[English Version]

Pendana Eden kini hanya tinggal Satu, Arifin Djauhari

EDN_0182

Bersama ini kami umumkan bahwa pendana Eden kini tinggal Arifin Djauhari,  sehubungan dengan Elfa Diasmara dipecat dari PT. XL Axiata. Tbk dan dipaksa untuk menyatakan pengunduran dirinya dari XL. Pemecatan Elfa Diasmara dikaitkan dengan dia kami nyatakan sebagai pendana Eden. Adapun PT. XL Axiata tak bersedia nama perusahaannya dikaitkan dengan nama Eden, padahal Eden tak pernah menyinggung XL dalam format apa pun dalam website Eden dan tak ada kepentingan kami untuk menyebutkannya.

Terkait dengan masalah ini, Tuhan menyatakan tak mengapa tak ada yang mau dilibatkan nama perusahaannya di Eden. Tak ada kefungsian apa pun atas XL terhadap Eden, kecuali pribadi Elfa Diasmara bekerja sebagai karyawan yang bekerja di sana, dan gajinya disumbangkan ke Eden. Tapi PT. XL Axiata telah melanggar hak asasi manusia dan kebebasan berkeyakinan dan telah membatasi aktivitas sosial dan keberimanan seseorang melalui kuasanya terhadap karyawannya.

Adapun Elfa Diasmara tak memiliki catatan buruk dan bersalah atas perusahaan PT. XL Axiata, kecuali karena beriman kepada ajaran Eden. Bahkan demi perjanjiannya dengan Tuhan di Eden dia sempat membongkar kasus di mana ada pihak ketiga yang memanfaatkan ketidaksempurnaan sistem I.T di PT. XL Axiata dan dengan sengaja menjebak pelanggan XL sehingga pulsanya kecurian tanpa disadari dan merugikan konsumen. Walaupun kecurangan itu hanya sedikit-sedikit dan tak terasa oleh konsumen, tapi jika korbannya massal, maka jumlah keuntungannya menjadi sangat besar.

Pertimbangan ini dan tiadanya kesalahan Elfa Diasmara terhadap perusahaan serta kesepakatan perusahaan yang baru saja memberikan promosi kepada Elfa Diasmara, tapi kemudian memecatnya hanya karena masalah perubahan keyakinan yang belum membuktikan bahwa keyakinan baru Elfa Diasmara itu akan merugikan perusahaan tempat dia bekerja. Untuk itu sungguh kami sesalkan tindakan pemecatan itu. Nun, semuanya itu terpulang kepada Tuhan dalam menyikapi persoalan ini.

Perbandingan karir dan pengabdian Elfa Diasmara di PT. XL Axiata dan ketotalan keberimanannya di Eden sesungguhnya tak ada kaitannya, karena dalam pekerjaan Elfa di kantornya dia tetap rutin mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan tak pernah membicarakan soal ajaran Eden pada sesamanya karyawan. Karena keyakinan adalah urusan pribadi dan terutama juga karena Eden tak merekrut pengikut. Komunitas Eden hanya berkewajiban menyampaikan Amanat Allah dan Wahyu-wahyu-Nya.

Saat ini Elfa tak berada di Eden karena telah dijemput paksa oleh ayahnya, Marzani Anwar, dan keluarganya. Sesungguhnya Eden tak perlu diperlakukan seperti itu, karena kami tak menyesatkan siapa-siapa dan tak akan merekrut anggota baru sampai Tuhan yang menetapkannya, sebagaimana Elfa Diasmara bisa diterima di Eden adalah Ketentuan Tuhan semata. Itu karena Tuhan mempunyai pertimbangan sendiri atas diri Elfa Diasmara, yang niscaya itu terpulang kepada kodrat Elfa Diasmara menjadi salah satu dari Komunitas Eden. Keberanian Elfa berkomitmen bersuci secara total di Eden, ditambah dengan identitas ruhnya yang baik yang memiliki jasa besar dalam Kerasulan di masa lampau, membuat dia dapat diterima di Eden ketika dia bersedia total. Karena dia adalah reinkarnasi Simon Petrus, sahabat Yesus.

Demikian kami menyampaikan Ketentuan Tuhan kepada Elfa Diasmara sekaligus untuk menyatakan hukum reinkarnasi ke publik. Bahwa beginilah Cara Tuhan membalas setiap amal ibadah dan perjuangan atas keyakinan yang diapresiasi Tuhan dan dibalaskan Tuhan dengan Surga. Doa kami untuk Elfa Diasmara, semoga dia berhasil mempertahankan komitmennya dan kesuciannya di luar sana.

Adapun kami takkan menyatakan diri sebagai organisasi massa yang mencari massa dan tak juga sebagai suatu sekte yang mencari pengikut. Dan tak memungkinkan bagi kami untuk memaksakan ajaran Eden ke publik. Karena hanya teks Wahyu Tuhan yang sedang turunlah yang kami urusi dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan maupun ke publik. Kalaupun mendeklarasikan Fatwa Tuhan terkait dengan penyatuan semua agama, itu adalah hak Kemahakuasaan Tuhan.

Demikian masalah ini kini menjadi masalah Tuhan dan diprioritaskan sebagai kasus yang akan ditangani-Nya. Dan kepada publik kami hadapkan Pernyataan Tuhan ini untuk melihat Pengadilan Tuhan yang sedang digelar-Nya pada saat sekarang ini.

Berkenaan dengan pendanaan Eden yang wajib 100 persen halal dan hanya melalui sumbangan anggota Eden yang sudah berkomitmen selama-lamanya untuk hidup suci, maka pemecatan PT. XL Axiata terhadap Elfa Diasmara menjadi penting, karena Eden saat ini telah berkurang pendananya padahal terdapat Amanat Tuhan di Eden yang harus kami urusi bersama-sama. Kami ini tersisa hanya 28 orang. Nan, yang harus menghidupi kehidupan kami dengan uang halal dari orang-orang yang sudah berkomitmen hidup suci dan yang sepenuhnya fokus mengurusi Wahyu-wahyu Tuhan yang sedang turun.

Sungguh pada saat ini yang total mendanai Eden dengan seluruh penghasilannya tinggal Arifin Djauhari, yang adalah dosen Fakultas Tehnik Elektro Universitas Indonesia, yang sesungguhnya juga sudah pensiun, namun masih mengajar sebagai pengajar honorer di UI. Dari gajinya itulah aktivitas Eden dan kehidupan Komunitas Eden tergenapi, karena Tuhan menjanjikan kami takkan kekurangan suatu apa pun.

Adapun Muhamad Iqbal dan Titing Sulistami juga biasa membantu Eden dengan sekadarnya dengan memberikan apa yang mereka sanggupkan. Namun Muhamad Iqbal ada perjanjiannya dengan Tuhan yang harus diutamakan, yaitu menyelesaikan tanggungannya terhadap sejumlah orang-orang tertentu yang wajib dilunasi kerugian yang disebabkan olehnya. Sedangkan Titing Sulistami tak berpenghasilan kecuali membagikan kepada kami sebagian uang saku dari ibunya Bu Tomo. Dan yang lainnya adalah bantuan dari keluarga YM Rachman dari Cengkareng yang berupa hak waris dari orang tuanya yang berupa pembagian hasil dari mengelola rumah kontrakan. Dan bantuan sekadarnya dari kakak YM Rachman, Hafsah. Demikian yang selama ini tercantum resmi sebagai pendana Eden adalah Arifin Djauhari karena dialah seorang yang menanggung segenap pengeluaran Eden dengan memberikan seluruh penghasilannya kepada Eden.

Demikian kami lebih memperjelas keterangan kami tentang pendana Eden supaya kami tak dicurigai menerima bantuan dari luar, sebagaimana pernah dilontarkan tuduhan kepada Eden bahwa pendana kami adalah dari Zionis Yahudi. Nan, sungguh kami ini telah bersumpah untuk tidak menerima bantuan apa pun dari orang lain di luar Komunitas Eden. Dan dengan ini kami sudah menjelaskan semuanya, dari mana dana untuk Eden.