• Contact Us

Komunitas Eden

~ Eden the Heaven

Komunitas Eden

Category Archives: Ruang Penyelarasan

Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [5]

10 Saturday Oct 2015

Posted by Komunitas Eden in Ruang Penyelarasan

≈ Comments Off on Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [5]

Pembohongan Publik Cara Eden (Bag. 3)

31 Agustus 2015

Ada seseorang anak umur belasan tahun yang kebetulan putera dari seorang pengikut eden, mengalami kecelakaan motor. Anak ini pernah diikutkan oleh ibunya menjadi saksi pada saat pengadalan Lia Aminuddin, tahun 2006, kasus “penodaan agama”. Dalam kesaksiannya, dia mengaku pernah disuruh membakar bagian mulutnya, sebagai bagian dari ritual penyucian. Kesaksian itu telah dijadikan alat bukti oleh hakim, adanya tindak pelanggaran pidana terhadap anak di bawah umur. Kebetulan Galuh juga mengaku pernah membakar foto Lia Eden.

Dengan kesaksian anak tersebut oleh Lia Eden, dipandang sebagai tulah atau kutukan tuhan karena kesaksiannya yang merugikan Lia eden. Padahal kasus kecelakaan seperti yang dialami anak tersebut, pada dasarnya adalah kasus biasa, seperti yang dialami orang lain yang sewaktu-waktu bisa terkena musibah. Namun oleh Lia didramatisir menjadi seakan-akan ada hubungan “sebab-akibat”, antara persaksiannya di pengadilan Lia Eden yang memberatkan dakwaan terhadap Lia, dengan nasib buruknya itu.

Cara pandang terhadap kasus itu sendiri, merupakan contoh kecil, betapa seorang Lia eden telah menempatkan diri menjadi bayang-bayang kekuasaan Tuhan. Dia sangat memperhitungkan tindakan seorang anak manusia yang hanya karena dia menunjukkan kebenciaan pada dirinya, disamakan dengan perbuatan ”membenci Tuhan”nya.

Sementara keadaan yang sering terjadi pada orang lain yang juga menentang eden, tidak terjadi akibat apa-apa dalam beberapa tahun belakangan ini. Penentangan itu bahkan lebih berat, karena mengarah pada penghujatan dan penyerangan dengan kekerasan, sebagaimana terjadi pada Desember 2005. Mereka yang secara terang-terangan adalah seperti para pendemo yang meneriaki dan hendak mengusirnya di sekitar rumah eden, berikut para penenentang eden lainnya, yang tidak secara langsung hadir di sana. Permusuhan terhadap eden juga ditunjukkan melalui tulisan dan pernyataan melalui email ke alamat milis komunitas eden.com, media face book dan medsos lainnya. Ada juga penentangan dalam bentuk buku berjudul: Kesesatan Lia Eden dan Agama Salamullah, (2004), ditulis oleh H.M. Amin Djamaluddin. Pengasuh majalah Sabili pernah juga dikutuk oleh Lia Eden, karena mereka pernah tidak mempedulikan kedatangan Abdul Rachman ketika berkunjung ke kantornya untuk menyampaikan sebuah peringatan.

Sejauh ini, para penentang eden tersebut tidak mengalami “akibat buruk” apa-apa atas perlakuan dan penghujatannya itu. Mereka, tidak memperoleh “penghakiman”, sebagaimana diancamkan Lia sang ruhul kudus.

Sampailah surat ancaman yang ditujukan kepada Presiden RI (waktu itu masih SBY), yang berbunyi sebagai berikut: “Apabila surat kami ini sekali lagi tak dipedulikan (maksudnya: ajakan untuk mengakui kerajaan Eden-pen), maka murka tuhan pun akan semakin keras dan tak tertanggulangi, karena gunung-gunung akan meletus dan dimungkinkan akan terjadi lagi terjangan tsunami, banjir, puting beliung dan gempa akan lebih sering lagi terjadi daripada sebelumnya. Wabah penyakit akan semakin marak, kebakaran-kebakaran berlanjut menimpa, horor metafisis mencapai puncaknya, kerusuhan-kerusuhan memuncak menjadi kerusuhan global nasional. Pemerintah manapun takkan bertahan. Ditegaskan pula dalam pernyataan yang lain, bahwa: “Satu-satunya jalan agar segala bencana ini tersudahi adalah mengakui Kerajaan dan Surga yang telah diturunkan tuhan di negeri ini, semoga tuhan segera membukakan mata hati para pemimpin dan rakyatnya untuk berkhidmat kepada-nya dengan tulus dan ikhlas sehingga segera terwujud damai dan sejahtera di bumi Indonesia ini.

Dalih untuk membenarkan penghakimannya itu dicarikan pembenaraan dengan adanya kejadian alam dengan tindakan yang menimpa Eden, seakan ada hubungan sebab-akibat. Terjadinya bencana alam itu sendiri selama ini selalu dinyatakannya ”setelah” peristiwa itu terjadi, yang berarti hanya sebuah justifikasi atau klaim sepihak. Namun kemudian diletakkan dalam hukum sebab-akibat dengan ajakan penyucian melalui risalah-risalah Eden.

Bila Eden yang tertimpa bencana

Bagaimana kalau kejadian musibah itu menimpa eden, baik individu atau komunitasnya. Entah besar atau kecil, musibah itu hampir pasti terjadi, sebagaimana dialami pada kebanyakan manusia. Masalahnya, bagaimana dengan musibah yang menimpa diri eden.

Sebagaimana terjadi pada diri Lia Eden, yang pernah terpuruk masuk penjara setelah divonis Pengadilan atas tuduhan penodaan agama. Mereka tidak menganggapnya sebagai ”penghakiman tuhan” atau azab tuhan. Kejadian itu, menurut mereka adalah sebagai ”penggenapan” atas perjalanan hidupnya meniti takdir kerasulan. Pengakuan dosa Lia di dalam “Confession”, diklaim sebagai tanda perkenan tuhan atas kelayakannya membawakan pesannya yang berat mengenai penghakiman. Pemahamannya diserupakan dengan paham yang mnyertai peristiwa penyaliban Yesus, di mana peristiwa dipandang sebagai penebusan dosa. Demikian juga pemidaannya di lembaga pemasyarakatan selama beberapa tahun tersebut, diserupakan seperti pengorbanan Maria yang mengikhlaskan atas dosa semua umat, semua agama, dan semua bangsa. Peristiwa itu dipandangnya sebagai bagian dari penyucian, dan hingga dilayakkan tuhan menjadi hakim atas nama-nya, sebagai jalan menuju surga.

Pandangan yang hanya mencerminkan keegoannya. Dirinya selalu dipandang sebagai subyek moral, dan orang lain selalu disasar sebagai obyek atau pelengkap penderita. Anak belasan tahun pun bisa menertawakan, kalau peminadanaan itu dianggap suatu “penggenapan” kenapa di persidangan menggandeng pengacara, dan para saksi yang meringankan

Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [4]

10 Saturday Oct 2015

Posted by Komunitas Eden in Ruang Penyelarasan

≈ Comments Off on Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [4]

Pembohongan Publik Cara Eden (Bagian 2)

27 Agustus 2015  

Dalam komunitas eden, teryakini bahwa hanya kelompoknyalah pembawa kebenaran, dan berhak masuk surga. Sementara kelompok di luar eden adalah tidak dalam kebenaran, dan menjadi umat terkutuk. Eden meyakini, bahwa saat ini telah datang rasul tuhan. Bertugas membawa risalah untuk umat manusia. Rasul itu adalah malaikat Jibril, yang kini mengejawantah pada diri Lia. Jibril menjadi rasul tuhan, karena rasul itu menurut mereka, berarti “pembawa amanat tuhan”.

Dalam maklumatnya tertanggal 16 Juni tahun 2000 dinyatakan: ”telah tiba waktunya Malaikat Jibril turun kembali untuk menyapa dan menuntun umat manusia agar kembali mengesakan Allah, mengkuduskan kembali seluruh ajaran-Nya, serta menghentikan segala bentuk kekerasan dan peperangan. Dia (Jibril) menyapa seluruh kaum yang beriman dari agama dan kepercayaan apapun karena pada hakikatnya dia adalah cahaya dan sinar yang menerangi alam semesta. Dia membagikan cahayanya secara adil dan merata kepada siapa saja dari hamba-hamba Tuhan yang senantiasa mensucikan diri dan membuka hatinya terhadap kebenaran”. Sampai di sini mungkin tidak terlalu mengundang kontroversi. Namun perhatikan apa kata Lia eden berikutnya.

Salah satu ungkapan sebuah surat yang ditulis Lia eden tertanggal 10 Februari 2004, memberikan penjelasan, sekitar kerasulannnuya. Bahwa ”perilaku terorisme dan kekerasan umat Islam mestinya mampu dibayangkan telah mengakibatkan kerusakan bumi dan umat manusia di dunia. Kebiadaban terorisme mempertontonkan kekeliruan cara beragama umat Islam”. Eden tidak melihat fakta yang sebenarnya, bahwa tindakan para teroris adalah suatu kebiadaban yang tidak mencerminkan keislaman. Para ulama dan sebagian besar umat Islam mengutuk, karena perbuatan itu sebuah penyimpangan dari ajaran Islam. Namun eden tidak mau tahu, ia tetap melihat tindakan para teroris itu sebagai tindakan yang merepresentasikan umat Islam di seluruh dunia. Dengan memandang seperti itu, eden hendak memojokkan Islam, dan mencari-cari celah untuk memperoleh pembenaran atas tuduhannya.

Eden bahkan menggunakan ayat al Qur\an sebagai pembenar atas risalahnya. Berarti menempaatkan dirinya selevel dengan para nabiyullah, seperti nabi Nuh As., Isa As., Ibrahim As dan Muhammad Saw. Dan semua orang di luar dirinya, yakni yang tidak percaya pada risalah eden, dipandang sebagai orang kafir atau kaum penentang Tuhan. Eden mengutip kisah Nabi Nuh saat memperkenalkan ajaran Tuhan, yang mendapat tentangan dari umatnya. Sehingga terjadilah banjir besar yang menenggelamkan para penentangnya. Kisah penentangan itu diabadikan oleh Al Qur’an sebagaimana tertera di S. Al Qamar ayat 9 : Sebelum mereka telah mendustakan kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami seraya berkata, “Dia gila, dan dia (pernah) diancam.” Dengan menggunakan ayat itu, Lia eden hendak menuduhkan kekufuran kepada orang lain, hanya karena tidak percaya pada “kerasulan Lia Eden”. Para penentang eden dipandangnya sebagai orang-orang yang layak mendapat hukuman setara dengan hukuman Allah kepada umatnya nabi Nuh.

Itulah pembohongan publik oleh Eden, yang kini masih terus dilakukan. Sasarannya adalah umat Islam. Umat yang jelas keberimanannya ini, hendak disudutkan secara sistematis dengan dalih menyelamatkan dunia. Kitab suci Al Qur’an dijadikan pijakan referensi, untuk mengelabuhi umat Islam bahwa risalah-risalah eden itu seakan benar adanya. Ada pemutarbalikan fakta keberimanan: bahwa yang beriman dimasukkan dalam golongan kafir dan yang kafir dimasukkan sebagai kaum beriman”. Ukurannya hanya “percaya atau tidak percaya kepada risalah eden”.

Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [3]

10 Saturday Oct 2015

Posted by Komunitas Eden in Ruang Penyelarasan

≈ Comments Off on Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [3]

Kami adakan ruang untuk penyimpanan modus fitnah-fitnah Marzani Anwar terhadap Eden. Dan demi periwayatan Kerasulan Eden, maka tulisan-tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com dan di blognya kami simpan di Website Eden untuk diabadikan sehingga bisa dikaji oleh publik. Demikian tertera sebagai berikut tulisan-tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com dan diblognya:

Pembohongan Publik Cara Eden ( Bagian 1)

25 Agustus 2015

Komunitas Eden adalah sebuah perkumpulan keagamaan berciri messiah. Ideologi messiah adalah mendasarkan pada kepercayaan adanya seorang yang menjadi juru selamat di akir zaman. Istilah messianic juga biasa digunakan untuk menjelaskan tentang sebuah gerakan yang membawa nama Al Masih, putra Maryam yang dipercayai akan lahir kembali dan memberi peringatan kepada umat manusia. Keyakinan akan adanya kebangkitan kembali, itu ada pada kalangan umat Islam dan pada umat Nasrani.

Sudah terlalu banyak orang mengaku sebagai juru selamat akhir zaman. Lia Aminuddin adalah salah satunya, yang sejak awal mengaku dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria, yang kemudian menegaskannya sebagai ruhul kudus . Dengan keyakinannya memperoleh wahyu dari Tuhan, memiliki cita-cita untuk menciptakan “zaman sempurna”. Dalam pandangannya, zaman ini adalah zaman yang sudah rusak, dan “tiadalah Allah menurunkan sebuah takdir kerasulan di akhir zaman”, katanya, ” bila bukan karena dosa-dosa umat manusia telah melampaui batas. Dan tiada seorang pun yang dapat mengubah keadaan ini sebaik Allah sendiri yang berkehendak mengubah-Nya”.

Bunda Lia, demikian sering dipanggil oleh pengikutnya, nukan saja diyakini sebagai ruhul kudus, tetapi juga mengklaim memiliki kewenangan untuk menghakimi umat manusia. Bahwa mereka yang berbuat dosa dan berbuat kerusakan akan dihakimi olehnya, dalam rangka penyucian. Sebagai ruhul kudus juga, ia menubuatkan keadaan umat manusia di wilayah tertentu, sebagai cara tuhan untuk menyucikaan kelompok manusia bersangkutan.

Mengikuti kepercyaan Lia Eden sebagai ruhul kudus, berlanjut dengan klaim bahwa ia adalah pemegang kekuasaan yang dipercaya memperoleh kewenangan menghakimi umat manusia yang berdosa. Dengan kewenangannya itu, kekuasaan Lia seperti membayangi kekuasaan Tuhan. Ia menegaskan, bahwa salah satu tugas sebagi ruhul kudus, adalah menghakimi masyarakat. Takdir kerasulan, demikian komunitas eden biasa menyebutnya, meyakini bahwa Lia memiliki kekuasaan penuh, untuk bertindak dan berpesan kepada dunia, atas nama tuhan.

Atas nama “penghakiman eden”, setiap musibah ditarik ke ranah hukum “sebab-akibat”. Bahwa segala kejadian yang buruk, yang menimpa para penentangnya, dipandang sebagai hukuman Tuhan. Sebaliknya, segala sesuatu yang baik atau kebaikan yang ada di eden, diklaim sebagai bagian dari kemurahan tuhan kepada mereka karena mengikuti jalan kebenaran.

Komunitas Eden, tampak terlalu asyik dengan dirinya sendiri. Ada egoisme kelompok di di sana. Mereka sibuk “menghitung-hitung” setiap kejadian yang menyentuh kepentingannya. Sibuk bermanuver tentang tulah-tulah penentangan terhadap dirinya. Sampai juga mengkat masalah terjadinya perang Israel dengan Palestina, di mana pihak Palestina paling sering mengalami kekalahan. Lia bukannya simpati dengan perjuangan rakyat Palestina. Tapi bermanuver, “sekarang ini, tuhan sedang memakai Israel untuk alat menghancurkan Islam”. Jadi, selalu ada saja fakta yang dijadikan pmbenaran risalah penghakiman Eden, seperti itu. Dalam konteks seperti ini, menjadi salah satu bukti, bahwa klaim Lia sebagai pendamping malaikat Jibril, hanyalah tipu-tipu. Sebab, tidak mungkin sang malaikat, yang demikian sakral dan suci itu, ikut-ikutan berpikir negatif (negative thinking), dengan tendensi memojokkan agama Islam.

Ketika bencana menimpa di suatu daerah, entah berupa banjir, gempa bumi, atau tanah longsor, komunitas ini bukannya terketuk rasa kemanusiaannya, untuk kemudian membantu para korban. Bukan pula berupaya menghimpun dana untuk menyantuni mereka. Tetapi justru bermanuver, dengan pernyataan-pernyataan bahwa bencana-bencana itu merupakan tulah atas kesalahan bangsa Indonesia, karena mengingkari kerasulan Lia Eden.

Lia eden juga yang menyatakan bahwa bencana lumpur Sidoarjo, yang telah menenggelamkan ribuan rumah penduduk, merusak infrastruktur wilayah tersebut, tidak bisa diatasi dengan teknologi apapun. Itu merupakan bagian dari kemurkaaan Tuhan karena perlakuan bangsa Indonesia terhadap utusan Tuhan. Maksudnya adalah terjadinya pengadilan atas diri Lia Eden dan Abdul Rachman di Peradilan Negeri Jakarta Pusat, atas tuduhan penodaan agama beberapa tahun yang lalu.

Sejak awal mengikrarkan diri sebagai ruhul kudus memang, sekaligus ia menempatkan diri sebagai ”hakim umat manusia”. Dia memandang bahwa musibah-musibah yang besar, yang terjadi di Indonesia, merupakan penghakimannya, karena pengingkaran terhadap kerasulan tersebut. Padahal seperti diketahui, bahwa musibah-musibah itu terjadi, semata-mata adalah atas kehendak Allah. Benar ada juga karena kerusakan akibat perbuatan manusia, tapi eksekusi musibah itu adalah di Tangan Allah. Sebagaimana tertuang dalam ayat al Qur’an S. al Maidah/5: 49. ” … sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka”. Di ayat itu jelas menyatakan, bahwa kejadian luar biasa yang berupa musibah itu bukan kehendak manusia, tetapi Allah punya Kehendak. Karena memang tidak ada kewenangan manusia untuk menentukan kehendak seperti itu. Seorang Rasul Allah sekalipun, tidak ada kewenangan untuk menimpakan suatu musibah. Tidak pula berkewenangan menghakimi manusia. Seperti dicontohkan, pada waktu umat nabi Nuh a.s, tidak mentaati Nuh, kemudian datang musibah, tidak berarti Nabi Nuh a.s. yang mendatangkan musibah banjir itu, tetapi musibah banjir itu datang atas kehendak-Nya.

Namun dalam pandangan Lia eden, ia berkewenangan menghakimi manusia, kemudian menimpakan musibah-musibah itu. Terutama yang disebabkan umat tidak mau mendengarkan ajakannya, tidak mau mengakui kerasulannya. Menurutnya, umat Islam sekarang ini di mata Allah sudah tidak lagi mencerminkan sebagai pengamal agama yang benar, karena mengabaikan kerasulannya Lia eden. Klaim-klaim itu biasa dijustifikasi dengan adanya peristiwa musibah yang sebenarnya sudah lewat waktunya dari keluarnya pernyataan eden. Dengan kata lain, klaim bahwa ia bisa menghakimi umat manusia itu, hanya akal-akalan untuk menjadikan dirinya sebagai sang peneyelamat akhir zaman

Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [2]

10 Saturday Oct 2015

Posted by Komunitas Eden in Ruang Penyelarasan

≈ Comments Off on Tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com [2]

Kami adakan ruang untuk penyimpanan modus fitnah-fitnah Marzani Anwar terhadap Eden. Dan demi periwayatan Kerasulan Eden, maka tulisan-tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com dan di blognya kami simpan di Website Eden untuk diabadikan sehingga bisa dikaji oleh publik. Demikian tertera sebagai berikut tulisan-tulisan Marzani Anwar di Kompasiana.com dan diblognya:

Dosa Sosial Komunitas Eden

17 Agustus 2015

Beberapa waktu yang lalu, saya menurunkan tulisan tentang Komunitas Eden di forum ini. Sebuah komunitas keagamaan, yang telah menyedot banyak perhatian. Terutama sistem kepercayaan dan pemikirannya yang sangat kontroversial. Klaim Lia Eden sebagai pimpinan komunitas, yang mengaku menerima wahyu dari Tuhan melalui mlaikat Jibril, bahkan dia sendiri mengaku sebagai ruhul kudus itu sendiri. Dari klaim nya seperti itu, ia sering menebar ramalan mengenai nasib umat manusia akhir zaman. Namun semua ramalan itu tidak pernah menjadi kenyataan.

melalui m ilisnya komunitas eden.com, belakangan ia memberikan penjelasan mengenai keikhlasannya dalam mengawal tugas kerasulannya, ia mengaku untuk terus menjagga kesuciannya. Oleh karena itu, dalam keadaan apapun komunitas ini tidak mau menerima atau memanfaatkan bantuan, dari siapapun orangnya yang belum disucikan.  pulang. Namun yang ironis, sebagaimana pengakuan dalam milis tersebut, bahwa sumber dana Eden untuk sekarang ini adalah dari dua oramg angggotanya yang benama Bpk. Arifin dan Elfa Diasmara. Nama yang disebut pertama adalah mantan dosen fakultas Teknik UI. Sedangkan yang kefua, yakni Elfa Diasmara, adalah seorang karyawan perusahaan swasta yang berkantor di kawasan bisnis Kuningan. Saya tahu, bahwa Elfa adalah anggota baru, yang masuknya ke Eden sejak akhir Mei 2015. Sejak ia masuk Eden setelah menjalanii ritual pensucian. Sejak itu ia terus bertempat tinggal di rumah Jl Mahoni 30, pusatnya komunitas ini. Sampai sekarang, Agustus, Elfa yang sudah berumahtangga dan dikaruniai 2 anak itu, ia tidak pernah pulang menemui isteri dan anaknya, begitu masuk Eden ia berhenti menafkahi keluarganya. Seluruh gajinya diserahkan ke Eden, dengan alasan ‘untuk membiayai kepentingan Tuhan’. Tangisan sang isteri dan anak-anak tidak dihuraukan.

Ironisnya, bahwa penelantaran anak isteri itu terjadi justru sejak ia ‘disucikan’ di Eden. Oleh saudara2nya sudah diingatkan tentang kewajiban menafkahi keluarganya tersebut, namun justru ia beralasan ‘lebih mendahulukan kepentingan tuhan’. Kesediaan Elfa menyerahkan seluruh gajinya ke Eden itu, dianggapnya sebagai cara tuhan membantu Eden  Padahal pada gaji Elfa itu ada bagian yang menjadi hak sang isteri dan anak anaknya.

Kasus ini tidak hanya membuktikan bahwa  komunitas Eden tidak hanya menyesatkan secara teologi, tapi telah melecehkan tanggungjawab kemanusiaannya. Merampok hak hak orang, dengan secara paksa.

Newer posts →

Buku-buku Eden

  • Teologi untuk Pancasila
  • Teori Segalanya dari Tuhan
  • Tuhan Menjawab Penelitian ‘Proving God’
  • Tuhan Menjelaskan Masa Depan Indonesia

Pertanyaan & Jawaban / FAQ

  • Pertanyaan yang Sering Diajukan ke Eden
  • Frequently Asked Questions (FAQ) to Eden

Newest Releases

  • Merayakan Hari Raya Surga, Malam Tahun Baru 2024
  • Serumpun Ilmu Baru dari Tuhan akan Disampaikan oleh Ruhul Kudus
  • Dampak Perang Dunia Mengakibatkan Gejolak Kiamat Menjadi Lebih Parah
  • [Song] Pancasila Sakti
  • Berdoa Dipersonalkan, Tak Perlu Perantara, Pemberkatan Langsung dari Tuhan
  • Kitab Suci Surga adalah Kitab Kehidupan atau Ummul Kitab
  • Dunia Alam Ruh
  • Hukum Tuhan di Alam Ruh
  • Surga dan Neraka Itu Niscaya Teradakan di Dunia
  • Skema dan Penampang Jaringan Aliran Ruh Tuhan ke Seluruh Semesta

Releases by Year

  • 2022 Releases
  • 2021 Releases
  • 2020 Releases
  • 2019 Releases
  • 2018 Releases
  • 2017 Releases
  • 2016 Releases
  • 2015 Releases

Ruangan

  • Ruang Pengakuan Dosa
  • Ruang Berdoa
  • Ruang Kesaksian
  • Ruang Eksibisi Kemarahan
  • Ruang Penyelarasan

Visitors

  • 333,244 hits

Buku-buku Eden

  • Teologi untuk Pancasila
  • Teori Segalanya dari Tuhan
  • Tuhan Menjawab Penelitian ‘Proving God’
  • Tuhan Menjelaskan Masa Depan Indonesia

Our Social Media

YouTube Channel

Twitter

Facebook

Alamat / Address

Jl. Mahoni No.30
Bungur, Senen
Jakarta Pusat 10460 Indonesia

Telepon/Phone:
(+62 21) 424 7218

Email:
info@KomunitasEden.com

Follow Blog via Email

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other subscribers

 

Loading Comments...