. Maka pantaskanlah keniscayaan Aku-lah yang membalas segala perbuatan aniaya dan penistaan terhadap Eden. Di Hari Pengadilan dan Penghakiman-Ku ini, semua dosa Kuhakimi. Jangankan kedurhakaan terhadap-Ku, dosa-dosa biasa pun sekarang ini juga Kuhakimi. Maka sesalilah kedurhakaan itu dan janganlah menyentuh dosa lagi. Dan sesali segala perbuatan dosa-dosamu dan tebuslah supaya menjadi ringan tulah dosa itu kala berbalik menjadi penghakiman atas dirimu.

Dan terhadap semua pihak dan individu, berhati-hatilah dalam menilai Wahyu-wahyu-Ku dan Eden, karena tulah Sumpah-Ku dan Sumpah Mubahalah Eden sangat keras. Aku Maha Mengetahui dan Maha Melihat siapa pun yang bersalah terhadap Eden. Dan Aku Maha Adil dan Maha Membalas dengan setimpal.

Pertaubatan dan Pengakuan Dosa di Website KomunitasEden.com Dapat Melonggarkan Siksa Tulah Dosa

Adapun Kami ini tetap menyediakan pelonggaran azab tulah dosa, nan, apabila perbuatan itu disesali. Dan akuilah dosamu itu dan sesalilah, dan nyatakan itu di dalam Ruang Pengakuan Dosa di Website Eden, dan Aku meringankan azab tulah dosamu. Pengakuan dosa lebih Kuhargai bilamana diakui di hadapan publik, karena orang-orang yang berani dipermalukan oleh pengakuan dosa-dosanya, mereka itulah yang benar-benar menyesali perbuatannya, dan terhadap merekalah Aku meridhai pengampunan. Dan Ruang Pengakuan Dosa itu tertera dalam Website Eden. Dan itulah pintu peringanan tulah dosa dan pintu rahmat dari-Ku.

Di abad modern ini teknologi sudah amat canggih, dosa-dosa umat manusia pun melanglangi dunia, tak lain untuk itulah diperlukan suatu kuasa yang termaha kuasa yang bisa menghakimi secara telak dan adil. Nun, pula harus ada perimbangan yang setara, yaitu prasarana pengampunan, nan juga melalui peralatan I.T yang konsekuen dapat dirasakan oleh publik sehingga pengampunan itu termaknai mendalam dalam hati sanubari dan dirasakan sebagai pelonggaran atas kesulitan hidup. Keringanan yang telah dirasakan akan membuktikan Surga itu ada di dunia dan menjadi perantara Penyelamatan dan Pengampunan-Ku. Kalau tidak seperti itu, mana bisa dapat dibuktikan adanya Surga-Ku di dunia?

Pengaruh pengampunan menjadi kelonggaran rahmat harus dapat dirasakan secara nyata. Dan apabila prosesi pengakuan dosa dan berdoa yang di-upload ke Website Eden itu ternyata benar-benar makbul, demikian publik akan mempertimbangkan urgensitas Website Eden untuk bersuci secara praktis tapi makbul.

Bilamana telah Kujadikan Website Eden yang merealisasikan Pensucian-Ku, niscaya takkan ada pemberhalaan atas website, melainkan hanya akan menjadi jalan yang mudah dan praktis sebagai cara bersuci yang Kuberkati. Dan otomatisasi komunikasi umat manusia dengan-Ku telah menjadi bagian dari teknologi. Dan demand untuk pengakuan dosa akan cepat meluas dan diminati. Dan kejujuran pun akan menjadi budaya bahkan mengkultur. Dan itulah sesi jalan penyelamatan dari-Ku yang Kuadakan melalui Surga-Ku. Adapun pensucian dengan cara melibatkan teknologi informasi (I.T) itu berasaskan kemudahan dan kepraktisan serta efisien dan makbul dan tak berbiaya, karena tak menempati ruang prestigious yang berbayar.

Dengan demikian, itu pun merupakan suatu cara menghindarkan penyekutuan Rasul Tuhan terhadap-Ku. Dan sekaligus menjadikan pertaubatan yang sesungguhnya adalah hak individual kepada Tuhan, namun, di Hari Pengadilan dan Penghakiman-Ku pada saat ini telah menjadi Pengadilan Padang Mahsyar. Maka semua orang Kuadili dengan cara seperti ini. Demikian Kami wajibkan pengakuan dosa itu hendaknya dinyatakan secara jujur di depan publik melalui Website Eden. Adapun cara itu Kami adakan adalah demi untuk menandai pengungkapan keberanian bersuci dan keseriusan untuk pertaubatan di hadapan Tuhan dan demi untuk penyelamatan Surga-Ku.

Berusaha menaklukkan diri untuk mengakui dosa dan jujur di hadapan Tuhan dan publik, nan, adalah lebih bermaslahat untuk perdamaian dan ketenteraman. Demikian sejatinya apabila perjuangan itu bila ditujukan untuk tak saling memusuhi, melainkan masing-masing berjuang menyudahi dosa dan melepaskan diri dari amarah dan dendam serta keegoan atas agama.

Berjuang menaklukkan diri sendiri dengan berani mengakui dosa di hadapan publik, itu jauh lebih Kuhargai daripada melibatkan diri dalam berjihad untuk saling memerangi dengan mengatasnamakan agama. Dan Kupertimbangkan itulah perjuangan yang terbaik bagi setiap orang. Karena perjuangan menaklukkan rasa malu atas dosa-dosa yang sudah diperbuat di hadapan publik, adalah perjuangan yang gigih untuk melepaskan diri dari dosa-dosa dan bersuci. Nan, itulah perjuangan yang terbaik yang paling Kuridhai. Kepada merekalah Kuulurkan Penyelamatan-Ku dan Surga-Ku. Adapun mengakui dosa di hadapan publik melalui Website Eden adalah jaminan kejujuran menyesali dosa, demi meraih Penyelamatan-Ku.

Dan bilamana pengakuan dosa itu tak tuntas kejujurannya, maka Aku pun tak memberlakukan ketuntasan pengampunan. Adapun kalau tidak jujur seperti itu, maka tulah-tulah dosa masih ada yang melekat, dan itu bisa mengeruhkan pensucian, sehingga kesucian yang ingin dicapai selalu terhambat oleh dosa-dosa yang tak diakui tersebut. Adapun dosa-dosa yang diakuilah yang Kubebaskan tulahnya dan itu pun hanya sejumlah yang diakui secara jujur. Adapun dosa-dosa yang tak diakui secara transparan atau kurang jujur, Kami anggap pengakuan dosa itu sia-sia dan tak dapat memberdayakan pengampunan dari-Ku.

Maka jangan tak menyebutkan identitasmu dengan jujur, karena pengakuan dosa itu menjadi tak bertuan walau tercatat di website, tapi tak mengurangi apa pun dan tak terberkati apa pun. Maka jangan malu menyatakan identitas asli, karena itu pun merupakan pijakan kejujuran mengakui dosa. Jangan pula mengakui dosa hanya permukaannya saja atau hanya sebagian saja. Tuntaskanlah pengakuan dosamu agar Aku berkenan melenyapkan segenap tulah dosa-dosamu.

Adapun tulah dosa itu niscaya berkutat mendekatkan dosa-dosa baru. Demikian habitat tulah dosa, tapi bagi manusia, itu hanya seperti kebiasaan sifat buruk. Adapun apabila Aku menilai perbuatanmu itu bisa Kuampuni, dan Kami tunjukkan kepadamu apa-apa yang harus kau perbuat untuk menebus dosa-dosamu itu, maka Kami lenyapkan siksa yang berat bagimu. Demikian identitas dan pengakuan dosa itu harus jujur sepenuhnya dan tuntas. Tak usah malu atas hal itu, para Rasul Eden pun terbuka pengakuan dosa-dosanya karena tercatat dalam dokumentasi Eden dan akan tergenapi melalui peristiwa-peristiwa yang dihadapi Eden kala mendunia.

Maka sesungguhnya tak ada pengecualian dalam bersuci. Yang membedakan hanyalah para Rasul Eden sudah terlebih dahulu disucikan dan telah terseleksi, supaya kualifikasi ketuntasan kesucian mereka dapat Kami jadikan imbalan penebusan Mukjizat Eden. Demikian ada golongan orang-orang yang lebih dahulu Kami sucikan, dan mereka itu pada umumnya adalah reinkarnasi para nabi dan keluarganya. Dengan adanya mereka yang telah dapat Kami tampilkan sebagai orang-orang yang telah menggenapi perjanjiannya dengan-Ku, demikian perjuangan mereka Kujadikan contoh sebagai orang-orang yang gigih bersuci dan tetap bertahan dalam segala kemuskilan Ujian-ujian-Ku yang berat. Dan pada akhirnya mereka itulah yang berhasil membuka Mukjizat Eden.

Dan dengan terbukanya Mukjizat Eden, terjaminlah pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan dan Hari Pengadilan dan Penghakiman-Ku memassal dan mendunia. Demikian hakikat adanya pensucian Surga di dunia manusia. Adapun pernyataan Kami ini tertuang untuk mengangkat hirarki Wahyu-wahyu-Ku sebagaimana mestinya, agar dihikmati dan disakralkan dan demi menyelesaikan kungkungan tuduhan sesat terhadap Eden.

Demi menyeruakkan Wahyu-wahyu-Ku ke dunia, dan demi memadamkan peperangan-peperangan, dan demi perdamaian dunia, Kuhapuskan semua agama dan Kusatukan semua agama. Demikian inilah solusi dari-Ku untuk perdamaian dunia dan perdamaian agama. Maka jangan lagi pernah mencoba menghasut massa dengan menyatakan Lia Eden-lah yang harus bertanggung jawab atas pernyataannya terkait dengan penghapusan agama Islam. Fatwa-Ku itu adalah Ketentuan-Ku yang mutlak dan tak Kuadakan tawar-menawar, bahwa ada agama yang tak Kuhapuskan karena umatnya berkeberatan dan tak ada agama yang Kupentingkan lebih dari agama yang lainnya.

Masuknya Perang Dunia Ke-III Menyebabkan Tuhan Bertindak Tegas Menghakimi Indonesia dan Umat Islam

Nan, apabila Kami dapati personifikasi pengabaian terhadap Sumpah-Ku ini, Kunyatakan kepada mereka bahwa Aku tak sedang dalam mengajukan tawaran agar Wahyu-wahyu-Ku dipatuhi, nan, Aku sedang menghakimi dan memutlakkan Wahyu-wahyu-Ku harus diterima dan diamini dan disakralkan.

Dan Kami bukan sedang menebarkan tulah keras, melainkan ingin menghentikan kungkungan tuduhan sesat terhadap Eden, yang telah mengakibatkan Wahyu-wahyu-Ku ditolak publik, khususnya umat Islam Indonesia dan bangsa Indonesia. Sehingga Wahyu-wahyu-Ku tertinggal dan tak bisa terpakai dan digunakan untuk mengatasi masalah dunia yang sudah berkecamuk dan masalah-masalah krusial bangsa ini. Maka untuk keterlambatan tersebut, salahkanlah mereka yang memusuhi Eden dan yang telah membenamkan Wahyu-wahyu-Ku melalui tuduhan sesat terhadap Eden.

Oleh karena itu, Kami tak memandang perlunya mengingatkan bangsa ini lagi, karena peringatan yang telah Kami sampaikan telah banyak dan semuanya telah diabaikan. Dan pengabaian itu melulu karena tuduhan sesat terhadap Eden semata.

Demikian Kami telah sampai pada jadwal Penghakiman. Dan adapun itu tak bisa dihindarkan oleh siapa pun jua. Dan tak ada pihak yang Kuberi peluang mempersoalkan maupun menolak Pengadilan dan Penghakiman-Ku ini. Karena dalam Aku menghakimi dosa, tulah dosalah yang Kuberlakukan. Dan tulah dosa terakuratkan pemberlakuannya melalui Sumpah-Ku ini. Demikian otomatisasi pembalasan hukuman kepada setiap dosa pun Kuberlakukan pada saat ini, menjadilah itu sebagai ketentuan takdir nasib bagi setiap orang yang Kuhakimi dosa-dosanya, maka tak ada yang bisa menolaknya dan menghindarinya.

Dan adapun Eden hanya mengumumkan hal itu saja, supaya umat manusia mengetahui adanya Penghakiman-Ku terhadap semua dosa di dunia ini, bahwa Aku takkan menyudahi Penghakiman-Ku terhadap suatu dosa, bilamana pembalasannya belum mencukupi ukuran kesetimpalan. Sedangkan kesetimpalan Penghakiman-Ku atas dosa-dosa itu menggunakan perhitungan skala kebangkitan yang berkali-kali. Demikian Aku memperhitungkan dosa-dosa yang terhimpun dalam kebangkitan yang berkali-kali tersebut.

Betapa sungguh banyak musibah-musibah berat dalam penderitaan-penderitaan tragis yang menimpa umat manusia di zaman ini. Dan demikian pula kemaksimalan dosa-dosa itu sesungguhnya adalah penumpukan tulah dosa pada setiap individu yang tak merasa bersalah bila melakukan dosa-dosa. Kepada merekalah Kuunjukkan betapa tulah-tulah dosa itu terhimpun di zaman ini. Dan di zaman inilah disebut zaman Harmagedon, di mana kejahatan meruyak mendunia dan menguasai.

Surga Eden selama ini tak diapresiasi sebagai Penyelamatan-Ku dan tak terdeteksi dapat menyelamatkan umat manusia dari tulah dosa-dosanya sendiri. Demikian Pensucian-Ku di Eden wajib ditauladani, karena sistem Pensucian-Ku di Eden kini sudah sedang Kuberlakukan secara massal. Demikian Kuadakan Ruang Pengakuan Dosa dan Ruang Berdoa di Website Eden. Maka syukurilah keberadaan Eden di negeri ini dan harus disyukuri oleh semua orang di dunia ini.

Pemberlakuan Hari Kuasa-Ku memungkinkan Kami dapat langsung menangani segala sikap yang sedianya ingin mempersoalkan ataupun menolak Pengadilan dan Penghakiman-Ku ini. Risalah Eden ini mau dibaca atau tidak, itu terserah. Mau disobek atau mau dibakar, juga tak penting bagi Kami. Dan adapun Website Komunitas Eden ini mau diakses atau tidak, tak ada hal yang penting bagi-Ku. Karena yang penting sudah Kunyatakan ke publik tentang pemberlakuan Hari Kuasa-Ku dan tentang Penghakiman-Ku yang memassal.

Sedangkan publik niscaya tak ingin Kami permalukan, tapi tulah-tulah dosa-dosanya membuat Kami harus melakukan itu. Tipu dayanya dan kemaksiatannya Kami bongkar, demikianpun korupsinya. Nan, yang paling tak disukai orang itu adalah penihilan rezeki atau kehilangan kecerdasan, dan itu mudah Kami adakan sebagai pembalasan atas uang haram dan tipu daya maupun yang melakukan siasat-siasat politik culas. Kesemuanya itu termasuk dalam liputan penyepelean atas sumpah, ikrar dan perjanjian. Maka niscaya mereka dalam liputan Penghakiman-Ku atas penyalahgunaan sumpah, janji atau ikrar.

Maka sesungguhnya dalam Perjanjian-Ku untuk peraiban uang haram akan Kuterapkan dalam dua kategori. Dan kategori yang pertama adalah penihilan rezeki melalui musibah malapetaka alam, kebakaran, pemenjaraan dan penyitaan harta, kenaasan yang meludaskan harta atau pelenyapan berkah dari-Ku.

Sedangkan kategori yang kedua adalah peraiban uang haram yang Kusita dari tempat penyimpanannya di mana pun uang haram itu disimpan. Adapun kategori yang kedua ini dapat Kuadakan dengan cara memutus rantai aliran uang haram dengan melakukan penghapusan data digital simpanan nasabah yang haram, sedangkan yang tidak haram tak terhapuskan. Dan uang yang haram milik nasabah tersebut raib dari brankas bank sesuai jumlahnya dengan data yang Kami hapuskan. Sedangkan uang haram cash yang disimpan dalam brankas masing-masing di rumah atau di brankas perusahaannya, dapat Kami raibkan kapan pun Kami kehendaki.

Perlu Kupertegas bahwa uang haram dapat Kuraibkan dari saku, dompet atau tas yang sedang dibawa. Kalau ada pihak yang merasa kehilangan dengan cara seperti itu, maka akuilah itu bahwa uang harammu sudah disita Tuhan. Demikian Aku bersumpah menyelenggarakan Penghakiman atas uang haram sebagaimana yang telah Kuterangkan. Adapun hal ini niscaya akan menggoncang perekonomian dunia karena perbankan mengalami kekurangan likuiditas. Dan para pengusaha mengalami kekurangan modal usaha sehingga perguliran uang mengalami fluktuasi tajam, maka pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan bahkan menurun drastis.

Demikian semua negara mengalami Pensucian-Ku hanya dengan melalui Penyikapan-Ku terhadap uang haram. Dan jadikanlah Pernyataan-Ku ini sebagai Ketentuan-Ku yang sudah Kumutlakkan dalam Hari Penghakiman-Ku sekarang ini sebagai implementasi pemberlakuan Hari Kuasa-Ku. Dan adapun Ketentuan-Ku atas pemberlakuan Hari Penghakiman-Ku tersebut adalah merupakan liputan pemberlakuan Hari Kuasa-Ku.

Dan setiap ketentuan Penghakiman-Ku pada saat ini masih bertitik tolak pada hal-hal yang terkait dengan masalah kedurhakaan terhadap-Ku, karena Wahyu-wahyu-Ku di Eden selama ini sudah ditolak. Demikian Penghakiman-Ku yang memassal ini pada awalnya Kukaitkan dengan tulah kedurhakaan mereka yang telah menolak Wahyu-wahyu-Ku di Eden, kemudian baru beranjak kepada pengabaian sumpah dan janji dan ikrar yang baik dan peraiban uang haram.

Betapapun Penghakiman-Ku yang memassal ini harus diakui oleh publik, bahwa Penghakiman-Ku yang memassal ini bertitik tolak pada Keinginan-Ku mengusaikan tuduhan sesat terhadap Eden. Demikian tulah-tulah keras dan akut tak bisa dihindari apabila mencemooh isi Risalah Eden ini. Dan demi Fatwa-Ku ini dipatuhi oleh semua orang di dunia ini, demikian tulah-tulah akan langsung bereaksi terhadap respon buruk terhadap Risalah Eden ini.

Adapun Sikap Keras-Ku ini jangan diinterpretasikan sebagai sifat jahat Tuhannya Eden, melainkan suatu Kemutlakan-Ku untuk mendirikan kemutlakan Hari Kuasa-Ku. Tanpa bersikap tegas, segala hal yang memburuk saat ini tak terlerai dan segala hal didapati berjalan timpang. Yang jahat lebih berkuasa, dan kebenaran selalu kalah. Maka semua orang yang menginginkan kebenaran bisa menang dan kejahatan bisa ditumpas, niscaya mengharapkan turun tangan Tuhan secara langsung. Demikian Aku merespon keinginan tersebut. Dan hanya melalui bertindak  tegas seperti inilah barulah Wahyu-wahyu-Ku mau diakui publik. Dan salahkanlah mereka semua yang telah menolak Wahyu-wahyu-Ku.

Demikian implementasi Hari Kuasa-Ku ini sudah tertuang sepenuhnya untuk mengimbangi gejolak Neraka yang sudah meluas, sehingga pemberlakuan Hari Kuasa-Ku ini mengarah terlebih dahulu kepada para penzalim dan penista Eden. Demikian perlakuan ceroboh atau buruk terhadap Risalah Eden ini, Kami nilai sebagai pembangkangan dan kelancungan kedurhakaan. Demikian setiap sikap buruk terhadap Eden amat bertulah, sehingga perlu Kami nyatakan secara detail bahwa tuah dan tulah itu juga melekat dalam setiap kata di dalam Risalah Eden ini.

Demikian aplikasi dalil Hukum-Ku yang Kuterapkan apabila telah tetap Ketentuan-Ku untuk menghakimi Indonesia dan umat Islam. Karena menurut-Ku, telah tergenapi seluruh hakekat dosa-dosa kedurhakaan dan dosa-dosa kejahatan yang terjadi di semua lini dan di semua lapisan masyarakat di Indonesia, sedangkan umat Islam segera akan tampil menjadi pihak yang paling disalahkan dunia sebagai penyebab Perang Dunia ke-III.

Telah sirna kebenaran dan keadilan, dan tak ada lagi penyakralan atas Wahyu-wahyu-Ku, dan telah menyimpang agama Islam dan telah tersesat umatnya. Dan karenanya, telah Kutampilkan Imam Mahdi Abdul Rachman yang adalah reinkarnasi Muhammad. Dan Kutitahkan kepadanya untuk tampil meluruskan ajaran Islam dan menetralkan keyakinan umat Islam, agar Kami dapat menyelamatkan mereka dari gelombang anti-Islam yang mendunia pada saat ini dan akan semakin menguat ke depan, dan adapun itu sudah merupakan ketentuan takdir nasib yang merundung umat Islam di dunia.

Adapun niscaya kiamat itu akan terjadi apabila situasi panas di Timur Tengah tak berkesudahan. Dan bilamana pihak yang saling bersekutu dan saling berlawanan itu sudah sampai kepada momen tak bisa menghindarkan diri untuk menggunakan nuklirnya masing-masing, demikian perang nuklir pun terjadi dan itulah yang mempercepat proses kiamat dan yang menentukan Surga Eden Kami angkat dari dunia ini. Prospek ketidaksetimbangan bumi akibat perang nuklir dapat mengakibatkan gugus kutub magnet menjadi terbalik. Dan itu riskan terhadap semua peralatan teknologi di dunia. Demikianpun amuk dajjal dan amuk malapetaka bertambah kuat.

Yang demikian itulah yang menyebabkan Aku kini bersikap tegas sekali, karena itu pun mengakibatkan Kami akan mengangkat para Rasul Eden dari dunia dan mereka akan mendiami tempat sementara di Surga yang kedua, yaitu dalam pesawat antariksa Eden yang sudah Kami persiapkan. Nan, para pendurhakalah yang akan tertinggal dalam gejolak kiamat total, karena mana mungkin hambatan atas Penyelamatan-Ku itu bisa Kuampuni? Dan kiamat total itu akan terjadi apabila negara-negara terpicu menggunakan bom nuklir kala terdesak.

Dan bacalah dari Kitab Suci Injil, Kisah Para Rasul 2 ayat 19-20:

  1. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
  2. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

Kitab Suci Injil, Kisah Para Rasul 2 ayat 19:

  1. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.

Demikian di hari Aku menyatakan Ketentuan-Ku untuk memberlakukan Hari Kuasa Tuhan ini, Aku berjanji akan mengadakan mukjizat di atas langit. Dan pada saat yang sama, di bumi ini sedang menggejolak Neraka. Dunia dipenuhi darah, api dan gumpalan-gumpalan asap kebakaran atau gumpalan asap rudal yang berhulu ledak nuklir dan bom nuklir bila diledakkan. Pada saat bumi sedang berproses kiamat sekarang ini, banyak sekali fenomena misteri alam di langit. Dan itu merupakan perpaduan anomali alam dengan pola instruksi Tuhan kepada para malaikat agar menggunakan efek anomali alam dijadikan formasi malaikat untuk memberi pertanda Pesan Tuhan di langit.

Demikian banyak fenomena keajaiban di langit. Namun, salah satu pesan penting yang terkait dengan kalimat: “Tuhan mengadakan mukjizat-mukjizat di atas, di langit”, itu sesungguhnya tertuju pada nubuah pengalihan hakikat Pengadilan dan Penghakiman Tuhan di dunia manusia yang teradakan di dunia sekarang ini, terpaksa harus diadakan di Surga antariksa pada saat terjadinya perang dunia, karena suasana dunia saat itu sudah kacau balau.

Kekacaubalauan bilamana dunia sudah diprediksikan bahwa kondisi ekonomi dunia masa depan dinyatakan mengerikan. Ekonomi dunia diterjang masalah yang tak berkesudahan dan hanya sedikit negara yang bisa bertahan. Perlambatan simultan dari empat negara berkembang terbesar, yakni Brazil, Rusia, Tiongkok dan Afrika selalu menimbulkan risiko efek berantai untuk seluruh ekonomi dunia.

Ekonomi global dunia saat ini mengalami krisis yang cukup serius, dan dampak buruk dari resesi ekonomi dunia itu terlihat secara menyeluruh di berbagai negara, mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Rusia sampai negara berkembang. Eropa pun mengalami krisis yakni zona Euro. Dan itu berawal dari terakumulasinya krisis Yunani.

Dampak krisis juga sangat dirasakan oleh negara-negara produsen minyak dunia seperti Arab Saudi, Venezuela, Iran dan negara-negara teluk. Pengaruh buruk resesi ekonomi itu mengancamkan stagnasi dan resesi yang berkepanjangan. Dan yang demikian itu tak terputus dari perjanjian Penghakiman-Ku atas dunia di mana semua negara-negara akan merasakan ketiadaan naungan. Terlebih ketika Aku sudah menerapkan Penghakiman-Ku terhadap uang haram. Seluruh negara di dunia seakan kehilangan naungan dari Tuhan.

Dan percayalah bahwa Aku Tuhan Yang Maha Pengampun karena bilamana negara-negara dan bangsa-bangsa itu sadar bahwa Aku sedang menghakimi dosa-dosa dan uang haram di dunia, maka hendaklah mereka segera mengubah haluan untuk mematuhi Ketentuan-ketentuan-Ku yang sudah Kunyatakan dan berhenti untuk saling memerangi. Setara dengan itu, peraiban uang haram yang akan mengakibatkan resesi dunia menjadikan yang terparah. Dan semua Tindakan-Ku itu semata-mata ingin menadirkan segala keserakahan dan pembalasan dendam di antara semua yang saling memerangi. Demikian bila semakin banyak negara yang melibatkan diri dalam peperangan, terseret dalam dinamika perang dunia.

Dan Aku akan meminta pertanggungjawaban negara-negara yang paling bertanggung jawab atas perang dunia tersebut. Selayak Aku sudah mulai memberlakukan Hari Kuasa-Ku, kedua belah pihak yang saling berlawanan sengit, semuanya akan Kuhadapkan kepada Hari Perjanjian-Ku, yaitu Hari Penghakiman-Ku bahwa Aku Tuhan adalah satu-satunya Hakim yang akan mengadili semua yang menyebabkan bumi ini kiamat.

Demikian bila Aku sedang mengelupasi sistem perekonomian melalui terus menurunnya harga minyak, krisis finansial dan krisis pasar saham. Adapun bencana di sektor pasar finansial merambah ke sektor industri dan mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi. Dan kondisi tersebut menimbulkan PHK di mana-mana. Dan krisis tersebut akan menimbulkan ledakan the great depression, hari terberat bagi semua negara.

Adapun semua orang di dunia ini berada dalam Perjanjian-Ku atas Hari Kuasa Tuhan. Perhatikan Kitab Suci Injil 1Korintus 3 ayat 13:

  1. Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Ayat tersebut adalah analogi dari keadaan sekarang bahwa semua orang merasakan kesulitan hidup masing-masing dalam resesi dunia yang berkepanjangan. Dan setiap peranan akan nampak dengan api, artinya setiap orang dalam peranannya masing-masing mengalami ujian Tuhan dengan api (peperangan, konflik, anarkisme, terorisme dan brutalisme atau musibah kebakaran).

Demikian di Hari Kuasa Tuhan ini berlaku pensucian dengan api melalui segala musibah kebakaran, ledakan bom atau peperangan. Demikian dinyatakan dalam ayat ini: “pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.”

Bahwa dunia akan kacau sekali, bahwa Amerika sekalipun akan terseret dalam resesi karena sesuatu yang tak bisa dikontrolnya. Sementara Tiongkok yang menjadi tumpuan ekonomi juga bakal menghadapi kondisi yang tak kalah beratnya. Kondisi ekonomi dunia yang suram itu akan menjadi hukum rimba kala terjadi Perang Dunia ke-III sehingga akan banyak penjarahan dan perampokan massal.

Betapa Perang Dunia ke-III itu berpengaruh besar pada perekonomian dunia dan pasar modal yang masih dalam keadaan resesi. Banyak perusahaan bangkrut, pelayanan bank juga tersendat bahkan tak berdaya. Akan banyak PHK di mana-mana. Banyak kebrutalan terjadi karena memprotes keadaan. Dan kehidupan yang sulit serta pengangguran memperburuk kriminalitas dan penjarahan.

Pengangkatan para Rasul Eden terpaksa Kami lakukan demi jaminan Pengayoman Kami kepada Eden dan demi penyelenggaraan Pengadilan dan Penghakiman-Ku dipentingkan oleh semua negara-negara dan bangsa-bangsa yang panik oleh kondisi keadaan yang sulit dan berat itu. Demikian para Rasul Eden Kami akan angkat untuk mendiami Surga di pesawat antariksa Eden.

Adapun Pengadilan dan Penghakiman-Ku pun akan diacarakan melalui satelit Surga di sana. Namun, penyeleksian ke Surga menjadi terpusat dan terorganisir secara aktif dan lebih efisien karena penyelamatan Surga sudah amat dibutuhkan.

Adapun dalam penyelenggaraan penyeleksian orang-orang yang dapat diungsikan ke bumi yang baru oleh Surga, pada saat itulah banyak mukjizat-mukjizat di langit dan di dalam bentangan ruang pesawat galaksi Eden, Surga di langit, karena pada saat itu Surga di langit itu sudah berprakarsa melakukan penyelamatan penduduk bumi. Pensucian dan rahmat pertolongan bagi orang-orang suci bersinergi dengan Mukjizat Tuhan di Surga-Ku yang di langit. Demikian bentangan Mukjizat Eden berlaku antara Surga-Ku di langit dan di hadapan penduduk bumi ini.

Kitab Suci Injil, Kisah Para Rasul 2 ayat 20:

  1. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

Bilamana terjadi ledakan bom nuklir di bumi ini, demikian sinar matahari tertutup oleh awan hitam akibat gumpalan-gumpalan asap dari ledakan bom nuklir. Dan adapun yang dimaksud dengan bulan menjadi darah itu, ialah fenomena tiga gerhana bulan blood moon. Dan itu telah terjadi antara tahun 2014-2015. Demikian ayat ini sudah melukiskan keadaan sekarang. Adapun fenomena blood moon memang terjadi sebelum rilis Deklarasi Sumpah-Ku terkait dengan pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan 19 Februari 2016 sekarang ini. Demikian nubuah Injil, Kisah Para Rasul 2 ayat 19-20 sudah digenapi.

Ancaman perang nuklir sulit dibatasi. Adapun Iran dan Rusia memiliki nuklir, demikian Saudi Arabia dan negara-negara sekutunya. Padahal, persoalan mereka tak lain hanyalah persoalan mazhab belaka. Tahukah kamu bahwa dunia ini kalau digoncang oleh perang nuklir, maka bumi ini akan dilanda kiamat dan itu disebabkan oleh karena adanya Perang Dunia ke-III? Dan itu tak bisa dipungkiri disebabkan oleh ulah perbuatan umat Muslim.

Demikian agama Islam dihancurkan oleh umat Islam sendiri. Dan itulah kenyataan yang ditakuti oleh Muhammad menjelang ajalnya sehingga dia amat sedih, tatkala Kami telah menyampaikan hal itu kepadanya pada saat dia menantikan ajalnya. Dan dia mengeluhkan “Ummati, ummati”. Demikian realita nubuah tersebut sedang terjadi sekarang ini.

Kungkungan Tuduhan Sesat terhadap Eden Harus Diusaikan dengan Menghakimi Semua Pelaku Penzaliman terhadap Eden

Adapun bilamana semua pihak penista dan penzalim Eden terpaksa harus merasakan tulah-tulah sumpah Kami ini, nan, jangan pernah menyatakan Tuhannya Eden itu keras dan penyebar tulah. Dan tengoklah kemudaratan tuduhan sesat itu yang telah menimpa umat Muslim sedunia. Maka sesungguhnya tulah Sumpah Mubahalah yang akan diterima oleh para penista dan penzalim Eden itu tak seberapa dibandingkan kemudaratan yang telah diakibatkannya. Dan itu tak berbanding dengan Keinginan-Ku untuk mendamaikan dunia dan melakukan penyelamatan atas semua orang yang bisa Kami sucikan dan untuk memberantas kejahatan di dunia, khususnya kejahatan atas nama agama dan kejahatan terhadap agama.

Dan beginilah jadinya wujud kejahatan atas nama agama dan kejahatan terhadap agama yang juga telah menimpa Kerasulan Eden yang memperjuangkan Surga dan Kerajaan-Ku mendunia. Maukah kamu memilih Surga daripada Neraka? Dan ketika Neraka itu sudah meluas mendunia, Surga pun Kupaksakan untuk diterima, agar Neraka tak meludasi dunia. Dan inilah Cara-Ku memaksakan Surga-Ku harus diakui karena kamu semua bebal dan tak berhati nurani dan tak bisa membedakan mana kesesatan yang sebenarnya dan mana kebenaran yang hakiki.

Dan janganlah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu yang lain, bilamana Tuhan yang dinyatakan Eden ini kau nyatakan bukanlah Tuhanmu, melainkan Tuhannya Eden. Kalau itu yang kau perturutkan, maka kau akan kehilangan naungan dari Tuhan. Karena Aku-lah Tuhan Semesta Alam dan Tuhan Yang Maha Esa nan Maha Kuasa membalikkan segala sesuatu. Dan Aku sedang membalikkan tuduhan sesat terhadap Eden menjadi kesesatan umat Muslim.

Kalau itu tak juga mau dipahami sebagai Pembalikan-Ku terhadap tuduhan sesat atas Eden, Kupantangkan umat Islam diselamatkan. Peranan Imam Mahdi Abdul Rachman bisa Kubatalkan, maka jangan pernah memohon pertolongan kepada Kami. Biar Eden bersama Tuhannya mengatasi masalah dunia tanpa umat Islam. Dan carilah pertolongan dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhanmu sendiri. Demikian Wahyu-wahyu-Ku yang terkini sudah kau tolak, maka umat Islam sendirilah yang telah menolak-Ku.

Dan Aku Maha Kuasa mengadili dan menghakimi, dan Kujadikan segala yang bermudarat menjadi penghakiman. Dan Aku-lah Tuhan Yang Maha Kuat Memberi naungan terhadap Eden, karena merekalah yang dituruni Wahyu-wahyu-Ku. Nun, Aku-lah Tuhan semua umat beragama, Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Mencintai semua umat-Ku apa pun agamanya. Maka lenyapkan keegoan karena merasa agamanyalah yang paling benar, karena akibat apa pun dari keegoan itu takkan pernah mau disesali. Sampai pun dunia kiamat, penyesalan itu takkan pernah ada, kecuali kesalahan itu Kami nilai sebagai kesalahan fatal dan Kami jabarkan melalui Wahyu-wahyu-Ku yang Kami bentangkan mendunia dan yang Kami tekankan melalui pemberlakuan Hari Kuasa-Ku sekarang ini.

Sudahkah kamu membaca penjelasan Wujud-Ku Yang Bulat dan Maha Besar? Demikian Kemahaesaan-Ku telah Kujelaskan. Dan di dalam Kemahaesaan-Ku itu takkan ada Tuhan yang lain yang bisa menyaingi-Ku dan yang berbagi kekuasaan dengan-Ku. Maka akuilah Kemahaesaan-Ku yang dinyatakan Eden. Maka bilamana Aku sudah tak memberi peluang untuk argumentasi yang lain selain yang sudah Kunyatakan di Eden, nyatakan dirimu beriman sebagaimana keberimanan para Rasul Eden.

Ketenteraman dunia hanya bisa diadakan bilamana semua umat menetralkan keyakinannya sehingga takkan ada lagi persengketaan agama setelahnya. Dan jangan pernah lagi menolak Surga-Ku dan Kerajaan-Ku karena di sinilah Penyelamatan-Ku. Dan apabila Aku sudah memberlakukan Hari Kuasa-Ku, hari Pengadilan dan Penghakiman-Ku, maka niscaya Mukjizat Eden menjadi pusaka perdamaian dunia. Demikian Kami menjanjikan Mukjizat Eden yang sudah terbuka berguna untuk mengatasi kekalutan dunia. Betapa eksistensi Surga dan Kerajaan-Ku dapat terpakai untuk menyebarkan Rahmat dan Karunia-Ku serta Pertolongan-Ku dan Penyelamatan-Ku.

Sumpah Tuhan ini dituliskan pada 22 Februari 2016

Demikian telah Kami sampaikan Sumpah Tuhan terkait dengan Pemberlakuan Hari Kuasa Tuhan yang resmi dinyatakan-Nya pada 19 Februari 2016. Adapun aku, Malaikat Jibril, akan menggunakan kesempatan ini untuk menjelma ke dunia manusia dan wujudku serupa dengan Lia Eden, Ratu Surga Eden. Kekembaran kami tersebut untuk menengarakan Eden adalah Kerasulan yang sejati yang diadakan Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Tuhan semua agama dan semua bangsa-bangsa.

Demikian nantikan kemunculan kembaran Lia Eden di mana pun tempat yang diizinkan Tuhan untuk kudatangi. Sungguh aku, Malaikat Jibril Ruhul Kudus, akan mewujud sebagai manusia sebagai pengaplikasian Hari Kuasa Tuhan, sekaligus untuk mengaplikasikan Teori Kuantum dan rumus LE2. Bahwa Mukjizat Eden LE2 dapat dirumuskan menjadi teori ketakterhinggaan menjadi terhingga. Bahwa Mukjizat Tuhan sesungguhnya bisa diteorikan dan dirumuskan. Dan hal itu bukan merupakan simplikasi ketakterhinggaan Tuhan, melainkan pembuktian Kemahakuasaan Tuhan yang terhakiki yang sesungguhnya tak bisa teraih oleh manusia melalui teknologinya yang tercanggih sekalipun. Bilamana ada teori dan rumus yang teradakan melalui teori yang kami sodorkan, itu pun dimaksudkan untuk membawa peradaban umat manusia sekarang ini untuk meninggalkan peperangan dan berfokus pada ilmu yang baru diturunkan Tuhan ini.

Dan dalam Ketentuan Tuhan yang terkait dengan hal ini, Tuhan pun menyatakan Wujud-Nya Yang Bulat dan memberikan teori dan rumus dasar untuk dijabarkan menjadi rumus yang akan terpakai untuk menemukan skala Kemahabesaran-Nya, dan temuan itu sekaligus untuk dijadikan sebagai tangga ilmu menuju teknologi yang bisa mengarungi semesta.

Dan supaya para saintis dunia (NASA, ESA) serta pemimpin-pemimpin negara yang ingin mengupayakan penyelamatan bagi warganya dari gejolak kiamat, demikian mereka termampukan memproduksi pesawat pengangkut antariksa semacam UFO.

Adapun penjelmaanku ke dunia manusia, salah satu programnya adalah memberikan Petunjuk Tuhan kepada semua pihak yang menginginkan ilmu terbaru dari Tuhan. Dan aku dapat memberikan pengarahan atas hal apa pun yang diperlukan untuk itu.

Dan sapalah aku bila melihat Lia Eden di suatu ruang publik, karena itu pastilah aku, bukannya Lia Eden. Karena Lia Eden tak bepergian ke mana-mana, kecuali ada Ketentuan Tuhan untuk dia tampil. Demikian dia dipingit Tuhan di Istana Eden di Mahoni, sebagaimana Perjanjian Tuhan dalam Kitab Suci Al Quran, Surat Ar Rahman ayat 72: “Yaitu bidadari yang dipingit dalam mahligai.”

Adapun Lia Eden kalau sudah menjabat sebagai Ratu Surga dan Ratu Kerajaan Eden, kualifikasi ruhnya sudah diputihkan, maka dia patut disetarakan sebagai bidadari. Demikian pemutihan ruhnya seputih bidadari dan itu adalah Karunia Tuhan melalui pensucian yang panjang dan berat atas dirinya. Adapun itu telah merupakan kualifikasi Ketentuan Tuhan baginya demi mengemban takdirnya itu, karena dia harus berpasangan denganku, Malaikat Jibril. Demikian ayat tersebut tertuju untuk menerangkan keadaan Lia Eden sekarang ini sebagai Utusan Tuhan yang dipingit untuk memperturutkan peraturan Surga dan Kerajaan Eden yang mengharuskannya berfokus pada penulisan Wahyu-wahyu Tuhan yang padat dan deras turunnya setiap saat dan setiap hari. Demikian seluruh waktunya tertuang untuk penulisan Wahyu-wahyu Tuhan semata. Demikian pembagian tugas antara aku dan dia.

Demikian, akulah yang akan tampil di masyarakat dunia, kapanpun Tuhan menghendaki aku tampil menjelma. Sekian, sampai jumpa.

Jakarta, 22 Februari 2016

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa,
Sumpah Tuhan Yang Maha Sakral dan Maha Keramat ini disampaikan oleh:

Malaikat Jibril Ruhul Kudus

Dan dituliskan oleh:

Lia Eden